01
Des
08

Cerita Mie Goreng yang tak jadi…

Rabu 26 Nopember 2008, Rumah Kel. St. B.Manullang / Br. Nainggolan

Bermula dari konfirmasi via telepon yang disampaikan oleh ketua TW6C bahwa hari Rabu malam tanggal 26 Nopember 2008, latihan rutin TW6C akan dilaksanakan di rumahnya (karena ada urusan keluarga yang sangat penting, beliau tidak hadir pada lat. pemantapan di rumah Kel. St. J.H.Nainggolan), Amang St. B. Manullang dengan senang hati menyanggupi dan segera menyampaikan rencana itu kepada Inang Ny. St. B.Manullang Br. Nainggolan.

Pada hari rabu pagi, dengan niat yang tulus ingin menyambut tamu2-nya TW6C yang akan berlatih koor rutin di rumahnya, berangkatlah Inang Ny. St. B. Manullang Br. Nainggolan ke Pasar tradisional langganannya yang berada di sekitar terminal bus Bekasi. Mengendarai motor Supra X kesayangannya, beliau berangkat ke pasar. Dalam pikiran sudah terbayang ”nanti malam tamu2 saya dari TW6C pasti akan kenyang dan semakin semangat berlatih”.

Sayang seribu sayang, mendekati pasar yang dituju, terjadi kecelakaan kecil. Sepeda motor Inang Ny. St. B. Manullang bertabarakan dengan becak. Memang sih tidak ada yang terluka, tapi kejadian itu cukup membuat beliau membatalkan niatnya melanjutkan berbelanja ke pasar. Bagaimana tidak, begitu terasa sakit akibat benturan dengan becak tadi, mungkin kaki beliu terkilir karenanya. ”Wah… gak mungkin lagi nih bisa berjalan lama2 di pasar sambil nawar2 barang yang mau dibeli” pikir beliua dalam hati.

Akhirnya dengan perasaan sedikit kesal, Inang Ny. St.B.Manullang Br. Nainggolan pulang kembali ke rumah. Sudah barang tentu beliau ingin segera mengobati pegal yang masih terasa di kakinya. Rasa sakit mulai hilang tapi masih agak sakit kalau dibawa berjalan.

Malam pun datang menjelang, satu demi satu anggota TW6C datang ke rumah St. B. Manullang untuk melaksanakan latihan. Banyak juga yang hadir, tapi masih lebih sedikit jumlahnya dibanding waktu latihan pemantapan di rumah Kel. St. J.H.Parhusip. Pukul 20.30 Wib latihan pun dimulai. Dibuka dengan doa oleh ketua dan dilanjutkan dengan pembacaan Renungan Harian. Usai itu, latihan koor dimulai, diawali dengan melatih kembali lagu natal ”Mari Sukacita lah” karya sang maestro Bonar Gultom (GORGA) yang rencananya akan dibawakan pada perayaan Natal Gabungan Ama-Ina HKBP Pejuang tanggal 27 Desember 2008, dilanjut kemudian perkenalan lagu yang rencananya akan dibawakan pada minggu ke-4 tanggal 28 Desember 2008 (jadwal rutin TW6C) berjudul ”Bangunlah Jiwaku” (lagu lama juga… dah pernah dinyanyikan dalam pelayanan2 sebelumnya di gereja). Lebih kurang 1 jam, latihanpun selesai.

Lanjut kemudian ramah tamah (mangallang snack), sebelum menghidangkan, Inang Ny. St. B.Manullang Br. Nainggolan memohon maaf karena hanya bisa menyediakan snack yang sederhana (Kue Bolu, Salak dan Kacang rebus…. ini mah banyak Inang!!!!!), sambil menghidangkan snack “alakadarnya” tersebut Inang Ny. St. B. Manullang Br. Nainggolan menceritakan tentang niatnya memasak mie goreng untuk konsumsi latihan malam itu, tapi gagal karena kecelakaan kecil tersebut. ”Gak jadi aku bikin mie goreng,… abis kesal aku, sakit kakiku karena tabarakan dengan becak itu” katang Inang Ny. St.B..Manullang Br Nainggolan.

He… He…. Gak apa2 Inang, Pintu rumah yang terbuka lebar dan kerelaan Amang dan Inang sekeluarga menerima TW6C latihan malam itu sudah lebih dari segala makanan yang enak yang ada di Indonesia ini…. Semoga cepat sembuh buat Inang dan tetap semangat.

Latihan TW6C berakhir pukul 22.45, dengan pesan : latihan rutin Rabu malam tanggal 3 Desember 2008, akan dilaksanakan di rumah keluarga H. P. Purba /Br. Simamora di Villa Mutiara Gading.


6 Responses to “Cerita Mie Goreng yang tak jadi…”


  1. 1 Jimmy Situmorang
    Desember 2, 2008 pukul 2:19 am

    Tuan dan Nyonya Rumah yang Murah Hati. Parbahul-bahul na bolon! Itulah gambaran buat orang yang selalu bersedia membuka pintu rumahnya untuk kunjungan orang sekelilingnya. 24 Hours is Opened. Terserah, apakah itu keluarga kandungnya, tetangganya atau parsahutaon, semarga, atau orang lain yang ‘kenal-kenal begitu’ saja. Siapa pun, tiada perbedaan perlakuan. Bahkan, mereka sangat senang mengundang orang-orang untuk singgah di rumahnya.
    Bagaimana mengujinya? Gampang. Ketika baru datang saja sudah ada pertanyaan, mau minum atau makan apa? Atau, sang tamu merasa bebas mengintip meja makan mereka. Perasaan pun nyaman karena tidak akan kelaparan saat pulang.

    Tapi, sulit mencari orang seperti itu di jaman sekarang ini. Sulit tidak berarti tidak ada. Mereka laksana oase-oase di padang gurun yang dapat menawarkan kesegaran. Kesegaran akan persahabatan.

    Saya punya beberapa dari keluarga atau teman atau tetangga atau semarga yang sebaik itu. Namun, saya mau sebut satu orang saja. Namanya Kasim, tinggal di Ujung Pandang (sekarang Makassar), Sulawesi Selatan. Saya menilai, dia sangat jauh lebih ramah dariku.
    Sebenarnya, apa yang mereka lakukan? Itu bukan masalah sekedar secangkir kopi atau segelas teh manis. Mari kita teliti lebih dalam. Kita akan menemukan bahwa ini adalah tentang hati. Hati yang mau menolong dan memberi tumpangan. Senang menyenangkan hati orang. Saya yakin, inang dalam artikel ini adalah seorang dari mereka. Murah Hati!

    Tapi, sulit mencari orang seperti itu di jaman sekarang ini. Sulit tidak berarti tidak ada. Mereka laksana oase-oase di padang gurun yang dapat menawarkan kesegaran. Kesegaran akan persahabatan.

    TW6C :
    Setuju dengan pendapat ini, apalagi keberadaan perkumpulan itu sudah agak lama. Biasanya anggota sudah pada mulai banyak alasan menolak untuk jadi tuan rumah. Harapan terbesar hanya pada Tuhan. Semoga hati yang bersemangat dan parbahul-bahul na bolon dijaga Tuhan agar tetap ada di setiap rumah tangga anggota… Peace!!!

  2. 2 St. B. Manullang
    Desember 2, 2008 pukul 6:12 am

    Latihan koor di rumahku, saya sangat berkesan karna hampir semua anggota koor hadir dan tidak mengurangì rasa sukacita saya yang paling dalam melihat wajah-wajah yang bersukacita dan bersemangat walau pun hanya di suguhi kacang, salak, kue bolu dan bandrek, itu pun istri saya sampe2 bertabrakan dengan becak. Tapi saya bersyukur kepada Tuhan, Istri yang saya cintai tidak apa2 dan tetap bersemangat menjamu punguan koor wijk 6, walaupun dia merasa pegal2 akibat insiden kecil tersebut. Puji Tuhan untuk selama-lamanya, amin

  3. 3 Lubis Junior
    Desember 2, 2008 pukul 9:47 am

    Pujian dan kata salut sy sampaikan buat kel. St. B. Manullang, teruama buat Inang yg telah bersedia membuka pintu rumah buat latihan TW6C. Semoga kejadian yg telah menimpa Inang tidak menjadi beban atau sebuah Trauma utk membawa kenderaan kembali. Dan mudah2-an tdk terjadi lg di kemudian hari. Tuhan memberkati. Buat pengurus TW6C: Saya salut ats kekompakannya, dan saya ingin melihat latihannya, tp bentrok dgn jdwl kami nih. Buat Abang Purba & kakak, siapin besok Mie Goreng pengganti ya, siapa tau ada yg Tarhirim…hehehe! Salam buat semua anggota TW6C na nihaholongan, Syaloom.

  4. 4 wijk6choir
    Desember 2, 2008 pukul 10:08 am

    Wah… selamat berlatih selalu untuk saudara-saudara kami di wijk 2, semoga semakin kompak juga ya. Kayaknya berhasil juga mempertahankan jumlah anggota seperti/sebanyak saat festival kemarin. Gak apa2 lah, yang utama tetap hadir dalam latihan, … jangan pula nanti, karena pengen lihat latihan TW6C, Amang Lubis Junior kena marah sama Bpk.guru koornya (Amang St. B.L.Tambunan).. He..He..

  5. 5 St. B. Manullang
    Desember 3, 2008 pukul 5:02 pm

    Trims atas perhatian amang Lubis atas musibah yang di alami oleh keluarga saya semoga keluarga amang lubir di berkati oleh Tuhan Amin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Radio Online

Waktu Hari ini :

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

BeasiswA n’ Lowongan Kerja

Info Beasiswa D1 D3 S1 S2

Blog Stats

  • 31,987 hits

IP-Ku

My Popularity (by popuri.us)
Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Info Geotoolbar

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

Nilai Blog’s TW6C

free counters

Peta Lokasi Pengunjung :


%d blogger menyukai ini: