Arsip untuk Kategori 'Sukacita TW6C'

15
Mei
12

KETUA BARU KOOR WIJK 6 HKBP PEJUANG

Minggu, 13 Mei 2012 Peternakan Lele Kel. J. Togatorop/ Br. Sianturi

Akhirnya setelah eksis melayani selama lebih kurang  7 tahun (tahun 2005 sd. 2012) The Wijk 6 Choir (TW6C) melaksanakan acara pemilihan pengurus baru. Bertempat di kolam peternakan lele Kel. J. Togatorop/ Br. Sianturi acara pemilihan pengurus baru tersebut dilaksanakan.

Acara ini sudah cukup lama direncanakan, namun karena berbenturan dengan kegiatan2 bona taon keluarga anggota dan jadwal kegiatan2 Gereja HKBP Pejuang sehingga tertunda sampai akhirnya disepakati pada Hari Minggu tanggal 13 Mei 2012 acara tersebut bisa dilaksanakan.

Acara ini diagendakan berawal dari suasana latihan TW6C setiap Rabu yang dari minggu ke minggu dan bulan ke bulan semakin sepi, banyak anggota2 yang sudah lama tidak hadir latihan. Yang kedua karena Ketua TW6C yang lama (Amang E. Sitohang) mendapat beasiswa tugas belajar mengambil program magister dari Instansi tempatnya bekerja, sehingga kemungkinan akan banyak waktu dan pikirannya tersita dalam perkuliahannya nanti.

Dengan dipanitiai oleh guru koor TW6C sendiri (Amang E.S. Silitonga), dilaksanakan lah acara tersebut dengan judul yang tertera pada undangan yang disampaikan kepada anggota TW6C (yang aktif maupun yang sudah lamam non aktif) dan ruas wijk 6 HKBP Pejuang “Penyegaran Rohan dan Pemilihan Pengurus Baru Punguan Koor Wijk 6 HKBP Pejuang”.

Jadwal acara nya dimulai dari Pukul 06.00 WIB dengan kebaktian bersama  di Gereja HKBP Pejuang seraya menyanyikan lagu Pujian “Bapa Kami” Karya : Drs. Bonar Gultom (GORGA), sepulang dari acara kebaktian, TW6C berangkat ke Peternakan Lele Kel. J. Togatorop/Br. Sianturi. Sambil menunggu datangnya makanan yang disiapkan oleh Ny. Sinurat Br. Tumanggor (Ayam Pinadar dan Sayur Tauco Terong Medan), Amang H. Silitonga dan Kel HPT. Purba (RW-Kung Rica-Rica dan Nasi), beberapa anggota bersama2 dengan Kel. Amang J. Togatorop menyiapkan tempat pelaksanaan acara.

Satu demi satu anggota dan undangan TW6C berdatangan dan tepat pkl 10.00 WIB acara dimulai dibuka dalam doa oleh Amang St. B. Manullang. Dilanjutkan pembahasan2 program2 TW6C yang telah dilaksanakan dan yang akan dilaksanakan. Terjadi perdebatan2 kecil antara sesama anggota maupun anggota TW6C dengan Parhalado/Sintua Wijk 6, namun pada akhirnya dapat diputuskan kesepahaman bersama demi kemajuan dan eksistensi pelayanan TW6C ke depannya.

Tepat pukul 11.00 WIB acara pemilihan pengurus baru TW6C dimulai, dikomandoi oleh Dewan Formatur yang dipimpin Amang Yeffry Nelson Panjaitan dan jajarannya Amang L. Sagala dan Amang St. JH. Parhusip. Acara pemilihan berlangsung cukup meriah dan santai diiringi canda dan banyolan dari ketua dewan formatur. Kandidat yang terpilih setelah melalui “Penjaringan, Pertukangan, Pedongkelan dan Penjagalan” (He… He… salah satu banyolan ketua panitia formatur) oleh Dewan formatur adalah :

  1. Amang R. Simanjuntak / Br. Saragih
  2. Amang J. Togatorop / Br. Sianturi
  3. Amang L.J. Sihombing / Br. Silalahi
  4. Amang M. Situmorang / Br. Siagian
  5. Amang H. Silitonga / Br. Sihombing
  6. Amang H.P.T. Purba / Br. Simamora

Setelah dilakukan pencoblosan oleh setiap anggota dan undangan (berjumlah 30 orang), maka Kandidat yang mendapat jumlah suara terbanyak adalah Amang J. Togatorop/Br. Sianturi dengan jumlah orang yang memilih 22 orang, yang kedua adalah Amang M. Situmorang/Br Siagian dengan jumlah orang yang memilih 5 orang, yang ketiga Amang H.P.T. Purba/Br. Simamora dengan jumlah orang yang memilih 2 orang dan yang keempat Amang L.J. Sihombing/Br. Silalahi dengan jumlah orang yang memilih 1 orang.  Sementara Amang R. Simanjuntak/Br. Saragih dan Amang H. Silitonga/Br. Sihombing tidak mendapat suara.

Berdasarkan peraturan yang dibuat oleh Dewan Formatur, yang mendapat suara terbanyak menjadi Ketua TW6C dan posisi suara terbanyak kedua menjadi Sekretaris TW6C. Namun sebelum ditetapkan oleh Dewan Formatur , Amang M. Situmorang pemilik suara terbanyak kedua, memohon agar sekretaris yang seharusnya adalaah beliau diserahkan kepada Amang HPT. Purba. Karena Amang HPT. Purba tidak keberatan maka Dewan Formatur menetapkan Amang J. Togatorop/Br. Sianturi menjadi Ketu Baru TW6C (Pinguan Koor Wijk 6) dan Amang H.P.T. Purba/Br. Simamora sebagai Sekretaris TW6C, sementara Bendahara belum dilaksanakan pemilihan berhubung Bendahara yang lama Inang Ny. S.Simanjuntak Br. Napitu sedang Tour Wisata Rohani ke Bona Pasogit bersama Punguan Parompuan HKBP Pejuang.

Dalam kata sambutannya yang pertama sebagai Ketua TW6C, Amang J. Togatorop menyampaikan, beliau sebenarnya merasa agak berat menerima kepengurusan ini, dikarenakan kesibukan beliau. Namun beliau berharap agar setiap anggota dan pengurus yang lama mendukung dan membantu beliau melaksanakan tugas nya sebaga Ketua TW6C yang baru. Tak lupa beliau menyampaikan terima kasih kepada Ketua TW6C yang lama seraya berdoa agar berkat2 Tuhan semakin ditambahi bagi kehidupan kel. Ketua lama dan seluruh anggota. Selesai mengucapkan kata sambutan, seluruh anggota TW6C dan undangan bertepuk tangan dan menyalami Amang J. Togatorop dan Inang Ny. Togatorop br. Sianturi seraya mengucapkan selamat.

Acara terkahir adalah makan bersama dan acara bebas/santai sambil bernyanyi diiringi keyboard. Satu persatu, anggota pulang dan berakhirlah acara tersebut pada pukul 16.30 WIB. Akhir kata segenap admin TW6C Diary mengucapkan Selamat atas terpulihnya Amang J. Togatorop/br. Sianturi sebagai Ketua TW6C dan Amang H.P.T. Purba/Br. Simamora yang dipilih kembali menjadi Sekretaris TW6C, dan buat Ketua lama TW6C Aman E. Sitohang/Br. Manurung selamat menempuh Pendidikan dan semoga berhasil meraih gelar Masternya sesuai dengan waktu yang ditetapkan. (ETS)

01
Agu
11

Gabriel Alvaro Tumpal Hasiholan Sitohang (The Gift from Heaven)

Oleh : Efrael Sitohang (Ama ni Gabriel)

Segala sesuatu adalah berasal dari Tuhan, dan Dia yang memberi segala sesuatu yang kita minta dalam Doa-Doa kepadanya menurut waktu yang telah ditentukan-Nya. Semua adalah oleh karena Anugerah-Nya, diberikan-Nya kepada kita. Bersyukur jika kita diberi kesempatan menerima Anugerah tersebut dan senantiasa bersabar dan berpengharapan kepada-Nya jika masih diberikan bagi kita waktu untuk menanti.

Terimah kasih Tuhan… akhirnya Anugerah_Mu yang besar itu telah Engkau titipkan di tengah2 keluarga kami. Telah lahir Anak Pertama kami pada hari Sabtu tanggal 25 Juni 2011 Pukul 07.45 melalui operasi Caesar di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Barat, seorang Anak laki-laki yang sehat dengan panjang 46 Cm dan berat 2,9 Kg.

Terima kasih Tuhan, karena Engkau senantiasa mengiringi langkah kami sebagai suami-istri selama 7 tahun masa pengharapan/penantian kami. Kami bisa memiliki keluarga, sahabat-sahabat yang Engkau pilihkan dan utus untuk  mendukung kami agar tetap setia dalam Rumah Tangga kami yang utuh sehingga kami tidak mengalami suatu kendala yang besar dalam masa penantian itu, kami bisa menikmati masa2 itu dengan terus berupaya, berdoa dan berpangharapan kepada-Mu.

Terima kasih Untuk Saudara-Saudara yang Engkau utus menunjukan tempat sebagai saluran berkatmu terjadi dalam keluarga kami sehingga kami bisa mendapatkan program pengobatan yang mendukung terjadinya Anugerah itu di dalam keluarga kami.

Terima kasih untuk Para Dokter2 dan Paramedis yang engkau tunjukan bagi kami untuk membantu dan memberikan ketenangan bagi kami dalam masa2 program pengobatan dan proses kehamilan hingga lahirnya Anugerah_Mu yang besar itu.

Terima kasih Tuhan… Terima Kasih… Engkau telah memberikan Hadiah, Anegarah dan berkat_Mu yang besar itu dari Sorga. Kiranya, ajar dan tuntun kami agar menjadi Orang tua yang benar, Orang Tua yang Baik, dan Orang tua yang mampu menjaga, membesarkan, mendidik anak itu, Anugerah_Mu itu dengan baik. Sehingga kelak Ia bisa bertumbuh sehat, menjadi besar, menjadi anak yang patuh pada orang tuanya, anak yang baik dan berguna di tengah2 masyarakat bangsa dan negara serta yang terutama menjadi anak yang Cinta kepada_Mu Tuhan nya.

Ijinkan kami memberikan nama buat Anugerhmu dari sorga itu, Nama yang kami berikan kepadanya adalah Gabriel Alvaro Tumpal Hasiholan Sitohang. Gabriel artinya malaikat sebagai anugerhmu yang besar bagi kami malaikat_Mu yang senantiasa mengandalkan Tuhan sebagai kekuatannya dalam hidupnya, Alvaro artinya Bijaksana dan penjaga yang baik agar kelak Ia menjadi orang yang bijaksana dalam kehidupannya di tengah keluarag dan masyarakat dan penjaga keutuhan keluarga, Tumpal Hasiholan diberi oppung borunya Tuhan artinya Anugerah_Mu itu adalah Mahkota Kerinduan kami selama ini yang telah Engkau anugerhkan di tengah keluarga kami. Kiranya engkau memberkati nama itu Tuhan menjadi nama yang sesuai  baginya dan berkenan di Hadapan_Mu.

Tak lupa kami memohon kepada Mu Tuhan yang Maha Baik, masih ada saudara2 kami yang masih menanti dan berpengharapan agar Anugerh-Mu itu Engkau titpkan juga kepada mereka. Saudara2 kami itu juga Tuhan senantiasa mendukung kami dalam doa, bersama-sama dengan kami berupaya mencari pengobatan sebagai sarana saluran Anugerah-Mu. Mereka adalah orang2 baik Tuhan, orang2 setia mengikut_Mu. Tunjukan ya Tuhan Kuasa-Mu, seperti Engkau telah tunjukan dalam Keluarga kami, Kami mohon berikanlah juga  kepada Saudara2 kami itu. Terima Kasih Tuhan….

17
Mar
11

Guru 2 TW6C (Guru Cadangan)

Rabu , 16 Maret 2011 (Latihan Koor TW6C di Rumah Kel. St. B. Manullang)

Handphone ketua TW6C berbunyi malam itu sekita pukul 19.30 WIB, rupanya Sms masuk dari guru koor TW6C Amang E. Silitonga isinya berbunyi “Sorry ya Lae, aku lembur, gak bisa datang latihan”. “Ah… baru sekarangnya di sms Lae ini, kalau dari tadi siang kan bisa ditunda dulu latihannya” ucap ketua TW6C dalam hatinya. Tapi karena sudah siap2, berangkat juga ketua TW6C dengan nyonyanya yang lg “endut” (denggan pamatangna) ke tempat latihan koor di rumah Kel. St. B. Manullang/ Br. Nainggolan Blok D Per. Puri Harapan Bekasi.

Sesampainya di sana sudah cukup banyak anggota koor yang hadir, sudah komplit lah perwakilan setiap suara (Suara Sopran sampai Bass). “Dang boi ro gurunta bah, lembur ninna Ibana” (“Gak bisa datang guru kita, lembur Dia katanya”) kata ketua selesai menyalami setiap anggota yang sudah duduk di tikar. Terbersit rasa kecewa di wajah2 anggota koor yang sudah hadir saat itu, “Wah…. lebih baik gak usah latihan tadi kalau begini” kata sekretaris TW6C amang HPT. Purba. Tapi walau begitu tepat pukul 20.30 WIB latihan dimulai diawali doa pembuka dan pembacaan firman Tuhan daru Renungan Harian HKBP. Dalam doa yang dipimpin oleh sekretaris TW6C beliau mendoakan supaya Tuhan memberi kekuatan kepada Lae Sitohang yang akan menggantikan guru koor melatih koor malam ini. Habis doa dan pembacaan firman Tuhan, ketua TW6C langsung nyeletuk  “Wah… hebat kali lae Purba ini bah, menunjuk pelatih koor lewat doa,… bagaimana lagi awak menolak ini”. Semua pada gerrrrr… tertawa. Akhirnya… dengan kemampuan seadanya bermodalkan korek api gas dan piring (buat mangantuk-atuk ketukan koor) ketua TW6C memimpin latihan malam itu.

Hampir komplit yang datang latihan malam itu ditambah lagi hadirnya Amang P. Sibagaring bergabung sebagai anggota baru TW6C (Puji Tuhan Halleluyah),  jumlah yang hadir 22 orang dihitung nyonya ketua TW6C. Selesai latihan sambil menikmati hidangan snack dari tuan rumah, ketua TW6C membuka wacana supaya segera dipilih dan ditunjuk lah “GURU 2 TW6C” (guru Cadangan). Semua pada setuju ide tersebut, sehingga diminculkan lah kandidat – kandidat GURU ke-2 (Guru Cadangan TW6C) dengan nama-nama dan pertimbangan sebagai berikut :

1. Amang L.J. Sihombing, dengan pertimbangan aktif membina naposo bulung pada masa doli2-nya dulu dan sudah pernah memimpin PS. Parsahutaon Puri Harapan dalam acara perayaan Natal Parsahutaon pada tahun 2009.

 

 

 

 

 

2. Amang H. P. T. Purba, dengan pertimbangan beliau adalah seorang guru (tapi guru MATEMATIKA) jadi tinggal memoles dan menambah dikit lagi bisalah jadi guru koor.

 

 

 

 

 

 

3. Amang J. Togatorop, dengan pertimbangan beliau adalah juara 1 lomba karaoke pada acara bona taon TW6C yang dilaksanakan awal Februari 2011 yang lalu.

 

 

 

 

 

4. Amang E. Sitohang, dengan pertimbangan karena dia ketua dan laenya pulaknya guru 1 TW6C.

 

 

 

 

 

 

Nanti biarlah guru 1 TW6C yang menentukan siapa kira2 yang layak menurut beliau jadi wakil nya (guru 2 / guru cadangan). Supaya kita gak pusing-pusing lagi kalau seandainya guru 1 TW6C berhalangan datang latihan.  (ETS)

20
Jan
10

Blackforest Cinta di Ultah Lae Sihombing

Senin 18 Januari 2010, Latihan Koor di rumah Kel. L.J. Sihombing/ Br. Silalahi

Blackforest .. kue bolu bertabur irisan2 coklat memang sangat mengundang selera. Ingin rasanya mencomot irisan coklat2 yang bertaburan di atasnya apabila melihat kue yang satu ini. Apalagi bila ditambah hiasan buah cerry merah yang manis di atasnya.. Hmmm… Hmmm… sedap. Silap mata dikit… hilang deh buah cerrynya.

Pucuk dicinta… ulam pun tiba… Kue yang sedap itu ada dalam latihan koor TW6C yang dilaksanakan pada Hari Senin tanggal 18 Januari 2010 kemarin di rumah Kel. L.J.Sihombing. Latihan perdana yang kembali disepakati oleh seluruh anggota TW6C untuk dilakukan di rumah2 anggota, karena latihan di gereja kurang menarik animo anggota untuk datang latihan.

Latihan dalam rangka Ulang Tahun… mungkin itu judul yang paling pas untuk latihan koor TW6C kali ini. Tepat pada hari itu tanggal 18 Januari 2010, Lae L.J. Sihombing berulang tahun ke-40 tahun. Suatu Usia yang patut dirayakan. Seperti kata pepatah ”Men’s  life begins at 40”. Walaupun sederhana (hanya mengundang kawan2-nya TW6C) sambil latihan koor, Ultah ke-40 Lae L.J. Sihombing pun dirayakan dengan sukacita.

Usai latihan ”mangarata-ratai” (mengingatkan kembali) lagu ”Songon On Hata ni Jahowa” buah karya D. Manullang, acara potong Kue Blackforest pun dilaksanakan, mulanya Lae L.J. Sihombing agak sungkan, namun dengan bujuk rayu anggota TW6C yang hadir saat itu (”terutama ibu2-nya”….. udah pada lapar kali yee..) akhirnya Lae L.J. Sihombing mau juga melakukan Ritual Tiup Lilin Ulang Tahun.

Kue Blackforest Cinta… demikian moderator TW6C Diary menggambarkan tentang kue Blackforest yang dihidangkan dalam Latihan koor + Ultah Lae L.J. Sihombing malam itu. Kue Blackforest Cinta dari Ito Ny. L.J. Sihombing Br. Silalahi buat Lae L.J. Sihombing… Rasa Cinta buat suaminya itu jelas terpancar dari mata dan wajah Ito Ny. L.J. Sihombing Br. Silalahi saat membawa Kue Blackforesh itu dari kamar, saat menyiapkan tempat kue itu di atas tikar, saat membuka piring2 dan garpu kecil utuk tempat membagi kue itu. Senyum gembira Ito Ny. L.J. Sihombing Br. Silalahi tak pernah luntur saat melakukan semua itu. Meminjam Istilah Lae L. Sagala… ”Beruntung Kali lah Lae Sihombing meiliki Istri seperti Ito Br. Silalahi ini Bah…”

Pokoknya kenyang lah anggota TW6C malam itu… rupanya bukan hanya Balackforest itu menu malam itu, ada lagi rupanya ”Mie Goreng campur irisan daging B2”… mantap deh. Deelingi canda gurau gembira makan malam dengan menu ”Mie Goreng” itu berlangsung.

Selamat Ulang Tahun Ke -40 untuk Lae L.J. Sihombing, semoga panjang umur, sehat selalu, sukses dalam usaha/karir… dan berkat terindah yang masih kita nantikan.. kehadiran keturunan di tengah-tengah keluarga kiranya segera dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Baik. Sebagai ganti kado, di bawah ini TW6C Diary menuliskan Lyrik Lagu “Life Begins At Forty”  karya  Jack Yellin / Ted Shapiro, semoga bermakna di hati. Horas!!!!! (ETS)


LIFE BEGINS AT FORTY

(Jack Yellin / Ted Shapiro)
A Musical Monologue by Sophie Tucker

I’ve often heard it said and sung

That life is sweetest when you’re young

And kids, sixteen to twenty-one

Think they’re having all the fun

I disagree, I say it isn’t so

And I’m one gal who ought to know

I started young and I’m still going strong

But I’ve learned as I’ve gone along…….

That life begins at forty

That’s when love and living start to become a gentle art

A woman who’s been careful finds that’s when she’s in her prime

And a good man when he’s forty knows just how to take his time

Conservative or sporty, it’s not until you’re forty

That you learn the how and why and the what and when

In the twenties and the thirties you want your love in large amounts

But after you reach forty, it’s the quality that counts

Yes, life begins at forty

And I’ve just begun to live all over again

You see the sweetest things in life grow sweeter as the years roll on

Like the music from a violin that has been well played upon

And the sweetest smoke is from a mellow, broken and old pipe

And the sweetest tasting peach is one that’s mature, round and ripe

In the twenties and the thirties you’re just an amateur

But after you reach forty, that’s when you become a connoisseur

Then it isn’t grab and get it and a straight line for the door

You’re not hasty, you’re tasty, you enjoy things so much more

For instance, a novice gulps his brandy down, he doesn’t understand

Observe a connoisseur, the way he holds it in his hand

How he strokes the glass, fondles it, warms it as he should

Smaks his lips, aahhh, slowly sips, hah, boy, it tastes good

Life begins at forty

Then it isn’t hit and run and you find much more fun

You romance a girl of twenty and it costs you all your dough

But when a forty thanks you, she hates to see you go

And girls of twenty, all they want are big men

Big men with strong physiques

I don’t say that it’s bad

But you do get tired of those damn Greeks

Life begins at forty

And I’m just living all over again

10
Des
09

Teman Sejati Ku Hadir Kembali

Oleh : Efrael T. Sitohang

Batapa sukanya hatiku saat ini, teman-teman sejatiku itu sudah hadir kembali. Ya… sungguh menjadi kado advent yang sangat indah buatku. Di minggu-minggu penyambutan hari kelahiran Sang Juru Selamat Tuhan Yesus Kristus, wujud teman sejati itu hadir lagi dalam hati setiap anggota TW6C dalam latihan rutin koor TW6C  Senin malam 7  Desember 2009. Terima kasih Tuhan, Engkau sungguh ajaib. Petolongan-Mu selalu datang tepat waktu dan Indah pada waktunya.

Berawal dari Undangan untuk melayani dalam acara Natal Bersama yang datang dari Punguan Parsahutaon Puri Harapan kepada TW6C melalui aku (sebagai Ketua TW6C) pada hari Sabtu 5 Desember 2009. Undangan ini disampaikan oleh Ketua Parsahutaon Puri Harapan kepada ketua TW6C yang kebetulan duduk sebagai salah satu pengurus harian di Parsahutaon Puri Harapan. Terbersit keraguan di hatiku saat itu, apakah nanti kawan2 di TW6C mau menghadiri acara ini? Tapi dengan mengucap doa dalam hati “Tuhan pasti bekerja”, aku menerima undangan itu dan mengatakan akan menyampaikannya kepada TW6C.

Keraguan itu sempat muncul kembali selepas acara kebaktian minggu tanggal 6 Desember 2009 di HKBP Pejuang. Saat aku bertemu dengan Amang H. Silitonga. Sambil bersalaman dengan beliau, aku mengingatkan tentang latihan rutin hari Senin malam “Lae latihan kita hari senin ya, untuk persiapan lagu natal, ada undangan natal untuk koor kita” ucapku saat itu. Kemudian dijawab Amang itu dengan sedikit perasaan emosi yang tertahan : “Okelah, … tapi nanti aku perlu bicara dulu di punguan saat latihan… aku lihat sudah ada yang tidak beres dengan anggota punguan ini” kata beliau. “Wah.. bisa rame lagi ini”, pikirku saat itu.

Hari senin siang kembali aku sibuk memencet huruf2 di hpku untuk mengirim sms kepada seluruh anggota agar semua datang dalam latihan koor senin malam pukul 20.00 WIB. (Aktivitas “kirim sms” ini sempat kuhentikan beberapa waktu lalu karena kesal dan ingin melihat apakah tanpa diingatkan, teman2 anggota TW6C akan datang latihan? Dan jawabannya : ternyata hanya sebagian kecil yang ingat walau tidak diingatkan dgn sms.) “Latihan koor di gereja pukul 20.00 WIB untuk persiapan lagu natal, asa ro ma hita sude ate!” begitu kutuliskan dalam sms ku kepada teman2 anggota TW6C. Hari pun beranjak malam, waktu latihan koor TW6C pun semakin dekat. Pada saat makan malam, dalam doa makan bersama istriku kuucapkan doaku meminta kepada Tuhan agar suasana latihan koor TW6C nanti bisa berlangsung dalam suasana yang kondusif, tidak ada percekcokan dan suasana hati yang panas lagi.

Pukul 20.15 WIB aku dan istriku tiba di Gereja HKBP Pejuang. Masih sedikit yang  hadir (cuma 4 orang plus guru koor Lae E. Silitonga). Salam2 sedikit, gak lama menyusul anggota yang lain berdatangan satu demi satu. Setelah cukup komplit dan perwakilan setiap suara sudah hadir semua serta waktu pun sdh menunjukan pukul 20.30 WIB, akhirnya semua sepakat untuk memulai latihan. Aku memimpin doa pembukaan, dalam doaku kembali kuminta pada Tuhan agar Tuhan menjaga hati kami anggota TW6C supaya tetap dipenuhi kasih kepada sesama anggota dan tidak larut dalam pertentangan yang diciptakan si Iblis, dilanjutkan dengan pembacaan almanak yang kukutip dari www.rumametmet.com. Usai pembacaan almanak renungan harian, waktu kuserahkan kepada guru koor untuk memimpin latihan. Suasana sempat agak dingin dan sedikit kaku, namun semakin lama suasana dingin membeku itu mulai mencair dan semakin hangat. Apalagi kemudian, walau agak telat Kel. L. Sagala dan Nyonya hadir dalam latihan. Biasalah kalau Amang sagala sudah bikin guyonan, semua akan ter-wakakakwkwk.

Lagu “Nang Humuntal Pe Angka Robean” karya sang Maestro Gorga (Bonar GultoM) dipilih untuk dilatih malam itu, dengan pertimbangan lagu ini sudah pernah dibawakan dengan baik oleh TW6C  dan kebetulan lagu ini juga akan dijadikan sebagai lagu koor gabungan wijk dalam acara natal bersama Ama dan Parompuan HKBP Pejuang tanggal 26 Desember 2009. Kenangan saat menyanyikan lagu “Nang Humuntal pe Angka Robean” ini dengan baik waktu pelayanan dalam ibadah Minggu sebelumnya ternyata juga sedikit banyak membantu terciptanya kembali kehangatan dan keakraban sesama anggota TW6C dalam latihan koor malam itu.

Selesai latihan koor kembali aku menyampaikan pengumuman2 kepada semua anggota, pertama meminta kesediaan seluruh anggota TW6C supaya dapat menghadiri undangan Perayaan Natal Parsahutaon Puri Harapan pada hari Sabtu 12 Desember 2009 pukul 18.00 WIB yang sepertinya diiyakan oleh semua anggota dan kedua latihan pemantapan yang sepertinya perlu dilaksanakan agar dalam pelayanan nanti tidak terjadi kesalahan dalam bernyanyi dan pemantapan itu disepakati akan dilaksanakan Malam ini Kamis 10 Desember 2009 di rumah Kel. L.J Sihombing/ Br. Silalahi. Ada yang sedikit lucu dan menambah suasana akrab dalam memilih tempat latihan pemantapan koor. Amag L.J. Sihombing bersedia latihan di rumahnya dengan syarat Nyonya Ketua TW6C yang menyediakan konsumsi “Mie Gomak”nya. Terjadilah acara bujuk – membujuk dan rayu -merayu disini, yang pada akhirnya disepakati baik dari Kel. L.J. Sihombing sebagai penyedia tempat dan Kel E. Sitohang penyedia “Mie Gomak”. Setelah doa penutup, acara kongkow2 dilanjutkan di halaman gereja. Disinilah baru jelas semua. Amang H. Silitonga menjelaskan maksud ungkapannya saat kami ketemu seusai acara kebaktian minggu. “Senang hatiku melihat latihan kita malam ini Lae, terus terang aku agak sedih dan sedkit geram hari Minggu kemarin, kulihat wijk yang lain makin kompak, koq kenapa wijk 6 ini makin mellep. Hal2 seperti itu jangan kita diamkan, harus selalu ditanyakan Lae kepada anggota” kata beliau menjelaskan. Ada kelegaan yang besar saat itu, kuasa Tuhan bekerja, ternyata latihan TW6C berlangsung dengan kondisif dan suasana yang akrab.

09
Jun
09

Jadilah Latihannya di Rumah Kami…

Ny-Manurung_Br.dlksaribuKebaktian Minggu Gereja HKBP Pejuang, 7 Juni 2009

Ada perubahan tempat latihan koor TW6C hari Rabu malam tanggal 10 Juni 2009. Dalam latihan koor rutin Rabu malam tanggal 3 Juni 2009 kemarin sempat disepakati latihan koor hari Rabu besok akan kembali dilaksanakan di Gereja HKBP Pejuang karena anggota yang seharusnya rumahnya menjadi tempat latihan koor TW6C belum siap.

Namun selepas Kebaktian Minggu tanggal 7 Juni 2009 kemarin, Inang Ny. Manurung/Br. Doloksaribu datang menyalam ketua TW6C mengucapkan selamt hari minggu seraya berkata “Amang, kasi taulah sama kawan2, jadilah latihan di rumah kami hari Rabu malam ya, asa unang repot mamboan kopi dohot teh manis tu gareja (supaya tidak repot bawa2 kopi dan teh manis ke Gereja)”.  Senang rasanya, akhirnya Inag Ny. manurung/Br.Doloksaribu dan keluarga mau menerima kehadiran TW6C berlatih koor di rumahnya. Selama ini beliau selalu menolak dengan halus, maklum… rumahnya dijadikan sebagai tempat usaha berjualan sembako. Inang itu merasa gak enak, nanti malah acara latihannya jadi sedikit terganggu  dengan keberadaan warung di rumahnya. Saudara2-nya di  TW6C pun selama ini berusaha maklum dengan keadaan itu, takut juga nanti kalau latihan koor di rumah Inang itu, akan mengganggu orang yang ingin berbelanja.

Puji Tuhan atas kuasanya… Dia memang ahli mengatur segalanya. Kekawatiran Inang Ny. Manurung/Br.Doloksaribu diubahnya jadi keyakinan, dan TW6C pun percaya bahwa Tuhan pun akan bekerja agar orang2 yang ingin berbelanja ke warung Inang itu tidak menjadi terganggu dengan kehidiran TWC berlatih koor di sana… Amin (ETS)

07
Mei
09

Happy Birthday 34th Lae E. Sitohang

ultah-e-sitohang1

Latihan Koor Rabu 6 Mey 2009, Rumah Kel. E. Sitohang / Br. Manurung

Hujan turun dengan derasnya sejak malam pukul 23.00 WIB tanggal 5 Mei 2009 dan baru berhenti pukul 03.00 WIB tanggal 6 Mei 2009. Padahal sudah hampi 2 minggu cuaca cukup panas. Hujan berkat kah ini???

Yang pasti, akibat hujan yang turun malam itu, banjir melanda jalan2 mulai Bekasi sampai Jakarta. Tak ketinggalan jalan2 di kompleks perumahan Puri Harapan, sampai malam genangan air di depan rumah Kel. E. Sitohang / Br. Manurung tidak surut2. Walah.. gimana  nih, padahal malam itu tanggal 6  Mei 2009 latihan koor rutin TW6C dilaksanakan di rumahnhya.

Tapi Amang E. Sitohang gak terlalu kawatir, anggota TW6C sudah teruji kok kesetiannya menghadiri latihan koor. Pasti pada datang, apalagi sianganya Lae E. Sitohang sudah mengirim sms kepada seluruh anggota  “Asa unang lupa latihan koor bodari di Jabu nami, pesan pardijabu mangan di jabu nami ma hita” (Jangan lupa latihan koor nanti malam di rumah kami, pesan nyonyaku makan malam bersama nanti kita di rumah kami), kata beliau dalam sms nya.

Memang benarlah, banyak juga yang datang walau bereret reret.. alias molor waktunya, acara pun dibuka tepat pukul 20.35 WIB. Sebagai prolog, Lae E. Sitohang menyampaikan mengapa beliau meminta jadwal latihan koor di rumahnya malam itu (yang seharusnya di rumah Kel. Ny. Sinaga Br. Sihotang). Rupanya tepat hari itu tanggal 6 Mey 2009, adalah hari ulang tahun Lae E. Sitohang yang ke-34. “Wah… pantas lah rupanya tadi di smsnya dibilang, asa mangan bersama dison hita” kata Amang L. Sagala nyeletuk.

Acara kemudian dilanjutkan oleh Amang H. Purba untuk membawakan doa pembuka da pembacaan renungan harian. Usai itu, dilanjutkan dengan acara tiup lilin kue ulang tahun oleh Lae. E. Sitohang. Sebelum lilin ditiup, Ito Ny. H. Purba Br. Simamora menyela dan menyampaikan saran “sebelum lilinnya ditiup, biasanya harus mengucapkan harapan2 (make a wish.. dlm bahasa inggrisnya) dulu Ito Sitohang” kata Ito itu. “Boleh juga tuh sarannya, okelah .. cuma satu yang sangat kuharapkan di ulang tahun ku yang ke-34 ini, agar kiranya Tuhan memberikan kerinduan kami selama ini seorang anak lahir di tengah-tengah keluarga kami” kata Amang Sitohang. Amiiiiinnn… serentak seluruh anggota TW6C mengaminkan dilanjut tiup lilin. Usai itu acara makan. Lae E. Sitohang dan semua anggota mendaulat Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang (Ibundanya Lae E. Sitohang) membawakan doa makan.

Menu Ayam Gulai, Ikan Mas sambal Arsik dan Sayur Lalap sudah terhidang di meja makan. Semua anggota makan dengan lahap dan nikmatnya. Puji Tuhan atas kebersamaan ini. Kegembiraan Lae E. Sitohang, Nyonya dan seluruh keluarganya dirasakan juga oleh seluruh anggota TW6C.

Selepas acara makan bersama, dilanjut dengan latihan koor. Lagu baru “Puji Lah Tuhan Hai Jiwaku” karya GORGA tahun 2002 kembali dilatih… sejam latihan, TW6C sudah mampu menyanyikan lagu ini sampai cakap2-nya (teks lagunya) dibawah bimbingan Guru Koor Lae E. Silitonga.

Latihan ditutup pukul 22.30, dengan pesan latihan koor hari rabu depan tanggal 13 Mei 2009 akan dilaksanakan di Gereja HKBP Pejuang.

Trims Tuhan… kiranya Tuhan senantiasa menjaga keutuhan TW6C… jauhkan dari perpecahan. Teruntuk Lae E. Sitohang… Selamat Ulang Tahun ke- 34, semoga Tuhan Kita Yesus Kristus yang Maha Pengasih menjawab harapan yang disampaikan oleh Lae. (TW6C)

27
Apr
09

Minggu Misericordias Domini

jesus the good shepherdLatihan Pemantapan  Sabtu 25 April 2009 dan Kebaktian Minggu 26 April 2009

Misericordias Domini yang berarti Bumi Penuh dengan Kasih Setia Tuhan (Mazmur 33 : 55b …. dikutip dari www.rumametmet.com). Untuk pertama kali TW6C menyesuaikan lagu yang akan dibawakan saat pelayanannya dengan tema kotbah kebaktian minggu.  Tema kebaktian minggu yang coba diartikan oleh pengurus TW6C dengan melihat Renungan Harian terbitan HKBP Rawamangun adalah “Pemulihan”… ya karena pada keterangan renungan firman pada Renungan Harian itu ada kata2 pemulihan dinyatakan. Serentak saat itu (latihan di rumah Kel. L. Sagala/Br.Gultom Rabu 15 April 09..red) para anggota TW6C menyebut judul lagu “Hanya Dia Pemberi Kepuasan” karya cipta Theodora Sinaga sebagai lagu yang cocok dengan tema tsb.

Jadilah lagu itu yang dibawakan. Pada pelayanan2 sebelumnya, lagu ini sudah pernah dibawakan, namun karena semakin bertambahnya anggota baru TW6C (belum ikut/bergabung saat lagu ini dinyanyikan pada pelayanan sebelumnya), lagu ini lumayan lama juga dipoles.. supaya semua lebih mantap dan faham.

Bumi Penuh dengan Kasih Setia Tuhan. Sangat indah jika dihayati. Dan Kasih Setia Tuhan itu sangat nyata dirasakan oleh TW6C saat. Banyak dan teramat banyak pun berkat2 itu yang melimpah buat TW6C. Seperti pada latihan pemantapan  Sabtu 25 April 2009 di rumah Kel. R.Simanjuntak/Br.Saragih, ada 2 acara yang dilaksanakan oleh TW6C : latihan koor dan Mamoholi. Satu lagi berkat buat anggota TW6C dengan lahirnya anak ke-3 kel. R.Simanjuntak/Br.Saragih. Selepas latihan fase 1 acara mamoholi diisi dengan ucapan2 selamat dari setiap perwakilan suara (tenor – bass), guru koor, pahalado dan ditutup pengurus.

Indahnya kebersamaan terasa lagi dalam acara itu. Kebahagiaan yang diterima oleh anggota yang mendapat berkat bertambahnnya keturunan tidak serta merta melupakan anggota TW6C yang sampai saat ini belum dikaruniakan Keturunan. Mereka tetap mendoakan dan memanjatkan harapan agar Tuhan yang Maha Baik juga segera mengaruniakan keturunan bagi anggota TW6C yang masih menanti hadirnya si buah hati. Dan doa permohonan itu sungguh sangat menggetarkan hati saat dibawakan oleh Amang St. M.T. Napitupulu ketika menutup acara malam itu.

Tiba saat tampil dalam pelayanan di Kebaktian Minggu tanggal 26 April 2009. Lagu “Hanya Dia Pemberi Kepuasan” dibawakan dengan baik oleh anggota TW6C. Pengalaman2 hidup dan kesan2 indah dan menggetarkan hati yang teringat dipadu dengan menghayati syair2 lagu pijian itu semakin menambah rasa percaya dan pengharapan kita kepada Tuhan Sang Pemberi “Kepuasan,  Pemulihan, Kekuatan dan Kesabaran”

Terakhir, terima kasih untuk penulis lagu “Hanya Dia Pemberi Kepuasan” Ibu Theodora Sinaga. Kami tidak mengenal Ibu, tapi karya Ibu sungguh sangat menggetarkan hati kami saat menyanyikannya. Kami percaya bahwa Ibu adalah seorang yang diberkati Tuhan dan mempunyai Iman percaya yang teguh kepada-Nya. …..Tak berlebihan rasanya jika  sebait syair lagu itu  ketik lagi di  diary ini :

“Disaat ku lemah dan jatuh Engkau menolongku,

Kau jamah dan pulihkan daku tuk menyembah-Mu.

Tiada Kebahagiaan selain dalam Kau.

Di hadirat-Mu ada Damai ku puas dan lega”

23
Apr
09

Dua latihan… 1 liputan..

Rumah Kel. L. Sagala/Br. Gultom (Rabu 15 April 2009) dan Rumah Kel. H.S.P.Tambunan/Br. Simanungkalit (Rabu 22 April 2009)

Susah memang kalau lagi sibuk dengan pekerjaan di kantor dan kegiatan di lingkungan ditambah pula rasa malas membuka internet. Alhasil artikel liputan kegiatan TW6C jadi terbengkali. Tapi gak apa2 lah ya.. dari pada gak diliput sama sekali.

Latihan di Rumah Kel. L. Sagala / Br. Gultom

Hal yang menarik pada latihan rutin TW6C hari Rabu 15 April 2009 di rumah Kel. L. Sagala / Br. Gultom tentunya adalah acara “mamoholi” atas kelahiran anak ke-3 Kel. L.Sagala/Br.Gultom. Seperti biasa setiap perwakilan suara menyampaikan ucapan2  selamat dan nasehat2 penting kepada Kel. L.Sagala/Br.Gultom. Memang sih kalau dilihat acaranya ya.. itu2 ajanya yang diucapkan saat “mamoholi”. Tapi waluapun hanya “itu2 saja” pasti ada juga hal2 baru sebagai penambah ilmu dan khasanah baru dalam membesarkan anak. Semoga Kel. L.Sagala/Br.Gultom mendapat khsanah yang baru itu dalam acara mamoholi tsb. Nama yang akan diberi kepada anak ke-3 Mereka adalah PRESLEY  Sagala. Mungkin Amang L Sagala ngefans sama Elvis Presley.  Berikutnya dalam acara latihan koor, guru koor TW6C membagikan lagu baru karya sang maestro lagu koor Batak Gorga yang  berasal dari buku lagu karya GORGA terbitan Yamuger edisi terkhir. Bagus sekali… berirama lagu tradisonal Batak. Kita tunggu saja hasilnya dalam pelayanan TW6C pada minggu ke-4 bulan Juni 2009, semoga lagu ini sudah dapat dibawakan. Yang terakhir… tumben ada menu lontong dalam latihan di rumah Kel. L. Sagala/Br. Gultom, biasanya sih Mie Pangsit Siantar. Rupanya menu lontong medan buatan Inang Ny. Sagal Br. Gultom dan enak juga lho….. Wah.. ternyata, pintar masak juga Inang Ny. Sagala Br. Gultom masak ya… siap2 aja nunggu pesanan.. He.. He..

Latihan di Rumah Kel. H.S.P. Tambunan / Br. Simanungkalit

Yang menarik dalam latihan ini, kembali dibahas dalam acara ramah tamah (sambil mangallang mie hun goreng) tentang tempat duduk yang akan ditempati oleh TW6C saat tampil melayani pada hari Minggu tanggal 26 April 2009. Kali ini ide datang dari guru koor TW6C. Beliau menyarankan “Bagaimana kalau kita duduknya di baris belakang bangku gereja, supaya lebih pasti dan tidak digeser-geser lagi”. Namun diprotes oleh ibu2 nya TW6C. Alasannya, biasanya di belekang agak berisik karena anak2 suka main di belakang baris bangku gereja. Akhirnya setelah digodok dengan beberapa masukan dari para Ama-nya TW6C, disepakati agar Sintua Wijk 6 membawakan ke dalam sermon parhalado, dan dicarikan informasi selain TW6C, apakah ada wijk lain yang akan tampil melayani. Kalau memang ada, TW6C akan duduk di baris belakang bangku gereja dan kalau tidak ada, TW6C akan berbagi baris bangku dengan N-HKBP.

Demikian, untuk latihan pemantapan hari Sabtu tanggal 25 April 2009 akan dilaksanakan di rumah Kel. R. Simanjuntak/ Br. Saragih sekalian acara “Mamoholi” atas kelahiran anak ke-3 Kel. R. Simanjuntak/Br.Saragih. “Asa unang pola mangan dian Jabuna be.. ala naeng mangallang “bangun-bangun” do hita” demikian seloroh Ketua TW6C.

12
Feb
09

Demam Kampanye di TW6C….

Rabu 11 Februari 2009, Rumah Kel. R. Panjaitan / Br. Siburian

Ibu_DemamkampanyeTinggal 2 bulan lagi pesta demokrasi Pemilihan Umum Tahun 2009 akan dilaksanakan. Kampanye sudah banyak dimulai, baik yang terselubung maupun yang terang2-an. Ada pula yang melanggar aturan tapi ada juga yang sesuai ketentuan. Akhir2 ini apa lagi, banyak ditemui poster2 para Caleg yang berebut untuk duduk menjadi anggota ”Dewan yang Terhormat” di DPR Pusat maupun di DPRD. Kadang membuat hati miris juga, taman yang tadinya indah menjadi acak kadut tak berarturan karena pagar2-nya digantungi poster2 para caleg ini, tembok2 yang tadinyanya berwarna ”narata-rata”(”polos”) menarik dan bersih kini sudah ditempali ”stiker2 norak” para caleg. (Katanya mau menjadi anggota Dewan Yang Terhormat.. tapi kok baru kampanye.. sudah menunjukkan sikap yang kurang terhormat begini ya??… Jangan salahkan deh… kalau kite2 pada kurang respek).

Para Anggota TW6C bercerita, entah sudah berapa banyak kalender dan stiker yang dititipkan/diserahkan oleh para tim sukses Caleg kepada mereka… ada yang dari kawan semarganya (dongan tubu-nya), dari keluarga Iparnya (Hula2-nya), dari kawan2 dekatnya, dari tetangganya dan bahkan ada pula yang tiba2 sudah nangkring di pagar rumahnya (kalau yang begini sih biasanya habis dilihat langsung dibuang ke bak sampah… bikin kotor aja…he.. he..). Tadi malam dalam latihan koor rutin TW6C di rumah Kel. R. Panjiatan / Br. Siburian, tambah satu lagi ”Inventaris Kalender Caleg”-nya para anggota TW6C. Latihan koor TW6C dilanda ”Demam Kampanye”. Kebetulan salah seorang anggota TW6C menjadi pengurus salah satu partai peserta pemilu untuk wilayah Medan Satria Kab. Bekasi dan menjadi tim sukses salah satu caleg DPR pusat dari partainya. Usai latihan koor lagu ”Doa Bapa Kami” Karya Gorga, yang entah kenapa cukup susah dilatih malam itu atau guru koor TW6C (Amang E. Silitonga) ingin agar saatnya nanti dibawakan di Gereja lagu ini dapat dibawakan dengan sempurna, ajang kampanye pun dimulai, sambil menikmati hidangan ”Mie Goreng” yang disajikan tuan rumah, tim sukses partai tertentu ini membagi-bagikan kalender dan stiker kepada para anggota TW6C. Selesai membagi-bagikan kalender tsb., beliau memotivasi anggota TW6C agar memilih partai tersebut katanya ”Mari kita pilih lah partai yang sudah jelas akan memperjuangakan aspirasi dan hati nurani kita, karena landasan iman kita sudah sama. Buat apa kita pilih partai yang lain yang tidak jelas memperjuangkan aspirasi kita”.

Bpk2_demam KampanyeDalam hatinya Ketua TW6C sebenarnya kurang setuju Latihan Koor Rutin TW6C dijadikan ajang kampanye partai politik dan para caleg. Tapi melihat antusiasme apara anggota menerima kalender terus membaca slogan2 yang ditulis dalam kalender itu, ketua TW6C akhirnya membiarkan saja. Beliau sempat menyampaikan tentang rasa kurang simpatiknya terhadap partai tertentu yang ”berkampanye” malam itu di latihan koor rutin TW6C, ” kurang berani saya lihat partai ini memperjuangkan aspirasi umat kristen, padahal jelas2 partai ini berlambangkan kristen, tidak pernah kedengaran pembelaannya dalam koran2 apabila ada penggusuran terhadap gereja2 dan sulitnya mendapat ijin membangun gereja” kata ketua TW6C, yang kemudian dijawab oleh tim sukses partai tertentu itu ”sebenarnya dibelanya… cuman karena suaranya di Dewan sedikit jadi kurang terekspos di media, makanya kalau kita sama2 memilih partai ini dan nanti wakil kita di dewan sudah banyak, pasti suara kita lebih didengar dan diekspos di media”. Walau demikian TW6C (khusunya pengurus) tidak pernah dan tidak akan mengarahkan para anggota TW6C untuk memberikan suaranya kepada partai / caleg tertentu. Pilihan anda adalah hak azasi anda, kita harus komitmen akan hal itu.

Usai acara kampanye, acara dilanjutkan dengan pengumuman-pengumuman antara lain rencana pesta huria dan pesta ulang tahun Gereja HKBP Pejuang yang ke-20 tahun yang disampaikan oleh ketua panitia dan para jajarannya. Dan tambah sukacita TW6C satu lagi, Amang D.F. Panjaitan / Br. Simanjuntak bergabung dengan TW6C malam itu (beliau adalah adik kandung dari Amang Y.N. Panjaitan ? Br. Gultom personil suara Bass TW6C), setelah beberapa kali tertunda karena sibuk di kantornya.  Akhirnya acara latihan TW6C malam itu diakhiri pukul 22.30 WIB dengan pesan Latihan rutin sekaligus mamoholi akan dilaksanakan di rumah Kel. J. Tambunan / Br. Manalu Puri Harapan Blok D-8 No.1 pada hari Rabu tanggal 18 Februari 2009. (ETS)




Radio Online

Waktu Hari ini :

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

BeasiswA n’ Lowongan Kerja

Info Beasiswa D1 D3 S1 S2

Blog Stats

  • 12,749 hits

IP-Ku

My Popularity (by popuri.us)

 

Mei 2012
S S R K J S M
« Agu    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Info Geotoolbar

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

Nilai Blog’s TW6C

free counters

Peta Lokasi Pengunjung :


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.