06
Nov
09

Sang Maestro “GORGA” Idola TW6C

GORGA_n_ModeratorSudah lama moderator Diary TW6C ingin mengetahui dan membuat artikel mengenai Bonar Gultom (GORGA) sang maestro pujaan TW6C. Terus terang dan tidak perlu ditutup-tutupi, lagu-lagu Karya GORGA sangat dikagumi oleh TW6C. Sebagian besar  (mungkin sekitar 80%) lagu yang pernah dibawakan oleh TW6C  dalam pelayanannya adalah Lagu2 koor karya/gubahan sang maestro GORGA. Bahkan diawal – awal dibentuknya TW6C, ketua TW6C Amang E. Sitohang pernah melemparkan ide kepada guru koor TW6C Amang E. Silitonga untuk membuat TW6C sebagai kelompok paduan suara dengan ciri khas lagu2 berirama tradisonal batak yang notabene sebagian besar lagu2 koor dengan irama tradisional batak itu adalah karya cipta GORGA. Dan memang ide itu walaupun tidak diproklamirkan secara resmi kepada seluruh anggota, sepertinya sedikit banyak sudah diterapkan oleh TW6C dalam pelayanan2 nya.

Secara tidak sengaja pada saat searching di mesin pencari “google” tentang Yamuger (Yayasan Musik Gereja),  Moderator TW6C menemukan tulisan tentang biodata Bonar Gultom “GORGA” di Blogs dengan judul “ENSIKLOPEDIA TOKOH BATAK”. Dan tulisan mengenai biodata dan pengalaman2 hidup GORGA dalam artikel ini 100% disadur dari artikel dalam Blogs tersebut.

bonar-gultomGORGA yang nama aslinya Drs. Bonar Gultom lahir di Siborongborong pada tanggal 30 Juni 1934. Beliau mengenyam pendidikan Dasar di Sekolah Rakyat (SR) Dolok Sanggul – Humbang Hasundutan (Wuiiihhh… ternyata dekat bangat dengan kampung halamannya moderator TW6C di Parlilitan), kemudian dilanjutkan dengan Pendidikan Menegah Atas (MULO) di Siborongborong-Tapanuli Utara. Ternyata beliau (GORGA) adalah seorang yang berprestasi di bidang pendidikan, terbukti selama kuliah hingga berhasil meraih gelar Sarjana dari Universitas Indonesia (UI) Jakarta pada tahun 1963 beliau dibiayai dengan beasiswa penuh oleh sebuah Perusahaan Belanda NV. Vereenigde Deli Maatschappijen

Ternyata prestasi beliau (GORGA) tidak hanya di bidang pendidikan saja, prestasi itu nyata juga saat terjun dalam bidang pekerjaan. Hal ini terlihat dengan Jabatan terakhir beliau sebelum pensiun tahun 1989 sebagai Direktur Komersial dan Umum pada PT Perkebunan Negara XIII, Bandung, Jawa Barat (Hmmm…. sama lagi nih dengan Moderator…. sama2 Abdi Negara/Pegawai Pemerintah).

Leila Ester Sitompul adalah wanita yang sangat berbahagia karena GORGA memilihnya sebagai Istri yang menjadi pasangan Hidupnya. Keluarga GORGA dikaruniai dengan 6 orang anak (3 orang putera dan 3 orang puteri) yang semuanya telah berumah tangga saat ini. Dari buah pernikahan putera-puterinya, GORGA saat ini telah mempunyai 10 orang cucu.

Seorang Anak Manusia pilihan yang dikaruniakan Tuhan dengan Talenta besar mencipta lagu, ya… sungguh2 merupakan Talenta besar dari Tuhan, ternyata kemampuan mencipta lagu dan bermusik GORGA diperoleh secara Otodidak. Memang sejak kecil (umur 8 tahun) Beliu senang menyanyi. Walau bakat Beliau diperoleh secara otodidak, namun prestasi yang pernah diperoleh dalam mengikuti perlobaan2 menyanyi sudah cukup banyak, antara lain Juara I menyanyi seriosa Pekan Kesenian Mahasiswa Seluruh Indonesia pada 1958 di Yogyakarta dan tahun 1960 di Denpasar- Bali; Juara-I menyanyi seriosa bintang Radio Republik Indonesia di Medan dan kemudian di Jakarta (Nasional) 1968.
Pengalaman beliau dalam bidang Paduan Suara (Koor) jangan ditanya lagi, aktif sebagai anggota Paduan Suara Gereja sejak SMA dan diteruskan selama Mahasiswa. Beliau adalah pemimpin dan pelatih Paduan Suara Gerejawi dan Nasional sejak Mahasiswa 1958 hingga sekarang. Brikut adalah Paduan Suara – Paduan Suara yang bernah dilatih dan dibina oleh GORGA :

  • Paduan Suara NHKBP Menteng Jalan Jambu, Jakarta.
  • Paduan Suara SERDAM ROHANI, Jakarta, mendampingi bapak E.L Pohan
  • Paduan Suara Ibukota, Jakarta mendampingi Binsar Sitompul
  • Paduan Suara Pria Immanuel GKPI Medan
  • Paduan Suara Gabungan GKPI Medan
  • Paduan Suara Exaudi GKPI Ciliwung-Bandung
  • PS Anugerah HKBP Jakarta
  • PS Gerja Bethel Indonesia, Tanjung Priok- Jakarta
  • PS Sola Gratia GKPI Menteng- Jakarta

Khusus sebagai pelatih  PS Anugerah HKAP Jakarta, Gorga—pernah mengantarkan 2 kali Paduan Suara ini tampil dalam konser internasional di Amerika Serikat tour – I ke Los Angeles Conductor. Beliau juga pernah memimpin gabungan Paduan Suara yang terdiri dari kontingen yang berasal dari 33 Provinsi di Indonesia, menyanyikan Mazmur 150 ciptaanya yang menjadi lagu wajib pada Pesperawi Nasional ke VI di Istora Senayan, Jakarta, dihadapan Presiden RI.

GORGA sudah menciptakan sekitar 150 lagu rohani dan non rohani—sekaligus mengarasemen untuk segala jenis musik dalam Paduan Suara. Dari sekian banyak lagu2 ciptaannya itu, berikut adalah lagu2 yang pernah dijadikan sebagai Lagu Wajib dalam ajang  Festival Pesparawi Nasional :

  • “Doa Bagi Negara” menjadi lagu wajib PS-SATB Golongan A pada Pesparawi ke III di Medan 2006
  • “Langit Menceritakan” menjadi lgu pilihan wajib PS-SATB golongan B pada Pesparawi ke VIII di Medan tahun 2006
  • “Yesusku juru Selamatku” menjadi lagu pilihan trio SSA pada Pesparawi ke VIII di Medan tahun 2006
  • “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung” menjadi lagu wajib solis remaja pada Pesparawi ke Vii di Makassar tahun 2003
  • “Kepada siapa Aku Harus Takut” menjadi lagu pilihan pertama PS-SATB pada pesparawi ke VII di Makassar tahun 2003
  • “Pujian Allah di tempat kudusNya” menjadi Lagu Wajib pada Pesparawi ke VII di Jakarta tahun 2000
  • “Persaudaraan Yang Rukun” menjadi lagu pilihan pada Pesparawi ke V di Surabaya tahun 1996

Selain mencipta lagu paduan suara, GORGA juga sudah banyak membuat terjemahan sekaligus mengaransemen lagu-lagu asing ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa Batak dan juga mengaransemen lagu-lagu cipataan komposer lagu2 rohani tanah air . Berikut adalah judul lagu2 tersebut :

  • O Holy night (Malam Suci / Borgin Na Badia) karya Adolphe Adams
  • No Body Knows (Holan Tuhan Yesus) Negro Spritual Deep River (didia) Negro Spritual
  • My Heavenly Father Watches Over me (Tuhan ku menjaga aku) karya Charles Gabriel
  • God And Alone (hanya Allah Hu ) karya Phil Mc Hugh
  • Majesty (Pujianlah Yesus) karya Jack Hayfort
  • He is Exalted (Tuhanlah Raja Semesta) karya Twila Paris
  • You Raise Me Up karya Rolf Lovland (dipopulerkan oleh Josh Groban dan davi Foster)
  • Bagai Tetesan Embun karya Putri dan Maruli Simorangkir ,SH
  • Terima Kasih Tuhan karya Putri dan Maruli Simorangkir, SH
  • Bunga Pansur karya Cadman dan roger Wagner
  • Dolok Betany karya NN (Transkripsi dari kaset berbahasa Jerman)
  • Yesus Gembala Yang Baik karya H. R Palmer
  • Were You There (Uju I di atas ni sada dolok) Negro Spritual
  • Natarsilang do Kristus karya W.A Mozart
  • Narer My God to Thee karya sarah Adams dan Lowell Mason
  • Holan Tuhan Jesus, Negro Spritual
  • Nyanyian Kidung Natal karya W.A Mozart
  • Nearer my God to Thee karya Sarah Adams dan
  • God be With You Sai Tuhanta mandongani Ho karya William G. Tomer
  • Laiseir d’Amour Tuiahn Berkatilah karya Giovani Martini
  • Sejauh Timur dari Barat karya Jonathan Prawira
  • Maha Mulia (Namarmulia) karya G.F Handel
  • Ada saatnya kita jumpa karya Taralamsyah Saragih
  • Ya Allah Bapa karya st A. K Saragih
  • Tumbuhan Poyon-Poyon karya St A.K Saragih
  • The Prayer karya Carol Sager dan David Foster
  • Ave Maria karya Franz Schubert

Sebaliknya, untuk lebih memperkenalkan lagu etnik Indonseia ke dunia internasional, Beliau juga mengarensemen lagu-lagu etnik Indonesiake dalam Bahasa Inggris, diantaranya Yamko Rambe Yamko (Papua) menjadi stand Tall, God Loves Us ALL, Jali-jali (Betawi) menjadi Up And Down dan Bukit Kemenangan Karya Djuahari menjadi My God is Near Me.

Adalah tidak berlebihan rasanya dan memang sudah sepantasnyalah kalau dalam Diary TW6C ini, moderator menyebut GORGA sebagai Sang Maestro, karena karya2 ciptanya yang sungguh fantastis.  Khususnya buat orang Batak, bersyukurlah orang Batak memiliki seorang Maestro berdarah Batak yang dengan Talentanya itu telah mampu mengangkat irama dan musik batak sehingga dikenal dalam skala Nasional maupun Internasional. Benar2 seorang yang Multi Talenta. Bukan hanya berkarya lewat lagu dan musik, seni drama suku batak yang lebih dikenal dengan sebutan Opera Batak juga tak luput dari perhatian beliau. GORGA juga telah menciptakan cerita2 untuk dibawakan dalam Opera Batak, diantaranya adalah cerita2 opera sebagai berikut :

  • Argado Bona Ni Pinasa (Opera Batak), 1969
  • Parsorion ni Parmitu (opera Batak), 1970
  • Kembali ke Betlehem (Opera Natal) 1972
  • Putih dan Hitam (opera Natal) 1972
  • Nostalgia Masa Hasiswa (Opera Komedi) 1979
  • Tumba Singamangara XII (Opera Sejarah) 1980
  • Kasih Paling Agung (Opera Paskah) 1982
  • Lilin-lilin Perdamaian (Opera Natal) 1983
  • Si Boru Tudosan (Opera Budaya Batak) 1989

Karya – Karya cipta GORGA berupa lagu2 paduan suara maupun scrip Opera saat ini sudah diterbitkan dalam bentuk buku oleh Yayasan Musik Gereja (Yamuger). Sudah banyak dan sudah berulang ulang dicetak karena banyaknya permintaan dari gereja-gereja maupun kelompok2 Paduan Suara. Berikut antara lain buku2 yang telah diterbitkan oleh Yamuger :

  • Kumpulan Lagu-lagu Rohani Untuk Paduan Suara jilid I 2002
  • Kumpulan Lagu-lagu rohani untuk Paduan suara jilid II, 2005
  • Opera Natal Putih dan Hitam 2005
  • Kumpulan lagu-lagu rohani untuk Paduan Suara Wanita untuk PS Wanita jilid 2006

Pengankuan akan indah dan berbobotnya karya cipta,  paduan suara dan Opera Batak binaan GORGA dapat dilihat dengan diundangnya beliau memimpin paduan suara untuk berkonser  dalam menyambut tamu2 negara dan pemerintah. Berikut adalah konser2 yang dipandu oleh GORGA dalam menyambut tamu2 pemerintah Sumatera Utara di Medan lewat Opening dan Closing Ceremony Medan Fair (Pekan Raya Medan) :

  • Konser dalam menyambut Pageran Bernard dari Kerajaan Belanda (1972)
  • Konser dalam menyambut Raja Boumdewijn dan Ratu Fabiola dari kerjaan Belgia (1974)
  • Konser dalam menyambut Menyambut perdana menteri Lee Kwan Yew dari Singapura (1975)
  • Konser dalam menyambut Toen Abdul Razak dari Malaysia (1976) dengan pementasan “Arga do Bona Ni Pinasa” di alam terbuka ditepi pantai Danau Toba, Parapat.

Prestasi selau diikuti dengan Penghargaan, demikian pula dengan GORGA. Prestasi dalam karya musik banyak mengundang appreasi berupa penghargaan dari pihak2 yang merasa kagum dengan karya2 Beliau. Berikut adalah beberapa penghargaan yang pernah diterima oleh     GORGA :

  • Pada tahun 1975 menerima penghargaan dari pangeran Bernard dalam undangan khus ke Istana Kerjaan Belanda Soesdijk
  • Menerima penghargaan dari KNPI Sumatera Utara sebagai penghargaan atas peranyan dalam pengemabangan generasi muda Sumatera Utara 1980
  • Pada 1982 menerima penghargaan dari Pangkowilhan Sumatera Utara sebagai putra teladan.
  • Pada 1998 menrima penghargaan sari Gubernur Suamtera Utara atas lagu ciptaanya “Marsipature Hutanabe”
  • Pada tahun 2003 menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas prestasinya yang dicapainya saat menyutradarai pementasan Opera Arga Do Bona Ni Pinasa pada Pesta Rakyat Danau Toba di Kota Parapat sebagai opera yang melibatkan pemain terbanyak 232 orang dan merupakan pendudukan setempat.

Terakhir, bagi yang ingin berkunjung atau berkirim surat dengan GORGA, boleh dialamatkan ke Alamat rumah Beliau Jalan Ayahanda No 57, RT 02/04 Kelurahan Pondok Kelapa, Jakarta 13430 atau melalui e-mail beliau BonarGultom @ Yahoo.com. (ETS)


0 Responses to “Sang Maestro “GORGA” Idola TW6C”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Radio Online

Waktu Hari ini :

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

BeasiswA n’ Lowongan Kerja

Info Beasiswa D1 D3 S1 S2

Blog Stats

  • 31,987 hits

IP-Ku

My Popularity (by popuri.us)
November 2009
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Info Geotoolbar

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

Nilai Blog’s TW6C

free counters

Peta Lokasi Pengunjung :


%d blogger menyukai ini: