Pengait kata (tags) tulisan ‘ Momment Spesial

25
Agu
09

Songgot – Songgot

songgot2Sabtu, 22 Agustus 2009 (Latihan Pemantapan di rumah Kel. L. Sagala / Br. Gultom)

Songgot-songgot yang dalam bahasa Indonesianya bisa diartikan sebagai kejutan2 atau spontanitas ternyata diperlukan untuk menghidupkan semangat yang mulai luntur. Dan songgot2 ini tanpa rencana (sepertinya ini rencana Tuhan) terlaksana dalam latihan pementapan di rumah Kel. L. Sagala / br. Gultom (personil Tenor dan Sopran TW6C) Cluster Aralia Blok HY 25 No. 5 Harapan Indah II hari Sabtu tanggal 22 Agustus 2009.

Berawal dari kegalauan hati pengurus dan anggota TW6C pada latihan hari Rabu tanggal 19 Agustus 2009 di gereja HKBP pejuang yang menunggu sampai pukul 21.30 WIB baru dapat tempat latihan (selama bulan Ramadhan dijadwal latihan di Gereja HKBP Pejuang oleh pengurus), padahal hari Minggu tanggal 23 Agustus 2009 dalam acara kebaktian ke-2 pukul 10.00 WIB, TW6C akan tampil dalam pelayanan sesuai dengan jadwal yang telah diatur oleh Parhalado HKBP Pejuang. Malam itu ada 3 kelompok paduan suara yang latihan, paduan suara Wijk-3 (yang memang sudah rutin melaksanakan latihan gereja), paduan suara N-HKBP Pejuang (yang berlatih untuk persiapan mereka melayani dalam acara partumpolon salah satu anggota mereka) dan TW6C. Kehadiran paduan suara N-HKBP yang tidak diduga akan latihan malam itu (yang biasanya latihan koor tiap  Sabtu malam) mengagetkan TW6C. Ditambah pula kedatangan anggota TW6C yang kebiasaan ngaret alias terlambat menyebabkan TW6C tidak dapat tempat latihan (ruang yang bisa dipakai latihan hanya 2 yaitu ruang gereja dan konsistori). “Gak benar lagi ini” kata ketua TW6C dalam hatinya, ditambah lagi pertanyaan anggota TW6C pada pengurus “dimanalah kita latihan pemantapan hari Sabtu?”. “Ku telepon dulu Lae Sagala, siapa tau bersedia menerima kita latihan pemantapan di rumahnya” kata ketua memberi solusi. Kel. Sagala kebetulan belum datang malam itu. Puji Tuhan, ternyata mereka setuju, dan memberitahukan mereka akan segera datang ke gereja latihan.

Akhirnya TW6C bisa latihan malam itu. Paduan suara Wijk-3 selesai latihan pukul 21.30 dan tempat mereka langsung dimasuki oleh TW6C. Waktu 30 menit dimanfaatkan guru koor (Lae E. Silitonga) dengan baik memoles lagu akan dibawakan pada hari minggu. Usai latihan dilanjutkan dengan pengumuman2 dari pengurus. Sebelum acara ditutup, datang songgot2 (kejutan) dari Kel. L. Sagala/ Br. Gultom. “Pa… gimana?” kata Inang Ny. Sagala br. Gultom. ”Ya udah… kamulah yang bilang!” kata Lae L. Sagala menimpali pertanyaan istrinya. ”Ada apa rupanya Ito” pukas ketua TW6C. Kemudian Inang Ny. Sagala br. Gultom menyampaikan niatnya ingin menjamu TW6C makan malam dalam latihan pemantapan di rumahnya. ”Tapi kalau boleh pukul 18.30 WIB lah kita mulai ya, supaya, sempat kita makan malam dulu” kata Inang itu. Undangan ini disambut semua anggota TW6C dengan senyum berbinar…. ”Wah… terima kasih bangat2 lah buat Lae dan Ito” kata ketua TW6C menjawab undangan itu.

Benar2 songgot yang bermakna. Walau belum semua anggota TW6C hadir, namun acara pemantapan hari Sabtu malam tanggal 22 Agustus 2009 berlangsung meriah. Makan malamnya nikmat, enak semua menunya… ada Ayam kecap, Udang sambal merah dan Gurame goreng sambal kecap plus Sayur lalapan. ”Masakan Nyonya semua itu Lae”... kata Amang L. Sagala kepada teman2nya bapak2 TW6C saat menyantap makanan malam itu. Usai acara makan dilanjut dengan latihan pemantapan. Lagu ”Marparange Na Denggan Ma” kembali dilatih dan dipoles dengan serius oleh guru koor  TW6C. Pukul 21.30 WIB lagu yang dipersiapkan sudah mantap dilatih, musik piano yang dibawakan ”Si CantiK” Esra pun sudah klop dengan lagu dan dirasa oleh guru koor sudah siap untuk dibawakan dalam pelayanan besoknya di gereja.

Ternyata acara tidak cukup sampai disitu. “Nyanyi2 aja kita, kan ada keyboard”…kata Amang L. Sagala. Disambut antusias anggota TW6C terutama ibu2nya. Mereka asyik berjoged diringi alunan keyboard yang dibawakan oleh Amang R. Sinambela. Rasanya semua joged dibawakan oleh ibu2, tak ada yang terlewatkan mulai joged poco2, dangdut, chaca, sajojo,dan waltz semua bisa. Gak ada sungkan dan ragu. Para Bapak2-nya sekali-sekali nimbrung menyanyi lagu kesukaannnya. Sampai pukul 23.00 WIB baru pada puas jogednya.

Sebelum acara ditutup, amang L. Sagala berujar “Kayaknya sudah pada rindu semua ya, acara nyanyi2 dan joged… segera lah Lae acara perlombaan nyanyi nya diadakan”. Memang pada bulan2 sebelumnya TW6C sudah berencana mengadakan acara makan2 bersama dan lomba nyanyi antar anggota TW6C untuk menggugah kembali semangat semua anggota yang mulai kendor (songgot2 yang direncanakan). Akhirnya disepakati oleh semua anggota, acara tersebut akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 19 September 2009 di rumah Kel. L. Sagala / Br. Gultom lagi.

Terakhir…. trims buat Amang L. Sagala dan Keluarga untuk songgot2- nya yang bermakna. Semoga kita semua khusunya Amang Sagala dan keluarga tetap dipakai oleh Tuhan menjadi saluran berkat-Nya menggugah semangat orang2 yang mulai kendor. Amin (ETS)

25
Mei
09

baju seragam TW6C untuk Amang Pendeta

SeragamKebaktian Minggu Gereja HKBP Pejuang, 25 Mei 2009

Dalam acara latihan pemantapan TW6C Sabtu malam 23 Mei 2009 di rumah Kel. Ny. S.Simanjuntak Br. Napitu (Bendahara TW6C), ketua TW6C menyarankan agar TW6C dalam pelayanannya di Kebaktian Minggu 25 Mei 2009 memakai seragam kebangganggannya. “Besok kita pakai seragam yang merah maroon itu aja, Amang Pendeta R. Sianturi yang berkotbah, biar diingatnya lagi kita pernah sama2 melayani dalam acara Natal Parsahutaon Puri Harapan” katanya yang disambut antusias oleh anggota TW6C, namun ketua TW6C teringat lagi, ada 2 orang anggota yang belum mempunyai seragam itu (karena pada saat festival belum turut bergabung dalam TW6C) sehingga sempat niat itu dibatalakan “tapi jangan lah tahe, bagaimana pulak nanti kawan2 kita yang belum punya seragam, jadi seperti pemain cadangan lah orang itu” kata ketua bercanda. Tapi syukurlah mereka berdua dengan hati besar menanggapi canda ketua TW6C itu seraya berkata “Gak apa2 Lae ketua, nanti kami sesuaikan pakaian kami dengan warna yang senada dengan seragam itu”. Akhirnya disepakati lah bahwa dalam pelayanan keesokan harinya dalam kebaktian minggu TW6C akan tampil dengan seragamnya, keinginan ini semakin diperkuat karena TW6C akan menyanyikan lagu barunya “Puji Tuhan Hai Jiwaku” karya Gorga.

LAG-NYANYITibalah saat yang dianantikan, TW6C menyanyikan lagu pujiannya dengan mantap. Lagu Puji Tuhan Hai Jiwaku mengalun dengan mantap. Irama tradisonal bataknya dapat. Dan semua anggota sangat menikmati menyanyikan lagu ini. Bahkan ketua TW6C sampai bergoyang-goyang bedannya menyanyikannya. Amang R.Sinambela pun dapat mengiringi musik lagu dengan santainya. Apresiasi sekaligus pembelajaran juga diberikan oleh Amang Pendeta R. Sianturi, STh. Ende (nyanyian) adalah sarana yang sangat baik untuk menyembuhkan penyakit (penyakit tondi/jiwa; penyakit hati/roha; penyakit pikiran dan penyakit pardagingon/badan). “Maka bernyanyilah jika hatimu, jiwamu, tondimu atau badanmu sakit. Jangan pikirkan/pedulikan kamu bisa menyanyi atau tidak, senandung sederhana (nana.. nana.. lala..  lala…) juga adalah merupakan nyanyian. Dan berbahagialah mereka2 yang senantiasa rindu bergabung dengan kelompok2 paduan suara karena kalian adalah pelayanan2 Tuhan, karena nyanyian2 koor dalam ibadah2 gereja adalah merupakan kotbah yang sangat efektif, bahwa sebenarnya kalau kita mau menghayati lebih dalam makna yang diungkapkan melalui syair2 indah lagu koor itu maka sebenarnya kotbah pendeta tidak perlu lagi panjang2. Janganlah antong kita hanya menikmati lagunya yang enak, serasa kita terbang ke awan mendengarnya tapi kita tidak mnghayati makana dari syair2 lagu yang dibawakan.  Jadikanlah penampilanmu dalam kebaktian untuk melayani sepenuh hati dan tidak menjadikan penampilan di gereja seperti ajang festival paduan suara” kata amang Pendeta R. Sianturi,STh. dalam kotbahnya.

Apresiasi yang diberikan oleh Amang Pendeta R. Sianturi, STh. wajar2 saja membuat kita bangga. Asal kita tetap memegang teguh komitmen, bahwa kita bernyanyi adalah untuk melayani, menjadi bagian dari pelayan Tuhan dalam ibadah2 gereja dan bukan menyanyi supaya dipuji-puji. Pesan2 yang disampaikan oleh Amang Pendeta R. Sianturi, STh. ini juga kiranya menguatkan saudara anggota TW6C yang sedang menghadapi permasalahan dalam pekerjaannya. Jangan kendor iman dan semangatmu menjadu pengikut dan pelayan Tuhan Yesus dan terusl;ah bernyanyi dan melayani . Anggap itu sebagai pencobaan yang akan membuat imanmu semakin kuat untuk mempunyai  pengharapan yang lebih besar kepada-Nya. Percayakan dan serahkan saja kepada Tuhan Yesus melalui doa2 pengharapanmu kepada-Nya. Sebab ada tertulis dalam Alkitab “Tuhan mengijinkan engkau jatuh tapi Dia tidak akan membiarkan engkau sampai terjerembab”.   (ETS)

07
Mei
09

Happy Birthday 34th Lae E. Sitohang

ultah-e-sitohang1

Latihan Koor Rabu 6 Mey 2009, Rumah Kel. E. Sitohang / Br. Manurung

Hujan turun dengan derasnya sejak malam pukul 23.00 WIB tanggal 5 Mei 2009 dan baru berhenti pukul 03.00 WIB tanggal 6 Mei 2009. Padahal sudah hampi 2 minggu cuaca cukup panas. Hujan berkat kah ini???

Yang pasti, akibat hujan yang turun malam itu, banjir melanda jalan2 mulai Bekasi sampai Jakarta. Tak ketinggalan jalan2 di kompleks perumahan Puri Harapan, sampai malam genangan air di depan rumah Kel. E. Sitohang / Br. Manurung tidak surut2. Walah.. gimana  nih, padahal malam itu tanggal 6  Mei 2009 latihan koor rutin TW6C dilaksanakan di rumahnhya.

Tapi Amang E. Sitohang gak terlalu kawatir, anggota TW6C sudah teruji kok kesetiannya menghadiri latihan koor. Pasti pada datang, apalagi sianganya Lae E. Sitohang sudah mengirim sms kepada seluruh anggota  “Asa unang lupa latihan koor bodari di Jabu nami, pesan pardijabu mangan di jabu nami ma hita” (Jangan lupa latihan koor nanti malam di rumah kami, pesan nyonyaku makan malam bersama nanti kita di rumah kami), kata beliau dalam sms nya.

Memang benarlah, banyak juga yang datang walau bereret reret.. alias molor waktunya, acara pun dibuka tepat pukul 20.35 WIB. Sebagai prolog, Lae E. Sitohang menyampaikan mengapa beliau meminta jadwal latihan koor di rumahnya malam itu (yang seharusnya di rumah Kel. Ny. Sinaga Br. Sihotang). Rupanya tepat hari itu tanggal 6 Mey 2009, adalah hari ulang tahun Lae E. Sitohang yang ke-34. “Wah… pantas lah rupanya tadi di smsnya dibilang, asa mangan bersama dison hita” kata Amang L. Sagala nyeletuk.

Acara kemudian dilanjutkan oleh Amang H. Purba untuk membawakan doa pembuka da pembacaan renungan harian. Usai itu, dilanjutkan dengan acara tiup lilin kue ulang tahun oleh Lae. E. Sitohang. Sebelum lilin ditiup, Ito Ny. H. Purba Br. Simamora menyela dan menyampaikan saran “sebelum lilinnya ditiup, biasanya harus mengucapkan harapan2 (make a wish.. dlm bahasa inggrisnya) dulu Ito Sitohang” kata Ito itu. “Boleh juga tuh sarannya, okelah .. cuma satu yang sangat kuharapkan di ulang tahun ku yang ke-34 ini, agar kiranya Tuhan memberikan kerinduan kami selama ini seorang anak lahir di tengah-tengah keluarga kami” kata Amang Sitohang. Amiiiiinnn… serentak seluruh anggota TW6C mengaminkan dilanjut tiup lilin. Usai itu acara makan. Lae E. Sitohang dan semua anggota mendaulat Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang (Ibundanya Lae E. Sitohang) membawakan doa makan.

Menu Ayam Gulai, Ikan Mas sambal Arsik dan Sayur Lalap sudah terhidang di meja makan. Semua anggota makan dengan lahap dan nikmatnya. Puji Tuhan atas kebersamaan ini. Kegembiraan Lae E. Sitohang, Nyonya dan seluruh keluarganya dirasakan juga oleh seluruh anggota TW6C.

Selepas acara makan bersama, dilanjut dengan latihan koor. Lagu baru “Puji Lah Tuhan Hai Jiwaku” karya GORGA tahun 2002 kembali dilatih… sejam latihan, TW6C sudah mampu menyanyikan lagu ini sampai cakap2-nya (teks lagunya) dibawah bimbingan Guru Koor Lae E. Silitonga.

Latihan ditutup pukul 22.30, dengan pesan latihan koor hari rabu depan tanggal 13 Mei 2009 akan dilaksanakan di Gereja HKBP Pejuang.

Trims Tuhan… kiranya Tuhan senantiasa menjaga keutuhan TW6C… jauhkan dari perpecahan. Teruntuk Lae E. Sitohang… Selamat Ulang Tahun ke- 34, semoga Tuhan Kita Yesus Kristus yang Maha Pengasih menjawab harapan yang disampaikan oleh Lae. (TW6C)

23
Apr
09

Dua latihan… 1 liputan..

Rumah Kel. L. Sagala/Br. Gultom (Rabu 15 April 2009) dan Rumah Kel. H.S.P.Tambunan/Br. Simanungkalit (Rabu 22 April 2009)

Susah memang kalau lagi sibuk dengan pekerjaan di kantor dan kegiatan di lingkungan ditambah pula rasa malas membuka internet. Alhasil artikel liputan kegiatan TW6C jadi terbengkali. Tapi gak apa2 lah ya.. dari pada gak diliput sama sekali.

Latihan di Rumah Kel. L. Sagala / Br. Gultom

Hal yang menarik pada latihan rutin TW6C hari Rabu 15 April 2009 di rumah Kel. L. Sagala / Br. Gultom tentunya adalah acara “mamoholi” atas kelahiran anak ke-3 Kel. L.Sagala/Br.Gultom. Seperti biasa setiap perwakilan suara menyampaikan ucapan2  selamat dan nasehat2 penting kepada Kel. L.Sagala/Br.Gultom. Memang sih kalau dilihat acaranya ya.. itu2 ajanya yang diucapkan saat “mamoholi”. Tapi waluapun hanya “itu2 saja” pasti ada juga hal2 baru sebagai penambah ilmu dan khasanah baru dalam membesarkan anak. Semoga Kel. L.Sagala/Br.Gultom mendapat khsanah yang baru itu dalam acara mamoholi tsb. Nama yang akan diberi kepada anak ke-3 Mereka adalah PRESLEY  Sagala. Mungkin Amang L Sagala ngefans sama Elvis Presley.  Berikutnya dalam acara latihan koor, guru koor TW6C membagikan lagu baru karya sang maestro lagu koor Batak Gorga yang  berasal dari buku lagu karya GORGA terbitan Yamuger edisi terkhir. Bagus sekali… berirama lagu tradisonal Batak. Kita tunggu saja hasilnya dalam pelayanan TW6C pada minggu ke-4 bulan Juni 2009, semoga lagu ini sudah dapat dibawakan. Yang terakhir… tumben ada menu lontong dalam latihan di rumah Kel. L. Sagala/Br. Gultom, biasanya sih Mie Pangsit Siantar. Rupanya menu lontong medan buatan Inang Ny. Sagal Br. Gultom dan enak juga lho….. Wah.. ternyata, pintar masak juga Inang Ny. Sagala Br. Gultom masak ya… siap2 aja nunggu pesanan.. He.. He..

Latihan di Rumah Kel. H.S.P. Tambunan / Br. Simanungkalit

Yang menarik dalam latihan ini, kembali dibahas dalam acara ramah tamah (sambil mangallang mie hun goreng) tentang tempat duduk yang akan ditempati oleh TW6C saat tampil melayani pada hari Minggu tanggal 26 April 2009. Kali ini ide datang dari guru koor TW6C. Beliau menyarankan “Bagaimana kalau kita duduknya di baris belakang bangku gereja, supaya lebih pasti dan tidak digeser-geser lagi”. Namun diprotes oleh ibu2 nya TW6C. Alasannya, biasanya di belekang agak berisik karena anak2 suka main di belakang baris bangku gereja. Akhirnya setelah digodok dengan beberapa masukan dari para Ama-nya TW6C, disepakati agar Sintua Wijk 6 membawakan ke dalam sermon parhalado, dan dicarikan informasi selain TW6C, apakah ada wijk lain yang akan tampil melayani. Kalau memang ada, TW6C akan duduk di baris belakang bangku gereja dan kalau tidak ada, TW6C akan berbagi baris bangku dengan N-HKBP.

Demikian, untuk latihan pemantapan hari Sabtu tanggal 25 April 2009 akan dilaksanakan di rumah Kel. R. Simanjuntak/ Br. Saragih sekalian acara “Mamoholi” atas kelahiran anak ke-3 Kel. R. Simanjuntak/Br.Saragih. “Asa unang pola mangan dian Jabuna be.. ala naeng mangallang “bangun-bangun” do hita” demikian seloroh Ketua TW6C.

01
Apr
09

Dari 50ribu… menjadi 200ribu (Kita Berhasil)

foto042Sabtu 28 Maret 2008, Rumah Kel. E Silitonga / Br. Sitohang

“Bimsalabim… Abrakadabra…” Ccccssssssss…. berubahlah anggaran dana Rp 50.000,- menjadi Parsel buah seharga Rp 200.000,-.  Memang  ibarat sulap atau sihir (silap mate kata orang malaysia)  rasanya, dengan anggaran Rp 50.000,- per paket parsel buah yang ditetatapkan oleh panitia Pesta Parolop-olopon dan pesta Ulang Tahun ke-20 HKBP Pejuang, dengan embel2 permintaan anggota rapat panitia pada saat rapat “supaya tidak murahan buahnya, supaya tidak asal jadi, supaya yang mesan tidak kecewa”, wijk 6  sebagai penanggung jawab Paket Lelang parsel Buah sepertinya berhasil melaksanakan tugasnya. Sempat terbersit rasa pesimistis… “Ini Mission Imposseble” bagaimana mungkin coba, anggaran nya Rp 50.000,- tapi tuntutan lumayan banyak,  “Apple Fuji 3, Jeruk 3, Anggur 1/4 Kg, Pisang Barangan 1 sisir, Pear 2..” itulah komposisinya.., denggan bahen Hamu so tung maila Hita” demikian kata  koordinator lelang pada saat rapat2 panitia.

Namun walau belum berpengalaman, Wijk6 (samalah dengan TW6C… TW6C nya semua yang hadir rapat) menyanggupi. Serius dan kompak…. (terbukti lagi peribahasa “Bersatu kita teguh….dst), Wijk 6 langsung atur strategi. Pada saat latihan koor TW6C, tim survey buah disusun. “Siapa yang tau tempat pembelian buah yang bagus dan murah” demikian pertanyaan pertama yang di munculkan. Banyak yang kasi ide. Ibu2 pertama yang kasih Ide, katanya “Ke Cibitung aja belanjanya,.. di sana kan ada pasar buah”, yang lain ngomong “Di Pasar Induk Kramat Jati juga ada” tapi disela oleh ibu2 yang lain “Kotor Eda pasarnya… becek, kalau di Cibitung bersih Lho” . “Siapalah yang pergi survey?” pertanyaan ke-2 dilempar lagi ke forum. Banyak yang kasih alasan ini dan itu, jadi lama juga dipustuskan. Untung ada Lae D.F Panjaitan (anggota terbaru TW6C). “Sudah…biar aku yang survey, aku sering kok lewat pasar induk Kramat Jati” kata beliau.

Diputuskanlah Lae D.F. Panjaitan yang survey, sambil dilengkapi data jumlah buah yang dibutuhkan. Canggih2 kali anggota TW6C ini. Moderator TW6C Diary aja bingung baca coret2-an dan perkalian tentang buah yang mau dibeli, dari jumlah buah per-parsel dikonversi ke Kg kemudian ada juga yang dikonversi ke jumlah kotak/Doz buah.. macam lah itu tahe…

Pada latihan koor berikutnya 1 minggu sebelum hari “H” pesta, informasi mengenai harga2 buah itu sudah didapatkan, dan untuk mendapatkan kualitas buah yang terbaik dengan harga yang murah, Lae D.F. Panjaitan harus men-survey 3 tempat yang lumayan jauh jaraknya. Jeruk Medan Super di Cililitan, Pisang Barangan di Kali Malang dan Apel; Peer; Anggur di Sunter, dengan pesan dari tukang buah “kalau mau pesan dan sisortir buahnya, harus dipanjar dulu seminggu sebelum pengambilan. Harga masuk dan tempat pembelian buah sudah didapat, strategi berikutnya disusun, dan disepakati hari sabtu pagi semua anggota TW6C supaya hadir di Rumah Kel. E. Silitonga / Br. Sitohang Perumahan Wahana Harapan Blok A. Hampir semua setuju, kecualai anggota2 TW6C yang harus mengahadiri undangan pesta hari sabtu.

Rencana dan strategi yang telah disusun oleh Wijk6 sempat hampir buyar dan gagal. Dalam rapat panitia Minggu tanggal 22 Maret 2009, sekonyong-konyong ada ide yang disampaikan oleh koordinator Lelang bahwa semua paket lelang makan dan buah diantar pada hari Sabtu. Ketua dan Sekretaris TW6C protes, karena pada rapat2 sebelumnya sudah disepakati bahwa Paket Makanan diantar hari sabtu tanggal 28 Maret 2009 supaya sempat di makan oleh yang mesan, karena pengalaman2 sebelumnya, jika dibagi/diantar pas hari pesta, paket lelang makanan itu sudah kemalaman sampai ke rumah pemesan dan bahkan ada yang sudah basi. Sedangkan pakel lelang parsel buah, akan dibagi pada hari minggu tanggal 29 Maret 2009, saat pesata dihelat. Adu argument sempat terjadi, anehnya kok cuma wijk 6 yang berpendapat bahwa pembagaian parsel buah itu dilaksanakan pas hari pesta (walahualamlah… pinjam istilah saudara kita parugamo sebelah). Sekretaris TW6C panas juga, “Okelah,… kami boleh menyampaikan/menyiapkan parsel buah hari sabtu, tapi jangan diharapkan komposisi dan kualitas buah seperti yang sudah dimintakan pada rapat2 sebelumnya” ucapnya sedidkit esmosi. Koordinator Lelang berembuk dengan Amang Sintua yang yang ikut memimpin rapat didepan, dan dengan permohonan maaf kepada koordinator Wijk2 yang lain yang terlanjur menyampaikan kepada ruasnya bahwa parsel buah akan dhantar hari Sabtu, Koordinator Lelang mewakili Seluruh Panitia menyetujui bahwa paket parsel buah disampaikan hari Minggu saat Pesta dilaksanakan (dan buahnya harus bagus dan komposisinya sesuai dengan yang telah ditetapkan pada saat rapat2 sebelumnya. Usai Rapat Tim (Amang St.M.T. Napitupulu, E. Silitonga, P.Purba dan D.F. Panjiatan) yang bertugas mengantar uang panjar berangkat.

Walau sudah disepakati pembagian paket parsel buah hari minggu, Wijk 6 berusaha supaya pengepakan parsel buah dapat selesai pada hari Sabtu dan segera dibagi bersamaan dengan paket lelang makanan. Untuk mengejar waktu itu, tim pengambil buah dibagi 2. Hari Jumat malam pukul 19.30 WIB langsung dari kantornya, Tim yang 1 menjemput buah Appel: Peer dan Anggur yang  sudah dipesan pada hari Jumat malam. Tim 2 berangkat Sabtu pagi pukul 06.30 WIB menjemput Jeruk dan Pisang Barangan.

Pukul 10.30 WIB Semua buah sudah sampai di kediaman Amang E. Silitonga / Br. Sitohang. Anggota TW6C juga sudah banyak yang hadir, Ibu2-nya ada 15 orang dan Bapak2-nya ada 8 orang, belum anak2-nya yang ikut ngerame-ramein. Proses pemaketan pun dilaksanakan, baru 2 jam setengah dari jumlah paket pesanan sudah selesai dibungkus. Karena sudah lapar dan bahan kertas koran yang dijadikan alas buah yang dipaket habis, proses pemaketan ditunda sejenak.

Makan Siang pun dilaksanakan bersama. Menu Kung Rica2 kembali hadir. Amang H. Silitonga sebagai “Chef Rica2″ yang sudah terkenal kehandalannya diseantero Wijk 6  yang memasak. Sayang Amang H. Silitongan dan Keluarga tidak bisa ikut tim pengemapakan karena harus berangkat ke Puncak Bogor untuk menghadiri acara Bona Taon Keluarga besarnya.  Selain itu ada juga Menu Babi kecap (yang ini.. untuk ibu-nya TW6C), tak ketinggalan pula Tuak Tangkasan untuk menambah akrab dan nikmat saat makan siang. Semua menu makan siang itu adalah sumbangan Kel. St. SM. Manik (sebagai ketua Pesta Huria… beliau bangga melihat kekompakan TW6C).

Pemaketan parsel buah selesai dilaksanakan pukul 15.30 WIB, dan diantar ke gereja pada pukul 17.30 WIB. Oleh tim pengantar yang dikerjakan oleh N-HKBP HKBP Pejuang, pengantaran paket selesai dilaksanakan pukul 21.00 WIB.

Lega dan puas rasanya. Terima kasih untuk semua anggota TW6c (Wijk 6) yang sudah terlibat, berkorban waktu, materi dan pemikiran demi suksesnya tugas yang diserahkan Panitia Pesta Huria dan Pesta Ulang Tahun ke-20 HKBP Pejuang tahun 2009 kepada kita. Satu lagi bukti, indahnya kebersamaan, kalau kita masih  bersama-sama bahu-membahu, tentu kita bisa. Tuhan memberkati kita semua. Amin. (ETS)

28
Jan
09

Anakkonhi do Hamoraon Di Au

foto430

Latihan Pemantapan Sabtu 24 Januari 2009, Rumah Kel. St. J.H. Parhusip / Br. Hasibuan

Setelah tertunda karena banjir yang melanda jalan2 perumahan Villa Mutiara Gading, akhirnya terlaksana juga latihan pemantapan TW6C di rumah kel. Amang St. J.H. Parhusip/Br.Hasibuan. Hujan sempat turun sebentar, namun tidak menghalangi niat anggota TW6C untuk datang latihan pemantapan. Walau beberapa orang jadi terlambat karenanya. Termasuk rombongan Ketua TW6C (Istri, Pariban dan Bundanya). Latihan dimulai tepat pukul 21.00 WIB, karena sudah agak larut malam, guru koor langsung tancap Gas. Si Putri Malu TW6C “yang sudah tidak malu lagi” pun sudah siap di depan keyboar-nya. Dan semakin pintar aja dia mengiringi TW6C, langsung pas dan tidak sampai memakan waktu lama, latihan pemantapan lagu “Nang Humuntal pe Robean”  selesai tepat pukul 22.00 WIB.

Lanjut kemudian acara kedua, mamoholi keluarga Amang St. J.H. Parhusip / Br. Hasibuan. Setelah menanti-nanti sekian lama (7 tahun usia pernikahan) kehadiran anak ditengah-tengah keluarganya, akhirnya Tuhan mengabulkan doa2 Kel. Amang St. J.H. Parhusip/Br. Hasibuan. Dititipkan Tuhan seorang anak laki2 untuk dirawat dan dibesarkan oleh Amang St. J.H. Parhusip dan Inang Ny. St. J.H. Parhusip. “Anakkonhi do Hamoraon di Au”  demikian judul lagu yang ditulis oleh Nahum Situmorang, lagu yang menggambarkan bergitu besar nilai seorang anak dalam satu keluarga. Sehingga disebut bahwa Anak adalah Harta yang sangat berharga dalam satu  keluarga/rumah tangga.

foto424

“Namanya si Timotius Samuel Pandapotan”  kata Amang St. J.H. Parhusip sebagai pembuka sebelum perwakilan anggota TW6C menyampaikan ucapan/ kata2 selamatnya. Wajah Amang St. J.H. Parhusip dan Inang sungguh sangat berbinar cerah bahagia malam itu. Mereka kini telah memiliki harta yang paling berharga itu, Tuhan yang Maha Baik memberi kesempatan dan kepercayaan buat mereka merawat dan membesarkan seorang anak  laki-laki yang ganteng, lucu, sehat dan pintar.  Ucapan2 selamatpun kemudian disampaikan oleh perwakilan2 setiap suara. Sopran diwakili oleh Inang Ny. S. Simanjuntak/Br. Napitu, Alto oleh Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang, Tenor oleh Amang P. Sibuea dan Bass oleh Amang R. Simanjuntak. “Selamat atas kahadiran anak yang sehat ini di dalam keluarga Amang Sintua Nami, segera dibawa ke Gereja untuk dibaptis, Jaga ksesehatan, pupuk kerjasama merawat si Timotius, dan semoga Amang dan Inang diberikan Tuhan Rejeki yang lebih lagi untu dapat membesarkan si kecil”  demikian intisari ucapan2 selamat yang disampaikan oleh perwakilan2 suara anggota TW6C. Ucapan selamat ini ditutup oleh Ketua TW6C mewakili pengurus harian. Beliau mencoba menyampaikan ucapan selamat dengan cara menarik pengertian dari nama yang diberikan oleh Kel. Amang St. J.H. Parhusip kepada anak mereka. “Timotius adalah seorang cendikia/yang terpelajar namun rendah hatinya (setelah dipikir2 ternyata Ketua salah mengartikan dalam benaknya terlintas adalah Nikodemus), Samuel artinya Aku Telah meminta dan Tuhan memberikannya kepadaku (doa “Hanna” ibu Samuel dlm Alkitab) dan Pandapotan artinya mendapatkan berkat”  kata Ketua TW6C mengartikan nama si Kecil Anak Kel. Amang St. J.H. Parhusip/Br. Hasibuan.  

Berbahagialah Kel. Amang St. J.H. Parhusip dan Inang Br. Hasibuan. Harta/Hamoraon yang paling berharga itu sudah hadir dalam keluarganya. Tuhan telah mengabulkan doa2 mereka dengan cara-Nya sendiri. Jangan pandang apakah dia darah dagingku sendiri atau bukan. Nilai cinta kasih yang tulus diantara Amang dan Inang akan menutupi semua pandangan2 itu, dan Berbahagialah Si Timotius Samuel Pandapotan mendapatkan orang tua Seperti Amang St. J.H. parhusip dan Inang Br. Hasibuan. Doakan anggota2 TW6C yang lain yang masih terus menanti kehadiran Harta paling berharga itu dalam rumah tangganya.

 

Latihan pemantapan dan acara mamoholi ditutup pada pukul 23.00 WIB. Dengan pesan buat semua anggota TW6C bahwa latihan rutin TW6C hari Rabu tanggal 28 Januari 2009  akan dilaksanakan di rumah Kel. R. Sinambela / Br. Sianturi. Selain acara latihan koor rutin akan dilaksanakan pula acara mangapuli/penghiburan buat kel.  tuan rumah (atas meninggalnya Bapak tercinta Amang R. Sinambela pada bulan Desember 2008 yang lalu). (ETS).

07
Jan
09

Rumah Baru Guru Koor Kami…

rumah-guru

Tahun Baru, Semangat Baru, Harapan Baru, Tekad Baru, janji dalam hati yang baru. Banyak yang baru yang ingin kita raih di tahun baru 2009 ini, semua masih dalam angan2 dan penuh dengan ketidakpastian.

Tapi ada yang sudah pasti lho!!! Apa itu ya??? Keluarga Guru Koor TW6C (Amang E. Silitonga / Br. Sitohang) punya rumah baru. Pasti senang bangat ya!! Tahun Baru, dapat rumah baru pulak. Puji Tuhan atas berkat2 Nya yang melimpah buat keluarga Guru Koor TW6C.

Sabtu 3 Januari 2009 secara resmi Keluarga Guru Koor TW6C (E. Silitongan / Br. Sitohang) pindah rumah ke rumah barunya di Perumahan Wahana Harapan Blok A-.. No. … Kabupaten Beekasi. Setelah 3 tahun mengontrak rumah Laenya di Perumahan Puri Harapan Blok C-18 No. 34 Kabupaten Bekasi. Sejak hari Kamis s/d Jumat (1 s/d 2 Januari 2009) ditemani Lae dan pariban-nya pindahan (angkat2 barang2 dari rumah lama ke rumah baru) dilaksanakan dan akhirnya selesai hari Jumat sekitar pukul 23.00 WIB. Lelah bercampur lega terpancar dari wajah Guru Koor kami. Selesai satu tanggung jawab menyediakan rumah untuk keluarganya. Acara partangiangan (kebaktian) ucapan syukur memasuki rumah baru pun diadakan keluarga guru koor kami. Mengundang keluarga besar (dongan tubunya) Silitonga, keluarga Hula-Hulanya Sitohang, Dongan Sahutanya yang lama dari Puri Harapan dan Dongan Sahutanya yang baru dari Wahana Harapan.

Wah… curang nih Guru koor TW6C… masa gak ada undangan buat TW6C? Secara guru koornya masuk rumah baru tega2 nya gak ngundang anak buahnya anggota TW6C??? He.. He….

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh pengurus harian parsahutaon Puri Harapan kepada Ketua TW6C (dalam kapasitasnya sebagai Bendahara Parsahutaon dan terbilang sebagai keluarga dekat/Lae kandung guru koor TW6C) pada saat ngobrol2 usai acara makan bersama dalam acara itu. “boasa dang adong songon boa2 tu punguan na laho pindah jabu amang E.Silitonga. Paling tidak dohot hian do hami mangurupi mengangkut barang2 nasida” (Koq gak ada pemberitahuan kepada kumpulan rencana kepindahan Amang E. Silitonga, paling tidak harus ikut kami mengangkut barang2 mereka) kata wakil ketua parsahutaon Puri Harapan (Amang S Simanjuntak suami Bendahara TW6C). “Rencana ini memang spontan sifatnya dan Amang E. Silitonga tidak enak jika nanti menggangu acara Tahun Baruan Kawan-Kawan Parsahutaon” kata ketua TW6C kepada wakil ketua parsahutaon Puri Harapan.

Walau begitu acara kabaktian ucapan syukur masuk rumah baru guru koor TW6C berlangsung dengan baik dan lancar. Dan terpancar sukacita yang besar dari wajah2 undangan pada saat menyampaikan kata2 selamat kepada keluarga guru koor TW6C. Banyak juga anggota TW6C yang hadir saat itu dalam kapasitasnya sebagai bagian keluarga besar Silitonga, keluarga besar Sitohang maupun bagian dari parsahutaon Puri Harapan.

Soso-Soso Amang H. Silitonga (asa unang pola mangan sian jabu)
Amang H. Silitonga (anggota suara Tenor TW6C) hadir juga dalam acara itu. Usai acara dan sebelum beranjak pulang sempat ngobrol2 dengan anggota TW6C yang lain di teras rumah baru guru koor TW6C. Ketua TW6C berseloro mengingatkan bahwa latihan koor pertama tahun 2009 tanggal 7 Januari 2009 akan dilaksanakan di rumahnya, “Siap” kata Amang H. Silitonga seraya mengacungkan jempolnya. “Paboa Lae tu angka dongan, dipatupa Inanta do sipanganon, Asa Unang pola mangan sian jabuna be, mangan di jabu ma hita”(kasi tau sama kawan2, istri saya menyiapkan makanan, gak usah makan di rumah masing2, supaya makan di rumah kami lah kita) kata Amang H. Silitonga kemudian. “Mantaff”… serentak anggota TW6C berujar. Terima kasih buat keluarga Amang H. Silitonga / Br. Sihombing atas soso2nya buat TW6C.

Kemudian… Inang Bendahara TW6C (Ny. S. Simanjuntak Br. Napitu) juga, gak mau kalah pulak nitip soso2 kepada Ketua TW6C supaya disampaikan kepada seluruh anggota bahwa Kas TW6C sudah hampir kandas, jadi dipesankan buat semua anggota agar menyiapkan ”Tek-Tek an” yang agak besar sedikit untuk dikumpulkan pada saat latihan koor supaya ada lagi dana kas TW6C.

Demikian… Hita ingot be ma soso2 i (mari kita ingat pemberitahuan itu).. dan buat Keluarga guru koor TW6C Selamat atas Rumah Barunya…. ditunggu undangan khusus buat TW6C.

03
Des
08

Anak Ke-2 Guru Kami (Cucu ke-3 Ny. Sitohang Br. Sihotang & Berenya Ketua) Lahir…

Kita telah memasuki Masa-masa Adven:
mari menyatukan hati
dengan semua yang sedang menanti-nantikan Tuhan:
menanti-nantikan jawaban doanya,
menanti-nantikan kesembuhannya,
menanti-nantikan kehadiran anak buah cintanya,
menanti-nantikan bertemu dengan pasangan hidupnya,
menanti-nantikan pemulihan rumah tangganya,
menanti-nantikan panen dan buah hasil usahanya…….

Ya mari kita berdoa dalam keheningan,
dengan semua yang merintih dan menangis
dan berjuang agar tidak kehilangan pengharapan……

Marilah kita berdoa: Ya Tuhan, datanglah!

(Sajak : “Ya Tuhan, Datanglah ¡” Oleh Pdt. DTA.Harahap www.Rumametmet.com)

foto2804

Setelah sembilan bulan bertumbuh dalam kandungan ibunya, Senin 1 Desember 2008 Pukul 12.00 WIB melalui operasi cesar yang berlangsung dengan lancar (lebih kurang 1 Jam) di Rumah Sakit Seto Hasbadi Seroja Bekasi, anak ke-2 Guru Koor (Dirigent) TW6C lahir ke dunia. Perempuan dengan berat badan 3,5 Kg dan tinggi 50 Cm, berarti komplit sudah sepasang. Anaknya yang pertama laki-laki Benjamin (Beny) Silitonga namanya sekarang sudah berumur 2 tahun 6 bulan. Puji Tuhan atas berkat dan penyertaan-Nya, Inang Ny. E. Silitonga Br. Sitohang (Istri guru kami) dan bayinya yang baru lahir dalam keadaan sehat.

Sukacita besar ada dalam keluarga besar TW6C terutama keluarga besar guru kami saat ini dengan kehadiran anak keduanya ke dunia, bertambah lagi calon2 penyanyi generasi baru TW6C. Kesibukan sudah mulai terasa sehari menjelang hari operasi cesar. Minggu 30 Nopember 2008 pukul 20.00 WIB dalam suasana hujan rintik-rintik, diantar oleh Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang (mertua Guru kami; Inang Pangintubu ketua kami), Ketua TW6C dan Inang Ny. E.Sitohang Br. Manurung (Istri Ketua) berangkat lah Inang Ny. E.Silitonga Br. Sitohang naik mobil kijang ketua menuju rumah sakit Seto Hasbadi. Guru Kami menyusul dari belakang dengan mengendarai motornya. Sampai di rumah sakit pukul 20.30 WIB. Berdasarkan informasi dokter yang akan menangani operasi cesar Inang Nyonya Ketua kami, operasi dapat dilakukan keesokan harinya sekitar pukul 10.00 WIB. Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang, Ketua dan Nyonya Ketua pulang duluan. Guru kami dan Istrinya masih harus menunggu tes darah oleh dokter, kemudian mendaftar untuk mendapat ruang kamar untuk opname malam itu dan pemulihan setelah operasi. Baru saja tiba di rumah Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang, datang telepon dari Inang nyonya guru memberitahu bahwa tes darah sudah selesai dilaksanakan dan kamar untuk rawat inap sudah didapatkan di ruang Nusa Indah 3 Rumah Sakit Seto Hasbadi. Informasi dari guru kami, Inang Nyonya guru akan dirawat disana sampai hari kamis tanggal 4 Desember 2008.

Selamat berbahagia lah buat guru dan Inang Nyonya guru kami atas kelahiran putri keduanya. Semoga dengan kelahiran putrinya, guru kami semakin semangat mengajar dan melatih The Wijk 6 Choir. Harapan kami TW6C dan harapan kita semua semoga si Butet yang baru lahir dapat bertumbuh dengan sehat, menjadi anak kebanggaan yang patuh terhadap orang tua, anak yang berguna bagi masyarakat dan anak yang takut akan Tuhan. Bona ni ari ara pinangait ngaithon, nunga tubu di guru nami boru na uli na lagu, sai simbur magodang ma ibana sitongka panahit-nahitan”

Selamat juga buat Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang (Oppung ni si Benjamin) atas kelahiran cucunya yang ke 3, tambah ”bilang-bilang” (banyak) nya cucu Inang, semoga samakin berbahagia Inang dan semakin panjang umur.

Tak lupa juga buat Ketua TW6C Amang E. Sitohang dan Nyonya, selamat atas kelahiran berenya, semoga Tuhan mendengar doa-doa kita semua, Amang dan Inang segera diberi Keturunan. Jangan lelah berdoa dan berpengharapan kepada Tuhan… Amin

27
Nov
08

MOMENTOMORI…. (Ingatlah Hari Kematianmu)

Minggu 23 Nopember 2008, Kebaktian “Ujung Taon Parhuriaon (Parningotan di Angka Na Monding) di Gereja HKBP Pejuang.

“Tongon do sadarion goar ni minggunta minggu ujung taon parhuriaon, jala laos sadarion do ingotonta angka donganta ruas ni hurianta naung parjolo monding i. Mangihuthon haporseaonta, tapatupa parningotan on laho manghehei rohanta do asa ingot hita di ari-ari parpudi ni ngolunta, jala somal do tadok I di pandohan na asing “MOMENTOMORY” lapantanna “Ingot Ari Hamamatem” (Tepat pada hari ini minggu kita dinamakan ujung tahun parhuriaon, dan pada hari ini lah kita mengenang saudara2 anggota jemaat kita yang telah lebih dahulu meninggal dunia. Sesuai dengan iman kepercayaan kita, diadakan acara peringatan ini adalah untuk mengingatkan kita akan saat-saat terakhir hidup kita, atau dalam bahasa asing sering disebut ”MOMENTOMORI” yang artinya “Ingatlah Hari Kematianmu”), demikian panggilan beribadah yang diucapkan oleh Liturgis Inang St. R. Br. Simanjuntak dalam kebaktian minggu kemarin.

Sangat berkesan bagi The Wijk 6 Choir, karena salah seorang anggotanya Inang Ny. S.P. Tambunan Br. Simanungkalit kembali terkenang akan Anak laki-lakinya yang sangat Ia cintai Yance Tambunan yang telah mendahuluinya pada bulan Maret 2008. Setback sedikit pada saat meninggalnya saudara kita Yance Tambunan, kesedihan yang teramat sangat dirasakan oleh Keluarga Inang Ny. S.P. Tambunan Br. Simanungkalit, bagaimana tidak, Almarhum Yance Tambunan adalah anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga dan masih “doli-doli” (lajang). Masih banyak harapan2 dari keluarga untuknya, tapi Tuhan lah yang empunya semuanya. Kehendak-Nya lah yang jadi. Yance Tambunan dipanggil-Nya ke hadapan-Nya dalam usia yang cukup muda (35 tahun). Pada saat The Wijk 6 Choir datang melayat bersama Jemaat HKBP Pejuang, lagu “Sipata Sai Sungkun-Sungkun” dibawakan oleh The Wijk 6 Choir sebagai persembahan untuk menghibur keluarga yang berduka.

Untuk mengenang saat itu The Wijk 6 Choir kembali membawakan lagu “Sipata Sai Sungkun-Sungkun” dalam penampilannya/pelayanannya di kebaktian minggu Ujung Taon Parhuriaon Parningotan di Angka Na Monding kemarin. Inang Ny. S.P.Tambunan Br. Simanungkalit turut menyanyikan lagu itu sebagai personil alto The Wijk 6 Choir. Puji Tuhan, sedih mengenang sang Anak yang dicintai tapi terlihat aura ketegaran yang sangat kuat di wajah Inang itu. Bahkan setelah selesai kebaktian, Inang Ny. S.P.Tambunan Br. Simanungkalit menagih janji ketua yang akan megambil fotonya untuk kelengkapan data “Member of The Wijk 6 Choir” yang akan dimasukan dalam The Wijk 6 Choir Diary. “Salut buat Inang” kata ketua dalam hatinya, sambil membidikkan kamera Kodak 8,2 MP-nya. Jepret… Jepret… Jadilah foto Inang Ny. S.P. Tambunan Br. Simanungkalit. Ada 2 foto, yang pertama Inang itu dengan kebaya hitamnya, dan yang kedua Inang Ny. S.P. Tambunan dan Suami tercintanya.

Dalam kebaktian minggu Ujung Taon Parhuriaon Parningotan di Angka Na Monding kemarin, ada 6 (enam) paduan suara yang tampil melayani. Tiga (3) paduan suara Wijk (TW6C, Wijk 2 dan Wijk 5) dan Tiga (3) paduan suara kategorial ( Naposo, Ina koor dan Ama Koor). Bocoran ini sudah didapatkan oleh ketua The Wijk 6 choir pada saat latihan pemantapan sabtu malam di rumah Kel. St. J.H. Nainggolan. Mantafff pikirnya, bisa dijadikan tambahan koleksi rekaman paduan suara2 gereja HKBP Pejuang. Makanya dengan semangat bak wartawan “BUSEEER”, ketua TW6C dengan sibuknya, putar sana, putar sini. Bidik sana, bidik sini (mengambil istilah istrinya “Heppot Sana, Heppot Sini”) mengabadikan penampilan ke-6 paduan suara yang melayani pada kebaktian itu. Penampilan keenam paduan suara cukup mampu untuk menguatkan hati saudara2 yang masih berduka melalui pesan2 dalam lagu koor yang dibawakan.

Seabagai penutup, semua adalah rahasia Sang Empunya Kehidupan Tuhan Yesus Kristus, bahwa saudara2 anggota jemaat HKBP Pejuang yang telah lebih dahulu meninggal (dipanggil oleh Sang Pencipta) semuanya adalah “Pria”, tidak pada tempatnya jika kita berpraduga dan ber-andai-andai. Seperti pesan yang disampaikan oleh Uluan ni Huria usai membacakan nama2 anggota jemaat yang telah meninggal : “ Hamu ale angka dongan! Nunga tabege angka goar-goar ni angka na monding sian tonga-tonga ni hurianta di bagasan na sataon bolon on. Ia tataringoti pe i, ndada na mangarungkar-rungkari hinalungun dohot hinadangol, alai na marningot do hita di ari hamamatenta, paboa hita pe muse tong do ingkon mate di tingkina be. Sai parrohai ma hami mamilangi ari-ari nami, asa dapotan roha na bisuk hami mamimingkiri taringot tu hamamate nami” (Saudara-saudaraku, telah kita dengarkan nama-nama anggota jemaat yang telah lebih dahulu meninggal dalam satu tahun ini. Kita mengenang, bukan untuk mengungkap kembali kesedihan dan kedukaan hati, tapi untuk mengingatkan tentang hari kematian kita, bahwa kita pun pada saat nanti akan mati juga. Ajarlah kami menghitung hari-hari kami, agar kami beroleh kebijakan mengenang akan hari kematian kami). Amin.




Radio Online

Waktu Hari ini :

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

BeasiswA n’ Lowongan Kerja

Info Beasiswa D1 D3 S1 S2

Blog Stats

  • 12,749 hits

IP-Ku

My Popularity (by popuri.us)

 

Mei 2012
S S R K J S M
« Agu    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Info Geotoolbar

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

Nilai Blog’s TW6C

free counters

Peta Lokasi Pengunjung :


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.