24
Nov
08

Biaya Natal : Tok2 Ripe Natal atau Tek-Tek-an Natal (pusing deh…!!!)

Sabtu, 22 Nopember 2008 Rumah Kel. St. J.H. Nainggolan / Br. Hasibuan

Latihan pemantapan The Wijk 6 Choir kembali dilaksanakan. Agak terlambat dimulainya (maklum lah pada pakai jam “WOB”) sekitar pukul 20.30 WIB. Padahal kel. Amang St.J.H.Nainngolan sudah menunggu dan bersiap2 menyambut punguan/perkumpulan mulai pukul 19.00 Malam (maaf ya Amang Sintua nami gabe leleng hamu paimahon). Pukul 20.00 masih 3 keluarga + tuan rumah yang hadir (berarti 8 orang). Lima (5) menit kemudian muncul 2 keluarga lagi. Akhirnya banyak juga yang hadir Sopran 10 orang, Alto 6 orang, tenor 5 orang dan Bass 6 orang, total 27rang + 1 orang Dirijent. Acara pun dimulai, dengan doa pembukaan dan dilanjutkan membaca buku renungan harian oleh Ketua. Lantunan kidung pujian koor ” Sipata Sai Sungkun-Sungkun” kembali terdengar dalam latihan pemantapan. Sudah semakin padu dan sepertinya sudah siap untuk ditampilkan di gereja. Latihan berlangsung tidak terlampu lama, lebih difokuskan kepada penghalusan suara di kelompok Sopran. Setelah empat kali diulang latihanpun selesai.

Lanjut acara makan2. Tuan rumah menyediakan mie goreng sea food. Ada 3 pilihan : Mie Hun Goreng seafood, Kwetiau Goreng Seafood dan Mie Kriting Goreng Sea food. Lebih banyak yang pilih Mie Hun, karena memang personil The Wijk 6 Choir lebih banyak personil wanitanya. Dan entah kenapa, ibu2 biasanya lebih suka mie Hun (Kenapa ya?… ada yang tau gak). Usai menyantap mie, keluar salak dan kacang serta minuman kopi susu panas (komplit deh… tambah gemuk2 aja nanti orang2 di The Wijk 6 Choir ini bah).

Sebelum acara ditutup, kembali seperti biasanya ketua atau sekretaris menyampaikan pengumuman2. Dimulai oleh sekretaris Amang H. Purba tentang rencana perayaan Natal Gabungan Ama-Ina HKBP Pejuang pada Sabtu 27 Desember 2008. ”Porlu pinabotohon tu Hita sude, anggaran untuk perayaan natal ini ± Rp. 7 juta-an, jala partisipasi ni tiap wijk ±Rp 500.000,-.” kata sekretaris. Lanjut kemudian pengumuman dari ketua. ”Ala adong do proposal sian Panitia Perayaan Natal gabungan Ina se-Resort HKBP Jakasampurna, diharapkan parsipasi tiap huria pagaran Rp 500.000,-” kata ketua. Ibu2 anggota The Wijk 6 Choir sudah mulai terlihat gelisah, ada juga yang mulai bisik2. Belum usai kegelisahan dan bisik2 kaum ibu, ketua kembali menyampaikan rencana The Wijk 6 Choir akan melaksanakan kebaktian Natal The Wijk 6 Choir, ”Kebaktian biasa aja kita bikin + makan bersama, supaya ada variasi sedikit dari tahun2 sebelumnya, jangan bona taon terus” kata ketua. Berarti biaya lagi, ”Holan na hepeng (’biaya melulu’)” begitu barangkali yang berada di benak ibu2 The Wijk 6 Choir. Ternyata benar, belum selesai ketua dengan pengumuman-pengumumanya, Inag Ny. Sitohang Br. Sihotang personil suara Alto (yang adalah Inang Sipangintupu ni ketua) menyampaikan interupsi kepada ketua. ”Hami potong jolo satongkin. Unang ma pola acara natal tabahen. Molo nananeng merayakan do, seperti na somal ma bona taon punguan koor Wijk 6 ma, asa boi saotik marhosa angka hitaon, ala berurut-torus natal i” (interupsi sedikit, gak usahlah perayaan natal punguan, kalau memang mau bikin acara, seperti biasa aja acara bona taon TheWijk 6 Choir lah, biar bisa dulu ‘tarik napas’ kita, karena berurutan terus natal ini ” kata Inang itu. Langsung Ibu2 pada setuju, Ny. M.Manurung Br. Doloksaribu (personil suara Sopran yang baru ber bergabung) nyeletuk, sambil menempelkan tangan di jidat nya, “Pusing deh, … biaya melulu” kata Inang itu. Ketua jadi tidak enak hati, wah gawat pikirnya, bisa2 nanti hal ini bikin anggota2 yang baru merasa terbebani. Akhirnya ketua mengiyakan sambil meminta dukungan dari kaum bapak The Wijk 6 Choir. Dengan memberikan sedikit motivasi bahwa beratpun biaya yang ditanggung dalam perayaan2 kali in, kalau kita yakin dan berserah, berapapun yang kita berikan kalauTuhan berkenan, dana yang dibutuhkan panitia pasti terkumpul. Amin.

Acara pemantapan akhirnya ditutup tepat pukul 23.00 WIB. Dengan pengumuman dari ketua, latihan rutin pada Rabu malam tanggal 26 Nopember 2008 akan dilaksanakan di rumah Kel. St. B. Manullang / Br. Nainggolan. Fokus latihan adalah ke Lagu2 Natal. Acara ditutup dengan doa oleh Amang St. M.T. Napitupulu.


6 Responses to “Biaya Natal : Tok2 Ripe Natal atau Tek-Tek-an Natal (pusing deh…!!!)”


  1. 1 Jimmy Situmorang
    November 25, 2008 pukul 3:05 am

    Bisakah Natal dirayakan dengan murah? Bisa! Itu sih tergantung panitianya. Caranya? Panitia mampu meyakinkan anggota untuk merayakan Natal dengan:
    Pertama, semua anggota bersedia merayakannya tanpa konsumsi (makan/minum).
    Kedua, acaranya dibuat sesederhana kebaktian ‘partangiangan’ wijk. Jangan membuat ‘accesories’ (dekorasi). Jangan ada dokumentasi. Biaya buku acara juga diminimalkan, cukup fotocopian satu lembar yang isinya nomor2 lagu dan perikop alkitab. Semua hadirin diminta membawa KJ atau Buku Ende dan Alkitab.
    Ketiga, anggota dianjurkan berpakaian sederhana untuk menghadirkan suasana Kristus yang lahir di Kandang Domba di Betlehem.
    Keempat, tidak ada kado natal buat anak-anak, malah sebaliknya merekalah yang memberikan kadonya buat yang berulang tahun, Yesus Kristus. Kado itu kemudian diserahkan kepada kaum papa/miskin. Seandainya tidak membawa kado juga tidak apa-apa.
    Kelima, pendeta yang diundang dinegoisasi agar bersedia hanya diberi (hanya) uang pengganti transport saja.
    Tapi maukah? Sekarang ini, saya menjadi panitia natal pada lebih dari satu perayaan. Kayaknya sulit melakukan itu, saya baru saja membayangkan pada diriku. Saya mau berdoa saja, ‘TUHAN mampukan aku merendahkan diri di hadapanMU’.

  2. 2 Lubis Junior
    November 25, 2008 pukul 7:57 am

    Salam perkenalan buat TW6C: Mungkin udah kenal ya!
    Setiap ada acara yg pasti ada biaya. Jd kl kt mau buat acara, kt hrs siap2 biaya. Sy sgt setuju dgn pendapat lae Jimmy. Buat TW6C, jgn cemas mikirkan biaya, Tuhan akan membuka jalan apabila kita sungguh2 ingin berbuat utk Tuhan. GBU, Amin.

  3. 3 wijk6choir
    November 25, 2008 pukul 11:28 pm

    Mungkin alangkah baiknya kalau ide Amang Jimmy Situmorang mulai diterapkan dlm perayaan2 natal yg diadakan di gereja maupun natal punguan2/perkumpulan2. Mungkinkah? Biasanya sih kita senang dgn perayaan2 yg wah dgn konsumsi yg enak2, tp sulit berpartisipasi dlm materi.

  4. 4 St. B. Manullang
    November 26, 2008 pukul 1:14 pm

    Natal sederhana hrs mulai dibiasakan

  5. 5 wijk6choir
    November 27, 2008 pukul 3:30 am

    Wah suatu surprise Amang Lubis Junior mau mampir di The Wijk 6 Choir Diary.
    Trims atas saran dan doa Amang. Sukses selalu punguan koor Wijk 2 ate. Btw… mantaff banget solonya Wijk 2 minggu kemaren… siapa dia ya??? He… He… Siapa dulu dong… ya Amang Lubis Junior lah!!!!

  6. 6 Lubis Junior
    November 28, 2008 pukul 5:43 am

    Saya tidak merasa suatu Surprise karena saya mengunjungi Blok TW6C, tapi sebaliknya: Suatu Surprise bagi saya karena bisa mengunjungi TW6C dan diterima sebagai tamu. Kembangkan terus berita2 di Blok ini, biar orang semakin kenal dan ikut bergabung. Mengenai SOLO dari Wijk-2, saya pikir suaranya biasa2 aja, yang penting kekompakan suranya bukan SOLOnya. Salut buat Koor TW6C kemaren, suaranya: MANTEP, dirigennya: KEREN, Wartawannya: TOP BGT. Sukses buat TW6C.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Radio Online

Waktu Hari ini :

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

BeasiswA n’ Lowongan Kerja

Info Beasiswa D1 D3 S1 S2

Blog Stats

  • 31,987 hits

IP-Ku

My Popularity (by popuri.us)
November 2008
S S R K J S M
    Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Info Geotoolbar

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

Nilai Blog’s TW6C

free counters

Peta Lokasi Pengunjung :


%d blogger menyukai ini: