17
Des
08

TW6C di Perayaan Natal Parsahutaon “Dos Roha” Puri Harapan

TW6CSabtu 13 Desember 2008, Gereja BEZALEL Taman Harapan Baru

Memenuhi undangan Panitia Natal Parsahutaon “Dos Roha” Puri harapan, pada hari Sabtu tanggal 13 Desember 2008 TW6C datang melayani di Perayaan Natal Parsahutaon “Dos Roha” Puri Harapan yang dilaksanakan di gedung Gereja Bezalel Taman Harapan Baru. Didahului dengan kehadiran Inang Ny. H.P. Purba / Br. Simamora yang tiba di tempat perayaan pada pukul 17.45 WIB (catatan : beberapa anggota yang terlibat sebagai panitia natal telah hadir juga) kemudian disusul satu persatu anggota yang lain. Soso2/pengumuman ketua agar TW6C memakai seragam “Festival”nya dipenuhi oleh hampir semua anggota yang hadir (tapi ada beberapa yang tidak berseragam merah karena terlibat sebagai panitia). Anggota yang hadir tidak komplit, Sopran 6 orang, Alto 4 orang, Tenor 4 orang dan Bas 4 orang.  Amang L.Sagala (dan Nyonya), Amang Y.N. Panjaitan, dan Amang St. J.H. Parhusip (dan Nyonya) tidak bisa datang karena ada acara lain yang waktunya bersamaan dengan Perayaan Natal tersubut.

Walau personil tidak lengkap, TW6C tetap tampil dengan baik menyanyikan lagu pujian ”Bangunlah Jiwaku”. Mengisi acara sebagai paduan suara terakhir sebelum kotbah/renungan natal yang dibawakan oleh Pdt. Sianturi (Pendeta Gereja Pasundan Bekasi). Pada saat tampil membawakan lagu pujianya, Dirigent TW6C Amang E. Silitonga memandu TW6C untuk naik ke atas panggung/mimbar gereja. Lagu ”Bangunlah Jiwaku” pun melantun dengan agungnya dari panggung gereja.

”Integritas Diri” diangkat oleh Amang Pdt. Sianturi sebagai tema kotbah/renungan natal malam itu (sesuai dengan subtema batal yang dipilih panitia). Menarik sekali kotbahnya. Integritas diri yang arti sederhananya ”lakukan segala sesuatu dengan apa adanya ( sebaiknya suatu hal dilakukan seperti itu adanya)”. Ada yang bisa dijadikan pedoman dan motivasi kita bergabung dalam kelompok paduan suara. ”Integritas Diri sebagai anggota paduan suara bukan supaya kita dibilang rajin, bukan supaya kita dipuji, bukan supaya dibilang orang paduan suara kita bagus. Kalau itu motivasinya, berarti kita belum mempunyai integritas diri sebagai anggota paduan suara/suatu paduan suara, suara yang bagus diibaratkan sebagai ’korek kuping/telinga’ hanya enak di telinga. Seharusnya, motivasi kita bernyanyi adalah untuk memuji dan memuliakan Tuhan, itu saja intinya. Walaupun suara kita ada fals2-nya dikit, nilainya akan lebih berharga kalau hati kita tertuju memuliakan Tuhan” demikian kata Amang Pdt. Sianturi. Semoga seluruh anggota TW6C mempunyai Integritas Diri sebagai anggota kelompok paduan suara.

Terakhir, terima kasih untuk Panitia Natal Parsahutaon Dos Roha Puri Harapan, yang telah mengundang TW6C melayani di acara natalnya. Sedikit banyak menambah jam terbang TW6C menjadi pelayanan-pelayan Tuhan melalui nyanyian.


0 Responses to “TW6C di Perayaan Natal Parsahutaon “Dos Roha” Puri Harapan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Radio Online

Waktu Hari ini :

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

BeasiswA n’ Lowongan Kerja

Info Beasiswa D1 D3 S1 S2

Blog Stats

  • 31,987 hits

IP-Ku

My Popularity (by popuri.us)
Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Info Geotoolbar

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

Nilai Blog’s TW6C

free counters

Peta Lokasi Pengunjung :


%d blogger menyukai ini: