Minggu, 13 Mei 2012 Peternakan Lele Kel. J. Togatorop/ Br. Sianturi
Akhirnya setelah eksis melayani selama lebih kurang 7 tahun (tahun 2005 sd. 2012) The Wijk 6 Choir (TW6C) melaksanakan acara pemilihan pengurus baru. Bertempat di kolam peternakan lele Kel. J. Togatorop/ Br. Sianturi acara pemilihan pengurus baru tersebut dilaksanakan.
Acara ini sudah cukup lama direncanakan, namun karena berbenturan dengan kegiatan2 bona taon keluarga anggota dan jadwal kegiatan2 Gereja HKBP Pejuang sehingga tertunda sampai akhirnya disepakati pada Hari Minggu tanggal 13 Mei 2012 acara tersebut bisa dilaksanakan.
Acara ini diagendakan berawal dari suasana latihan TW6C setiap Rabu yang dari minggu ke minggu dan bulan ke bulan semakin sepi, banyak anggota2 yang sudah lama tidak hadir latihan. Yang kedua karena Ketua TW6C yang lama (Amang E. Sitohang) mendapat beasiswa tugas belajar mengambil program magister dari Instansi tempatnya bekerja, sehingga kemungkinan akan banyak waktu dan pikirannya tersita dalam perkuliahannya nanti.
Dengan dipanitiai oleh guru koor TW6C sendiri (Amang E.S. Silitonga), dilaksanakan lah acara tersebut dengan judul yang tertera pada undangan yang disampaikan kepada anggota TW6C (yang aktif maupun yang sudah lamam non aktif) dan ruas wijk 6 HKBP Pejuang “Penyegaran Rohan dan Pemilihan Pengurus Baru Punguan Koor Wijk 6 HKBP Pejuang”.
Jadwal acara nya dimulai dari Pukul 06.00 WIB dengan kebaktian bersama di Gereja HKBP Pejuang seraya menyanyikan lagu Pujian “Bapa Kami” Karya : Drs. Bonar Gultom (GORGA), sepulang dari acara kebaktian, TW6C berangkat ke Peternakan Lele Kel. J. Togatorop/Br. Sianturi. Sambil menunggu datangnya makanan yang disiapkan oleh Ny. Sinurat Br. Tumanggor (Ayam Pinadar dan Sayur Tauco Terong Medan), Amang H. Silitonga dan Kel HPT. Purba (RW-Kung Rica-Rica dan Nasi), beberapa anggota bersama2 dengan Kel. Amang J. Togatorop menyiapkan tempat pelaksanaan acara.
Satu demi satu anggota dan undangan TW6C berdatangan dan tepat pkl 10.00 WIB acara dimulai dibuka dalam doa oleh Amang St. B. Manullang. Dilanjutkan pembahasan2 program2 TW6C yang telah dilaksanakan dan yang akan dilaksanakan. Terjadi perdebatan2 kecil antara sesama anggota maupun anggota TW6C dengan Parhalado/Sintua Wijk 6, namun pada akhirnya dapat diputuskan kesepahaman bersama demi kemajuan dan eksistensi pelayanan TW6C ke depannya.
Tepat pukul 11.00 WIB acara pemilihan pengurus baru TW6C dimulai, dikomandoi oleh Dewan Formatur yang dipimpin Amang Yeffry Nelson Panjaitan dan jajarannya Amang L. Sagala dan Amang St. JH. Parhusip. Acara pemilihan berlangsung cukup meriah dan santai diiringi canda dan banyolan dari ketua dewan formatur. Kandidat yang terpilih setelah melalui “Penjaringan, Pertukangan, Pedongkelan dan Penjagalan” (He… He… salah satu banyolan ketua panitia formatur) oleh Dewan formatur adalah :
- Amang R. Simanjuntak / Br. Saragih
- Amang J. Togatorop / Br. Sianturi
- Amang L.J. Sihombing / Br. Silalahi
- Amang M. Situmorang / Br. Siagian
- Amang H. Silitonga / Br. Sihombing
- Amang H.P.T. Purba / Br. Simamora
Setelah dilakukan pencoblosan oleh setiap anggota dan undangan (berjumlah 30 orang), maka Kandidat yang mendapat jumlah suara terbanyak adalah Amang J. Togatorop/Br. Sianturi dengan jumlah orang yang memilih 22 orang, yang kedua adalah Amang M. Situmorang/Br Siagian dengan jumlah orang yang memilih 5 orang, yang ketiga Amang H.P.T. Purba/Br. Simamora dengan jumlah orang yang memilih 2 orang dan yang keempat Amang L.J. Sihombing/Br. Silalahi dengan jumlah orang yang memilih 1 orang. Sementara Amang R. Simanjuntak/Br. Saragih dan Amang H. Silitonga/Br. Sihombing tidak mendapat suara.
Berdasarkan peraturan yang dibuat oleh Dewan Formatur, yang mendapat suara terbanyak menjadi Ketua TW6C dan posisi suara terbanyak kedua menjadi Sekretaris TW6C. Namun sebelum ditetapkan oleh Dewan Formatur , Amang M. Situmorang pemilik suara terbanyak kedua, memohon agar sekretaris yang seharusnya adalaah beliau diserahkan kepada Amang HPT. Purba. Karena Amang HPT. Purba tidak keberatan maka Dewan Formatur menetapkan Amang J. Togatorop/Br. Sianturi menjadi Ketu Baru TW6C (Pinguan Koor Wijk 6) dan Amang H.P.T. Purba/Br. Simamora sebagai Sekretaris TW6C, sementara Bendahara belum dilaksanakan pemilihan berhubung Bendahara yang lama Inang Ny. S.Simanjuntak Br. Napitu sedang Tour Wisata Rohani ke Bona Pasogit bersama Punguan Parompuan HKBP Pejuang.
Dalam kata sambutannya yang pertama sebagai Ketua TW6C, Amang J. Togatorop menyampaikan, beliau sebenarnya merasa agak berat menerima kepengurusan ini, dikarenakan kesibukan beliau. Namun beliau berharap agar setiap anggota dan pengurus yang lama mendukung dan membantu beliau melaksanakan tugas nya sebaga Ketua TW6C yang baru. Tak lupa beliau menyampaikan terima kasih kepada Ketua TW6C yang lama seraya berdoa agar berkat2 Tuhan semakin ditambahi bagi kehidupan kel. Ketua lama dan seluruh anggota. Selesai mengucapkan kata sambutan, seluruh anggota TW6C dan undangan bertepuk tangan dan menyalami Amang J. Togatorop dan Inang Ny. Togatorop br. Sianturi seraya mengucapkan selamat.
Acara terkahir adalah makan bersama dan acara bebas/santai sambil bernyanyi diiringi keyboard. Satu persatu, anggota pulang dan berakhirlah acara tersebut pada pukul 16.30 WIB. Akhir kata segenap admin TW6C Diary mengucapkan Selamat atas terpulihnya Amang J. Togatorop/br. Sianturi sebagai Ketua TW6C dan Amang H.P.T. Purba/Br. Simamora yang dipilih kembali menjadi Sekretaris TW6C, dan buat Ketua lama TW6C Aman E. Sitohang/Br. Manurung selamat menempuh Pendidikan dan semoga berhasil meraih gelar Masternya sesuai dengan waktu yang ditetapkan. (ETS)

Sudah lama moderator Diary TW6C ingin mengetahui dan membuat artikel mengenai Bonar Gultom (GORGA) sang maestro pujaan TW6C. Terus terang dan tidak perlu ditutup-tutupi, lagu-lagu Karya GORGA sangat dikagumi oleh TW6C. Sebagian besar (mungkin sekitar 80%) lagu yang pernah dibawakan oleh TW6C dalam pelayanannya adalah Lagu2 koor karya/gubahan sang maestro GORGA. Bahkan diawal – awal dibentuknya TW6C, ketua TW6C Amang E. Sitohang pernah melemparkan ide kepada guru koor TW6C Amang E. Silitonga untuk membuat TW6C sebagai kelompok paduan suara dengan ciri khas lagu2 berirama tradisonal batak yang notabene sebagian besar lagu2 koor dengan irama tradisional batak itu adalah karya cipta GORGA. Dan memang ide itu walaupun tidak diproklamirkan secara resmi kepada seluruh anggota, sepertinya sedikit banyak sudah diterapkan oleh TW6C dalam pelayanan2 nya.
GORGA yang nama aslinya Drs. Bonar Gultom lahir di Siborongborong pada tanggal 30 Juni 1934. Beliau mengenyam pendidikan Dasar di Sekolah Rakyat (SR) Dolok Sanggul – Humbang Hasundutan (Wuiiihhh… ternyata dekat bangat dengan kampung halamannya moderator TW6C di Parlilitan), kemudian dilanjutkan dengan Pendidikan Menegah Atas (MULO) di Siborongborong-Tapanuli Utara. Ternyata beliau (GORGA) adalah seorang yang berprestasi di bidang pendidikan, terbukti selama kuliah hingga berhasil meraih gelar Sarjana dari Universitas Indonesia (UI) Jakarta pada tahun 1963 beliau dibiayai dengan beasiswa penuh oleh sebuah Perusahaan Belanda NV. Vereenigde Deli Maatschappijen


Bindu 25


Komentar Terakhir