Arsip untuk Kategori 'Petuah Inspirasi'

12
Okt
09

Bersyukurlah Selalu

Shared tulisan seorang teman yang mungkin bisa menjadi bahan perenungan bagi kita…..


Jika anda merasa anda selalu hidup dalam tekanan, coba lihatlah mereka..

Pic1



Jika anda merasa pekerjaan anda sangatlah berat, bagaimana dengan dia??

Pic2



Bila anda merasa gaji anda sangat sedikit, bagaimana dengan anak yg malang ini??

Pic3



Jika anda merasa belajar adalah sebuah beban, contohlah semangat dia..

Pic4



Jika anda sempat merasa putus asa, ingatlah orang ini??

Pic5



Jika anda merasa hidup anda sangat menderita, apakah anda juga merasakan penderitaan seperti orang ini??

Pic6



Jika anda merasa hidup anda tidak adil, bagaimana dengan dia??

Pic7



Di saat kita kecil dimanja dan di sayang, manjakah mereka?

Pic8



Pantaskah kita mengeluh tentang makanan disaat ia sedang membayangkan makan happy meal??

Pic9



Tdk merasa bersalahkah kita masih selalu tidak mendengarkan bahkan melawan ibu kita?

Pic10

Tanyalah ke dalam diri kita sendiri, dibandingkan dengan mereka, seberapa beruntungkah sebenarnya kita?

Masih pantaskah kita selalu mengeluh akan masalah-masalah “kecil” yang menimpa hidup kita?

Di saat kita dihadapi oleh berbagai rintangan dalam hidup, ingat, kita tidak pernah kehilangan opsi untuk tetap bersyukur..
Bukankah bersyukur merupakan cara paling mudah untuk mencicipi kebahagiaan??
Selalu BERSYUKUR dimanapun anda berada, kapanpun, dan pada kondisi apa pun..
08
Sep
09

K O M I T M E N

komitmen-nalumsari-jeparaSumber : dari email seorang teman TW6C

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang suami menerima istrinya dengan segala kekurangan dan kelemahannya tanpa menghakimi. Bersyukur ketika istrinya tampil menawan, dan sama bersyukurnya ketika sang istri mengenakan daster dengan wajah berminyak tanpa make-up. Bersyukur ketika bentuk tubuh sang istri berubah setelah melahirkan, dan tetap mengecupnya sayang sambil bilang, “Kamu cantik.”

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang suami tidak membongkar kelemahan istrinya pada orang lain. Sebaliknya, menutupi rapat-rapat setiap kekurangan itu dan dengan bangga bertutur bahwa sang istri adalah anugerah terindah yang pernah hadir dalam hidupnya.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri menunggui suaminya pulang hingga larut malam, membuatkan teh hangat dan makanan Panas, dan tetap terbangun untuk menemani sang suami bersantap serta mendengarkancerita-ceritanya yang membosankan di kantor.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri bertahan ketika suaminya jatuh sakit, dan dengan sukacita merawatnya setiap hari. Menghiburnya, menemaninya, menyuapinya, memandikannya, membersihkan kotorannya.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri terus mendampingi suaminya tanpa mengeluh atau mengomel. Sebaliknya, dengan setia tetap mendukung dan menyemangati meski sang suami pulang ke rumah dengan tangan kosong, tanpa sepeser uang pun.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat sepasang suami istri memutuskan untuk terus mengikatkan diri dalam pernikahan, dengan tulus dan sukacita, meskipun salah satu dari mereka tidak bisa memberikan anak.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat putra pelaku kriminal berkata kepada Ayahnya, “Saya percaya pada Papa.. Papa tetap yang terbaik.”

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang yang bergelar S3 dengan jabatan direktur perusahaan multinasional pulang ke rumah orangtuanya, mencium mereka dengan hormat, serta memanggil mereka ‘Ayah’ dan ‘Ibu’.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang Ayah menerima kembali anaknya yang telah m eny akiti dan meninggalkannya begitu rupa dengan tangan terbuka, memeluknya dan melupakan semua kesalahan yang pernah dilakukan si anak terhadapnya.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang Ibu mengelus sayang anak yang pernah mencacinya, dan tetap mencintainya tanpa syarat.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang mengulurkan tangan kepada sahabatnya yang terjerembab, menariknya berdiri dan membantunya berjalan tanpa mengatakan, “Tuh, apa kubilang! Makanya.”

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang pekerja menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik, sekalipun tugas itu amat berat dan upah yang diperoleh tidak sepadan.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang membulatkan hati dan tekad demi mencapai sebuah tujuan, sekalipun ia belum dapat mengetahui hasil akhir dari tujuan tersebut. Berjerih payah dan berkorban demi menyelesaikan tujuannya, sekalipun semua orang meninggalkannya.

Komitmen adalah sesuatu yg membuat seseorang rela meninggalkan segala sesuatu yg berharga demi memenuhi panggilan hidupnya, walau harga yg hrs dibayar tidak sedikit dan medan yg ditempuh tidak ringan.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang memikul resiko dan konsekuensi dari keputusannya tanpa mengeluh, dan menjalaninya dengan penuh rasa syukur sebagai bagian dari kehidupan yang terus berproses.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang berani setia dan percaya, meski harapannya tidak kunjung terpenuhi dan tidak ada yang dapat dijadikan jaminan olehnya.

Komitmen adalah sesuatu yang melampaui segala bentuk perbedaan, perselisihan dan pertengkaran. Ia tidak dapat dihancurkan oleh kekurangan, kelemahan maupun keterbatasan lahiriah. karena ketika kita berani mengikatkan diri dalam sebuah komitmen, kita telah ‘mati’ terhadap kepentingan diri sendiri…

Izinkan saya menyimpulkan tulisan ini dengan kalimat seorang perempuan bijak yang saya temukan beberapa waktu lalu: “In the final analysis, commitment means: ‘Here I am. You can count on me. I won’t fail you.’”

16
Des
08

Mutiara Kata….. Penuh Insprirasi

Kata Mutiara dari Email sahabat TW6C : Baktiar Sitohang

Tuhan yang Maha baik memberi kita ikan,

tetapi kita harus mengail untuk mendapatkannya.

Demikian juga Jika kamu terus menunggu waktu yang tepat,

mungkin kamu tidak akan pernah mulai.

Mulailah sekarang…

mulailah di mana kamu berada sekarang dengan apa adanya.



Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai,

tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya.





Buka mata kamu lebar-lebar sebelum menikah,


dan biarkan mata kamu setengah terpejam sesudahnya.


Menikahi wanita atau pria karena kecantikannya atau ketampanannya


sama seperti membeli rumah karena lapisan catnya.


Harta milik yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah .

hati seorang wanita.




Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga


Persahabatan sejati layaknya kesehatan,


nilainya baru kita sadari setelah kita kehilanganNya.


Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatiMu


dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.


Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga Kita.


Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan,


tapi Jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain…


tapi menyesal-lah jika orang itu menyesal bertemu dengan kamu.


Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran.

Dialah hiasan dikala kamu senang dan perisai diwaktu kamu susah.


Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman,


jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.


Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa melihat kebaikannya

dan menyenangkan kalau kamu bisa melihat keunikannya


tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan


kalau kamu tidak bisa melihat keduanya.



Begitu juga Kebijakan, Kebijakan itu seperti cairan,


kegunaannya terletak pada penerapan yang benar,


orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal,


sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.


Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja,


tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta.


Tak seorang pun sempurna.


Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.


Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah.




Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan kita


adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita.




Kamu tak bisa mengubah masa lalu….


tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan.

Bila Kamu mengisi hati kamu ..

dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan,


Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu syukuri.


Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan


dan hari esok tanpa rasa takut,


berarti kamu sudah berada dijalan yang benar menuju sukses.




10
Des
08

Artikel Kiriman Laenta R. Simanjuntak (Personil Bass)

R.simanjuntakBindu 25
Nabisuk Nampuna Hata,
Na Oto Tu Panggadisan

Ijuk di parapara, hotang dipallabian. Na bisuk do nampuna hata, alai na oto ma tu panggadisan. Huroha nungnga somal masa pangalaho sisongon i di tongatonga ni halak hita na jolo. Ai molo angka nabisuk, angka jolma parhata do i, namalo mangalusi nasa hata, mangalusi sungkunsungkun nang mangalusi na di bagasan roha. Alai molo halak na oto, mura ma i otootoan. Ai manang aha nidok, manigor i do undukononna. Aha na hinatahon, manigor i do haporseaonna. Halak na oto mamparhatutuhon luhut hatahata, alai anggo halak na bisuk, ditimbang do langkalangka. (Poda 14 :15).

Asa si jalahan do habisuhon, ai marhite ido gabe jolma sitangihonon ni halak iba. Alai sabalikna, sipasidingon jala sipadaoon ma haotoon, asa unang gabe marlomolomo halak tu iba. Parhata do na bisuk, sitangihononhon jala sisungkunon di ragam ni hapistaran. Alai sai si sogo do halak na oto, ai ndang mangantusi aha na masa, aha na niulana, jala ndang tarpasingot di haotoonna. Togir do dalan ni na oto di rohana, alai anggo halak napistar, olo do tumangihon hata sipaingot.’ (Poda 12:15). Sisogo do nang halak na oto di tongatonga ni bagasna, alai gabe anak halasan do angka anak na pistar di tongatonga ni jabuna. “Anak napistar palas roha ni amana, alai jolma na oto sahali do manang ise na olo palea inana” (Poda 15:20). “Hajepolon ni amana do halak na oto, jala arsak ni roha ni inana tumubuhon ibana. “ (Poda 18:25).

Adong do na mandok, anggo umpasa i sasintongna songon on do : Na bisuk nampuna hata, asa unang adong na oto na gabe tu panggadisan. Na uli ma tutu i molo gabe halak na bisuk mangondihon halak na oto. Alai pangantusion di halak hita Batak ma ra i. Manang pangantusion si saonari on na ma i. Ai hira so masuk do tu roha molo gabe adong na bisuk na mangondihon halak na oto. Ai alana, umbahen na oto pe didok ibana, ndada ala ni holan na humurang pingkiranna, alai alani jungkat ni rohana do. Alai na adong do di ibana pangalaho na roa, na jahat, na sai manuntun lomona, na so olo marpanungkun manang tu ise pe, atik pe so diboto agia aha. Asa ndang tarpadomu halak nabisuk tu halak na oto.

Adong sada halak na losok marsingkola, na gabe dajal ibana di huta, jala holan na manusai natorasna ulaonna. Halak na oto do rajumon ibana. Ai pareme do nian natorasna, parhauma na bidang, alai nanggo SD pe ndang tammat ibana. Hira holan ibana nama di huta sian angka dongan torbangna. Hira ibana do na umoto sian dongan magodangna. Alai molo manghatai do, ndang na taralo ibana. Lumobi molo marpollung dohot marhata mangmang. Hatna do sude nasa hata.
Di sada tingki dijujui natorasna ma ibana laho mangaranto, tu Kalimantan manang tu Irian Jaya. Ala tammat SD do ibana, tusi nama dirajumi roha ni natorasna na boi ibana laku. Alai ndang diolio ibana hata ni natorasna i. Olo do ibana mangaranto, asal ma tu Jakarta. Ala sai di jugulhon do ingkon tu Jakarta mangaranto, gabe dipaborhat natorasna ma ibana. Disuru ma ibana manopot angkangna, anak ni bapatuana sian ompungna na martinodohon. Nunga direktur perusahaan anak ni angkangna i di Jakarta. Dibahen natorasna ma surat boanonna, hira dalan patandahon anakna i tu anak ni angkangna i, anggiat boi adong dibahen karejona, manang karejo aha pe taho. Ai ianggo di natorasna i, asal ma unang di huta be anakna i. Ai holan manusai natorasna do ulaonna.

Borhat ma ibana tu Jakarta. Jala jumpangsa do angkangna tubu ni amangtuana sian ompung na martinodohon i. Tinggal di jabu ni angkangna i ma ibana paima adong karejona. Disada tingki, di jou angkangna i ma ibana manghatai. Disungkun angkangna i ma ibana dohot harorona.
“Jadi puang anggia, nungnga hujaha surat ni uda na binoanmi. Namangalului karejo do ho hape tu Jakarta on.”, ninna angkangna i ma mamungka pangkataion nasida.
“Tutudo angkang, na mangalului karejo do ahu ro tu Jakarta on!”, ninna ibana mangalusi.
“Antong, molo songon i, sarjana aha ma ho puang, sarjana ekonomi do manag na insinyiur, asa bi noto pahombarhon tu parkarejoan siluluan tu ho”, ninna angkangna i.
“Dia ma dohon angkang. Songon dia bahenon gabe sarjana, ai hansit do ngolu dihuta. Jala ndang ala na sarjana ahu umbahen na ro tu Jakarta on, laho mangalului karejo do. Jadi urupi angkang ma jolo ahu asa adong karejongku.”
“Bo, ndang sarjana ho hape. Antong, molo songon i, jurusan aha ma ho tahe di SMA ? IPA do manang na IPS ?”, ninna angkangna i muse manungkun.
“Bah i pe, dia ma dohonon angkang. Ai dung ro Indorayon siboan nabusuk i, so adong be hasea pangulaon ni halak papak. Asa mansai hansit do ngolungolu alani na masa i. Ido umbahen na songon on ahu.”
“Bah, jadi dang tamat ho sian SMA ? Na laos holan tamat SMP do ho ?”, ninna angkangna i muse. Nunga longang rohana mambege alus ni angina i.
“Ba, tung i pe nuaeng, dia ma dohon angkang. Ai leleng do omak na marsahitsahit i. Dibege angkang do ra na marbulanbulan omak obname di rumasakit Balige. Jadi tung so tarhatahon do i sude”’ ninna mangalusi angkangna i. Lamboklambok do dihatahon hatana i, hape ianggo angkangna i nunga mulai pangarimason umbegesa.
:Jadi maksudmu, na so tammat do ho nanggo SMP? Na holan tamat SD do ho ?”, ninna angkangna i dohot soara nagogo. Nungnga jut rohana jala muruk idaon.
“Ba, tung i pe nuaeng dia ma dohonon angkang. Nunga bagianniba songon on. Na ringkot nuaeng di ahu, tung lului angkang ma jolo karejongku!”.
“Jadi SD pe hape ndang tamat ho ? Ah, ndang huantusi be i”, ninna angkangna i, huhut mansampathon surat ni udana i tu meja na di jolona, na sai tiniopna sian nangkin. “Ndang huboto boasa suruon ni uda ho tu Jakarta on. Aha ma na boi karejom? Ndang adong! Jadi ndang tarbahen ahu mangalului karejom. Ho ma namanontuhon karejom. Anggo ahu, tung so tarbahen aho do mangalului karejom,” ninna angkangna i di bagasan murukna. Alai sai lambok do anggina i mangalusi. Hira na so diboto do idaon naung muruk angkangna i. Gabe didok ma:
“Burju ni angkang do na mandok asa ahu manontuhon karejongku?”, ninna ibana.
“Olo, ho ma manontuhon. Dok ma saonari, aha ma karejom didok roham.” Ninna angkangna i mardongan muruk.
“Mauliate ma. Botima i angkang. Hubege sian bapak, nungnga direktur hape angkang nuaeng!”, ninna mansai lambok.
“Olo, jadi aha maksudmu?” ninna angkangna i hatop, ai naeng botoonna aha na di roha ni anggina i.
“Maksudhu nian angkang, sapala naung ro ahu tu Jakarta on, bahen angkang ma ahu gabe wakil direkturmu!”
“Aha nimmu? Bodat! So ditanda ho do dirim!!!”, ninna angkangna i huhut di tinggalhon anggina i.
Ndang sadia leleng mulak ma anggina i tu huta ala so adong karejo dapotsa di Jakarta. Na jumorbut muse, gabe mar hata balik do ibana tu natorasna. Ai didok do, na mansai kejam angkangna i, jala manigor ginjang do rohana ala naung direktur i. I ma panghorhon ni haotoon i, na so boi mangantusi halak jala ndang mananda dirina. Asa ndang tarpadomu halak na oto tu halak na bisuk.

Di ganup bangso sai adong do halak na bisuk, suang songon i nang halak na oto. Jala ganup bangso do marsintasinta asa gabe angka jolma nabisuk angka jolma bangso i, jala sai unang ma nian adong halak na oto. Alai asing do pangantusion ni bangso Jahudi taringot tu halak na oto dohot na bisuk, lumobi molo pinartimbanghon tu pangantusion ni angka bangso na asing. Mangihuthon halak Jahudi, sian Debata do Habisuhon, alai sian portibi on, jala sian sibolis do haotoon. Ala sian Debata do habisuhon i, asa manang ise na mabiar mida Jahowa sai na dapotan habisuhon do. I do umbahen na didok: “Biar mida Jahowa do parmulaan ni hapistaran, jala parbinotoan ni angka na badia do hapantason” (Poda 9:10). “Biar mida Jahowa do parmulaan ni parbinotoan, alai halak na oto manoisi hapistaran dohot pangajaran” (Poda 1:7).

Asa molo di tongatonga ni bagas ni halak Jahudi ndada pola sai tarbege poda ni natoras tu anakhon na mandok: Unang ula hajahaton ate! Ulahon ma na denggan ate! Ndang songon i poda nasida. Alai na somal poda ni natoras tu anakna i ma: Ingkon halak napistar do ho ate! Ingkon halak nabisuk do ho! Sotung gabe halak na oto ho! Lapatan ni i, molo di halak Jahudi: Ingkon si oloio Debata do ho ate, ingkon habiaranmu do Debata asa gabe halak nabisuk ho. Sotung gabe si oloi si bolis ho. Sotung gabe halak naoto! Asa habisuhon ndada holan marpardomuan tu pingkiran manang hamaloon, alai dohot do tu haporseaon dohot pangoloion tu Debata. Suang songon i do nang haotoon, ndada holan nahurang dipingkiran, alai nahurang diharohaon do dohot haporseaon. Ala dang di tanda na oto Debata dohot lomo ni rohaNa.

Asa mansai bagas do lapatan ni hapistaran dohot habisuhon di bangso Jahudi. Ai ndada holan parbinotoan sambing i, alai dohot do panandaon tu Debata. Paboa halak napistar halak, sai na ulahonon ni i do lomo ni roha ni Debata. Alana, mantat pasupasu ni Debata do ganup ulaon nahombar tu lomo ni roha ni Debata. Molo napistar sadasada halak, dang olo i mambahen na hinasogohon ni roha ni Debata, ai ibana sandiri do na rugi disi. Alai anggo na oto, ndang dirohahon i dia lomo ni roha ni Debata jala dia na solomo ni rohana. Hape molo di ulahon na so lomo ni roha ni Debata, mangae ma ibana. Ai ndang tarpasupasu be ulaonna. Baliksa gabe uhum do na ro tu ibana.

I do umbahen di dok apostel Jakobus: “Ise hamu nabisuk jala na pantas marroha? Sian denggan ni parangena ma dipataridahon ibana angka ulaonna mar hitehite halambohon ni habisuhon i” (Jak 3:13). Ai habisuhon i sian ginjang do i, sian Debata. Mamboan dame dohot las ni roha do habisuhon i, ndada laho manusai jolma. Asa manang ise na mameop habisuhon na sian Debata, na bontor do i, na lambok, olo mardame jala siboan dame. Gok las ni roha do ibana, jala dibagasan dame ibana manabur angka hatigoran tu saluhut halak (Jak3:17-18).
Asa angka na pistar jala na bisuk do halak na porsea tu Debata. Alai angka na oto do jolma na so porsea tu Debata. Di buku Poda Raja Salomo didok songon on: “Sai eahi hapistaran, eahi ma tutu pangantusion; unang tung halupahon, jala unang tundali angka hata ni pamanganku” (Poda 4:5). “Tuhori ma hasintongan, jala unang gadishon hapistaran, pangajaran dohot roha hapantason” (Poda 23:23). “Parmulaan ni hapistaran on do: Tuhori hapistaran i, jala tuhorhon sandok na niomom tumuhor pangantusion” (Poda 4:7). Ima paboa na ringkot hapistaran i. “Ai umarga do hapistaran sian mutiha, jala saluhut mata intan ndang tarpatudos tusi” (Poda 8:11). Asa manang ise na mangeahi hapistaran, na mangalului habisuhon do i. Manang ise na manjalahi parbinotoan, na pahombarhombar tu lomo ni roha ni Debata do nasinangkapan ni rohana. Alani i sai unang ma adong na oto ianakhonta. Alai sai tubu ma anak na bisuk jala na pistar, na mambahen las roha ni amana dohot inana, suang songon i situan natorop. Jala gabe halomoan ni Debata ma nang ibana, antong!




Radio Online

Waktu Hari ini :

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

BeasiswA n’ Lowongan Kerja

Info Beasiswa D1 D3 S1 S2

Blog Stats

  • 12,749 hits

IP-Ku

My Popularity (by popuri.us)

 

Mei 2012
S S R K J S M
« Agu    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Info Geotoolbar

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

Nilai Blog’s TW6C

free counters

Peta Lokasi Pengunjung :


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.