01
Apr
09

Dari 50ribu… menjadi 200ribu (Kita Berhasil)

foto042Sabtu 28 Maret 2008, Rumah Kel. E Silitonga / Br. Sitohang

“Bimsalabim… Abrakadabra…” Ccccssssssss…. berubahlah anggaran dana Rp 50.000,- menjadi Parsel buah seharga Rp 200.000,-.  Memang  ibarat sulap atau sihir (silap mate kata orang malaysia)  rasanya, dengan anggaran Rp 50.000,- per paket parsel buah yang ditetatapkan oleh panitia Pesta Parolop-olopon dan pesta Ulang Tahun ke-20 HKBP Pejuang, dengan embel2 permintaan anggota rapat panitia pada saat rapat “supaya tidak murahan buahnya, supaya tidak asal jadi, supaya yang mesan tidak kecewa”, wijk 6  sebagai penanggung jawab Paket Lelang parsel Buah sepertinya berhasil melaksanakan tugasnya. Sempat terbersit rasa pesimistis… “Ini Mission Imposseble” bagaimana mungkin coba, anggaran nya Rp 50.000,- tapi tuntutan lumayan banyak,  “Apple Fuji 3, Jeruk 3, Anggur 1/4 Kg, Pisang Barangan 1 sisir, Pear 2..” itulah komposisinya.., denggan bahen Hamu so tung maila Hita” demikian kata  koordinator lelang pada saat rapat2 panitia.

Namun walau belum berpengalaman, Wijk6 (samalah dengan TW6C… TW6C nya semua yang hadir rapat) menyanggupi. Serius dan kompak…. (terbukti lagi peribahasa “Bersatu kita teguh….dst), Wijk 6 langsung atur strategi. Pada saat latihan koor TW6C, tim survey buah disusun. “Siapa yang tau tempat pembelian buah yang bagus dan murah” demikian pertanyaan pertama yang di munculkan. Banyak yang kasi ide. Ibu2 pertama yang kasih Ide, katanya “Ke Cibitung aja belanjanya,.. di sana kan ada pasar buah”, yang lain ngomong “Di Pasar Induk Kramat Jati juga ada” tapi disela oleh ibu2 yang lain “Kotor Eda pasarnya… becek, kalau di Cibitung bersih Lho” . “Siapalah yang pergi survey?” pertanyaan ke-2 dilempar lagi ke forum. Banyak yang kasih alasan ini dan itu, jadi lama juga dipustuskan. Untung ada Lae D.F Panjaitan (anggota terbaru TW6C). “Sudah…biar aku yang survey, aku sering kok lewat pasar induk Kramat Jati” kata beliau.

Diputuskanlah Lae D.F. Panjaitan yang survey, sambil dilengkapi data jumlah buah yang dibutuhkan. Canggih2 kali anggota TW6C ini. Moderator TW6C Diary aja bingung baca coret2-an dan perkalian tentang buah yang mau dibeli, dari jumlah buah per-parsel dikonversi ke Kg kemudian ada juga yang dikonversi ke jumlah kotak/Doz buah.. macam lah itu tahe…

Pada latihan koor berikutnya 1 minggu sebelum hari “H” pesta, informasi mengenai harga2 buah itu sudah didapatkan, dan untuk mendapatkan kualitas buah yang terbaik dengan harga yang murah, Lae D.F. Panjaitan harus men-survey 3 tempat yang lumayan jauh jaraknya. Jeruk Medan Super di Cililitan, Pisang Barangan di Kali Malang dan Apel; Peer; Anggur di Sunter, dengan pesan dari tukang buah “kalau mau pesan dan sisortir buahnya, harus dipanjar dulu seminggu sebelum pengambilan. Harga masuk dan tempat pembelian buah sudah didapat, strategi berikutnya disusun, dan disepakati hari sabtu pagi semua anggota TW6C supaya hadir di Rumah Kel. E. Silitonga / Br. Sitohang Perumahan Wahana Harapan Blok A. Hampir semua setuju, kecualai anggota2 TW6C yang harus mengahadiri undangan pesta hari sabtu.

