27
Nov
08

MOMENTOMORI…. (Ingatlah Hari Kematianmu)

Minggu 23 Nopember 2008, Kebaktian “Ujung Taon Parhuriaon (Parningotan di Angka Na Monding) di Gereja HKBP Pejuang.

“Tongon do sadarion goar ni minggunta minggu ujung taon parhuriaon, jala laos sadarion do ingotonta angka donganta ruas ni hurianta naung parjolo monding i. Mangihuthon haporseaonta, tapatupa parningotan on laho manghehei rohanta do asa ingot hita di ari-ari parpudi ni ngolunta, jala somal do tadok I di pandohan na asing “MOMENTOMORY” lapantanna “Ingot Ari Hamamatem” (Tepat pada hari ini minggu kita dinamakan ujung tahun parhuriaon, dan pada hari ini lah kita mengenang saudara2 anggota jemaat kita yang telah lebih dahulu meninggal dunia. Sesuai dengan iman kepercayaan kita, diadakan acara peringatan ini adalah untuk mengingatkan kita akan saat-saat terakhir hidup kita, atau dalam bahasa asing sering disebut ”MOMENTOMORI” yang artinya “Ingatlah Hari Kematianmu”), demikian panggilan beribadah yang diucapkan oleh Liturgis Inang St. R. Br. Simanjuntak dalam kebaktian minggu kemarin.

Sangat berkesan bagi The Wijk 6 Choir, karena salah seorang anggotanya Inang Ny. S.P. Tambunan Br. Simanungkalit kembali terkenang akan Anak laki-lakinya yang sangat Ia cintai Yance Tambunan yang telah mendahuluinya pada bulan Maret 2008. Setback sedikit pada saat meninggalnya saudara kita Yance Tambunan, kesedihan yang teramat sangat dirasakan oleh Keluarga Inang Ny. S.P. Tambunan Br. Simanungkalit, bagaimana tidak, Almarhum Yance Tambunan adalah anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga dan masih “doli-doli” (lajang). Masih banyak harapan2 dari keluarga untuknya, tapi Tuhan lah yang empunya semuanya. Kehendak-Nya lah yang jadi. Yance Tambunan dipanggil-Nya ke hadapan-Nya dalam usia yang cukup muda (35 tahun). Pada saat The Wijk 6 Choir datang melayat bersama Jemaat HKBP Pejuang, lagu “Sipata Sai Sungkun-Sungkun” dibawakan oleh The Wijk 6 Choir sebagai persembahan untuk menghibur keluarga yang berduka.

Untuk mengenang saat itu The Wijk 6 Choir kembali membawakan lagu “Sipata Sai Sungkun-Sungkun” dalam penampilannya/pelayanannya di kebaktian minggu Ujung Taon Parhuriaon Parningotan di Angka Na Monding kemarin. Inang Ny. S.P.Tambunan Br. Simanungkalit turut menyanyikan lagu itu sebagai personil alto The Wijk 6 Choir. Puji Tuhan, sedih mengenang sang Anak yang dicintai tapi terlihat aura ketegaran yang sangat kuat di wajah Inang itu. Bahkan setelah selesai kebaktian, Inang Ny. S.P.Tambunan Br. Simanungkalit menagih janji ketua yang akan megambil fotonya untuk kelengkapan data “Member of The Wijk 6 Choir” yang akan dimasukan dalam The Wijk 6 Choir Diary. “Salut buat Inang” kata ketua dalam hatinya, sambil membidikkan kamera Kodak 8,2 MP-nya. Jepret… Jepret… Jadilah foto Inang Ny. S.P. Tambunan Br. Simanungkalit. Ada 2 foto, yang pertama Inang itu dengan kebaya hitamnya, dan yang kedua Inang Ny. S.P. Tambunan dan Suami tercintanya.

Dalam kebaktian minggu Ujung Taon Parhuriaon Parningotan di Angka Na Monding kemarin, ada 6 (enam) paduan suara yang tampil melayani. Tiga (3) paduan suara Wijk (TW6C, Wijk 2 dan Wijk 5) dan Tiga (3) paduan suara kategorial ( Naposo, Ina koor dan Ama Koor). Bocoran ini sudah didapatkan oleh ketua The Wijk 6 choir pada saat latihan pemantapan sabtu malam di rumah Kel. St. J.H. Nainggolan. Mantafff pikirnya, bisa dijadikan tambahan koleksi rekaman paduan suara2 gereja HKBP Pejuang. Makanya dengan semangat bak wartawan “BUSEEER”, ketua TW6C dengan sibuknya, putar sana, putar sini. Bidik sana, bidik sini (mengambil istilah istrinya “Heppot Sana, Heppot Sini”) mengabadikan penampilan ke-6 paduan suara yang melayani pada kebaktian itu. Penampilan keenam paduan suara cukup mampu untuk menguatkan hati saudara2 yang masih berduka melalui pesan2 dalam lagu koor yang dibawakan.

Seabagai penutup, semua adalah rahasia Sang Empunya Kehidupan Tuhan Yesus Kristus, bahwa saudara2 anggota jemaat HKBP Pejuang yang telah lebih dahulu meninggal (dipanggil oleh Sang Pencipta) semuanya adalah “Pria”, tidak pada tempatnya jika kita berpraduga dan ber-andai-andai. Seperti pesan yang disampaikan oleh Uluan ni Huria usai membacakan nama2 anggota jemaat yang telah meninggal : “ Hamu ale angka dongan! Nunga tabege angka goar-goar ni angka na monding sian tonga-tonga ni hurianta di bagasan na sataon bolon on. Ia tataringoti pe i, ndada na mangarungkar-rungkari hinalungun dohot hinadangol, alai na marningot do hita di ari hamamatenta, paboa hita pe muse tong do ingkon mate di tingkina be. Sai parrohai ma hami mamilangi ari-ari nami, asa dapotan roha na bisuk hami mamimingkiri taringot tu hamamate nami” (Saudara-saudaraku, telah kita dengarkan nama-nama anggota jemaat yang telah lebih dahulu meninggal dalam satu tahun ini. Kita mengenang, bukan untuk mengungkap kembali kesedihan dan kedukaan hati, tapi untuk mengingatkan tentang hari kematian kita, bahwa kita pun pada saat nanti akan mati juga. Ajarlah kami menghitung hari-hari kami, agar kami beroleh kebijakan mengenang akan hari kematian kami). Amin.


2 Responses to “MOMENTOMORI…. (Ingatlah Hari Kematianmu)”


  1. 1 Jimmy Situmorang
    November 28, 2008 pukul 4:13 am

    Kematian=Gelap=Kuyu atau …?
    Saya melihat kebaktian minggu siang itu sangat gelap. Mayoritas jemaat yang hadir berpakaian hitam atau gelap atau ‘berusaha’ bernuansa gelap (hita anggap ma na birong on, ninna na deba).😦 Saya juga berbatik warna coklat tua. Gelap. Saya tidak tahu apa karena kebetulan saja.🙂 Alasanku (kupaksakan), saya memakainya lagi (kantor menganjurkan berpakaian batik setiap hari Jumat) agar segera dicuci. Kenapa harus berpakaian serba gelap, ya.
    Demikian juga dengan wajah-wajah. Senada dengan gelap! Sebagian besar jemaat terlihat sedih. Namun, sepertinya ada yang berpura-pura sedih yang dicocokkan dengan suasana saat itu dengan cara mengernyitkan keningnya. Bahkan ada yang menangis. Itu bisa saja terjadi karena lagu hari itu adalah lagu-lagu yang biasa dinyanyikan kalau ada orang Batak meninggal. Terkenang.
    Hari itu, jemaat berhasil menciptakan suasana duka mendalam. Saya sempat bercanda ke seorang ibu, ‘Na adong do na monding?’. Huss, katanya.

    Jadi, dapatlah diterima: Kematian=Gelap=Kuyu (tidak berseri; muram (muka) dan lesu; kusam; 2 sedih: hati –, dari Kamus BI).
    Tapi, mari kita bandingkan dengan perkataan Paulus dalam Filipi 1:21, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”. Bisa saja kita ngeles, Paulus lagi dalam penjara.🙂

  2. 2 Lubis Junior
    November 28, 2008 pukul 5:32 am

    Minggu Momentomori artinya Ingatlah hari kematianmu. Memang minggu yang satu ini adalah Nama Minggu yang lain tersendiri dari nama2 minggu yg lain. Setiap kita memperingati minggu ini, penampilan orang2 yg beribadah jg lain ( Umumnya berpakaian HITAM-HITAM ) dan banyak air Mata yang bercucuran yg kadang2 membuat kita jadi merasa lucu juga. Tapi…. setelah kita menghayati arti minggu ini, saya pribadi sering sedih dan hampir mengeluarkan air mata ( ditahan karena malu ) mengingat kelakuan saya yg msh jauh dari perintahNya. Saya berpikir, seandainya saya sekarang di panggilNya mungkin saya masih diadili olehNya dan akan dimasukkan ke tempat orang2 yang tidak turut kepadaNya. Memang ini akan lebih sedih merenungkan diri kita sendiri seandainya Tuhan memanggil kita. Tapi kebanyakan di HKBP khususnya, kesedihan datang, justru mengingat anggota kelauarganya yang telah di panggilNya. Buat TW6C, khususnya Pengurus ( Amang E.Sitohang ) , saya salut bgt akan pelayanan Amang di Gereja. Dan saya Pribadi salut akan kumpulan TW6C, semoga sukses terus dalam pelayanan dan semakin bersatu. Karena menurut Pandangan saya, TW6C adalah BAROMETER dari Wijk lain yang ada di Gereja HKBP Pejuang. BRAVO THE WIJK 6 CHOIR. TUHAN MEMBERKATI.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Radio Online

Waktu Hari ini :

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

BeasiswA n’ Lowongan Kerja

Info Beasiswa D1 D3 S1 S2

Blog Stats

  • 31,987 hits

IP-Ku

My Popularity (by popuri.us)
November 2008
S S R K J S M
    Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Info Geotoolbar

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

Nilai Blog’s TW6C

free counters

Peta Lokasi Pengunjung :


%d blogger menyukai ini: