19
Jan
09

Musim banjir….

Bicara musim mungkin yang pertama muncul dalam pikiran adalah musim2 yang mengenakkan, misalnya musim buah2-an (musim duren, mangga harum manis, musim duku dll…). Musim seperti ini selalu ditunggu-tunggu, apalagi kalau panennya melimpah, makin sedap lah rasanya, karena biasanya akan diikuti penurunan harga yang lebih murah dan terjangkau per Kg-nya.

Tapi musim yang satu ini lain dari musim2 diatas. Mungkin, musim yang ini paling dibenci oleh masyarakat  Jabodetabek. Musim apa sih itu? Pura2 nanya lagi.. ya musim banjir lah..!!!

Banjir Puri harapan  Foto by ETS

Musim banjir kayaknya sudah mulai lagi, musim yang selalu menghantui hampir semua warga yang berdomisili di bagian utara Kota Bekasi, tak terkecuali anggota TW6C.  Komplek perumahan Puri harapan  dan Villa Mutiara Gading Kabupaten Bekasi adalah 2 perumahan dimana anggota TW6C bertempat tinggal. (entah kenapa … pada senang tinggal di daerah banjir ya??). Sudah seminggu belakangan ini jalan2 di kedua perumahan ini selalu kebanjiran, tergenang karena curah hujan yang sudah mulai turun dengan derasnya dan sering pula frekwensinya. Kesalnya lagi “Sang Hujan” ini turunnya selalu pada dini hari sampai menjelang pagi (waktu orang mulai berangkat kantor). 

Latihan koor rutin TW6C yang sedianya dilaksanakan pada Rabu malam tanggal 14 Januari 2009 kemarin di rumah Kel. St. J.H. Parhusip / Br. Hasibuan  batal dilaksanakan. Bagaimana tidak, karena hujan deras yang turun jalan depan rumah Kel. St. J.H. Parhusip tergenang dan hampir masuk ke dalam rumah. Takut merepotkan sahabat2-nya anggota TW6C, Amang St. J.H. Parhusip meminta (melalui telepon kepada sekretaris TW6C) agar latihan koor di rumahnya ditunda.

Banjir sampai ke rumah.  

Hujan deras kembali turun mulai Minggu malam tanggal 18 Januari 2009 sampai pagi hari sekitar pukul 05.00 WIB  (senin 19 Januari 2009). Akhirnya air banjir itu mengalir sampai jauh memasuki rumah2 anggota TW6C yang berada di Puri Harapan (macam lagu “Bengawan Solo” nya Gesang ya.. Air mengalir sampai jauh… He.. He..).  Rumah Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang sudah kebanjiran sejak pukul 02.00 WIB, Beliau menelepon Ketua TW6C Amang E. Sitohang (yang adalah anaknya) memberitahu rumahnya sudah kemasukan air banjir. Kaget juga Amang E. Sitohang,  “Koq bisa ya, padahal hujan malam itu tidak sederas malam2 sebelumnya” (pikir amang E. Sitohang).  Setelah itu Amang E. Sitohang bergegas melihat ke depan melalui jendela rumahnya, “gawat… air sudah hampir sampai pintu rumah” kata nya dalam hati. Cepat2 Amang E. Sitohang membangunakan Istrinya, dan berdua mereka bekerjasama mengangkat barang2 yang bisa diselamatkan sebelum air mengalir sampai rumah.

hampir masuk  foto by.Ets

Rumah Amang E. Sitohang tidak sampai kebanjiran, air hanya sampai teras rumah mendekati bibir pintu rumah (mungkin karena lokasi tanah nya yang lebih tinggi dibanding lokasi anggota2 TW6C yang lain yang rumahnya kemasukan air banjir).

 

banjir puri harapan - Foto by.Ets

Rumah : Kel. Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang, Kel. Inang Ny. M. Sinaga Br. Sihotang, Kel. R. Panjaiatan /Br. Siburian dan  Kel. Inang Ny. S. Simanjuntak Br. Napitu adalah beberapa rumah anggota TW6C yang kemasukan air banjir. Yang lain belum dikonfirmasikan apakah air banjir masuk atau tidak ke  dalam rumahnya. Sementara kabar terakhir sekitar pukul 03.00 WIB (senin 19 Januari 2009) via sms Ketua TW6C kepada Sekretaris yang berdomisili di Villa Mutiara Gading mengabarkan bahwa banjir masih sampai jalan saja dan belum sampai masuk rumah2 mereka. 

Belakangan diketahui bahwa banjir ini diakibatkan adanya tanggul air yang jebol di daerah Pondok Ungu Permasi Bekasi Utara. Yang pasti, akibat banjir ini, Ketua TW6C dan mungkin beberapa anggota TW6C yang lain jadi tidak pergi ke kantor.

Buat Semua anggota TW6C yang kebanjiran rumahnya…. Sabar lah ya… Semoga Tuhan kasih rejeki sama kita semua supaya bisa pindah rumah ke daerah yang lebih tinggi dan bebas banjir… Amin!!!  (ETS)


8 Responses to “Musim banjir….”


  1. 1 St.B.Manullang
    Januari 19, 2009 pukul 4:06 pm

    Banjir puri semua kerendam kecuali rumah kami tidak kena maksud saya tidak ada yang kering semua basah haha…… Kasihan deh sampai2 ngung si ke perum 2

    • 2 wijk6choir
      Januari 20, 2009 pukul 7:29 am

      Wah… rupanya rumah amang Sintua nami juga kebanjiran ya? Pake acara ngungsi pulak, berarti banyak juga air yang masuk rumah!!!. Kasihan deh TW6C… Tapi gak apa2 lah ya, biar bervariasi hidup kita..

  2. 3 Jimmy Situmorang
    Januari 21, 2009 pukul 5:10 am

    Ada yang senang tinggal di tempat banjir? Kayak orang2 di kelapa gading aja. Sudah kelelep masih bilang syukur, dan setelah semuanya kering, banjir terlupakan atau pura-pura lupa.
    Pengalaman saya, sama juga dengan pengalaman teman2 yang tinggal di Puri Harapan sekitarnya pada hari itu. Satpam membangunkan warga sekitar pukul 2 dini hari.”Banjir..banjir.” Setengah tertidur, kami keluar melongok ke luar, oh.. ternyata benar! Satpam tidak bohong.🙂 Kenapa separah itu, ya. Begitu pertanyaan dalam hati. TV dihidupkan dan cari lg berita melalui detik.com, ngga ada cerita banjir. Apa cuma kita yg kebanjiran? Ternyata besoknya ketahuan bahwa hanya kita yg kebanjiran. Banjir kiriman. Ah, ada-ada sj. Banjir aja pake dikirim2 segala.🙂 Kalo sudah begitu, kita hanya bisa berharap agar air tidak makin tinggi. Ternyata harapan terwujud, air menjauh setelah sore hari. Memasuki malam, aktivitas dapat berjalan normal kembali. Tapi kasihan kampung sebelah, sampai esok harinya pun air masih menggenang. Untung ada bantuan (baca: ternyata masih ada kebaikan) melalui kiriman partai-partai yang lagi kampanye. Kiriman ini boleh, jangan kirim banjir dong! Eh.. mau ngomel ke siapa, ya?🙂

    • 4 wijk6choir
      Januari 21, 2009 pukul 8:26 am

      Ada juga teman senasibnya TW6C di Tamhar ya! Wijk 5, memang tanda kali lah pulak dulu pernah satu punguan koor kita ya. Kebanjiran Adeknya…. Kakaknya pun harus merasakannya. He…. He..

      • 5 wijk6choir
        Januari 22, 2009 pukul 6:05 am

        Ada yang protes ke moderator saat latihan koor kemarin, Inang Ny. R. Panjaiatan Br. Siburian, “Enak aja bilang ruma saya banjir, dihapus dong dari daftar” katanya. Maaf deh Inang,… udah sempat diposting,.. maccam mana lah itu?

  3. 6 Ninggor Pardede
    Januari 22, 2009 pukul 10:38 am

    Salah satu keuntungan air mengalir sampai jauh memasuki rumah adalah “kebersihan”. Disaat inilah semua barang2 diangkat untuk dibersihkan.

    • 7 wijk6choir
      Januari 23, 2009 pukul 4:09 am

      Betul juga pendapat Amang N. Pardede…. cuma kalau sudah selesai banjirnya dan sudah bersih lantainya… pegal lagi pinggang nurunin barang2 yang sudah di naikan ke tempat2 yg lebih tinggi… capeee deeh.. Ngomong2 di Harapan Indah “air mengalir sampai jauh nggak” Amang?

  4. 8 Ninggor Pardede
    Januari 27, 2009 pukul 10:06 am

    Air mengalir sampai jauh di harapan indah lebih merdu suaranya, sampai mampu membangunkan orang yang sudah tidur. Soalnya punggung sudah kedinginan di rendam air.
    Setelah banjir biasanya yang laris tukang urut. Nungnga ngilut-ngilut sude pamatanghi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Radio Online

Waktu Hari ini :

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

BeasiswA n’ Lowongan Kerja

Info Beasiswa D1 D3 S1 S2

Blog Stats

  • 31,987 hits

IP-Ku

My Popularity (by popuri.us)
Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Info Geotoolbar

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

Nilai Blog’s TW6C

free counters

Peta Lokasi Pengunjung :


%d blogger menyukai ini: