31
Des
09

Gus Dur “Sang Humanis” Pembela Kaum Tertindas Telah Tiada

Langit Jakarta mendung dan beranjak gelap. Hari Rabu 30 Desember 2009 pukul 18.45 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, K.H. Abdurahman Wahid “Gus Dur” telah berpulang menghadap Tuhan, meninggalkan keluarga yang dicintainya, meninggalkan kaum minoritas yang selalu dibelanya, meninggalkan orang2 tertindas dan terpinggirkan yang selalu berharap kepadanya, meninggalkan bangsa indonesia yang memuja bahkan menentangnya.

Ya… Sang Humanis pembela kemanusiaan, Sang pelopor kemajemukan, Sang penyokong Kebinekaan Bangsa Indonesia telah tiada. Rakyat Indonesia Berkabung, tetesan air mata orang2 yang mencintainya beruraian tidak terbendung membanjiri bumi pertiwi. Telah hilang lagi satu Putra terbaik bangsa ini.

Sungguh banyak pelajaran dan pemikiran yang telah ditorehkan oleh Sang Humanis ini bagi bangsa Indonesia yang bahkan oleh sebagian masyarakat dianggap “Nyeleneh dan Kontroversial”. Beliau pernah hendak menggantikan ucapan “Assalamualaikum WmWb” yang dianggapnya bersifat sektarian dengan ucapan “Selamat Pagi, Selamat Siang atau Selamat Malam” yang dianggapnya lebih membumi dan lebih “Indonesia”. Bahkan di tengah-tengah umatnya Beliau pernah mengkritik tentang peraturan yang mempersulit pendirian rumah2 ibadah agama minoritas di Indonesia yang tengah marak saat itu. Walau beliau ditentang bahkan dihujat oleh karena pemikirannya itu tapi Beliau tidak gentar dan selalu siap “pasang badan” untuk tetap memperjuangkan apa yang dianggapnya benar dan akan berguna untuk mendidik banggsa ini.

Sang Penggemar karya2 Mozzard, Sebastian Bach, Bethoven dan Handle. Lagu Great Halleluya karya Handle adalah salah satu lagu kesukaannya. Hal ini pernah diucapkannya saat perayaan natal nasional dimana dia hadir saat menjabat sebagai Presiden RI ke-4.

Masih banyak hal2 besar yang sudah dan hendak disampaikannya kepada Bangsa Ini. Namun Tuhan lebih mencintainya. Walau Sang Humanis Gus Dur telah tiada, tapi ucapan, pemikiran dan hal2 besar itu akan tetap bertumbuh subur dan diteruskan oleh orang2 yang mencintainya.

Selamat Jalan Sang Humanis, Selamat Jalan Gus Dur, Kami yakin dan percaya Hari ini Engkau sudah berada di Firdaus Sorga Kekal bersama Bapa Surgawi. Kami sangat berduka dan Haru biru dengan kepergianmu.


0 Responses to “Gus Dur “Sang Humanis” Pembela Kaum Tertindas Telah Tiada”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Radio Online

Waktu Hari ini :

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

BeasiswA n’ Lowongan Kerja

Info Beasiswa D1 D3 S1 S2

Blog Stats

  • 31,987 hits

IP-Ku

My Popularity (by popuri.us)
Desember 2009
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Info Geotoolbar

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

Nilai Blog’s TW6C

free counters

Peta Lokasi Pengunjung :


%d blogger menyukai ini: