30
Jan
09

“Pancing kecil” ala Amang H. Silitonga…

Amang_SilitongaRabu 28 Januari 2009, Rumah Kel. R. Sinambela / Br. Sianturi

Acara latihan koor rutin TW6C kali ini diisi dengan kegiatan ”mangkata-hatai” (cakap2/diskusi). Guru Koor TW6C Amang E. Silitonga datang terlambat karena lembur di kantor. Malam itu rencana nya seperti sudah dibicarakan pada latihan pemantapan, memang ada 2 kegiatan yang akan dilaksanakan, yang pertama latihan koor rutin dan yang kedua mangapuli(penghiburan) kepada keluarga Amang r. Sinambela/Br. Sianturi. Acara dimulai pukul 20.30 WIB dibuka dengan doa dan pembacaan Renungan Harian yang dibawakan oleh Sekretaris TW6C Amang H.P. Purba. ”Sambil menunggu guru koor yang belum datang, langsung saja kita mulai dengan acara yang kedua mangapuli/memberikan penghiburan kepada Kel. Amang R. Sinambela/ Br. Sianturi” ucap Ketua TW6C. Acara penghiburan pun dimulai, diawali dengan penyampaian riwayat singkat Mendiang Orang Tua Laki2 Amang R. Sinambela oleh tuan rumah dan dilanjut kemudian penyampaian kata2 penghiburan oleh perwakilan setiap suara, perwakilan parhalado wijk 6 dan ditutup/disimpulkan oleh Ketua mewakili pengurus harian sekalian menyampaikan amplop partisipasi (sesuai poin kesepakatan TW6C) kepala keluarga Amang R. Sinambela / Br. Sianturi.

Cukup lama juga waktu tersita dalam acara mangapuli. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB saat acara mangapuli selesai dilaksanakan. Guru koor TW6C pun baru tiba menjelang akhir acara mangapuli. “Pinasahat ma acara latihan koor tu Gurunta” (saya sampaikan kepada guru koor untuk memimpin latihan koor) kata Ketua TW6C. Tapi dilarang oleh anggota TW6C yang berada di wilayah sekitar kediaman Amang R. Sinambela, “Udah terlalu malam, takut nanti menggangu tetangga, lagian tetangga2 di daerah sini masih kurang toleran, kita lanjut aja dengan diskusi mengenai rencana bona taon kita” kata mereka. Semua setuju, namun sebelum acara diskusi dimulai, Guru Koor TW6C meminta saran kepada anggota tentang lagu apa yang akan dibawakan pada minggu ke-4 bulan Februari (jadwal pelayanan TW6C). Usul datang dari ketua yang meminta supaya TW6C menyanyikan lagu “Doa Bapa Kami” Karya Drs. Bonar Gultom (Gorga)“Udah lama tidak kita nyanyikan lagu ini” kata Ketua yang disetujui oleh semua anggota.

“Pancing Kecil” ala Amang H. Silitonga

Teringat saat di latihan pemantapan di rumah Kel. Amang St. J.H. Parhusip/Br. Hasibuan, rencana Bona Taon TW6C tanggal 31 januari 2009 di rumah Kel. E. Silitonga / Br. Sitohang (Guru Koor TW6C) hampir gagal dilaksanakan. Masalah biaya dan penolakan anggota yang terpilih sebagai koordinator (seksi repotnya) acara boba taon sebagai pemicunya.  Karena saling lempar tanggung jawab dan menolak sebagai seksi repot dalam acara bona taon itu,   Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang mengusulkan supaya ditunda aja acara bona taonnya kalau memang tidak ada yang bersedia sebagai seksi repot.  Dan usul ini hampir disetujui oleh Ketua dan seluruh anggota TW6C.  Tiba2 sambil mengacungkan tangan Amang H. Silitonga menyampaikan sarannya :  ”Saya mau memberi usul, jangan terburu-buru memngambil keputusan. Jangan ditunda acara bona taonnya, tetap lah dilaksanakan. Gini aja, pokoknya untuk suksesnya acara bona taon kita, saya dan keluarga siap memasak ”Kung Rica2”, itulah sumbangan dari keluarga kami”.  Saran ini langsung disambut oleh Sekretaris TW6C  ”Ate, boha sian na asing?” (Bagaimana dengan yang lain) katanya. Langsung anggota yang lain pada ngikut,  Ketua menyumbang 4 DoZ Aqua Gelas,  grup Sopran : Ikan Mas Arsik,  Alto : Ayam Goreng dan Guru Koor sebagai tuan rumah menyediakan nasinya. Sambil tersenyum senang, Amang H. Silitonga ”manggoit” (mencolek) seraya berkata :  ”He… He…., berhasil kan Lae, seperti istilah orang medan, Pancing Kecil lah ini namanya… He… He….”. Tertawa ngakak Ketua TW6C mendengar istilah Pancing Kecil-nya Amang H. Silitonga,  apalagi kemudian Amang H. Silitonga menambahi perkataannya :  ” Biar pancingannya kecil, tapi hasilnya besarkan Lae”. Dan ”Pancing Kecil” ala Amang H. Silitonga itu berlanjut terus hasilnya pada latihan Rabu Kemarin di rumah Kel. Amang R. Sinambela / Br. Sianturi. Dalam acara diskusi untuk memantangkan acara bona taon TW6C itu, ketua menyampaikan kepada anggota yang tidak hadir saat latihan pemantapan apabila mereka mau menyumbangkan seuatu untuk kemeriahan acara boa taon. Amang St. B. Manullang menyambutnya : ”Mewakili Tenor, Saya dan Lae J. Tambunan yang menyiapkan Cocacola dan Birnya” katanya.  Disambut tepuk tangan seluruh anggota.  ”Bagaimana dengan Bass, kayaknya dari menu2 yang disiapkan, belum ada yang beraroma B2” pancing Ketua lagi.  Terpancing juga ternyata grup suara Bass. Sekretaris TW6C Amang H.P. Purba sebagai personal Bass bersedia menyiapkan menu B2 Kecap sebagai sumbangan dari Keluarganya. Tidak hanya itu, keesokan harinya melalui telepon, amang L. Sagala bertanya mengenai kepastian acara bona taon TW6C (kebetulan beliau tidak hadir dalam 2 latihan koor terakhir).  Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh ketua TW6C menanyakan kesediaan Amang L. Sagala menyumbangkan partisipasinya dalam acara bona taon TW6C.  ”Durian Montong aja ya dari Lae” kata ketua sedikit memaksa.. ”He… He… boleh lah itu” kata Amang L. Sagala menimpali.

Demikianlah jadinya, ”Pancing Kecil” ala Amang H. Silitonga ternyata berhasil menghidupkan kembali semangat TW6C untuk ”marbona taon”. Dari kesepakatan bersama dalam diskusi, acara bona taon ini akan disusun dalam konsep Kebaktian Ucapan syukur, yang acaranya akan disusun oleh Amang St. M.T. Napitupulu. Setelah Acara kebaktian akan dilanjutkan dengan makan bersama dan acara ”martahun baru” (mandok hata selamat Tahun baru dari anggota kepada anggota dan membicarakan program2 TW6C Tahun 2009). Acara Bona Taon ini akan dilaksanakan pada Hari Sabtu 31 Januari 2009 mulai pukul 18.00 WIB di rumah Kel. E. Silitonga/Br. Sitohang Perumahan Wahana Harapan Blok A.

Acara malam itu ditutup pukul 23.15 WIB, dengan pesan kepada seluruh anggota, Latihan rutin hari Rabu minggu depan akan dilaksanakan di rumah Kel. P. Sibue/Br. Pardosi.


1 Response to ““Pancing kecil” ala Amang H. Silitonga…”


  1. 1 Baktiar Sitohang
    Januari 31, 2009 pukul 2:59 pm

    Dalam suatu kondisi deadlock akan sebuah keputusan yg hrs diambil selalu dibutuhkan orang yg berani memberikan breakthru atau kerennya disebut terobosan,dlm hal ini si amang H.Silitonga tlh berhasil melakoninya dgn brilian:) Prinsip sehati sepkir yg dR aWal menjadi motor penggerak punguan Koor Wyjk 6 ini ternyata msh menunjukkan “giginya”. Wyjk 6 keep your brotherhood,always give your deepest heart & soul to served The Almighty GOD,Jesus Christ!!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Radio Online

Waktu Hari ini :

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

BeasiswA n’ Lowongan Kerja

Info Beasiswa D1 D3 S1 S2

Blog Stats

  • 31,987 hits

IP-Ku

My Popularity (by popuri.us)
Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Info Geotoolbar

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

Nilai Blog’s TW6C

free counters

Peta Lokasi Pengunjung :


%d blogger menyukai ini: