Batu Hidup Rumah Rohani
Almanak Senin 11 Januari 2010:
Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. (1 Petrus 2:5)
Rasul Petrus melukiskan gereja sebagai suatu rumah rohani atau Bait Roh Kudus dan anggota-anggota gereja diundang sebagai batu-batu hidup pembangunan rumah itu. Alangkah indahnya.
Gambaran ini hendak menunjukkan kedudukan dan peran kita dalam gereja. Kita adalah anggota dan bukan pengamat gereja. Kita adalah peserta dan bukan penonton ibadah. Kita diajak melibatkan diri dan bukan sekadar melihat-lihat kesaksian, pelayanan dan persekutuan gereja. Tiap-tiap orang diundang berpartisipasi dalam pembangunan gereja sebagai persekutuan, kesaksian dan pelayanan demi kemuliaan Tuhan itu. Setiap orang anggota gereja sebab itu harus memiliki komitmen dan tanggungjawab bagi gereja bukan hanya selera dan mood saja.
Pertanyaan: apa dan bagaimana peran Saudara dalam gereja (baca: jemaat lokal dimana saudara terdaftar)? Apakah kontribusi dan partisipasi Saudara? Sejauhmanakah Saudara menjadikan semua itu sebagai komitmen (janji) dan tanggungjawab?
Doa:
Ya Allah, terima kasih atas undanganMu masuk ke dalam kehidupanMu yang kekal dan ke dalam gerejaMu. Berkatilah keanggotaan kami dalam gerejaMu. Jadikanlah kami batu-batu hidup bagi pembangunan Bait Roh Kudus, Rumah Allah, Tubuh Kristus. Mulialah nama Tuhan melalui kontribusi dan partisipasi kami dalam kesaksian, pelayanan dan persekutuan gerejaMu. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Renungan harian yang dituliskan Pdt. Daniel Taruli A. Harahap dalam www.rumametmet.com ini sangat inspiratif dan memperluas cakrawala berfikir kita sebagai anggota jemaat. Ternyata kedudukan kita sebagai anggota jemaat bukan sebagai pengamat gereja, bukan penonton ibadah dan bukan pula sekadar melihat-lihat kesaksian, pelayanan dan persekutuan gereja.
Kita diajak melibatkan diri, diundang berpartisipasi dalam pembangunan gereja sebagai persekutuan, kesaksian dan pelayanan demi kemuliaan Tuhan itu, oleh sebab itu setiap orang anggota gereja harus memiliki komitmen dan tanggungjawab bagi gereja bukan hanya berdasarkan saat ada selera dan mood saja.
Sebagai anggota koor yang sudah melayani dan terlibat sekian lama dalam pelayanan di gereja, mari kita tetap melayani, dan jangan gampang “mandele” (ngambek) atau juga kendor semangat karena melihat sebagian kawan sudah jarang datang latihan.
Sebagai anggota yang sudah mulai jarang datang latihan… apakah Anda mau jadi jemaat yang hanya sebagai penonton saja???… mari libatkan lagi dirimu dalam pelayanan…. Masa cuma karena cobaan sedikit saja sudah kendor semangatnya. Tuhan Yesus sampai mati di kayu salib demi kita lho…. apakah kita tidak malu??? Dan yakinlah.. cobaan itu tidak akan melebihi kekuatan kita… Tuhan sudah janji kok untuk kita dalam firmannya. Dekatkan lagi padanya, melalui persekutuan2 dengan saudara se-iman, supaya engkau mempunyai kekuatan menahan cobaan itu, supaya solusi terbaik terhadap masalahmu engkau temukan.
Sebagai Sintua/Parhalado/Majelis gembalakan lagi lah domba2 Tuhan (para jemaat gereja), … kami ruas/jemaat sangat rindu sapaan dari parhalado kami disaat kami mulai lemah, lelah dan kadang tidak ada mood pergi ke partangiangan, latihan koor ataupun kebaktian minggu. Kami siap sebagai ruas mendukung program2 gereja kita dan membantu tugas Amang2 Parhalado kami sekalian semampu kami.
Semoga Tuhan Yesus menyertai kita semua!!!!
Senin 2 Nopember 2009, Latihan Koor di Rumah Kel. St. M.T. Napitupulu/ Br. Situmeang
Gereja HKBP Pejuang, 29 April 2009 
Tinggal 2 bulan lagi pesta demokrasi Pemilihan Umum Tahun 2009 akan dilaksanakan. Kampanye sudah banyak dimulai, baik yang terselubung maupun yang terang2-an. Ada pula yang melanggar aturan tapi ada juga yang sesuai ketentuan. Akhir2 ini apa lagi, banyak ditemui poster2 para Caleg yang berebut untuk duduk menjadi anggota ”Dewan yang Terhormat” di DPR Pusat maupun di DPRD. Kadang membuat hati miris juga, taman yang tadinya indah menjadi acak kadut tak berarturan karena pagar2-nya digantungi poster2 para caleg ini, tembok2 yang tadinyanya berwarna ”narata-rata”(”polos”) menarik dan bersih kini sudah ditempali ”stiker2 norak” para caleg. (Katanya mau menjadi anggota Dewan Yang Terhormat.. tapi kok baru kampanye.. sudah menunjukkan sikap yang kurang terhormat begini ya??… Jangan salahkan deh… kalau kite2 pada kurang respek).
Dalam hatinya Ketua TW6C sebenarnya kurang setuju Latihan Koor Rutin TW6C dijadikan ajang kampanye partai politik dan para caleg. Tapi melihat antusiasme apara anggota menerima kalender terus membaca slogan2 yang ditulis dalam kalender itu, ketua TW6C akhirnya membiarkan saja. Beliau sempat menyampaikan tentang rasa kurang simpatiknya terhadap partai tertentu yang ”berkampanye” malam itu di latihan koor rutin TW6C, ” kurang berani saya lihat partai ini memperjuangkan aspirasi umat kristen, padahal jelas2 partai ini berlambangkan kristen, tidak pernah kedengaran pembelaannya dalam koran2 apabila ada penggusuran terhadap gereja2 dan sulitnya mendapat ijin membangun gereja” kata ketua TW6C, yang kemudian dijawab oleh tim sukses partai tertentu itu ”sebenarnya dibelanya… cuman karena suaranya di Dewan sedikit jadi kurang terekspos di media, makanya kalau kita sama2 memilih partai ini dan nanti wakil kita di dewan sudah banyak, pasti suara kita lebih didengar dan diekspos di media”. Walau demikian TW6C (khusunya pengurus) tidak pernah dan tidak akan mengarahkan para anggota TW6C untuk memberikan suaranya kepada partai / caleg tertentu. Pilihan anda adalah hak azasi anda, kita harus komitmen akan hal itu.
Rabu 28 Januari 2009, Rumah Kel. R. Sinambela / Br. Sianturi




Komentar Terakhir