Rabu 26 Nopember 2008, Rumah Kel. St. B.Manullang / Br. Nainggolan
Bermula dari konfirmasi via telepon yang disampaikan oleh ketua TW6C bahwa hari Rabu malam tanggal 26 Nopember 2008, latihan rutin TW6C akan dilaksanakan di rumahnya (karena ada urusan keluarga yang sangat penting, beliau tidak hadir pada lat. pemantapan di rumah Kel. St. J.H.Nainggolan), Amang St. B. Manullang dengan senang hati menyanggupi dan segera menyampaikan rencana itu kepada Inang Ny. St. B.Manullang Br. Nainggolan.
Pada hari rabu pagi, dengan niat yang tulus ingin menyambut tamu2-nya TW6C yang akan berlatih koor rutin di rumahnya, berangkatlah Inang Ny. St. B. Manullang Br. Nainggolan ke Pasar tradisional langganannya yang berada di sekitar terminal bus Bekasi. Mengendarai motor Supra X kesayangannya, beliau berangkat ke pasar. Dalam pikiran sudah terbayang ”nanti malam tamu2 saya dari TW6C pasti akan kenyang dan semakin semangat berlatih”.
Sayang seribu sayang, mendekati pasar yang dituju, terjadi kecelakaan kecil. Sepeda motor Inang Ny. St. B. Manullang bertabarakan dengan becak. Memang sih tidak ada yang terluka, tapi kejadian itu cukup membuat beliau membatalkan niatnya melanjutkan berbelanja ke pasar. Bagaimana tidak, begitu terasa sakit akibat benturan dengan becak tadi, mungkin kaki beliu terkilir karenanya. ”Wah… gak mungkin lagi nih bisa berjalan lama2 di pasar sambil nawar2 barang yang mau dibeli” pikir beliua dalam hati.
Akhirnya dengan perasaan sedikit kesal, Inang Ny. St.B.Manullang Br. Nainggolan pulang kembali ke rumah. Sudah barang tentu beliau ingin segera mengobati pegal yang masih terasa di kakinya. Rasa sakit mulai hilang tapi masih agak sakit kalau dibawa berjalan.
Malam pun datang menjelang, satu demi satu anggota TW6C datang ke rumah St. B. Manullang untuk melaksanakan latihan. Banyak juga yang hadir, tapi masih lebih sedikit jumlahnya dibanding waktu latihan pemantapan di rumah Kel. St. J.H.Parhusip. Pukul 20.30 Wib latihan pun dimulai. Dibuka dengan doa oleh ketua dan dilanjutkan dengan pembacaan Renungan Harian. Usai itu, latihan koor dimulai, diawali dengan melatih kembali lagu natal ”Mari Sukacita lah” karya sang maestro Bonar Gultom (GORGA) yang rencananya akan dibawakan pada perayaan Natal Gabungan Ama-Ina HKBP Pejuang tanggal 27 Desember 2008, dilanjut kemudian perkenalan lagu yang rencananya akan dibawakan pada minggu ke-4 tanggal 28 Desember 2008 (jadwal rutin TW6C) berjudul ”Bangunlah Jiwaku” (lagu lama juga… dah pernah dinyanyikan dalam pelayanan2 sebelumnya di gereja). Lebih kurang 1 jam, latihanpun selesai.
Lanjut kemudian ramah tamah (mangallang snack), sebelum menghidangkan, Inang Ny. St. B.Manullang Br. Nainggolan memohon maaf karena hanya bisa menyediakan snack yang sederhana (Kue Bolu, Salak dan Kacang rebus…. ini mah banyak Inang!!!!!), sambil menghidangkan snack “alakadarnya” tersebut Inang Ny. St. B. Manullang Br. Nainggolan menceritakan tentang niatnya memasak mie goreng untuk konsumsi latihan malam itu, tapi gagal karena kecelakaan kecil tersebut. ”Gak jadi aku bikin mie goreng,… abis kesal aku, sakit kakiku karena tabarakan dengan becak itu” katang Inang Ny. St.B..Manullang Br Nainggolan.
He… He…. Gak apa2 Inang, Pintu rumah yang terbuka lebar dan kerelaan Amang dan Inang sekeluarga menerima TW6C latihan malam itu sudah lebih dari segala makanan yang enak yang ada di Indonesia ini…. Semoga cepat sembuh buat Inang dan tetap semangat.
Latihan TW6C berakhir pukul 22.45, dengan pesan : latihan rutin Rabu malam tanggal 3 Desember 2008, akan dilaksanakan di rumah keluarga H. P. Purba /Br. Simamora di Villa Mutiara Gading.


Komentar Terakhir