Rencana dan strategi yang telah disusun oleh Wijk6 sempat hampir buyar dan gagal. Dalam rapat panitia Minggu tanggal 22 Maret 2009, sekonyong-konyong ada ide yang disampaikan oleh koordinator Lelang bahwa semua paket lelang makan dan buah diantar pada hari Sabtu. Ketua dan Sekretaris TW6C protes, karena pada rapat2 sebelumnya sudah disepakati bahwa Paket Makanan diantar hari sabtu tanggal 28 Maret 2009 supaya sempat di makan oleh yang mesan, karena pengalaman2 sebelumnya, jika dibagi/diantar pas hari pesta, paket lelang makanan itu sudah kemalaman sampai ke rumah pemesan dan bahkan ada yang sudah basi. Sedangkan pakel lelang parsel buah, akan dibagi pada hari minggu tanggal 29 Maret 2009, saat pesata dihelat. Adu argument sempat terjadi, anehnya kok cuma wijk 6 yang berpendapat bahwa pembagaian parsel buah itu dilaksanakan pas hari pesta (walahualamlah… pinjam istilah saudara kita parugamo sebelah). Sekretaris TW6C panas juga, “Okelah,… kami boleh menyampaikan/menyiapkan parsel buah hari sabtu, tapi jangan diharapkan komposisi dan kualitas buah seperti yang sudah dimintakan pada rapat2 sebelumnya” ucapnya sedidkit esmosi. Koordinator Lelang berembuk dengan Amang Sintua yang yang ikut memimpin rapat didepan, dan dengan permohonan maaf kepada koordinator Wijk2 yang lain yang terlanjur menyampaikan kepada ruasnya bahwa parsel buah akan dhantar hari Sabtu, Koordinator Lelang mewakili Seluruh Panitia menyetujui bahwa paket parsel buah disampaikan hari Minggu saat Pesta dilaksanakan (dan buahnya harus bagus dan komposisinya sesuai dengan yang telah ditetapkan pada saat rapat2 sebelumnya. Usai Rapat Tim (Amang St.M.T. Napitupulu, E. Silitonga, P.Purba dan D.F. Panjiatan) yang bertugas mengantar uang panjar berangkat.

Walau sudah disepakati pembagian paket parsel buah hari minggu, Wijk 6 berusaha supaya pengepakan parsel buah dapat selesai pada hari Sabtu dan segera dibagi bersamaan dengan paket lelang makanan. Untuk mengejar waktu itu, tim pengambil buah dibagi 2. Hari Jumat malam pukul 19.30 WIB langsung dari kantornya, Tim yang 1 menjemput buah Appel: Peer dan Anggur yang  sudah dipesan pada hari Jumat malam. Tim 2 berangkat Sabtu pagi pukul 06.30 WIB menjemput Jeruk dan Pisang Barangan.

Pukul 10.30 WIB Semua buah sudah sampai di kediaman Amang E. Silitonga / Br. Sitohang. Anggota TW6C juga sudah banyak yang hadir, Ibu2-nya ada 15 orang dan Bapak2-nya ada 8 orang, belum anak2-nya yang ikut ngerame-ramein. Proses pemaketan pun dilaksanakan, baru 2 jam setengah dari jumlah paket pesanan sudah selesai dibungkus. Karena sudah lapar dan bahan kertas koran yang dijadikan alas buah yang dipaket habis, proses pemaketan ditunda sejenak.

Makan Siang pun dilaksanakan bersama. Menu Kung Rica2 kembali hadir. Amang H. Silitonga sebagai “Chef Rica2” yang sudah terkenal kehandalannya diseantero Wijk 6  yang memasak. Sayang Amang H. Silitongan dan Keluarga tidak bisa ikut tim pengemapakan karena harus berangkat ke Puncak Bogor untuk menghadiri acara Bona Taon Keluarga besarnya.  Selain itu ada juga Menu Babi kecap (yang ini.. untuk ibu-nya TW6C), tak ketinggalan pula Tuak Tangkasan untuk menambah akrab dan nikmat saat makan siang. Semua menu makan siang itu adalah sumbangan Kel. St. SM. Manik (sebagai ketua Pesta Huria… beliau bangga melihat kekompakan TW6C).

Pemaketan parsel buah selesai dilaksanakan pukul 15.30 WIB, dan diantar ke gereja pada pukul 17.30 WIB. Oleh tim pengantar yang dikerjakan oleh N-HKBP HKBP Pejuang, pengantaran paket selesai dilaksanakan pukul 21.00 WIB.

Lega dan puas rasanya. Terima kasih untuk semua anggota TW6c (Wijk 6) yang sudah terlibat, berkorban waktu, materi dan pemikiran demi suksesnya tugas yang diserahkan Panitia Pesta Huria dan Pesta Ulang Tahun ke-20 HKBP Pejuang tahun 2009 kepada kita. Satu lagi bukti, indahnya kebersamaan, kalau kita masih  bersama-sama bahu-membahu, tentu kita bisa. Tuhan memberkati kita semua. Amin. (ETS)


0 Responses to “Dari 50ribu… menjadi 200ribu (Kita Berhasil)”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Radio Online

Waktu Hari ini :

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

BeasiswA n’ Lowongan Kerja

Info Beasiswa D1 D3 S1 S2

Blog Stats

  • 31,987 hits

IP-Ku

My Popularity (by popuri.us)
April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Info Geotoolbar

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

Nilai Blog’s TW6C

free counters

Peta Lokasi Pengunjung :


%d blogger menyukai ini: