Pengait kata (tags) tulisan ‘ Catatan Harian

13
Jan
10

Inspirasi sebuah kotbah rumamet.com… (jemaat yang sebenarnya)

Batu Hidup Rumah Rohani

Almanak Senin 11 Januari 2010:

Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. (1 Petrus 2:5)

Rasul Petrus melukiskan gereja sebagai suatu rumah rohani atau Bait Roh Kudus dan anggota-anggota gereja diundang sebagai batu-batu hidup pembangunan rumah itu. Alangkah indahnya.

Gambaran ini hendak menunjukkan kedudukan dan peran kita dalam gereja. Kita adalah anggota dan bukan pengamat  gereja. Kita adalah peserta dan bukan penonton ibadah. Kita diajak  melibatkan diri dan bukan sekadar melihat-lihat kesaksian, pelayanan dan persekutuan gereja. Tiap-tiap orang diundang berpartisipasi dalam pembangunan gereja sebagai persekutuan, kesaksian dan pelayanan demi kemuliaan Tuhan itu. Setiap orang anggota gereja sebab itu harus memiliki komitmen dan tanggungjawab bagi gereja bukan hanya selera dan mood saja.

Pertanyaan: apa dan bagaimana peran Saudara dalam gereja (baca: jemaat lokal dimana  saudara terdaftar)? Apakah kontribusi dan partisipasi Saudara?  Sejauhmanakah Saudara menjadikan semua itu sebagai komitmen (janji) dan tanggungjawab?

Doa:

Ya Allah, terima kasih atas undanganMu masuk ke dalam kehidupanMu yang kekal dan ke dalam gerejaMu. Berkatilah keanggotaan kami dalam gerejaMu. Jadikanlah kami batu-batu hidup bagi pembangunan Bait Roh Kudus, Rumah Allah, Tubuh Kristus.  Mulialah nama Tuhan melalui kontribusi dan partisipasi kami dalam kesaksian, pelayanan dan persekutuan gerejaMu. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Renungan harian yang dituliskan Pdt. Daniel Taruli A. Harahap dalam www.rumametmet.com ini sangat inspiratif dan memperluas cakrawala berfikir kita sebagai anggota jemaat. Ternyata kedudukan kita sebagai anggota jemaat bukan sebagai pengamat  gereja, bukan penonton ibadah dan bukan pula sekadar melihat-lihat kesaksian, pelayanan dan persekutuan gereja.

Kita diajak  melibatkan diri,  diundang berpartisipasi dalam pembangunan gereja sebagai persekutuan, kesaksian dan pelayanan demi kemuliaan Tuhan itu, oleh sebab itu setiap orang anggota gereja harus memiliki komitmen dan tanggungjawab bagi gereja bukan hanya berdasarkan saat ada  selera dan mood saja.

Sebagai anggota koor yang sudah melayani dan terlibat sekian lama dalam pelayanan di gereja, mari kita tetap melayani, dan jangan gampang “mandele” (ngambek) atau juga kendor semangat karena  melihat sebagian kawan sudah jarang datang latihan.

Sebagai anggota yang sudah mulai jarang datang latihan… apakah Anda mau jadi jemaat yang hanya sebagai penonton saja???… mari libatkan lagi dirimu dalam pelayanan…. Masa cuma karena cobaan sedikit saja sudah kendor semangatnya. Tuhan Yesus sampai mati di kayu salib demi kita lho…. apakah kita tidak malu??? Dan yakinlah.. cobaan itu tidak akan melebihi kekuatan kita… Tuhan sudah janji kok untuk kita dalam firmannya. Dekatkan lagi padanya, melalui persekutuan2 dengan saudara se-iman, supaya engkau mempunyai kekuatan menahan cobaan itu, supaya solusi terbaik terhadap masalahmu engkau temukan.

Sebagai Sintua/Parhalado/Majelis gembalakan lagi lah domba2 Tuhan (para jemaat gereja), … kami ruas/jemaat sangat rindu sapaan dari parhalado kami disaat kami mulai lemah, lelah dan kadang tidak ada mood pergi ke partangiangan, latihan koor ataupun kebaktian minggu. Kami siap sebagai ruas mendukung program2 gereja kita dan membantu tugas Amang2 Parhalado kami sekalian semampu kami.

Semoga Tuhan Yesus menyertai kita semua!!!!

03
Nov
09

Semangat itu mulai tumbuh lagi

Love-tree_betumbuhSenin 2 Nopember 2009, Latihan Koor di Rumah Kel. St. M.T. Napitupulu/ Br. Situmeang

Hati yang gembira adalah obat… demikian Kata Raja Salomo dalam Amsal…. Bagaimana supaya  hati gembira?? Jawaban sederhana mungkin yang dapat kita lakukan adalah buang jauh2 segala pikiran2 buruk terhadap orang lain terlebih terhadap teman baik atau teman seiman kita, ganti dengan memikirkan kebaikan, kelembutan dan segala yang indah yang telah anda alami dengan teman tersebut. Dengan hati yang bergembira tentu pula semangat kita semakin bertumbuh.

Dalam latihan koor rutin TW6C Senin malam tanggal 2 Nopember 2009 di rumah Kel. St. M.T. Napitupulu/Br. Situmeang, kegembiraan begitu terlihat terpancar dari wajah2 anggota TW6C… semangat  berlatih yang meredup dalam minggu2 latihan sebelumnya mulai tumbuh kembali. Puji Tuhan…. doa2 kita yang masih rindu melayani dijawab  oleh Tuhan. Memang masih banyak yang belum hadir, tapi gak apa2, alasan ketidakhadiran mereka adalah karena  kesehatan yang terganggu, sedang mempersiapkan acara pesta keluarga dan juga karena pekerjaan kantor yang tidak bisa ditunda penyelesainnya.

Sejak minggu ini, jadwal latihan rutin TW6C yang semula dilaksanakan setiap hari Rabu malam diubah menjadi Senin malam. Perubahan ini adalah untuk menyesuaikan dengan semangat TW6C yang ingin tetap eksis melayani dalam partangiangan Wijk hari Selasa malam minggu kedua setiap bulannya, melalui nyayian koor yang dibawakan dalam partangiangan. Karena berdasarkan pengalaman selama ini, Nyanyian koor yang dibawakan oleh TW6C dalam partangiangan kurang maksimal dan bahkan kadangkala tidak jadi bernyanyi karena tidak adanya persiapan dalam latihan Rabu malam. Ketidaksiapan ini biasanya terjadi karena dalam latihan rutin pada hari Rabu malam, pengurus TW6C dan seluruh anggota lupa bahwa minggu berikutnya akan diadakan partangiangan Wijk.

Buat semua anggota TW6C, mari kita jaga agar semangat yang mulai bertumbuh ini semakin bertumbuh dan berakar dalam hati kita semua. Supaya pelayanan kita tetap eksis. Karena semua yang baik yang kita lakukan di jalan Tuhan tidak akan sia-sia.  Latihanpun sudah kembali kita laksanakan di rumah2 anggota, kiranya jangan ada lagi alasan karena latihannya di Gereja yang jauh dari rumah. Senin depan tanggal 9 Nopember 2009 latihan akan dilaksanakan di Rumah Kel. H.P.T. purba / Br. Simamora (Sekretaris TW6C), dan juga perayaan Natal akan segera tiba, mari kita siapkan lagu2 pujian Natal kita.

Hari ini Selasa 3 Nopember 2009 TW6C akan tampil membawakan lagu pujian “Sai Naeng hugolom Tangan Mi” dalam pelayanan di Partangian Wijk 6 di rumah Kel. H. Munthe/ Br. Sibarani. Lagu dengan konsep Vocal Group yang direquest oleh Amang E. Sitohang karena waktu TW6C membawakan lagu ini dalam pelayanannya di Ibadah Minggu tanggal 1 Nopember 2009, beliu tidak ikut menyanyikannya berhubung pada hari itu Koor Ama HKBP Pejuang sedang melaksanakan kunjungan rohani ke Gereja HKBP Bakom Cileungsi.

07
Mei
09

Happy Birthday 34th Lae E. Sitohang

ultah-e-sitohang1

Latihan Koor Rabu 6 Mey 2009, Rumah Kel. E. Sitohang / Br. Manurung

Hujan turun dengan derasnya sejak malam pukul 23.00 WIB tanggal 5 Mei 2009 dan baru berhenti pukul 03.00 WIB tanggal 6 Mei 2009. Padahal sudah hampi 2 minggu cuaca cukup panas. Hujan berkat kah ini???

Yang pasti, akibat hujan yang turun malam itu, banjir melanda jalan2 mulai Bekasi sampai Jakarta. Tak ketinggalan jalan2 di kompleks perumahan Puri Harapan, sampai malam genangan air di depan rumah Kel. E. Sitohang / Br. Manurung tidak surut2. Walah.. gimana  nih, padahal malam itu tanggal 6  Mei 2009 latihan koor rutin TW6C dilaksanakan di rumahnhya.

Tapi Amang E. Sitohang gak terlalu kawatir, anggota TW6C sudah teruji kok kesetiannya menghadiri latihan koor. Pasti pada datang, apalagi sianganya Lae E. Sitohang sudah mengirim sms kepada seluruh anggota  “Asa unang lupa latihan koor bodari di Jabu nami, pesan pardijabu mangan di jabu nami ma hita” (Jangan lupa latihan koor nanti malam di rumah kami, pesan nyonyaku makan malam bersama nanti kita di rumah kami), kata beliau dalam sms nya.

Memang benarlah, banyak juga yang datang walau bereret reret.. alias molor waktunya, acara pun dibuka tepat pukul 20.35 WIB. Sebagai prolog, Lae E. Sitohang menyampaikan mengapa beliau meminta jadwal latihan koor di rumahnya malam itu (yang seharusnya di rumah Kel. Ny. Sinaga Br. Sihotang). Rupanya tepat hari itu tanggal 6 Mey 2009, adalah hari ulang tahun Lae E. Sitohang yang ke-34. “Wah… pantas lah rupanya tadi di smsnya dibilang, asa mangan bersama dison hita” kata Amang L. Sagala nyeletuk.

Acara kemudian dilanjutkan oleh Amang H. Purba untuk membawakan doa pembuka da pembacaan renungan harian. Usai itu, dilanjutkan dengan acara tiup lilin kue ulang tahun oleh Lae. E. Sitohang. Sebelum lilin ditiup, Ito Ny. H. Purba Br. Simamora menyela dan menyampaikan saran “sebelum lilinnya ditiup, biasanya harus mengucapkan harapan2 (make a wish.. dlm bahasa inggrisnya) dulu Ito Sitohang” kata Ito itu. “Boleh juga tuh sarannya, okelah .. cuma satu yang sangat kuharapkan di ulang tahun ku yang ke-34 ini, agar kiranya Tuhan memberikan kerinduan kami selama ini seorang anak lahir di tengah-tengah keluarga kami” kata Amang Sitohang. Amiiiiinnn… serentak seluruh anggota TW6C mengaminkan dilanjut tiup lilin. Usai itu acara makan. Lae E. Sitohang dan semua anggota mendaulat Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang (Ibundanya Lae E. Sitohang) membawakan doa makan.

Menu Ayam Gulai, Ikan Mas sambal Arsik dan Sayur Lalap sudah terhidang di meja makan. Semua anggota makan dengan lahap dan nikmatnya. Puji Tuhan atas kebersamaan ini. Kegembiraan Lae E. Sitohang, Nyonya dan seluruh keluarganya dirasakan juga oleh seluruh anggota TW6C.

Selepas acara makan bersama, dilanjut dengan latihan koor. Lagu baru “Puji Lah Tuhan Hai Jiwaku” karya GORGA tahun 2002 kembali dilatih… sejam latihan, TW6C sudah mampu menyanyikan lagu ini sampai cakap2-nya (teks lagunya) dibawah bimbingan Guru Koor Lae E. Silitonga.

Latihan ditutup pukul 22.30, dengan pesan latihan koor hari rabu depan tanggal 13 Mei 2009 akan dilaksanakan di Gereja HKBP Pejuang.

Trims Tuhan… kiranya Tuhan senantiasa menjaga keutuhan TW6C… jauhkan dari perpecahan. Teruntuk Lae E. Sitohang… Selamat Ulang Tahun ke- 34, semoga Tuhan Kita Yesus Kristus yang Maha Pengasih menjawab harapan yang disampaikan oleh Lae. (TW6C)

30
Apr
09

Latihan di Gereja = Sepi Anggota

sepiGereja HKBP Pejuang, 29 April 2009

Latihan koor rutin TW6C Rabu malam kemarin dilaksanakan di gedung Gereja HKBP Pejuang. Alasannya : Kel. Amang St. B. Manullang / Br. Nainggolan yang seharusnya menjadi tuan rumah menginformasikan kepada Ketua TW6C bahwa  Amang itu  sedang melaksanakan tugas kantornya ke luar kota, jadi dengan berart hati mengatakan bahwa latihan di rumahnya ditunda dulu.

Seperti kesepakan bersama, jika tuan rumah latihan  koor sesuai jadwal yang telah disusun berhalangan karena alasan yang mendesak dan penting sehingga latihan di rumahnnya tidak dapat dilaksanakan, maka latihan koor akan dialihkan ke Gereja HKBP Pejuang. Jadilah kemarin malam TW6C latihan di Gereja.

Fenomena yang hampir selalu sama jika TW6C latihan di Gereja adalah “Sepi Anggota“. Ya.. selalu, nggak tau kenapa (kecuali saat menghadapi festival koor) . Jumlah anggota selalu menembus minimal angka digit kepala 2 (20-an orang) jika dilaksanakan di rumah2 anggota, namun kemarin yang hadir dalam latihan di Gereja cuma 13 orang (Sopran 4 orang, Alto 1 orang, Tenor 2 orang dan Bass 5 orang + 1  orang guru koor) untung setiap suara ada yang mewakili sehingga latihan tetap dapat dilaksanakan. Dan untung pula ada punguan koor Wijk 3 yang juga latihan malam itu, sehingga terlihat ramai di gereja (terima kasih buat punguan koor wijk 3  yang mempersilahkan TW6C memakai ruang gereja)

Apa dan kenapa yang menyebabkan demikian?… itu yang selalu menjadi bahan perenungan dalam pikiran moderator TW6C. Mungkinkah karena “Mie Gomak”? … Bisa jadi juga ya… mana lah mungkin ada mie gomak di gereja. Siapa yang masakin, yang merasa tuan rumah pun gak mungkin lah ada. Sementara untuk hadir ke Gereja pun sudah syukur. Atau mungkin karena jauh dari rumah jadi malas mau datang, belum lagi nanti kalau latihannya lama, terpaksalah mutar2 jalan pulangnya karena portal2 di perumahan Harapan Indah dan Taman Harapan sudah pada ditutup.

Semoga bukan karena “Mie Gomak ” yang tak ada lah ya. Masa gara2 Mie Gomak jadi malas latihan. Kan sudah komitmen kita, agar tidak memberatkan tuan rumah (kel. yang mendapat giliran ketempatan latihan rumahnya) bahwa latihan2 kor tidak perlu disajikan konsumsi2, cukuplah minum Aqua yang dibeli dari uang kas. Dan alasan jauh dan takut nanti repot pulangnya, mungkin bisa kita atasi dengan memulai latihan lebih awal sehingga dapat diakhiri lebih awal pula (di bawah jam 22.30.. jadwal portal2 di perumahan harapan indah dan THB ditutup) supaya tidak perlu mutar2 kalau pulang ke rumah.

Buat anggota TW6C yang tidak dapat hadir karena kurang sehat/sakit semoga cepat sembuh dari sakitnya, yang terpaksa tidak hadir karena pekerjaan semoga dapat bekerja dengan baik dan berkat Tuhan tercurah melalui pekerjaannya. Agar kalau sudah sembuh dan waktu sudah longgar bisa datang lagi latihan koor.

Selanjutnya… Ada 2 lagu yang dilatih dalam latihan TW6C  tadi malam, Lagu “Pujilah Tuhan Hai jiwaku” karya GORGA (yang dipersiapkan untuk pelayanan TW6C pada ibadah minggu ke-4) dan Lagu “Biar Mida Jahowa”  karya D. Simanungkalit (yang dipersiapkan untuk lagu pada partangiangan Wijk hari selasa depan tanggal 5 Mei 2009).

Latihan koor hari Rabu tanggal 6 Mei 2009 akan dilaksanakan di Rumah Kel. E. Sitohang / Br. Manurung (Ketua TW6C). Tuan rumah latihan koor dialihkan dari seharusnya di Rumah Kel. Ny. M. Sinaga Br. Sihotang karena tepat pada hari itu Ketua TW6C akan berulang tahun. (ETS)

23
Apr
09

Dua latihan… 1 liputan..

Rumah Kel. L. Sagala/Br. Gultom (Rabu 15 April 2009) dan Rumah Kel. H.S.P.Tambunan/Br. Simanungkalit (Rabu 22 April 2009)

Susah memang kalau lagi sibuk dengan pekerjaan di kantor dan kegiatan di lingkungan ditambah pula rasa malas membuka internet. Alhasil artikel liputan kegiatan TW6C jadi terbengkali. Tapi gak apa2 lah ya.. dari pada gak diliput sama sekali.

Latihan di Rumah Kel. L. Sagala / Br. Gultom

Hal yang menarik pada latihan rutin TW6C hari Rabu 15 April 2009 di rumah Kel. L. Sagala / Br. Gultom tentunya adalah acara “mamoholi” atas kelahiran anak ke-3 Kel. L.Sagala/Br.Gultom. Seperti biasa setiap perwakilan suara menyampaikan ucapan2  selamat dan nasehat2 penting kepada Kel. L.Sagala/Br.Gultom. Memang sih kalau dilihat acaranya ya.. itu2 ajanya yang diucapkan saat “mamoholi”. Tapi waluapun hanya “itu2 saja” pasti ada juga hal2 baru sebagai penambah ilmu dan khasanah baru dalam membesarkan anak. Semoga Kel. L.Sagala/Br.Gultom mendapat khsanah yang baru itu dalam acara mamoholi tsb. Nama yang akan diberi kepada anak ke-3 Mereka adalah PRESLEY  Sagala. Mungkin Amang L Sagala ngefans sama Elvis Presley.  Berikutnya dalam acara latihan koor, guru koor TW6C membagikan lagu baru karya sang maestro lagu koor Batak Gorga yang  berasal dari buku lagu karya GORGA terbitan Yamuger edisi terkhir. Bagus sekali… berirama lagu tradisonal Batak. Kita tunggu saja hasilnya dalam pelayanan TW6C pada minggu ke-4 bulan Juni 2009, semoga lagu ini sudah dapat dibawakan. Yang terakhir… tumben ada menu lontong dalam latihan di rumah Kel. L. Sagala/Br. Gultom, biasanya sih Mie Pangsit Siantar. Rupanya menu lontong medan buatan Inang Ny. Sagal Br. Gultom dan enak juga lho….. Wah.. ternyata, pintar masak juga Inang Ny. Sagala Br. Gultom masak ya… siap2 aja nunggu pesanan.. He.. He..

Latihan di Rumah Kel. H.S.P. Tambunan / Br. Simanungkalit

Yang menarik dalam latihan ini, kembali dibahas dalam acara ramah tamah (sambil mangallang mie hun goreng) tentang tempat duduk yang akan ditempati oleh TW6C saat tampil melayani pada hari Minggu tanggal 26 April 2009. Kali ini ide datang dari guru koor TW6C. Beliau menyarankan “Bagaimana kalau kita duduknya di baris belakang bangku gereja, supaya lebih pasti dan tidak digeser-geser lagi”. Namun diprotes oleh ibu2 nya TW6C. Alasannya, biasanya di belekang agak berisik karena anak2 suka main di belakang baris bangku gereja. Akhirnya setelah digodok dengan beberapa masukan dari para Ama-nya TW6C, disepakati agar Sintua Wijk 6 membawakan ke dalam sermon parhalado, dan dicarikan informasi selain TW6C, apakah ada wijk lain yang akan tampil melayani. Kalau memang ada, TW6C akan duduk di baris belakang bangku gereja dan kalau tidak ada, TW6C akan berbagi baris bangku dengan N-HKBP.

Demikian, untuk latihan pemantapan hari Sabtu tanggal 25 April 2009 akan dilaksanakan di rumah Kel. R. Simanjuntak/ Br. Saragih sekalian acara “Mamoholi” atas kelahiran anak ke-3 Kel. R. Simanjuntak/Br.Saragih. “Asa unang pola mangan dian Jabuna be.. ala naeng mangallang “bangun-bangun” do hita” demikian seloroh Ketua TW6C.

27
Feb
09

Lae Sagala Masuk Angin… Latihan TW6C jadi Sepi

lsagala

Rabu 25 Februari 2009, Rumah Kel. Ny. Sitohang Br. Sihotang

 

Moderator TW6C Diary dihinggapi kejenuhan memposting kegiatan latihan koor TW6C, sehingga 1 latihan hari rabu di rumah Kel. J. Tambunan/Br. Manalu dan 1 latihan pemantapan hari sabtu di Gereja tidak dipublish dalam blok ini. Gak tau kenapa, apakah karena tidak ada kejadian yang menarik dalam latihan tersebut atau apakah karena malas? 

Suasana latihan koor rutin TW6C hari Rabu malam kemarin di Rumah Kel. Ny. Sitohang Br. Sihotang (personil suara Alto TW6C) berlangsung cukup meriah dan kelihatan ramai. Mungkin karena rumah-rumah BTN Puri Harapan yang biasanya kurang luas jadi kelihatan ramai karena duduk berimpit-impitan. Malam itu lagu yang dilatih adalah lagu Irama RAP karya komposer terkenal lagu2 pop batak Iran Ambarita yang berjudul “Dos do Nangkokna, Dos do Tuatna” . Suasana ini tambah ramai apalagi kala canda dan guyonan Lae L. Sagala (Si raja ngocol se-TW6C) sedang keluar, Gerrrrr…rrrr… gemuruh suara tawa anggota TW6C yang mendengar guyonan Lae L. Sagala. Ada2 saja cerita, yang nada2 lagunya lah yang dikomentari, gayanya para ibu2 lah yang dianggap lucu, apalagi kalau suara Bass lagi salah menyanyikan lagu…. jangan harap luput dari guyonan Lae. L. Sagala.

Suasana ceria dan ramai itu masih terus berlangsung saat latihan selesai, yang dilanjut dengan makan Lontong Sayur. Masih tetap berguyon… Pas mau didoakan oleh Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang, Lae. L.Sagala neletuk sambil berguyon : “Tunggu dulu Bunda, jangan didoakan dulu makanannya, kerupuk lontong sayurku belum ada, nanti saya jadi tidak konsen berdoanya karena pengen comot kerupuk dari piring anggota yang lain” katanya, padahal kerupuk lontong sayurnya sudah ludes disantapnya sebelum berdoa. Ibu2 TW6C pun langsung ribut : “Huuuuuu…uuu.., dasar Ito Sagala, maunya lebih banyak krupuknya sama Dia, kasi aja Bunda… biar tenang dia” kata mereka serempak. Lae L. Sagala senyum2 senang. Rupanya Lae L. Sagala cukup lapar malam itu, 1 piring Lontong Sayur sudah Ludes, sama seperti guru koor TW6C (Amang E. Silitonga). Ada 1 piring “partambuan” (cadangan untuk menambah makanan)… mula2 guru koor TW6C malu2 mau nambah… Lae Sagala nyeletuk lagi : ”Jangan malu2 guru… sini saya temani… bagi dua aja kita”. Mereka berdua langsung membagi piring partambuan itu dan segera menyantapnya lagi sampai habis.

Usai makan Lontong Sayur bersama, acara dilanjutkan dengan membicarakan tentang rencana Pesta Huria HKBP Pejuang tanggal 29 Maret 2009. Berkaitan dengan rencana acara itu, pengurus TW6C dan parhalado wijk 6 memeberi arahan (soso2) kepada anggota TW6C agar mulai malam itu sampai 2 minggu ke depan Silua (persembahan) masing2 keluarga sudah bisa disampaikan/dikumpulkan kepada pengurus TW6C atau Parhalado Wijk 6. Tanpa disadari oleh anggota TW6C, suasana ramai dan ceria itu tiba2 hilang, canda2 dan tawa tidak terdengar lagi. Apakah karena serius memperhatikan pengumuman tentang Pesta Huria itu? Ternyata bukan. “Ada gempa ya Lae…, kok goyang penglihatanku… keringat dingin lagi aku” tanya Lae L. Sagala kepada ketua TW6C. “Bercanda Lae ini” pikir ketua dalam hatinya. Iti Nyonya L.Sagala Br. Gultom menimpali : “Kayaknya asam lambung papi kumat lagi tuh, abis tadi perut dalam keadaan kosong, langsung makan Lontong bersantan sih” . Rupanya Lae L. Sagala drop kesehatannya, perutnya mendadak sakit, beliau rupanya masuk angin malam itu. Dan selesai menyantap Lontong Sayur, tubuh yang kurang fit ditambah menu lontong sayur yang bersantan membuat perutnya sakit. Pantesan tadi.. tiba2 suasana rame dan ceria tawa dalam latihan malam itu mendadak hilang. Rupnya Lae L. Sagala (si Raja Ngocol se-TW6C) masuk angi.. trus sakit perut… jadi hening dan sepi deh canda tawa dalam latihan koor TW6C. Wah repot juga ya kalau Lae. L. Sagala sakit…. jadi tidak ramai suasana latihan koor. Semoga tidak sakit perut lagi lah buat Lae L. Sagala… jaga kesehatan terus ya!!!!

Latihan koor malam itu selesai pada pukul 22.30 WIB. Latihan Rabu tanggal 4 Maret 2009 akan dilaksanakan di Gereja HKBP Pejuang karena  Ny. T. Tobing Br. Siregar yang harusnya kebagian jadwal latihan di rumahnya sedang ada acara pada tanggal tersebut. Doa Penutup dibawakan oleh Amang St. M.T. Napitupulu. (ETS)

12
Feb
09

Demam Kampanye di TW6C….

Rabu 11 Februari 2009, Rumah Kel. R. Panjaitan / Br. Siburian

Ibu_DemamkampanyeTinggal 2 bulan lagi pesta demokrasi Pemilihan Umum Tahun 2009 akan dilaksanakan. Kampanye sudah banyak dimulai, baik yang terselubung maupun yang terang2-an. Ada pula yang melanggar aturan tapi ada juga yang sesuai ketentuan. Akhir2 ini apa lagi, banyak ditemui poster2 para Caleg yang berebut untuk duduk menjadi anggota ”Dewan yang Terhormat” di DPR Pusat maupun di DPRD. Kadang membuat hati miris juga, taman yang tadinya indah menjadi acak kadut tak berarturan karena pagar2-nya digantungi poster2 para caleg ini, tembok2 yang tadinyanya berwarna ”narata-rata”(”polos”) menarik dan bersih kini sudah ditempali ”stiker2 norak” para caleg. (Katanya mau menjadi anggota Dewan Yang Terhormat.. tapi kok baru kampanye.. sudah menunjukkan sikap yang kurang terhormat begini ya??… Jangan salahkan deh… kalau kite2 pada kurang respek).

Para Anggota TW6C bercerita, entah sudah berapa banyak kalender dan stiker yang dititipkan/diserahkan oleh para tim sukses Caleg kepada mereka… ada yang dari kawan semarganya (dongan tubu-nya), dari keluarga Iparnya (Hula2-nya), dari kawan2 dekatnya, dari tetangganya dan bahkan ada pula yang tiba2 sudah nangkring di pagar rumahnya (kalau yang begini sih biasanya habis dilihat langsung dibuang ke bak sampah… bikin kotor aja…he.. he..). Tadi malam dalam latihan koor rutin TW6C di rumah Kel. R. Panjiatan / Br. Siburian, tambah satu lagi ”Inventaris Kalender Caleg”-nya para anggota TW6C. Latihan koor TW6C dilanda ”Demam Kampanye”. Kebetulan salah seorang anggota TW6C menjadi pengurus salah satu partai peserta pemilu untuk wilayah Medan Satria Kab. Bekasi dan menjadi tim sukses salah satu caleg DPR pusat dari partainya. Usai latihan koor lagu ”Doa Bapa Kami” Karya Gorga, yang entah kenapa cukup susah dilatih malam itu atau guru koor TW6C (Amang E. Silitonga) ingin agar saatnya nanti dibawakan di Gereja lagu ini dapat dibawakan dengan sempurna, ajang kampanye pun dimulai, sambil menikmati hidangan ”Mie Goreng” yang disajikan tuan rumah, tim sukses partai tertentu ini membagi-bagikan kalender dan stiker kepada para anggota TW6C. Selesai membagi-bagikan kalender tsb., beliau memotivasi anggota TW6C agar memilih partai tersebut katanya ”Mari kita pilih lah partai yang sudah jelas akan memperjuangakan aspirasi dan hati nurani kita, karena landasan iman kita sudah sama. Buat apa kita pilih partai yang lain yang tidak jelas memperjuangkan aspirasi kita”.

Bpk2_demam KampanyeDalam hatinya Ketua TW6C sebenarnya kurang setuju Latihan Koor Rutin TW6C dijadikan ajang kampanye partai politik dan para caleg. Tapi melihat antusiasme apara anggota menerima kalender terus membaca slogan2 yang ditulis dalam kalender itu, ketua TW6C akhirnya membiarkan saja. Beliau sempat menyampaikan tentang rasa kurang simpatiknya terhadap partai tertentu yang ”berkampanye” malam itu di latihan koor rutin TW6C, ” kurang berani saya lihat partai ini memperjuangkan aspirasi umat kristen, padahal jelas2 partai ini berlambangkan kristen, tidak pernah kedengaran pembelaannya dalam koran2 apabila ada penggusuran terhadap gereja2 dan sulitnya mendapat ijin membangun gereja” kata ketua TW6C, yang kemudian dijawab oleh tim sukses partai tertentu itu ”sebenarnya dibelanya… cuman karena suaranya di Dewan sedikit jadi kurang terekspos di media, makanya kalau kita sama2 memilih partai ini dan nanti wakil kita di dewan sudah banyak, pasti suara kita lebih didengar dan diekspos di media”. Walau demikian TW6C (khusunya pengurus) tidak pernah dan tidak akan mengarahkan para anggota TW6C untuk memberikan suaranya kepada partai / caleg tertentu. Pilihan anda adalah hak azasi anda, kita harus komitmen akan hal itu.

Usai acara kampanye, acara dilanjutkan dengan pengumuman-pengumuman antara lain rencana pesta huria dan pesta ulang tahun Gereja HKBP Pejuang yang ke-20 tahun yang disampaikan oleh ketua panitia dan para jajarannya. Dan tambah sukacita TW6C satu lagi, Amang D.F. Panjaitan / Br. Simanjuntak bergabung dengan TW6C malam itu (beliau adalah adik kandung dari Amang Y.N. Panjaitan ? Br. Gultom personil suara Bass TW6C), setelah beberapa kali tertunda karena sibuk di kantornya.  Akhirnya acara latihan TW6C malam itu diakhiri pukul 22.30 WIB dengan pesan Latihan rutin sekaligus mamoholi akan dilaksanakan di rumah Kel. J. Tambunan / Br. Manalu Puri Harapan Blok D-8 No.1 pada hari Rabu tanggal 18 Februari 2009. (ETS)

30
Jan
09

“Pancing kecil” ala Amang H. Silitonga…

Amang_SilitongaRabu 28 Januari 2009, Rumah Kel. R. Sinambela / Br. Sianturi

Acara latihan koor rutin TW6C kali ini diisi dengan kegiatan ”mangkata-hatai” (cakap2/diskusi). Guru Koor TW6C Amang E. Silitonga datang terlambat karena lembur di kantor. Malam itu rencana nya seperti sudah dibicarakan pada latihan pemantapan, memang ada 2 kegiatan yang akan dilaksanakan, yang pertama latihan koor rutin dan yang kedua mangapuli(penghiburan) kepada keluarga Amang r. Sinambela/Br. Sianturi. Acara dimulai pukul 20.30 WIB dibuka dengan doa dan pembacaan Renungan Harian yang dibawakan oleh Sekretaris TW6C Amang H.P. Purba. ”Sambil menunggu guru koor yang belum datang, langsung saja kita mulai dengan acara yang kedua mangapuli/memberikan penghiburan kepada Kel. Amang R. Sinambela/ Br. Sianturi” ucap Ketua TW6C. Acara penghiburan pun dimulai, diawali dengan penyampaian riwayat singkat Mendiang Orang Tua Laki2 Amang R. Sinambela oleh tuan rumah dan dilanjut kemudian penyampaian kata2 penghiburan oleh perwakilan setiap suara, perwakilan parhalado wijk 6 dan ditutup/disimpulkan oleh Ketua mewakili pengurus harian sekalian menyampaikan amplop partisipasi (sesuai poin kesepakatan TW6C) kepala keluarga Amang R. Sinambela / Br. Sianturi.

Cukup lama juga waktu tersita dalam acara mangapuli. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB saat acara mangapuli selesai dilaksanakan. Guru koor TW6C pun baru tiba menjelang akhir acara mangapuli. “Pinasahat ma acara latihan koor tu Gurunta” (saya sampaikan kepada guru koor untuk memimpin latihan koor) kata Ketua TW6C. Tapi dilarang oleh anggota TW6C yang berada di wilayah sekitar kediaman Amang R. Sinambela, “Udah terlalu malam, takut nanti menggangu tetangga, lagian tetangga2 di daerah sini masih kurang toleran, kita lanjut aja dengan diskusi mengenai rencana bona taon kita” kata mereka. Semua setuju, namun sebelum acara diskusi dimulai, Guru Koor TW6C meminta saran kepada anggota tentang lagu apa yang akan dibawakan pada minggu ke-4 bulan Februari (jadwal pelayanan TW6C). Usul datang dari ketua yang meminta supaya TW6C menyanyikan lagu “Doa Bapa Kami” Karya Drs. Bonar Gultom (Gorga)“Udah lama tidak kita nyanyikan lagu ini” kata Ketua yang disetujui oleh semua anggota.

“Pancing Kecil” ala Amang H. Silitonga

Teringat saat di latihan pemantapan di rumah Kel. Amang St. J.H. Parhusip/Br. Hasibuan, rencana Bona Taon TW6C tanggal 31 januari 2009 di rumah Kel. E. Silitonga / Br. Sitohang (Guru Koor TW6C) hampir gagal dilaksanakan. Masalah biaya dan penolakan anggota yang terpilih sebagai koordinator (seksi repotnya) acara boba taon sebagai pemicunya.  Karena saling lempar tanggung jawab dan menolak sebagai seksi repot dalam acara bona taon itu,   Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang mengusulkan supaya ditunda aja acara bona taonnya kalau memang tidak ada yang bersedia sebagai seksi repot.  Dan usul ini hampir disetujui oleh Ketua dan seluruh anggota TW6C.  Tiba2 sambil mengacungkan tangan Amang H. Silitonga menyampaikan sarannya :  ”Saya mau memberi usul, jangan terburu-buru memngambil keputusan. Jangan ditunda acara bona taonnya, tetap lah dilaksanakan. Gini aja, pokoknya untuk suksesnya acara bona taon kita, saya dan keluarga siap memasak ”Kung Rica2”, itulah sumbangan dari keluarga kami”.  Saran ini langsung disambut oleh Sekretaris TW6C  ”Ate, boha sian na asing?” (Bagaimana dengan yang lain) katanya. Langsung anggota yang lain pada ngikut,  Ketua menyumbang 4 DoZ Aqua Gelas,  grup Sopran : Ikan Mas Arsik,  Alto : Ayam Goreng dan Guru Koor sebagai tuan rumah menyediakan nasinya. Sambil tersenyum senang, Amang H. Silitonga ”manggoit” (mencolek) seraya berkata :  ”He… He…., berhasil kan Lae, seperti istilah orang medan, Pancing Kecil lah ini namanya… He… He….”. Tertawa ngakak Ketua TW6C mendengar istilah Pancing Kecil-nya Amang H. Silitonga,  apalagi kemudian Amang H. Silitonga menambahi perkataannya :  ” Biar pancingannya kecil, tapi hasilnya besarkan Lae”. Dan ”Pancing Kecil” ala Amang H. Silitonga itu berlanjut terus hasilnya pada latihan Rabu Kemarin di rumah Kel. Amang R. Sinambela / Br. Sianturi. Dalam acara diskusi untuk memantangkan acara bona taon TW6C itu, ketua menyampaikan kepada anggota yang tidak hadir saat latihan pemantapan apabila mereka mau menyumbangkan seuatu untuk kemeriahan acara boa taon. Amang St. B. Manullang menyambutnya : ”Mewakili Tenor, Saya dan Lae J. Tambunan yang menyiapkan Cocacola dan Birnya” katanya.  Disambut tepuk tangan seluruh anggota.  ”Bagaimana dengan Bass, kayaknya dari menu2 yang disiapkan, belum ada yang beraroma B2” pancing Ketua lagi.  Terpancing juga ternyata grup suara Bass. Sekretaris TW6C Amang H.P. Purba sebagai personal Bass bersedia menyiapkan menu B2 Kecap sebagai sumbangan dari Keluarganya. Tidak hanya itu, keesokan harinya melalui telepon, amang L. Sagala bertanya mengenai kepastian acara bona taon TW6C (kebetulan beliau tidak hadir dalam 2 latihan koor terakhir).  Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh ketua TW6C menanyakan kesediaan Amang L. Sagala menyumbangkan partisipasinya dalam acara bona taon TW6C.  ”Durian Montong aja ya dari Lae” kata ketua sedikit memaksa.. ”He… He… boleh lah itu” kata Amang L. Sagala menimpali.

Demikianlah jadinya, ”Pancing Kecil” ala Amang H. Silitonga ternyata berhasil menghidupkan kembali semangat TW6C untuk ”marbona taon”. Dari kesepakatan bersama dalam diskusi, acara bona taon ini akan disusun dalam konsep Kebaktian Ucapan syukur, yang acaranya akan disusun oleh Amang St. M.T. Napitupulu. Setelah Acara kebaktian akan dilanjutkan dengan makan bersama dan acara ”martahun baru” (mandok hata selamat Tahun baru dari anggota kepada anggota dan membicarakan program2 TW6C Tahun 2009). Acara Bona Taon ini akan dilaksanakan pada Hari Sabtu 31 Januari 2009 mulai pukul 18.00 WIB di rumah Kel. E. Silitonga/Br. Sitohang Perumahan Wahana Harapan Blok A.

Acara malam itu ditutup pukul 23.15 WIB, dengan pesan kepada seluruh anggota, Latihan rutin hari Rabu minggu depan akan dilaksanakan di rumah Kel. P. Sibue/Br. Pardosi.

28
Jan
09

Anakkonhi do Hamoraon Di Au

foto430

Latihan Pemantapan Sabtu 24 Januari 2009, Rumah Kel. St. J.H. Parhusip / Br. Hasibuan

Setelah tertunda karena banjir yang melanda jalan2 perumahan Villa Mutiara Gading, akhirnya terlaksana juga latihan pemantapan TW6C di rumah kel. Amang St. J.H. Parhusip/Br.Hasibuan. Hujan sempat turun sebentar, namun tidak menghalangi niat anggota TW6C untuk datang latihan pemantapan. Walau beberapa orang jadi terlambat karenanya. Termasuk rombongan Ketua TW6C (Istri, Pariban dan Bundanya). Latihan dimulai tepat pukul 21.00 WIB, karena sudah agak larut malam, guru koor langsung tancap Gas. Si Putri Malu TW6C “yang sudah tidak malu lagi” pun sudah siap di depan keyboar-nya. Dan semakin pintar aja dia mengiringi TW6C, langsung pas dan tidak sampai memakan waktu lama, latihan pemantapan lagu “Nang Humuntal pe Robean”  selesai tepat pukul 22.00 WIB.

Lanjut kemudian acara kedua, mamoholi keluarga Amang St. J.H. Parhusip / Br. Hasibuan. Setelah menanti-nanti sekian lama (7 tahun usia pernikahan) kehadiran anak ditengah-tengah keluarganya, akhirnya Tuhan mengabulkan doa2 Kel. Amang St. J.H. Parhusip/Br. Hasibuan. Dititipkan Tuhan seorang anak laki2 untuk dirawat dan dibesarkan oleh Amang St. J.H. Parhusip dan Inang Ny. St. J.H. Parhusip. “Anakkonhi do Hamoraon di Au”  demikian judul lagu yang ditulis oleh Nahum Situmorang, lagu yang menggambarkan bergitu besar nilai seorang anak dalam satu keluarga. Sehingga disebut bahwa Anak adalah Harta yang sangat berharga dalam satu  keluarga/rumah tangga.

foto424

“Namanya si Timotius Samuel Pandapotan”  kata Amang St. J.H. Parhusip sebagai pembuka sebelum perwakilan anggota TW6C menyampaikan ucapan/ kata2 selamatnya. Wajah Amang St. J.H. Parhusip dan Inang sungguh sangat berbinar cerah bahagia malam itu. Mereka kini telah memiliki harta yang paling berharga itu, Tuhan yang Maha Baik memberi kesempatan dan kepercayaan buat mereka merawat dan membesarkan seorang anak  laki-laki yang ganteng, lucu, sehat dan pintar.  Ucapan2 selamatpun kemudian disampaikan oleh perwakilan2 setiap suara. Sopran diwakili oleh Inang Ny. S. Simanjuntak/Br. Napitu, Alto oleh Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang, Tenor oleh Amang P. Sibuea dan Bass oleh Amang R. Simanjuntak. “Selamat atas kahadiran anak yang sehat ini di dalam keluarga Amang Sintua Nami, segera dibawa ke Gereja untuk dibaptis, Jaga ksesehatan, pupuk kerjasama merawat si Timotius, dan semoga Amang dan Inang diberikan Tuhan Rejeki yang lebih lagi untu dapat membesarkan si kecil”  demikian intisari ucapan2 selamat yang disampaikan oleh perwakilan2 suara anggota TW6C. Ucapan selamat ini ditutup oleh Ketua TW6C mewakili pengurus harian. Beliau mencoba menyampaikan ucapan selamat dengan cara menarik pengertian dari nama yang diberikan oleh Kel. Amang St. J.H. Parhusip kepada anak mereka. “Timotius adalah seorang cendikia/yang terpelajar namun rendah hatinya (setelah dipikir2 ternyata Ketua salah mengartikan dalam benaknya terlintas adalah Nikodemus), Samuel artinya Aku Telah meminta dan Tuhan memberikannya kepadaku (doa “Hanna” ibu Samuel dlm Alkitab) dan Pandapotan artinya mendapatkan berkat”  kata Ketua TW6C mengartikan nama si Kecil Anak Kel. Amang St. J.H. Parhusip/Br. Hasibuan.  

Berbahagialah Kel. Amang St. J.H. Parhusip dan Inang Br. Hasibuan. Harta/Hamoraon yang paling berharga itu sudah hadir dalam keluarganya. Tuhan telah mengabulkan doa2 mereka dengan cara-Nya sendiri. Jangan pandang apakah dia darah dagingku sendiri atau bukan. Nilai cinta kasih yang tulus diantara Amang dan Inang akan menutupi semua pandangan2 itu, dan Berbahagialah Si Timotius Samuel Pandapotan mendapatkan orang tua Seperti Amang St. J.H. parhusip dan Inang Br. Hasibuan. Doakan anggota2 TW6C yang lain yang masih terus menanti kehadiran Harta paling berharga itu dalam rumah tangganya.

 

Latihan pemantapan dan acara mamoholi ditutup pada pukul 23.00 WIB. Dengan pesan buat semua anggota TW6C bahwa latihan rutin TW6C hari Rabu tanggal 28 Januari 2009  akan dilaksanakan di rumah Kel. R. Sinambela / Br. Sianturi. Selain acara latihan koor rutin akan dilaksanakan pula acara mangapuli/penghiburan buat kel.  tuan rumah (atas meninggalnya Bapak tercinta Amang R. Sinambela pada bulan Desember 2008 yang lalu). (ETS).

23
Jan
09

Si Putri Malu mulai unjuk kebolehan…

foto428

Rabu 21 Januari 2009, Rumah Kel. M. Sinaga / Br.  Sihotang

Banjir sudah berlalu,  jalan2 di perumahan Puri Harapan pun sudah mulai kering, tapi di beberapa bagian yang agak rendah masih terdapat genangan2 air becek kecoklatan.  “Mudah2-an hujan tidak turun lagi”.  Harapan ini dipanjatkan dalam hati oleh anggota2 TW6C , terutama Inang Ny. M. Sinaga Br. Sihotang. Rabu malam tanggal 21 Januari 2009, giliran rumah mereka menjadi tempat TW6C latihan koor rutin.  Waktu hari selasa malam 20 Januar 2009 Ketua TW6C datang ke rumahnya mengkonfirmasikan bahwa jadwal tempat latihan hari rabu akan dilaksanakan di rumahnya, dengan sedikit kawatir  Inang Ny. M. Sinaga Br. Sihotang berkata : “Takutnya banjir lagi nanti, gimana dong?”,   “tenanglah gak akan banjir itu” (kata Ketua dengan sok yakinnya bak Mama Loren yang bisa meramal hari esok).

Puji Tuhan sepanjang hari Rabu, mulai pagi sampai malam, hujan tidak turun. Puri Harapan Bebas Banjir… latihan koor TW6C pun digelar kembali. Banyak anggota yang hadir, kangen kali sudah 2 minggu tidak ketemu dalam latihan, maklum aja, latihan minggu lalu tanggal 14 Januari 2009 kan batal dilaksanakan karena jalan2 di Villa Mutiara Gading masih tergenang air yang cukup dalam. Ada juga yang mau curhat2-an, karena merasa senasib rumahnya kebanjiran beberapa hari yang lalu.

Si Putri Malu (borunya TW6C)

Diawali dengan doa dan pembacaan Renungan Harian yang dibawakan oleh Skretaris TW6C Amang H.P. Purba, latihan koor rutin TW6C pun dimulai. Lagu “Nang Humuntal pe Robean” karya GORGA dilatih kembali malam itu. Guru meminta supaya langsung menyanyikan teksnya… baaa.. babbb.. langsung tergagap2 semua, ternyata penundaan latihan seminggu telah membuat TW6C lupa nada2 lagu itu. Padahal saat latihan di kediaman Kel.  Amang H. Silitonga / Br. Sihombong (yang mangallang “Kung” itu tahe) 2 minggu yang lalu, Notasi  lagu “Nang Humuntal Pe Robean” sudah tammat dilatih. Ada pula yang langsung patah semanagat, “Jangan dipaksakan lah lagu ini dinyanyikan hari minggu, masih belum bisa kok, lagu yang lain saja lah!!!” katannya. Tapi dengan keyakinannya, guru koor TW6C tetap memaksa dan melatih terus lagu ini, “Jangan terus patah semangat, .. kita latih per-suara dulu”   kata beliau.  Ternyata keyakinan guru koor benar juga, setelah dilatih per-suara, akhirnya bisa juga TW6C menyanyikan teks2 lagu “Nang Humuntal Pe Robean” itu.

“Esraaaa…, mana tadi si Esra itu?” panggil guru koor TW6C. (si Esra ini adalah putri semata wayang Amang St. M.T. Napitupulu / Br. Situmeang, masih kecil lho.. baru kelas  5  SD).  “Iringilah Esra…., coba dulu intronya!” kata guru koor. Mulanya masih malu2 dan agak terlambat temponya, tapi setelah diulang beberapa kali, akhirnya   jari2 lentik Esra Br. Napitupulu menari dengan lincahnya di atas tuts2 keyboar Yamaha FGZ 1500-nya mengiringi TW6C.

“Wah.. pintar kali lah si Esra ini, borunya siapalah ini..? Borunya Wijk 6 aja ya .. He.. He..” celetuk Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang menunjaukkan rasa salutnya atas kepiawaian Esra Br. Napitupulu bermain keyboar.  Akhirnya si Putri Malu mulai menunjukkan kebolehannya dan tidak malu2 lagi. Sebenarnya Esra Br. Napitupulu sudah lama mengiringi dalam acara sekolah minggu di gereja, tapi setiap diminta mengiringi TW6C, dia masih malu dan tidak percaya diri (PD).  “Gitu dong Eca… gak boleh malu2 lagi ya…”  kata anggota yang lain.

Usai berlatih lanjut dengan acara ramah tamah (mangallang napinatupa ni tuan rumah),  keluar lah mie gomak… “Hm… asyik nih… udah lama juga ya kita gak makan mie gomak..”. pukas Ketua TW6C, yang diiyakan oleh seluruh anggota TW6C sambil menyantap mie gomaknya.

Acarapun ditutup, diselingil dengan pengumuman2 dari ketua dan dilanjutkan dengan kata sambutan dan pemberitahuan (soso2) dari ketua Pesta Huria HKBP Pejuang Amang St. S.M. Manik yang kebetulan berasal dari Wijk 6. “Asa tadukung ma panitia Pesta Huria taon on, ala sian wijk 6 do sude panitia inti-na dippilit” (mari kita dukung panitia Pesta Huria tahun ini, karena seluruh panitia inti yang terpilih berasal dari Wijk 6) kata Amang St. S.M. Manik. Menurut cerita beliau, mulai tahun ini (2009)  panitia Pesta Huria dipilih per-wijk, dan karena tahun lalu ketua panitia berasal dari wijk 7 maka tahun ini giliran wijk 6 yang menjadi panitia inti. Mudah2-an lah parhalado dan seluruh wijk memegang komitmen ini (semoga!!). Tepat pukul 23.00WIB acara latihan koor rutin TW6C bubar jalan, dengan pesan, latihan pemantapan hari Sabtu tanggal 24 Januari 2009 akan dilaksanakan di Rumah Kel. St. J.H. Parhusip / Br. Hasibuan.




Radio Online

Waktu Hari ini :

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

BeasiswA n’ Lowongan Kerja

Info Beasiswa D1 D3 S1 S2

Blog Stats

  • 12,749 hits

IP-Ku

My Popularity (by popuri.us)

 

Mei 2012
S S R K J S M
« Agu    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Info Geotoolbar

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

Nilai Blog’s TW6C

free counters

Peta Lokasi Pengunjung :


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.