Archive for the 'Perayaan dan Hari Besar Kristen' Category

14
Jan
11

Video TW6C in ACtion on Festival

17
Des
10

Merry Christmas Everyone….

Peristiwa kelahiran Yesus adalah awal sejarah keselamatan, karya keselamatan itu berpuncak pada sengsara, mati dan kebangkitanNya. Kedatangan Kristus ini sudah berulang kali diberitakan kepada umat manusia dan tertulis dalam Perjanjian Lama, dan pemenuhannya itu menjadi tanda kasih setia Allah kepada kita.

KelahiranNya itu merupakan peristiwa yang unik, karena Dia yang adalah Allah sendiri itu memilih cara yang begitu humble, meminjam rahim seorang perawan dan Dia lahir sebagaimana biasa seorang bayi lahir, hanya bedanya Ia lahir bukan dari benih fana antara benih perempuan dan laki-laki. Namun bayi yang ada dalam kandungan perempuan itu adalah dari Roh Kudus (Matius 1:20).

Didalam Yesus Kristus, kita mendapatkan anugerah persekutuan yang erat dengan Allah. Dia bukanlah Allah yang jauh, melainkan dekat dengan kita. Dalam diri Yesus Kristus, Allah mendatangi kita dan hadir di tengah-tengah umat manusia. Allah yang Maha-Agung dan Maha-Kuasa rela menjadi senasib dengan manusia dalam segala hal, termasuk kerelaannya menjadikan diriNya tebusan dalam peristiwa penyaliban dan berkorban demi misi penyelamatan umat manusia dari dosa.

PERINGATAN KELAHIRAN KRISTUS :

Peringatan kelahiran Kristus sering menjadi sorotan berbagai pihak, diluar Kristiani maupun kalangan Kristiani sendiri, bahkan ada diantara mereka yang ‘sangat membenci’ hari Natal. Mereka mengatakan bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember. Hal tersebut bisa dipahami, karena Alkitab memang tidak menulis tanggal kelahiran Yesus.

Mereka juga mengatakan 25 Desember adalah hari-raya kaum kafir . Terbukti dengan data tertulis yang memuat liturgi perayaan kelahiran Kristus itu dapat dilihat dalam papirus pada abad ke-IV. Pada tahun 274 M di Kerajaan Romawi, tanggal 25 Desember dimulai perayaan kelahiran matahari karena diakhir musim salju tanggal itu matahari mulai kembali penampakan sinarnya dengan kuat, karena itu bagi orang Romawi kuno, hari itu dirayakan sebagai hari Matahari.

Ketika Kekristenan ‘dijadikan agama negara’ di Kerajaan Romawi, kebiasaan perayaan itu ternyata sukar ditinggalkan masyarakat Roma yang sudah menjadi Kristen. Oleh karena itu para pemimpin gereja kemudian mengalihkan perhatian mereka, perayaan yang semula menjadi perayaan Matahari diganti menjadi perayaan peringatan kelahiran Yesus. Ketentuan ini oleh gereja pada masa itu diresmikan di Roma tahun 336, dan mereka menjadikan tanggal 25 Desember sebagai hari peringatan kelahiran Kristus.

Peringatan kelahiran Kristus dengan tanggal peringatan 25 Desember akhirnya juga diperkenalkan oleh Kaisar Konstantin, hal ini sebagai pengganti tanggal 5-6 Januari yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai hari peringatan kelahiran Kristus. Perayaan Natal kemudian di lakukan di Anthiokia pada tahun 375 dan pada tahun 380 dirayakan di Konstantinopel, dan tahun 430 di Alexandria dan kemudian di tempat-tempat lain dimana kekristenan berkembang.

Tampaknya dengan latar belakang itu, tuduhan-tuduhan mengenai 25 Desember adalah hari raya kafir memang berdasar, karena ada catatan sejarah yang secara jelas menulis hal tersebut. Sekarang bagaimanakah kita menyikapi hal itu? Haruskah kita tidak lagi merayakan natal pada tanggal 25 Desember?

Dari penjelasan sejarah diatas, dapat kita ketahui bahwa awal-mula perayaan kelahiran Kristus bukan tanggal 25 Desember melainkan tanggal 5-6 Januari. Tetapi karena kesepakatan para pemimpin gereja pada waktu itu mereka mengubah peringatan tanggal 5-6 Januari menjadi tanggal 25 Desember untuk mengalihkan perhatian umat Kristiani dari kepercayaan lama mereka menuju kelahiran Kristus. Sehingga pada saat yang sama orang-orang kafir yang belum bertobat dan masih tetap merayakan tanggal 25 Desember dialihkan perhatiannya kepada Kristus.

Tetapi di masa kini umat Kristen tidak ada yang mengkaitkan hari Natal dengan hari dewa Matahari, tidak ada penyembahan atau apapun yang berkaitan dengan paganisme matahari dalam perayaan natal orang-orang Kristen. Karena Kristus-lah yang menjadi center-nya. Jadi walaupun tidak ada tertulis dalam Alkitab Yesus lahir pada tanggal 25 Desember, umat Kristen secara umum merayakan hari Natal pada salah satu hari di bulan Desember sampai Januari demi keseragaman.

Dalam memperingati “hari kelahiran Kristus” umat Kristiani akan menyadari makna yang lebih dalam lagi adalah kehadiran Allah dalam bentuk kelahiran Yesus Kristus sebagai Juruselamat yang mendatangkan damai sejahtera di bumi. Kehidupan Yesus sebagai Tuhan yang menjadi manusia yang menyertai kita (Immanuel) tidak dapat dilepaskan dari saat kelahiran, pembaptisan, pelayanan, penyaliban, kebangkitan, sampai kenaikanNya ke surga. Sekalipun demikian, sebagai suatu peringatan, memang Natal kemudian berkembang sebagai suatu ‘perayaan’ dalam tradisi gereja dan masyarakat pada umumnya.

BOLEHKAH KITA MERAYAKAN CHRISTMAS/NATAL?

Perayaan hari kelahiran Yesus memang tidak tertulis, bahkan tidak ada anjuran dalam Alkitab untuk “merayakan” Natal, tidak ada anjuran untuk memasang pohon terang, dll.
Tetapi “Memperingati” kelahiran Yesus Kristus itu “mutlak”.

Anda tentu bisa membedakan arti ‘perayaan’ dan ‘peringatan’, perayaan adalah cenderung bersifat pesta, sedangkan ‘peringatan’ lebih bersifat khidmat :

* 2 Timotius 2:8
LAI TB, Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.
KJV, Remember that Jesus Christ of the seed of David was raised from the dead according to my gospel:

Ayat diatas adalah nasehat dari rasul Paulus kepada Timotius, tentang 3 hal yang penting akan Tuhan Yesus Kristus : KelahiranNya, kematianNya, dan kebangkitanNya.

Peringatan, asal katanya adalah ‘Ingat‘. Kata “ingatlah” dalam ayat diatas menggunakan kata  meletakkan sesuatu di dalam pikiran. Akar kata yang sama juga dijumpai dalam ayat ini:

* Lukas 22:19
LAI TB, Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.”
KJV, And he took bread, and gave thanks, and brake it, and gave unto them, saying, This is my body which is given for you: this do in remembrance of me

Apakah kita hanya “mengingat” kematian Kristus? Apakah kita tidak “mengingat” kebangkitan-Nya, dan apakah kita tidak “mengingat” kelahiran-Nya pula?
Justru kebangkitan dan kelahiran Yesus Kristus itulah yang menjadi “inti” pemberitaan Paulus seperti dalam 2 Timotius 2:8 di atas. Paskah tanpa Natal tidak akan lengkap maknanya, karena kita tidak mengerti makna dari Paskah itu bila kita tidak mengerti makna KelahiranNya (natal).

“Merayakan” jelas berbeda dengan “memperingati” atau “mengingat”. Merayakan cenderung berhura-hura, berpesta. Tetapi “mengingat” adalah lawan dari kata “melupakan”. Tentu kita tidak akan melakukan tindakan seperti lawan kata ini. Yesus yang lahir di kandang yang hina perlu dijadikan contoh kerendah-hatian umat Kristiani yang melayani dan tidak minta dilayani. Dan menjadikan contoh bahwa Allah yang Maha Mulia dan yang Empunya langit dan bumi itu ternyata lebih memilih cara sederhana dalam kedatanganNya di dunia.

Mengenai Natal/Christmas; Sebenarnya tidak hanya dirayakan secara “religius” oleh umat Kristiani. Pada masa kini orang-orang yang bukan Kristen dimana-mana, misalnya di Jepang, di China dan lain-lain mereka pun ‘merayakan’ Christmas sebagai hari raya untuk bersenang-senang. Bahkan Christmas di seluruh dunia banyak digunakan sebagai “marketing tools”. Di Malaysia, negara Muslim terakhir saya kesana pada saat menjelang natal; Mall, Dept Store, Restaurant dimana-mana didekor sedemikian rupa untuk menarik minat customer/turis. Hal tersebut mungkin karena mereka juga tahu bahwa perayaan Natal pada 25 Desember hanyalah tradisi, bukan perintah yang tertulis dalam Alkitab.

Saya melihat segi positifnya saja, dengan Christmas banyak orang mengemas acara, ie. gathering, dinner dan macam-macam acara lain, untuk bercengkerama dengan keluarga dan sahabat2 mereka walaupun mereka bukan Kristen. Dan perayaan Christmas bisa juga menjadi sesuatu moment bagi tiap orang untuk merayakannya dengan caranya masing-masing.

Karena Perayaan Christmas sudah menjadi ‘tradisi dunia’, maka kita sebagai umat Kristiani harus sungguh menghargai karya penebusan Kristus yang sudah dijalankanNya dengan sempurna. Karena keyakinan akan Yesus tidak dapat dilepaskan dari kelahiranNya sebagai pemenuhan nubuatan para Nabi, Allah yang menjadi manusia Yesus (Matius 1:18-2:12 dan Lukas 1-2).
Walaupun secara ‘tradisi’ kita memperingatinya pada tanggal 25 Desember. Tetapi, marilah kita ‘memperingati’ kelahiranNya, yang dengan lebih berfokus pada syukur dan khidmat kepada Allah kita yang telah rela merendahkan diriNya sebagai manusia. Dan janganlah kita kehilangan makna ‘natal’ yang sesungguhnya, jadikanlah Natal selalu menjadi kabar baik bagi semua orang di sekitar kita, bahwa Allah telah membuktkan kasihNya dalam diri Yesus Kristus Tuhan kita.

Semoga damai dan riang-ria di suasana Natal ini menjadi berkat bagi semua umat manusia, terlebih bagi kita umat Allah yang telah ditebus.

Amin.

Tulisan dari : BUDI PRAMONO

Disadur dari : http://www.sarapanpagi.com

01
Apr
09

Dari 50ribu… menjadi 200ribu (Kita Berhasil)

foto042Sabtu 28 Maret 2008, Rumah Kel. E Silitonga / Br. Sitohang

“Bimsalabim… Abrakadabra…” Ccccssssssss…. berubahlah anggaran dana Rp 50.000,- menjadi Parsel buah seharga Rp 200.000,-.  Memang  ibarat sulap atau sihir (silap mate kata orang malaysia)  rasanya, dengan anggaran Rp 50.000,- per paket parsel buah yang ditetatapkan oleh panitia Pesta Parolop-olopon dan pesta Ulang Tahun ke-20 HKBP Pejuang, dengan embel2 permintaan anggota rapat panitia pada saat rapat “supaya tidak murahan buahnya, supaya tidak asal jadi, supaya yang mesan tidak kecewa”, wijk 6  sebagai penanggung jawab Paket Lelang parsel Buah sepertinya berhasil melaksanakan tugasnya. Sempat terbersit rasa pesimistis… “Ini Mission Imposseble” bagaimana mungkin coba, anggaran nya Rp 50.000,- tapi tuntutan lumayan banyak,  “Apple Fuji 3, Jeruk 3, Anggur 1/4 Kg, Pisang Barangan 1 sisir, Pear 2..” itulah komposisinya.., denggan bahen Hamu so tung maila Hita” demikian kata  koordinator lelang pada saat rapat2 panitia.

Namun walau belum berpengalaman, Wijk6 (samalah dengan TW6C… TW6C nya semua yang hadir rapat) menyanggupi. Serius dan kompak…. (terbukti lagi peribahasa “Bersatu kita teguh….dst), Wijk 6 langsung atur strategi. Pada saat latihan koor TW6C, tim survey buah disusun. “Siapa yang tau tempat pembelian buah yang bagus dan murah” demikian pertanyaan pertama yang di munculkan. Banyak yang kasi ide. Ibu2 pertama yang kasih Ide, katanya “Ke Cibitung aja belanjanya,.. di sana kan ada pasar buah”, yang lain ngomong “Di Pasar Induk Kramat Jati juga ada” tapi disela oleh ibu2 yang lain “Kotor Eda pasarnya… becek, kalau di Cibitung bersih Lho” . “Siapalah yang pergi survey?” pertanyaan ke-2 dilempar lagi ke forum. Banyak yang kasih alasan ini dan itu, jadi lama juga dipustuskan. Untung ada Lae D.F Panjaitan (anggota terbaru TW6C). “Sudah…biar aku yang survey, aku sering kok lewat pasar induk Kramat Jati” kata beliau.

Diputuskanlah Lae D.F. Panjaitan yang survey, sambil dilengkapi data jumlah buah yang dibutuhkan. Canggih2 kali anggota TW6C ini. Moderator TW6C Diary aja bingung baca coret2-an dan perkalian tentang buah yang mau dibeli, dari jumlah buah per-parsel dikonversi ke Kg kemudian ada juga yang dikonversi ke jumlah kotak/Doz buah.. macam lah itu tahe…

Pada latihan koor berikutnya 1 minggu sebelum hari “H” pesta, informasi mengenai harga2 buah itu sudah didapatkan, dan untuk mendapatkan kualitas buah yang terbaik dengan harga yang murah, Lae D.F. Panjaitan harus men-survey 3 tempat yang lumayan jauh jaraknya. Jeruk Medan Super di Cililitan, Pisang Barangan di Kali Malang dan Apel; Peer; Anggur di Sunter, dengan pesan dari tukang buah “kalau mau pesan dan sisortir buahnya, harus dipanjar dulu seminggu sebelum pengambilan. Harga masuk dan tempat pembelian buah sudah didapat, strategi berikutnya disusun, dan disepakati hari sabtu pagi semua anggota TW6C supaya hadir di Rumah Kel. E. Silitonga / Br. Sitohang Perumahan Wahana Harapan Blok A. Hampir semua setuju, kecualai anggota2 TW6C yang harus mengahadiri undangan pesta hari sabtu.

Rencana dan strategi yang telah disusun oleh Wijk6 sempat hampir buyar dan gagal. Dalam rapat panitia Minggu tanggal 22 Maret 2009, sekonyong-konyong ada ide yang disampaikan oleh koordinator Lelang bahwa semua paket lelang makan dan buah diantar pada hari Sabtu. Ketua dan Sekretaris TW6C protes, karena pada rapat2 sebelumnya sudah disepakati bahwa Paket Makanan diantar hari sabtu tanggal 28 Maret 2009 supaya sempat di makan oleh yang mesan, karena pengalaman2 sebelumnya, jika dibagi/diantar pas hari pesta, paket lelang makanan itu sudah kemalaman sampai ke rumah pemesan dan bahkan ada yang sudah basi. Sedangkan pakel lelang parsel buah, akan dibagi pada hari minggu tanggal 29 Maret 2009, saat pesata dihelat. Adu argument sempat terjadi, anehnya kok cuma wijk 6 yang berpendapat bahwa pembagaian parsel buah itu dilaksanakan pas hari pesta (walahualamlah… pinjam istilah saudara kita parugamo sebelah). Sekretaris TW6C panas juga, “Okelah,… kami boleh menyampaikan/menyiapkan parsel buah hari sabtu, tapi jangan diharapkan komposisi dan kualitas buah seperti yang sudah dimintakan pada rapat2 sebelumnya” ucapnya sedidkit esmosi. Koordinator Lelang berembuk dengan Amang Sintua yang yang ikut memimpin rapat didepan, dan dengan permohonan maaf kepada koordinator Wijk2 yang lain yang terlanjur menyampaikan kepada ruasnya bahwa parsel buah akan dhantar hari Sabtu, Koordinator Lelang mewakili Seluruh Panitia menyetujui bahwa paket parsel buah disampaikan hari Minggu saat Pesta dilaksanakan (dan buahnya harus bagus dan komposisinya sesuai dengan yang telah ditetapkan pada saat rapat2 sebelumnya. Usai Rapat Tim (Amang St.M.T. Napitupulu, E. Silitonga, P.Purba dan D.F. Panjiatan) yang bertugas mengantar uang panjar berangkat.

Walau sudah disepakati pembagian paket parsel buah hari minggu, Wijk 6 berusaha supaya pengepakan parsel buah dapat selesai pada hari Sabtu dan segera dibagi bersamaan dengan paket lelang makanan. Untuk mengejar waktu itu, tim pengambil buah dibagi 2. Hari Jumat malam pukul 19.30 WIB langsung dari kantornya, Tim yang 1 menjemput buah Appel: Peer dan Anggur yang  sudah dipesan pada hari Jumat malam. Tim 2 berangkat Sabtu pagi pukul 06.30 WIB menjemput Jeruk dan Pisang Barangan.

Pukul 10.30 WIB Semua buah sudah sampai di kediaman Amang E. Silitonga / Br. Sitohang. Anggota TW6C juga sudah banyak yang hadir, Ibu2-nya ada 15 orang dan Bapak2-nya ada 8 orang, belum anak2-nya yang ikut ngerame-ramein. Proses pemaketan pun dilaksanakan, baru 2 jam setengah dari jumlah paket pesanan sudah selesai dibungkus. Karena sudah lapar dan bahan kertas koran yang dijadikan alas buah yang dipaket habis, proses pemaketan ditunda sejenak.

Makan Siang pun dilaksanakan bersama. Menu Kung Rica2 kembali hadir. Amang H. Silitonga sebagai “Chef Rica2″ yang sudah terkenal kehandalannya diseantero Wijk 6  yang memasak. Sayang Amang H. Silitongan dan Keluarga tidak bisa ikut tim pengemapakan karena harus berangkat ke Puncak Bogor untuk menghadiri acara Bona Taon Keluarga besarnya.  Selain itu ada juga Menu Babi kecap (yang ini.. untuk ibu-nya TW6C), tak ketinggalan pula Tuak Tangkasan untuk menambah akrab dan nikmat saat makan siang. Semua menu makan siang itu adalah sumbangan Kel. St. SM. Manik (sebagai ketua Pesta Huria… beliau bangga melihat kekompakan TW6C).

Pemaketan parsel buah selesai dilaksanakan pukul 15.30 WIB, dan diantar ke gereja pada pukul 17.30 WIB. Oleh tim pengantar yang dikerjakan oleh N-HKBP HKBP Pejuang, pengantaran paket selesai dilaksanakan pukul 21.00 WIB.

Lega dan puas rasanya. Terima kasih untuk semua anggota TW6c (Wijk 6) yang sudah terlibat, berkorban waktu, materi dan pemikiran demi suksesnya tugas yang diserahkan Panitia Pesta Huria dan Pesta Ulang Tahun ke-20 HKBP Pejuang tahun 2009 kepada kita. Satu lagi bukti, indahnya kebersamaan, kalau kita masih  bersama-sama bahu-membahu, tentu kita bisa. Tuhan memberkati kita semua. Amin. (ETS)

29
Des
08

Pelayanan di Natal Ama-Ina HKBP Pejuang dan Kebaktian Minggu Ke-4

100_19631

Sabtu 27 Desember 2008 dan Minggu 28 Desember 2008, Gereja HKBP Pejuang

Dengan persiapan yang sederhana, Perayaan Natal Gabungan Ama-Ina HKBP Pejuang 2008 akhirnya dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 27 Desember 2008. Perayaan Natal ini merupakan perayaan Natal terakhir dari serangkaian perayaan natal yang dilaksanakan di Gereja HKBP Pejuang.

Konsep acara Natal hampir sama dengan perayaan Natal tahun lalu dimana tiap wijk (wijk 1 s.d. wijk 7) dilibatkan untuk berpartisipasi mengisi acara baik dalam kelompok liturgi (“pajojorhon hata ni Debata”) maupun dalam kelompok paduan suara wijk.

TW6C tampil sebagai paduan suara terakhir. Lagu “Bangunlah Jiwa” karya sang Maestro Drs.Bonar Gultom (Gorga) melantun dengan riangnya. Walau tidak sempurna (maklum ajalah dalam 2 latihan terakhir) banyak anggota yang absen) tapi terlihat sukacita di wajah2 anggota TW6C.

Usai acara perayaan Natal, TW6C berkumpul di halaman gereja melaksanakan latihan pemantapan lagu “Bangunlah Jiwaku” ya akan dibawakan pada kebaktian siang minggu ke-4 tanggal 28 Desember (jadwal pelayanan rutin TW6C). Dengan harapan agar penampilan besok lebih maksimal, semua anggota berlatih dgn semangatnya.

Kebaktian minggupun tiba. Mengambil tempat duduk di sebelah Koor Ama HKBP Pejuang, TW6C melaksanakan tugas pelayanannya dengan baik. Lagu “Bangunlah Jiwaku” pun mengalun dengan fasihnya dari bibir setiap anggota. Penjiwaannya pun bagus, inti bernyanyi untuk melayani sepertinya sudah mulai dijiwai oleh anggota TW6C (berarti pelajaranlah ini ya, latihan yang lebih mantap membuat jiwa kita lebih siap melayani).

Akhir kata : Selamat Natal 2008 buat semua. Kasih-Nya yang Tulus dan Agung kiranya lebih memancar dalam hati kita. Amin.




Radio Online

Waktu Hari ini :

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

BeasiswA n’ Lowongan Kerja

Info Beasiswa D1 D3 S1 S2

Blog Stats

  • 23,326 hits

IP-Ku

My Popularity (by popuri.us)
November 2014
S S R K J S M
« Agu    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Info Geotoolbar

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

Nilai Blog’s TW6C

free counters

Peta Lokasi Pengunjung :


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.