08
Nov
08

Amarah Sumber Masalah

fightRabu 5 Nopember 2008, Ruang Konsistori Gereja HKBP Pejuang.

The Wijk 6 Choir kembali melaksanakan latihan paduan suara rutin. Tidak banyak yang hadir, Sopran 5 orang, Alto 2 orang, Tenor 3 orang dan Bas 5 orang total 15 orang. Separoh dari jumlah yang ikut saat tampil di Festival Koor dalam rangka Pesta Parheheon Ama HKBP Pejuang 2008. Banyak alasan yang disampaikan anggota2 yang tidak hadir, malas, capek, lembur di kantor dan bahkan ada juga yang tidak tau kabar beritanya. Kejenuhan memang masih terasa di dalam setiap anggota, bagimana tidak, hampir setiap hari latihan koor pada minngu terakhir menjelang hari ‘H’ acara Festival Koor.

Kaget juga saat tiba di Gereja, dua (2) kelompok paduan suara dari wijk 2 dan wijk 3 sudah ada di Gereja. Festival Koor berarti berhasil menghidupkan kembali semangat wijk-wijk untuk kembali aktif melayani melalui padauan suara di gereja. Akhirnya The Wijk 6 Choir dapat tempat juga di konsistori gereja. Wijk 2 karena lebih dahulu tiba dapat tempat dalam gereja sementara wijk 3 mengalah berlatih di halaman gereja.

Fenomena konsistori gereja HKBP Pejuang selama ini yang sudah menjadi rahasia umum di kalangan jemaat sebagai tempat parhalado berdebat (atau ‘marbada’ dalam bahasa agakkasarnya) sedikit banyak mempengaruhi suasana latihan koor The Wijk 6 Choir (“alasan yang terlalu dibuat-buat/didramatisir nih”. He.. he..). Kurang terlihat semangat pada setiap anggota. Dirijen Koor yang sudah lelah dan lapar (karena langsung dari kantor tanpa pulang mandi dan makan) kurang diperhatikan oleh anggota. Alhasil emosi mulai muncul sampai keluar kata2 : “ngapain saya capek2, kelaparan lagi, tapi gak ada yang serius, kalau begini ngapain lagi saya latih kor, gak ada gunanya!”. Suasana yang mulai panas itu mencapai puncaknya pada saat acara latihan mau ditutup. Ketua Pengurus Harian The Wijk 6 Choir biasanya menyampaikan pesan2 dan pengumuman keapada semua anggota. Hari tampil melayani di gereja menjadi perdebatan. Amang Sintua wijk 6 ingin konsisten mengikuti jadwal menyanyi/melayani The Wijk 6 Choir pada minggu ke-4, dirijen koor menghendaki agar bernyanyi pada minggu terakhir pada saat jujur taon parhuriaon. Pemilihan hari ini diperdebatkan. Titik tengah hampir didapat dengan rencana bernyanyi pada minggu ke-4 (jadwal rutin) dan minggu ke-5 (jujur taon parhuriaon). Tapi Ketua pengurus harian The Wijk 6 Choir kurang sependapat, dengan pertimbangan akan menimbulkan ungut-ungut (sebel) bagi wijk yang lain apabila The Wijk. Ketua pengurus harian ingin agar eksistensi The Wijk 6 Choir tidak menimbulkan ketidaksukaan/ungut2 dari wijk lain (begitulah di HKBP Pejuang, rajin dikata-katai, malas direhei). Dirijen koor mengeluarkan kata : “Penakut amat, supaya tidak ada ungut2 diomongin aja di sermon, gak usah terlalu takutlah”. Ketua / pengurus harian yang dari awal sudah agak dongkol semakin sensitif. Merasa dikatai-katai Penakut oleh Dirijen (yang adalah Lae nya), keberaniannya muncul dan langsung menyambar dengan kata-kata yang kasar :”Penakut do ninna bae an, dang masalah penakut-penakut dison, dang nalao parbadaan ta lului tu wijk na asing” (penakut kata mu, bukan masalah penakut2 disini, bukan mau mencari perkelahian kita dengan wijk yang lain). Semua pada diam karena tumben-tumbenan ketua/pengurus harian marah, semua pada melerai agar saling sabar.

Akhirnya acara ditutup dengan keputusan akan dibicarakan lagi dalam latihan hari rabu tanggal 12 Nopember 2008 di rumah Amang P.H.Purba (Bas). Ketua / pengurus harian pulang dengan hati dongkol. Campur aduk pikirannya, sedikit masih merasa dilecehkan dengan perkataan “penakut” oleh dirijen, dan lebih banyak karena merasa malu juga, marah karena masalah kecil yang seharusnya bisa dirembukkan dan seandainya tidak terlalulu sensitif dan gampang tersinggung. Belakangan diketahui, bahwa perdebatan itu tidak berguna. Karena menurut Almanak HKBP Minggu ke 4 adalah minggu jujur taon pahuriaon, berarti sesuai jadwal tampil The Wijk 6 Choir. Kemarahan, tersinggung yang terlalu berlebihan di hati ketua/pengurus harian, telah menimbulkan suasana yang tidwk kondusif di hati Dirijen dan sebagaian besar anggota. Semoga waktu selang seminggu ini cukup untuk mengembalikan kondisi yang kurang kondusif di hati Dirijen dan semua anggota agar di latihan pada Hari Rabu 12 Nopember 2008, suasana sukacita dan semangat di hati kembali muncul.


5 Responses to “Amarah Sumber Masalah”


  1. 1 Ninggor Pardede
    November 16, 2008 pukul 8:27 am

    Hahahahaha. Seni dari berkumpulnya orang banyak.

  2. 2 wijk6choir
    November 17, 2008 pukul 4:24 am

    Perlu dicatat dalam sejarah Blog The Wijk 6 Choir. Lae sebagai tamu “PERTAMA” The Wijk 6 Diaray. Mauliate di kunjungan muna Lae.

  3. 3 Jimmy Situmorang
    November 17, 2008 pukul 10:03 am

    Sabar, Komandan!
    Namun, saya senang kalo semuanya sudah baik-baik saja, berdasarkan cerita berikutnya. Katanya, amarah bisa dihilangkan dengan cara menghitung sampai 100. Tapi saya belum pernah berhasil. Baru hitungan kesepuluh saja, bukannya emosi hilang malah tambah stress karena masih harus ngitung 90 hitungan lagi.🙂

  4. 4 wijk6choir
    November 18, 2008 pukul 3:26 am

    Jadi nunga ketemu be “Mr. The Wijk 6 Choir” i ate!!
    Mauliate ma dikunjungan muna Amang Jimmy Situmorang, dilehon Amang muse tips menghilangkan amarah. Pagodanghu ma da molo sahat tu 100 etongon, 10 ma ate asa unang stress muse.
    Salam untuk saudara2 di wijk 5, kapan nih mau nyanyi di gereja?

  5. 5 wijk6choir
    November 18, 2008 pukul 7:31 am

    Terimah Kasih buat Amang Jimmy Situmorang. Sudah menanggapi dgn begitu panjang catatan harian The Wijk 6 Choir “lae munthe datang… The wijk 6 choir berseri lagi” (kalah panjang poang tulisan nya dibandingkan ulasan Amang) mudah2-an Tuhan senantiasa menyediakan “solve man” buat punguan ini, agar tetap exist melayani melalui lagu2 pujian. Warning agar tdk terlena juga jd pegangan buat The wijk 6 choir. Dukungan doanya tetap kami harapkan. Kami juga berdoa dan rindu akan kekompakan saudara2 kami di Wijk 5.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Radio Online

Waktu Hari ini :

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

BeasiswA n’ Lowongan Kerja

Info Beasiswa D1 D3 S1 S2

Blog Stats

  • 31,987 hits

IP-Ku

My Popularity (by popuri.us)
November 2008
S S R K J S M
    Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Info Geotoolbar

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

Nilai Blog’s TW6C

free counters

Peta Lokasi Pengunjung :


%d blogger menyukai ini: