Kesibukan moderator TW6C Diary menjelang Natal (banyak acara Natal yang diikuti dan sedang cuti pulak) membuat postingan kabar duka ini terlambat dipublish.
Selasa 23 Desember 2008 Inang Ny. R. Sinambela Br. Sianturi memberitahu kabar duka ini kepada ketua lewat sms. “Amang nunga jumolo be Simatuangku Doli dialap Tuhanta, tolong pasahat tu dongan parsahutaon, Hami berangkat do tu Tarutung jam 16.00 WIB” (“Amang, sudah mendahului kita dipanggil oleh Tuhan Bapak Mertua saya, tolong disampaikan kepada teman2 sekampung, kami akan berangkat ke Tarutung pukul 16.00 WIB”) kata Inang itu dalam sms-nya. Kabar ini disampaikan kepada Ketua TW6C dalam kapasitas Ketua sebagai Bendahara di Parsahutaon Dos Roha Puri Harapan.
Tidak ada tanda2 yang didapat oleh keluarga dalam detik2 meninggalnya Bapak tercinta Amang R. Sinambela, memang beberapa tahun terakhir Beliau mengidap sakit asma dan dianggap sudah biasa oleh keluarga krn dengan perawatan di Rumah sakit, biasanya Beliau segera sembuh.
Namun setiap manusia memang sudah ditetapkan oleh Tuhan jalannya untuk dipanggil menghadap Dia. Bermula dari terpeleset/terjatuh di kamar mandi pada hari Senin 22 Desember 2008, Bapak tercinta Amang R. Sinambela tidak sadarkan diri dan dibawa oleh keluarga di Tarutung ke rumah sakit. Segera ditangani oleh Dokter namun tidak lama kemudian Beliau meninggal dunia. (berdasarkan keterangan Amang R. Sinambela). Kesedihan mendalam terlihat di wajah Amang R. Sinambela saat menceritakan peritiwa itu. Apalagi sepertinya ada satu tanda2 yg tidak bisa diartikan oleh Amang R. Sinambela seminggu sebelum meninggalnya Bapak tercintanya. Entah kenapa saat menemani anak2-nya membeli baju natal mata Amang R. Sinambela selalu tertuju ke kemeja hitam yang tergerai di display toko kemeja.
Usia 74 tahun Bapak tercinta Amang R. Sinambela saat meninggal dunia. Meninggalkan 5 Anak laki2, 2 anak perempuan (boru) serta 45 cucu. Tinggal 1 orang saudara perempuan Amang R. Sinambela yang belum berumah tangga, namun Bapak amang R. Sinambela sudah dianggap “Saur Matua”) dalam acara adat penguburan.
Segenap anggota TW6C Turut Berdukacita yang sedalamnya atas meninggalnya Bapak tercinta Amang R. Sinambela, kiranya Kristus Tuhan memberi penghiburan dan ketegaran kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan.


Komentar Terakhir