Pengait kata (tags) tulisan ‘ Tahun Baru

02
Feb
09

Bona Taon TW6C…. Indahnya Kebersamaan

100_2413Sabtu 31 Januari 2009, Rumah Kel. E. Silitonga / Br. Sitohang

Jadi juga Bona Taon 2009 TW6C, bertempat di Perumahan Wahana Harapan Blok A (Rumah Kel. E. Silitonga / Br. Sitohang). Tanpa modal, tanpa totk-tok ripe dan tanpa pembentukan panitia. Berjalanan secara spontanitas dan alami. Kebersamaan betapa terasa dalam acara ini. Semua bekerja, berpartisipasi menyumbang apapun yang bisa diberikan. Ada yang besar dan ada juga yang kecil.

100_2340

Diawali dengan “Pancing Kecil”-nya Amang H. Silitonga yang menyumbang hidangan Daging kung Rica2 (tambah nikmat aja nih masakan); Daging B2 Kecap sumbangan Kel. Amang H. Purba/Br. Simamora (masakan “si hitam manis” yang mengundang selera); Sopran dengan Ikan Mas Tomburnya (kreasi Inang Ny. St.M.T.Napitupulu Br. Situmeang); Alto dengan Ayam Gorengnya (naniloppa ni/dimasak sama Inang Ny. M. Sinaga Br. Sihotang); Nasi yang dimasak oleh Inang Ny. S. Simanjuntak Br. Napitu (berasnya sumbangan Kel.Amang E. Silitonga/Br. Sitohang);  Sayur Lalap (uang kas nih… dimasak Inang Ny. R. Sinambela Br. Sianturi); Jeruk Besar dan pisang sumbangan suara Bass; buah2-an Serba 5 kilo (Duku, Rambutan, Jeruk Kecil2… duren montongnya belum musim) dari Kel. Amang L. Sagala/Br. Gultom; Kue Ulang Tahun Ke-3 TW6C (Black Forest ditaburi irisan buah2 cerry merah dan kiwi… enak kali bah.. baru ini makan kue yang begini sedap) sumbangan Kel. Y.N.Panjaitan/Br.Gultom; Bir dan Cocacola dari Tenor (uangnya sih dari Amang St. B.manullang dan J. Tambunan) dan yang paling murah-meriah Aqua Gelas 4 duz dari Kel. E. Sitohang/ Br. Manurung (Ketua).

 100_2362

Selain makanan sumbangan yang tak kalah besar nilainya adalah Keyboar yang dipinjami oleh  Kel. Y.N. Panjaitan/Br. Gultom (tidak perlu dijemput, diantar langsung oleh Lae Y.N. Panjaitan dari Menteng Metropolitan ke Wahana Harapan);  Sound System pinjam punya Amang L. Sagala dan Gitar Listrik dibawa Amang R. Simanjuntak (tapi gak sempat dipakai).

 

  100_2329Terima kasih juga buat Pelayan2 Ibadah dalam kebaktian Bona Taon, Amang St. J.H. parhusip yang membawakan renungan, Amang St. B. Manullang sebagai Paragenda, Amang R. Sinambela sebagai Parpoti Marende (pemain organ) dan Inang Ny. R. Sinambela Br. Sianturi sebagai song leader. 

 

 100_2428  100_2394 100_2395 Suami_anggotaTW6C_n_bakal-Angg Anak2-nya_TW6C 100_2401 

Semua hadir, mulai dari anggota koor, suami2 n’ istri anggota koor,  anak2nya anggota koor, anggota wijk6 yang mau ikut bergabung TW6C dan tetangga Amang E. Silitonga. Tapi kurang puas nyanyi2-nya (acara bebas) karena tersita acara mandok hata dan membahas program2 TW6C ke tahun 2009. Gak apa2 lah ya… tahun depan kita mulai lebih awal biar bisa2 lebih puas nyanyi2 bersama. Selamat Tahun Baru. (ETS)

30
Jan
09

“Pancing kecil” ala Amang H. Silitonga…

Amang_SilitongaRabu 28 Januari 2009, Rumah Kel. R. Sinambela / Br. Sianturi

Acara latihan koor rutin TW6C kali ini diisi dengan kegiatan ”mangkata-hatai” (cakap2/diskusi). Guru Koor TW6C Amang E. Silitonga datang terlambat karena lembur di kantor. Malam itu rencana nya seperti sudah dibicarakan pada latihan pemantapan, memang ada 2 kegiatan yang akan dilaksanakan, yang pertama latihan koor rutin dan yang kedua mangapuli(penghiburan) kepada keluarga Amang r. Sinambela/Br. Sianturi. Acara dimulai pukul 20.30 WIB dibuka dengan doa dan pembacaan Renungan Harian yang dibawakan oleh Sekretaris TW6C Amang H.P. Purba. ”Sambil menunggu guru koor yang belum datang, langsung saja kita mulai dengan acara yang kedua mangapuli/memberikan penghiburan kepada Kel. Amang R. Sinambela/ Br. Sianturi” ucap Ketua TW6C. Acara penghiburan pun dimulai, diawali dengan penyampaian riwayat singkat Mendiang Orang Tua Laki2 Amang R. Sinambela oleh tuan rumah dan dilanjut kemudian penyampaian kata2 penghiburan oleh perwakilan setiap suara, perwakilan parhalado wijk 6 dan ditutup/disimpulkan oleh Ketua mewakili pengurus harian sekalian menyampaikan amplop partisipasi (sesuai poin kesepakatan TW6C) kepala keluarga Amang R. Sinambela / Br. Sianturi.

Cukup lama juga waktu tersita dalam acara mangapuli. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB saat acara mangapuli selesai dilaksanakan. Guru koor TW6C pun baru tiba menjelang akhir acara mangapuli. “Pinasahat ma acara latihan koor tu Gurunta” (saya sampaikan kepada guru koor untuk memimpin latihan koor) kata Ketua TW6C. Tapi dilarang oleh anggota TW6C yang berada di wilayah sekitar kediaman Amang R. Sinambela, “Udah terlalu malam, takut nanti menggangu tetangga, lagian tetangga2 di daerah sini masih kurang toleran, kita lanjut aja dengan diskusi mengenai rencana bona taon kita” kata mereka. Semua setuju, namun sebelum acara diskusi dimulai, Guru Koor TW6C meminta saran kepada anggota tentang lagu apa yang akan dibawakan pada minggu ke-4 bulan Februari (jadwal pelayanan TW6C). Usul datang dari ketua yang meminta supaya TW6C menyanyikan lagu “Doa Bapa Kami” Karya Drs. Bonar Gultom (Gorga)“Udah lama tidak kita nyanyikan lagu ini” kata Ketua yang disetujui oleh semua anggota.

“Pancing Kecil” ala Amang H. Silitonga

Teringat saat di latihan pemantapan di rumah Kel. Amang St. J.H. Parhusip/Br. Hasibuan, rencana Bona Taon TW6C tanggal 31 januari 2009 di rumah Kel. E. Silitonga / Br. Sitohang (Guru Koor TW6C) hampir gagal dilaksanakan. Masalah biaya dan penolakan anggota yang terpilih sebagai koordinator (seksi repotnya) acara boba taon sebagai pemicunya.  Karena saling lempar tanggung jawab dan menolak sebagai seksi repot dalam acara bona taon itu,   Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang mengusulkan supaya ditunda aja acara bona taonnya kalau memang tidak ada yang bersedia sebagai seksi repot.  Dan usul ini hampir disetujui oleh Ketua dan seluruh anggota TW6C.  Tiba2 sambil mengacungkan tangan Amang H. Silitonga menyampaikan sarannya :  ”Saya mau memberi usul, jangan terburu-buru memngambil keputusan. Jangan ditunda acara bona taonnya, tetap lah dilaksanakan. Gini aja, pokoknya untuk suksesnya acara bona taon kita, saya dan keluarga siap memasak ”Kung Rica2”, itulah sumbangan dari keluarga kami”.  Saran ini langsung disambut oleh Sekretaris TW6C  ”Ate, boha sian na asing?” (Bagaimana dengan yang lain) katanya. Langsung anggota yang lain pada ngikut,  Ketua menyumbang 4 DoZ Aqua Gelas,  grup Sopran : Ikan Mas Arsik,  Alto : Ayam Goreng dan Guru Koor sebagai tuan rumah menyediakan nasinya. Sambil tersenyum senang, Amang H. Silitonga ”manggoit” (mencolek) seraya berkata :  ”He… He…., berhasil kan Lae, seperti istilah orang medan, Pancing Kecil lah ini namanya… He… He….”. Tertawa ngakak Ketua TW6C mendengar istilah Pancing Kecil-nya Amang H. Silitonga,  apalagi kemudian Amang H. Silitonga menambahi perkataannya :  ” Biar pancingannya kecil, tapi hasilnya besarkan Lae”. Dan ”Pancing Kecil” ala Amang H. Silitonga itu berlanjut terus hasilnya pada latihan Rabu Kemarin di rumah Kel. Amang R. Sinambela / Br. Sianturi. Dalam acara diskusi untuk memantangkan acara bona taon TW6C itu, ketua menyampaikan kepada anggota yang tidak hadir saat latihan pemantapan apabila mereka mau menyumbangkan seuatu untuk kemeriahan acara boa taon. Amang St. B. Manullang menyambutnya : ”Mewakili Tenor, Saya dan Lae J. Tambunan yang menyiapkan Cocacola dan Birnya” katanya.  Disambut tepuk tangan seluruh anggota.  ”Bagaimana dengan Bass, kayaknya dari menu2 yang disiapkan, belum ada yang beraroma B2” pancing Ketua lagi.  Terpancing juga ternyata grup suara Bass. Sekretaris TW6C Amang H.P. Purba sebagai personal Bass bersedia menyiapkan menu B2 Kecap sebagai sumbangan dari Keluarganya. Tidak hanya itu, keesokan harinya melalui telepon, amang L. Sagala bertanya mengenai kepastian acara bona taon TW6C (kebetulan beliau tidak hadir dalam 2 latihan koor terakhir).  Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh ketua TW6C menanyakan kesediaan Amang L. Sagala menyumbangkan partisipasinya dalam acara bona taon TW6C.  ”Durian Montong aja ya dari Lae” kata ketua sedikit memaksa.. ”He… He… boleh lah itu” kata Amang L. Sagala menimpali.

Demikianlah jadinya, ”Pancing Kecil” ala Amang H. Silitonga ternyata berhasil menghidupkan kembali semangat TW6C untuk ”marbona taon”. Dari kesepakatan bersama dalam diskusi, acara bona taon ini akan disusun dalam konsep Kebaktian Ucapan syukur, yang acaranya akan disusun oleh Amang St. M.T. Napitupulu. Setelah Acara kebaktian akan dilanjutkan dengan makan bersama dan acara ”martahun baru” (mandok hata selamat Tahun baru dari anggota kepada anggota dan membicarakan program2 TW6C Tahun 2009). Acara Bona Taon ini akan dilaksanakan pada Hari Sabtu 31 Januari 2009 mulai pukul 18.00 WIB di rumah Kel. E. Silitonga/Br. Sitohang Perumahan Wahana Harapan Blok A.

Acara malam itu ditutup pukul 23.15 WIB, dengan pesan kepada seluruh anggota, Latihan rutin hari Rabu minggu depan akan dilaksanakan di rumah Kel. P. Sibue/Br. Pardosi.

08
Jan
09

Makan “Kung” (RW / B1) Rica2… Hmmm.. Sedaaap..

