12
Des
08

Dari “Nada La (6)”… sampai… “Kesepakatan Bersama”

nada_laRabu 10 Desember 2008, Rumah Kel. St. M.T. Napitupulu / Br. Situmeang

Latihan Koor TW6C telat lagi dimulai. Jam dinding di rumah Amang St. M.T. Napitupulu sudah menunjukkan pukul 20.30 WIB. Guru Koor (Amang E. Silitonga) belum datang. Ibu2 anggota TW6C ngobrol2 di dalam rumah sementara Bapak2-nya di teras rumah ngerokok sambil membahas issue2 yang lagi hangat saat ini. “Ta mulai ma booo…!” ( “ayo dong dimulai”) kata Inang Bendahara TW6C (Ny. S. Simanjuntak / Br. Napitu). ”Eta ma bah, nunga jam tonga 9 hape” (”ayolah, sudah stengah 9 rupanya”) kata Ketua. Latihan pun dimulai, seperti biasa diawali dengan doa pembuka dan dilanjutkan dengan pembacaan Renungan Harian tanggal 10 Desember 2008 yang dibawakan oleh Inang Bendahara.

Usai doa pembuka dan pembacaan firman, Bendahara menyampaikan acara selanjutnya kepada Ketua ”Pinasahat ma tu Ketua memimpin latihan” (”saya sampaikan kapada ketua memimpin latihan”) kata Bendahara. Ketua bingung gimana caranya ini. Memang repot juga kalau kelompok paduan suara hanya mengandalkan 1 orang pengajar dalam latihannya. Karena ketua bingung, akhirnya Inang Bendahara ”turun tangan” menarik nada dasar lagu yang akan dilatih malam itu. Ketemu, kemudian ketua memberi aba2 (satu… dua.. tiga… ya!) lagu ”Bangunlah Jiwaku” pun mulai dilantunkan. Bisa juga akhirnya walaupun dinamika lagu kurang pas karena tidak ada dirigent yang memimpin. Satu putaran lagu selesai, guru koor TW6C tiba juga. Ternyata beliau lembur di kantornya sehingga telat datang latihan. Amang R. Simanjuntak (personil suara Bass TW6C) mengusulkan agar lagu ”Bangunlah Jiwaku” lah yang dibawakan oleh TW6C dalam pelayanannya memenuhi undangan Panitia Perayaan Natal Parsahutaon Puri Harapan hari Sabtu tanggal 13 Desember 2008. Guro koor dan semua anggota setuju, latihanpun dilanjutkan lagi dengan pimpinan guru koor TW6C Amang E. Silitonga. Langsung mantap dan Agung terdengar lantunan lagu ”Bangunlah Jiwaku”, dinamika lagunya pun sudah pas terdengar. Setelah lima kali mengulang menyanyikan lagu, akhirnya latihan koor selesai.

Acara ramah tamah pun dimulai. Inang Ny. St. M.T. Napitupulu Br. Situmeang dibantu ibu2 anggota TW6C dari VMG yang rajin “marhobas”. Setelah piring2 snack yang dihidangkan oleh tuan rumah tiba di hadapan anggota TW6C, “Si Raja Ngocol se-TW6C” (Amang L.Sagala) nyeletuk “bah… patut ma hape nangkin dang adong nada mi (3) ate.. alai nada La (6) do nagodang di endentai” (“bah.. pantesan rupanya tadi tidak ada nada mi (3).. tapi nada La (6) yang banyak di lagu kita itu”). He… He… dasar Si Raja Ngocol. Malam itu tuan rumah Kel. St. M.T Napitupulu /Br. Situmeang menghidangkan Lappet, Salak, Kacang dan Minuman Bandrek Susu” untuk menjamu TW6C. Amang St. M.T. Napitupulu senyum2 saja mendengar celetukan Amang L.Sagala. Beberapa anggota menimpali celetukan Amang L.Sagala dengan perkataan ”Tumagon nama songonon dibahen snacka, molo sai mangallangi mie gabe mokmohan Hita annon” (”Lebih baik memang snack seperti ini dibuat, kalau makan mie melulu bisa jadi kegemukan nanti kita”). Sambil menikmati Snack yang disediakan tuan rumah, Sekretaris TW6C (Amang H.P. Purba) menyampaikan soso-soso/pemberitahuan sebelum kantong tek-tekan (partisipasi TW6C untuk mendukung Perayaan Natal Ama-Ina HKBP Pejuang) dijalankan. Beliau menekankan agar seluruh anggota boleh mendukung Perayaan Natal itu dengan sebaik-baiknya, dengan pertimbangan : partisipasi TW6C mendukung Natal Gabungan Ina se-Ressort HKBP Jakasampurna saja bisa terkumpul Rp. 750.000,-, ”masa untuk perayaan Natal yang dilaksankan Gereja Kita sendiri dan Panitianya dari anggota TW6C pula, gak bisa kita beri dukungan yang lebih baik”. Soso-soso Amang sekretaris ”manjur” juga, terkumpul tek-tekan yang cukup banyak malam itu. Dua ratus ribu lebih, ditambah dengan tek2-an dalam dua kali latihan sebelumnya bararti sudah terkumpul dana sementara empat ratus ribu lebih . Puji Tuhan!!!. Semoga dalam sisa 2 latihan lagi dana yang lebih dari Rp. 750.000 itu bisa terkumpul. Amin.

Selanjutnya ketua TW6C berdiri menyampaikan tambahan soso-soso. Sebelum berangkat latihan beliau telah mengcopy lembaran ”Kesepakan Bersama”. Kesepakatan Bersama?? Barang apa pulak ini?? Sambil mengedarkan foto copian tersebut, ketua memberi penjelasan bahwa ”Kesepakan Bersama” ini adalah semacam missi sosial TW6C terhadap anggota2-nya pada saat ada kejadian bahagia maupun duka yang dialami oleh anggota TW6C, dan hal ini sudah dijalankan semenjak TW6C terbentuk. ”Seperti model AD/ART dalam parsahutaon” kata ketua. Ada sedikit pertanyaan-pertanyaan mengenai point kespakatan bersama itu dari anggota yang baru bergabung, tapi akhirnya semua mengatakan bahwa poin2 itu sudah cukup baik untuk bisa dijalankan oleh seluruh anggota TW6C. Lembaran yang dibagikan malam itu adalah lembaran Kesepakatan Bersama hasil revisi terbaru yang dibuat pada saat acara Bona Taon TW6C di Puncak bulan Februari 2008 yang lalu, namun baru dibagikan karena kelupaan dari pengurus harian (pikirnya kali : ”kan anggota sudah pada tau nya”).

Sehubungan dengan point2 yang terdapat dalam Kespekakatan Bersama itu, ketua menyampaikan pada seluruh anggota bahwa ada 2 peristiwa yang dialami oleh anggota TW6C baru-baru ini. Yang pertama kabar bahagia dengan kelahiran anak ke-2 (putri) guru koor TW6C Amang E. Silitonga dan yang kedua kabar dukacita yang tengah dialami Kel. Amang J. Tambunan karena Ibundanya telah lebih dahulu dipanggil Tuhan. ”Hita aturma tingki laho mamoholi sambil latihan koor tu keluarga ni Gurunta, dungi molo dung mulak kel. Amang J. Tambunan sian Bonapasogit asa laho hita mangapuli tu bagas nasida” (”Kiata aturlah waktu kita untuk ’mamoholi’ sambil lat. Koor ke kel. Guru kita, kemudian kalau kel. Amang J. Tambunan sudah kembali dari kampung halaman, kita pergi memberi penghiburan ke rumah mereka”. Acara mamoholi kerumah guru koor TW6C akhirnya diputuskan akan dilaksanakan Hari Rabu tanggal 17 Desember 2008 dengan mengalihkan jadwal latihan koor yang seharusnya di rumah Kel. Ny. M. Sinaga Br. Sihotang ke rumah keluarga guru koor TW6C Amang E. Silitonga / Br.Sitohang.

Sebelum acara ditutup, keluarga L. Sagala / Br. Gultom meminta waktu untuk menyampaikan pemberitahuan kepada selururuh anggota TW6C bahwa kediaman Mereka telah pindah dari Perumahan Villa Mutiara Gading ke Aralia Blok HY-25 No. 5 Harapan Indah. ”Undangan untuk Acara syukuran masuk rumah baru akan disampaikan lagi kemuaian” kata Inang Ny. L.Sagala Br. Gultom dan disambut antusias oleh seluruh anggota TW6C dengan ucapan : ”Selamat buat Kel. L. Sagala / Br. Gultom, berarti mamotong lagi kita.” Acara latihan berakhir tepat pukul 22.30 WIB, ditutup dengan doa oleh ketua.


0 Responses to “Dari “Nada La (6)”… sampai… “Kesepakatan Bersama””



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Radio Online

Waktu Hari ini :

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

BeasiswA n’ Lowongan Kerja

Info Beasiswa D1 D3 S1 S2

Blog Stats

  • 31,987 hits

IP-Ku

My Popularity (by popuri.us)
Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Info Geotoolbar

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

Nilai Blog’s TW6C

free counters

Peta Lokasi Pengunjung :


%d blogger menyukai ini: