Pengait kata (tags) tulisan ‘ Berita Duka

30
Des
08

Kabar Dukacita Dari Kel. R. Sinambela / Br. Sianturi

Kesibukan moderator TW6C Diary menjelang Natal (banyak acara Natal yang diikuti dan sedang cuti pulak) membuat postingan kabar duka ini terlambat dipublish.

Selasa 23 Desember 2008 Inang Ny. R. Sinambela Br. Sianturi memberitahu kabar duka ini kepada ketua lewat sms. “Amang nunga jumolo be Simatuangku Doli dialap Tuhanta, tolong pasahat tu dongan parsahutaon, Hami berangkat do tu Tarutung jam 16.00 WIB” (“Amang, sudah mendahului kita dipanggil oleh Tuhan Bapak Mertua saya, tolong disampaikan kepada teman2 sekampung, kami akan berangkat ke Tarutung pukul 16.00 WIB”) kata Inang itu dalam sms-nya. Kabar ini disampaikan kepada Ketua TW6C dalam kapasitas Ketua sebagai Bendahara di Parsahutaon Dos Roha Puri Harapan.

Tidak ada tanda2 yang didapat oleh keluarga dalam detik2 meninggalnya Bapak tercinta Amang R. Sinambela, memang beberapa tahun terakhir Beliau mengidap sakit asma dan dianggap sudah biasa oleh keluarga krn dengan perawatan di Rumah sakit, biasanya Beliau segera sembuh.

Namun setiap manusia memang sudah ditetapkan oleh Tuhan jalannya untuk dipanggil menghadap Dia. Bermula dari terpeleset/terjatuh di kamar mandi pada hari Senin 22 Desember 2008, Bapak tercinta Amang R. Sinambela tidak sadarkan diri dan dibawa oleh keluarga di Tarutung ke rumah sakit. Segera ditangani oleh Dokter namun tidak lama kemudian Beliau meninggal dunia. (berdasarkan keterangan Amang R. Sinambela). Kesedihan mendalam terlihat di wajah Amang R. Sinambela saat menceritakan peritiwa itu. Apalagi sepertinya ada satu tanda2 yg tidak bisa diartikan oleh Amang R. Sinambela seminggu sebelum meninggalnya Bapak tercintanya. Entah kenapa saat menemani anak2-nya membeli baju natal mata Amang R. Sinambela selalu tertuju ke kemeja hitam yang tergerai di display toko kemeja.

Usia 74 tahun Bapak tercinta Amang R. Sinambela saat meninggal dunia. Meninggalkan 5 Anak laki2, 2 anak perempuan (boru) serta 45 cucu. Tinggal 1 orang saudara perempuan Amang R. Sinambela yang belum berumah tangga, namun Bapak amang R. Sinambela sudah dianggap “Saur Matua”) dalam acara adat penguburan.

Segenap anggota TW6C Turut Berdukacita yang sedalamnya atas meninggalnya Bapak tercinta Amang R. Sinambela, kiranya Kristus Tuhan memberi penghiburan dan ketegaran kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan.

09
Des
08

Rest In Peace (RIP) Ibunda Lae J. Tambunan

“Nunga loja au o Tuhan, di siulubalang ari

naeng tumibu au pajumpang, rap dohot Ho di Surgo i

Nunga Bot mataniari, lam jonok nang ajalhi

Nunga loja au oTuhan, radema baen ingananki”

Selepas ibadah minggu siang, handphone ketua TW6C berbunyi tanda sms masuk. Tercantum sms masuk dari J.Tambunan. ”Nunga jumolo be Oma nami, mohon doa semoga dosa-dosanya diampuni dan beroleh tempat di sisi kanan Tuhan.”, demikian bunyi sms Amang J. Tambunan (catatan : Amang J. Tambunan adalah personil Tenor TW6C). Sedih tentu menerima berita duka ini, baru seminggu kemarin perwakilan anggota TW6C pergi membesuk Ibunda Amang J. Tambunan yang sedang terbaring lemah menahan sakitnya yang begitu berat di rumah anaknya di daerah Tanah Kusir Jakarta Selatan.

Sudah lebih 3 bulan almarhum Ibunda Amang J.Tambunan terbaring lemah akibat penyakitnya. Penyakit yang sangat berat ”kanker” telah menggerogoti kesehatan Ibunda yang sangat dicintai oleh Amang J. Tambunan dan seluruh anggota keluarganya. Usaha keras sudah Mereka lakukan untuk mengobati penyakit Ibunda tercinta Mereka. Operasi pengangkatan sel tumor dilakukan ± 2 bulan yang lalu di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta Selatan. Sel tumor berhasil dioperasi/diangkat, tapi sel kanker sudah terlanjur menyebar (berdasarkan keterangan Amang J.Tambunan). Selepas operasi Ibunda Amang J. Tambunan dirawat intensif di rumah (kediaman saudara tertua Amang J. Tambunan di daerah Tanah Kusir) karena menurut dokter yang merawatnya selama di rumah sakit, akan lebih efektif apabila Ibunda Amang J. Tambunan dirawat intensif di rumah oleh keluarga agar perhatian seluruh keluarga bisa tercurah kepada Ibunda, dan Ibunda bisa lebih dekat dengan anak-anaknya. Memang benar, seluruh anggota keluarga dan sanak saudara Amang J. Tambunan berlomba-lomba memncurahkan perhatian mereka kepada Ibundanya dan mencari alternatif tambahan untuk mendukung pengobatannya. Tapi rencana manusia, bukan rencana Tuhan. Tuhan lah yang menjadi penentu dan Sang Empunya kehidupan setiap orang. Minggu tanggal 7 Desember 2008 pukul 11.00 WIB, Tuhan telah memanggil ke hadapan-Nya Ibunda tercinta Amang J.Tambunan.

Genap berusia 74 tahun Ibunda Amang J. Tambunan saat dipanggil Sang Pencipta Tuhan Kita Yesus Kristus ke hadapan-Nya. Meninggalkan 7 orang anak laki-laki dan 2 orang anak perempuan yang semuanya sudah berumah tangga. “Saur Matua”, ya… itulah kebanggaan anak-anak yang ditinggalkannya. Ibunda mereka telah berhasil mencapai tingkat tertinggi sebagai oarang tua dalam tatanan budaya batak. Saur Matua yang arti sederhananya berhasil menghantarkan anak-anak/keturunnya (selama hidupnya di dunia ini) menjadi pribadi2 yang mandiri dan mempunyai rumah tangga sendiri (marhasohotan/berumah tangga).

”Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Inang yang kita cintai, semoga Amang dan seluruh keluarga diberi kekuatan dan ketabahan oleh Tuhan Yesus Kristus!” kata ketua dalam balasan sms nya kepada Amang J.Tambunan. Selepas itu, ketua men-forward sms Amang J. Tambunan kepada seluruh anggota TW6C, agar seluruh anggota membawa dalam doa keluarga besar Amang J.Tambunan/Br. Manalu.

Hari Minggu 7 Desember s/d Selasa 9 Desember 2008 secara bergantian rombongan2 kecil anggota TW6C berangkat melayat ke kediaman keluarga Amang J.Tambunan di Tanah Kusir. Ada yang bergabung dengan rombongan parsahutaon dos roha Puri Harapan maupun dengan rombongan punguan marganya. Hari selasa sore ± pukul 15.00 WIB Ketua (& Ny. Ketua) dan sekretaris (& Ny. Sekretaris) TW6C pergi melayat sebagai perwakilan TW6C.

Infomasi yang diterima TW6C dari keluarga Amang J. Tambunan, Almarhum Ibunda Amang J. Tambunan akan disemayamkan sampai dengan hari selasa tanggal 9 Desember 2008 di rumah Abang/ Kakak laki2 dari Amang J. Tambunan yang berada di Tanah Kusir, dan rencana keluarga hari Rabu tanggal 10 Desember 2008 pukul 04.00 WIB, Almarhum Ibunda Amang J. Tambunan akan dibawa ke kampung halaman (bona pasogit) untuk dimakamkan.




Radio Online

Waktu Hari ini :

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

BeasiswA n’ Lowongan Kerja

Info Beasiswa D1 D3 S1 S2

Blog Stats

  • 12,749 hits

IP-Ku

My Popularity (by popuri.us)

 

Mei 2012
S S R K J S M
« Agu    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Info Geotoolbar

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

Nilai Blog’s TW6C

free counters

Peta Lokasi Pengunjung :


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.