RW_Rica2 / Efrael

RW_Rica2 / Efrael

Rabu 7 Januari 2009, Rumah Kel. H. Silitonga / Br. Sihombing

Latihan Koor perdana TW6C Tahun 2009 dilaksanakan kemarin malam di rumah Kel. H. Silitonga / Br. Sihombing (personil Tenor dan Alto TW6C). Suasana tahun baru masih cukup terasa, saat bersalaman dengan tuan rumah dan sesama anggota yang hadir ucapan ”Selamat Tahun Baru” terucap dari setiap anggota.

Setelah cukup banyak anggota yang hadir, Amang H. Silitonga memberi kode kepada Ketua supaya acara marsipanganon (makan) bisa dimulai. Kayaknya Amang H. Silitonga sudah tidak sabar ingin segera menjamu TW6C makan malam di rumahnya. Seperti soso2 (pemberitahuan) yang disampaikannya kepada anggota TW6C yang hadir saat acara syukuran rumah baru guru koor TW6C Sabtu tanggal 3 Januari 2009 kemaren ”asa unang pola mangan di jabuna be, ala marsipanganon do dibahen inanta dijabu” dan malam itu jamuan makan malam sudah disiapkan keluarga Amang H. Silitonga/Br. Sihombing. Semua anggota langsung menyanggupi/menyetujui. Rupanya sudah pada lapar juga semua anggota. Soso2 Amang H. Silitonga ditambah sms Ketua ke semua anggota ”asa unang pola mangan sian jabu na be” berhasil dan ”ditolopi” (disanggupi) oleh anggota TW6C. Acara pun dibuka dengan doa dan pembacaan renungan harian oleh ketua, dilanjutkan kemudaian dengan doa makan oleh tuan rumah (Inang Ny. H. Silitonga / Br. Sihombing)

Saat tiba di dapur, di meja makan sudah terhidang makanan yang lezaat2 (Hmmm…. jadi ngileer nih), menunya cukup beragam Ayam Goreng Krenyes2, Udang Asam Manis, Sayur lalap dan yang paling spesial adalah menu Daging ”Kung” (RW/B1) Rica2 made in Amang H. Silitonga. Melihat menu spesial itu (Daging Kung) serempak Amang St. M.T. Napitupulu dan Amang H. Purba berujar : ”Sudah kuduga pasti ada jagal (daging) Kung Rica2, mantaff lah ini”. Sambil menyendok makan ke piringnya, tak henti2nya Amang St. M.T. Napitupulu dan Amang H. Purba mempromosikan kepada semua anggota tentang begitu sedapnya Daging Kung buatan Amang H. Silitonga, ”Pedes tapi bikin ketagihan” begitu kata mereka berpromosi. Tambah semangatlah pulak bapak2-nya TW6C pengen menyantap Daging Kung Rica2 itu.

Memang benar lah pulak…. gak percuma rupanya Amang St. M.T. Napitupulu dan Amang H. Purba berpromosi. Nikmat dan sedap betul Daging Kung buatan Amang H. Silitonga itu. Pedas dan memancing keluar keringat saat makan, dan segar rasanya saat keringat mengucur di dahi dan badan. Hampir semua Bapak2-nya TW6C tambah makannya, ada yang 2 piring, bahkan ada pula yang nambah sampai 3 piring. Ibu2 nya juga gak mau kalah, Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang berujar tabo do tutu bah, asli hian dope angka bumbu2 nai, hera masakan na di huta-huta” (memang enak ya, asli bumbu2nya, seperti masakan di kampung). Tapi kasihan juga anggota2 TW6C yang tidak suka makan Daging Kung (Amang L. Sagala, Inang Ny. M. Sinaga Br. Sihotang dan Inang Ny. St. M.T. Napitupulu Br. Situmeang), mereka hanya mesem2 saja menyaksikan kawan2nya begitu menikmati hidangan daging kung itu. Untuk menghibur diri sendiri, Amang Sagala berujar mengapa Dia tidak mau makan daging kung ”Kasihan saya, anjing kan binatang paling setia, dan saya pecinta binatang” ( He.. He… bisa aja ngelesnya Amang L. Sagala ini).
Usai makana malam, istirahat sambil ngobrol2 sebentar. Ketua berseloroh kepada Amang H. Silitonga ”Yang pernahnya Amang tinggal di Manado? Pas bangat rasa masakan Amang ini dengan masakan di restoran2 Manado itu”. Amang H. Silitonga kemudian menceritakan bagaimana sejarahnya Ia sampai bisa memasak Daging Kung Rica2. Rupanya Beliau pernah tinggal lama di Batam dan di sana Beliau banyak bergaul dengan orang2 Ambon, Flores dan Manado yang memang suka memasak dan makan Daging Kung Rica2 ini. (O..o..o… gitu rupanya ceritanya..). ”Harusnya Amang segera bergabung dengan koor ama, karena koor ama suka sekali makan Daging Kung” kata Ketua TW6C. ”He… He…, boi ma i” kata Amang H. Silitonga.

Cukup lama juga waktu yang tersisa dalam acara makan malam bersama. Sampai pukul 22.00 WIB. Gak apa2 lah ya… kan suasana taun baru. Walau begitu latihan koor tetap dilaksanakan. Lagu ”Nang Humuntal Pe Robean” karya Drs. Bonar Gultom (Gorga) dipilih guru koor sebagai lagu yang dilatih malam itu. Awalnya susah, namun berhasil juga TW6C menyanyikannya sampai bait terakhir.

Acara latihan diakhiri tepat pukul 22.45 WIB, diselingi dengan pengumuman2 dari ketua tentang rencana ”Bona Taon” TW6C yang akan dilaksanakan akhir bulan Januari 2009 (tanggal 31 Januari 2009 kalau tidak ada perubahan) dan disepakati dilaksanakan di Kediaman Kel. Amanag L. Sagala/Br. Gultom Aralia Blok HY-25 No. 5 Harapan Indah. Untuk acara latihan Rabu depan tanggal 15 Januari 2009 disepakati dilaksanakan di rumah Kel. St. J.H. Parhusip / Br. Hasibuan sekalian melaksanakan acara mamoholi bagi keluarga mereka.

07
Jan
09

Rumah Baru Guru Koor Kami…

rumah-guru

Tahun Baru, Semangat Baru, Harapan Baru, Tekad Baru, janji dalam hati yang baru. Banyak yang baru yang ingin kita raih di tahun baru 2009 ini, semua masih dalam angan2 dan penuh dengan ketidakpastian.

Tapi ada yang sudah pasti lho!!! Apa itu ya??? Keluarga Guru Koor TW6C (Amang E. Silitonga / Br. Sitohang) punya rumah baru. Pasti senang bangat ya!! Tahun Baru, dapat rumah baru pulak. Puji Tuhan atas berkat2 Nya yang melimpah buat keluarga Guru Koor TW6C.

Sabtu 3 Januari 2009 secara resmi Keluarga Guru Koor TW6C (E. Silitongan / Br. Sitohang) pindah rumah ke rumah barunya di Perumahan Wahana Harapan Blok A-.. No. … Kabupaten Beekasi. Setelah 3 tahun mengontrak rumah Laenya di Perumahan Puri Harapan Blok C-18 No. 34 Kabupaten Bekasi. Sejak hari Kamis s/d Jumat (1 s/d 2 Januari 2009) ditemani Lae dan pariban-nya pindahan (angkat2 barang2 dari rumah lama ke rumah baru) dilaksanakan dan akhirnya selesai hari Jumat sekitar pukul 23.00 WIB. Lelah bercampur lega terpancar dari wajah Guru Koor kami. Selesai satu tanggung jawab menyediakan rumah untuk keluarganya. Acara partangiangan (kebaktian) ucapan syukur memasuki rumah baru pun diadakan keluarga guru koor kami. Mengundang keluarga besar (dongan tubunya) Silitonga, keluarga Hula-Hulanya Sitohang, Dongan Sahutanya yang lama dari Puri Harapan dan Dongan Sahutanya yang baru dari Wahana Harapan.

Wah… curang nih Guru koor TW6C… masa gak ada undangan buat TW6C? Secara guru koornya masuk rumah baru tega2 nya gak ngundang anak buahnya anggota TW6C??? He.. He….

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh pengurus harian parsahutaon Puri Harapan kepada Ketua TW6C (dalam kapasitasnya sebagai Bendahara Parsahutaon dan terbilang sebagai keluarga dekat/Lae kandung guru koor TW6C) pada saat ngobrol2 usai acara makan bersama dalam acara itu. “boasa dang adong songon boa2 tu punguan na laho pindah jabu amang E.Silitonga. Paling tidak dohot hian do hami mangurupi mengangkut barang2 nasida” (Koq gak ada pemberitahuan kepada kumpulan rencana kepindahan Amang E. Silitonga, paling tidak harus ikut kami mengangkut barang2 mereka) kata wakil ketua parsahutaon Puri Harapan (Amang S Simanjuntak suami Bendahara TW6C). “Rencana ini memang spontan sifatnya dan Amang E. Silitonga tidak enak jika nanti menggangu acara Tahun Baruan Kawan-Kawan Parsahutaon” kata ketua TW6C kepada wakil ketua parsahutaon Puri Harapan.

Walau begitu acara kabaktian ucapan syukur masuk rumah baru guru koor TW6C berlangsung dengan baik dan lancar. Dan terpancar sukacita yang besar dari wajah2 undangan pada saat menyampaikan kata2 selamat kepada keluarga guru koor TW6C. Banyak juga anggota TW6C yang hadir saat itu dalam kapasitasnya sebagai bagian keluarga besar Silitonga, keluarga besar Sitohang maupun bagian dari parsahutaon Puri Harapan.

Soso-Soso Amang H. Silitonga (asa unang pola mangan sian jabu)
Amang H. Silitonga (anggota suara Tenor TW6C) hadir juga dalam acara itu. Usai acara dan sebelum beranjak pulang sempat ngobrol2 dengan anggota TW6C yang lain di teras rumah baru guru koor TW6C. Ketua TW6C berseloro mengingatkan bahwa latihan koor pertama tahun 2009 tanggal 7 Januari 2009 akan dilaksanakan di rumahnya, “Siap” kata Amang H. Silitonga seraya mengacungkan jempolnya. “Paboa Lae tu angka dongan, dipatupa Inanta do sipanganon, Asa Unang pola mangan sian jabuna be, mangan di jabu ma hita”(kasi tau sama kawan2, istri saya menyiapkan makanan, gak usah makan di rumah masing2, supaya makan di rumah kami lah kita) kata Amang H. Silitonga kemudian. “Mantaff”… serentak anggota TW6C berujar. Terima kasih buat keluarga Amang H. Silitonga / Br. Sihombing atas soso2nya buat TW6C.

Kemudian… Inang Bendahara TW6C (Ny. S. Simanjuntak Br. Napitu) juga, gak mau kalah pulak nitip soso2 kepada Ketua TW6C supaya disampaikan kepada seluruh anggota bahwa Kas TW6C sudah hampir kandas, jadi dipesankan buat semua anggota agar menyiapkan ”Tek-Tek an” yang agak besar sedikit untuk dikumpulkan pada saat latihan koor supaya ada lagi dana kas TW6C.

Demikian… Hita ingot be ma soso2 i (mari kita ingat pemberitahuan itu).. dan buat Keluarga guru koor TW6C Selamat atas Rumah Barunya…. ditunggu undangan khusus buat TW6C.

06
Jan
09

Harapan2 di Tahun Baru 2009

foto_natal_kecil

Oleh : Efrael T.H. Sitohang

Masuk sudah kita di Tahun Baru 2009. Gembira tentunya ya! Bagaimana tidak gembira. Kita kembali diberi Tuhan kesempatan melampaui 1 tahun kehidupan kita dan 1 tahun lagi yang akan kita jalani. Tapi ingat selalu jangan terlalu larut dalam kekegembiraan, karena msh banyak orang yang bersedih karena ada anggota keluarganya yang tidak diberi kesempatan masuk ke Tahun 2009. Untuk mereka mari kita doakan agar tidak terlarut dalam kesedihan

Banyak harapan2 yang hendak kita raih di Tahun 2009. Semuanya penuh dengan ketidakpastian apabila kita mengandalkan pada kekuatan kita sendiri. Dengan berserah dan tidak lelah berdoa kepada-Nya, semoga Tuhan mengabulkan harapan itu kepada Kita. Seperti tertulis dalam Roma 12 ayat 12 : Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! Atau dalam bahasa Bataknya : ”Marlas ni roha ma hamu mangkirim! Marbenget ni roha ma dihaporsuhon! Jugul hon hamu ma tanginag!

Mungkin tidak ada salahnya jika kita menuliskan harapan2 itu dalam Diary ini. Harapan adalah ”Doa”. Dengan menuliskan harapan2 itu, kita berharap semoga para pembaca yang melihat tulisan harapan2 itu akan turut membantu dalam doa kepada-Nya.

Sebagai pembuka saya akan mencoba menuliskan harapan saya yang paling besar di Tahun 2009. Menjelang acara kebaktian tahun baru (bona taon) keluarga kami pukul 00.00 WIB di rumah orang tuaku (Ny. Sitohang Br. Sitohang / Opung ni si Benjamin), perasaan dalam hatiku begitu kuatnya mendorong pikiranku agar membuat harapan dan doa kepada Tuhan supaya kerinduanku dalam rumah tanggaku yang sudah memasuki usia 5 tahun pernikahan diberikan ”KETURUNAN” ya Keturunan. Itulah harapan yang terbesar yang muncul dalam hati dan pikiranku saat itu. Hatiku ”merekah” menyampaikan harapanku dalam kebaktian tahun baru malam itu. Aku kembali berpikir dan berkata dalam hati : ”Tidak ada salahnya juga kali ya kalau saya meminta dukungan doa kepada saudara2 di awal tahun baru ini, agar harapan2 ku itu lebih kuat dan di dengar oleh Tuhan”. Pada kesempatan acara ”Mandok hata sada-sada” (mengucapkan kata satu-satu)” selamat tahun baru kepada masing2 anggota keluarga, permohonan dukungan doa ini saya sampaikan kepada seluruh anggota keluarga yang hadir pada kebaktian itu (Mama-ku, Abangku, Laengku, Itoku dan Istriku). Usai acara ibadah entah berapa puluh sms saya kirimkan kepada saudara2 (terutama Hula2-ku dan Tulangku) mengucapkan selamat tahun baru dan permohonan dukungan doa mereka agar harapanku mendapatkan ”KETURUNAN” di tahun 2009 ini dikabulkan oleh Tuhan. Sedih dan bercampur harapan besar ada dalam batinku saat menuliskan sms itu. Apalagi Tulangku (pamanku) par Bamban, Simatuaku doli (Bapak mertuaku) par-Surabaya dan Paribanku par-Cilegon membalas smsku dengan harapan mereka yang besar juga agar keluargaku diberi keturunan. Perikop Roma 12 : 12 yang aku tuliskan di atas dikirimkan Simatuaku Doli di sms-nya untuk menguatkan dan memberi keyakinan padaku.

Terima kasih saudara2-ku (terutama Tulangku, Simatuku Doli dan Paribanku) atasdukungan doa Kalian semua. Semoga Tuhan yang maha Baik mendengarnya dan mengabulkan Harapan itu.

SELAMAT TAHUN BARU 2009




Radio Online

Waktu Hari ini :

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

BeasiswA n’ Lowongan Kerja

Info Beasiswa D1 D3 S1 S2

Blog Stats

  • 12,749 hits

IP-Ku

My Popularity (by popuri.us)

 

Mei 2012
S S R K J S M
« Agu    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Info Geotoolbar

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

Nilai Blog’s TW6C

free counters

Peta Lokasi Pengunjung :


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.