Archive for the 'Latihan Koor' Category



27
Feb
09

Lae Sagala Masuk Angin… Latihan TW6C jadi Sepi

lsagala

Rabu 25 Februari 2009, Rumah Kel. Ny. Sitohang Br. Sihotang

 

Moderator TW6C Diary dihinggapi kejenuhan memposting kegiatan latihan koor TW6C, sehingga 1 latihan hari rabu di rumah Kel. J. Tambunan/Br. Manalu dan 1 latihan pemantapan hari sabtu di Gereja tidak dipublish dalam blok ini. Gak tau kenapa, apakah karena tidak ada kejadian yang menarik dalam latihan tersebut atau apakah karena malas? 

Suasana latihan koor rutin TW6C hari Rabu malam kemarin di Rumah Kel. Ny. Sitohang Br. Sihotang (personil suara Alto TW6C) berlangsung cukup meriah dan kelihatan ramai. Mungkin karena rumah-rumah BTN Puri Harapan yang biasanya kurang luas jadi kelihatan ramai karena duduk berimpit-impitan. Malam itu lagu yang dilatih adalah lagu Irama RAP karya komposer terkenal lagu2 pop batak Iran Ambarita yang berjudul “Dos do Nangkokna, Dos do Tuatna” . Suasana ini tambah ramai apalagi kala canda dan guyonan Lae L. Sagala (Si raja ngocol se-TW6C) sedang keluar, Gerrrrr…rrrr… gemuruh suara tawa anggota TW6C yang mendengar guyonan Lae L. Sagala. Ada2 saja cerita, yang nada2 lagunya lah yang dikomentari, gayanya para ibu2 lah yang dianggap lucu, apalagi kalau suara Bass lagi salah menyanyikan lagu…. jangan harap luput dari guyonan Lae. L. Sagala.

Suasana ceria dan ramai itu masih terus berlangsung saat latihan selesai, yang dilanjut dengan makan Lontong Sayur. Masih tetap berguyon… Pas mau didoakan oleh Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang, Lae. L.Sagala neletuk sambil berguyon : “Tunggu dulu Bunda, jangan didoakan dulu makanannya, kerupuk lontong sayurku belum ada, nanti saya jadi tidak konsen berdoanya karena pengen comot kerupuk dari piring anggota yang lain” katanya, padahal kerupuk lontong sayurnya sudah ludes disantapnya sebelum berdoa. Ibu2 TW6C pun langsung ribut : “Huuuuuu…uuu.., dasar Ito Sagala, maunya lebih banyak krupuknya sama Dia, kasi aja Bunda… biar tenang dia” kata mereka serempak. Lae L. Sagala senyum2 senang. Rupanya Lae L. Sagala cukup lapar malam itu, 1 piring Lontong Sayur sudah Ludes, sama seperti guru koor TW6C (Amang E. Silitonga). Ada 1 piring “partambuan” (cadangan untuk menambah makanan)… mula2 guru koor TW6C malu2 mau nambah… Lae Sagala nyeletuk lagi : “Jangan malu2 guru… sini saya temani… bagi dua aja kita”. Mereka berdua langsung membagi piring partambuan itu dan segera menyantapnya lagi sampai habis.

Usai makan Lontong Sayur bersama, acara dilanjutkan dengan membicarakan tentang rencana Pesta Huria HKBP Pejuang tanggal 29 Maret 2009. Berkaitan dengan rencana acara itu, pengurus TW6C dan parhalado wijk 6 memeberi arahan (soso2) kepada anggota TW6C agar mulai malam itu sampai 2 minggu ke depan Silua (persembahan) masing2 keluarga sudah bisa disampaikan/dikumpulkan kepada pengurus TW6C atau Parhalado Wijk 6. Tanpa disadari oleh anggota TW6C, suasana ramai dan ceria itu tiba2 hilang, canda2 dan tawa tidak terdengar lagi. Apakah karena serius memperhatikan pengumuman tentang Pesta Huria itu? Ternyata bukan. “Ada gempa ya Lae…, kok goyang penglihatanku… keringat dingin lagi aku” tanya Lae L. Sagala kepada ketua TW6C. “Bercanda Lae ini” pikir ketua dalam hatinya. Iti Nyonya L.Sagala Br. Gultom menimpali : “Kayaknya asam lambung papi kumat lagi tuh, abis tadi perut dalam keadaan kosong, langsung makan Lontong bersantan sih” . Rupanya Lae L. Sagala drop kesehatannya, perutnya mendadak sakit, beliau rupanya masuk angin malam itu. Dan selesai menyantap Lontong Sayur, tubuh yang kurang fit ditambah menu lontong sayur yang bersantan membuat perutnya sakit. Pantesan tadi.. tiba2 suasana rame dan ceria tawa dalam latihan malam itu mendadak hilang. Rupnya Lae L. Sagala (si Raja Ngocol se-TW6C) masuk angi.. trus sakit perut… jadi hening dan sepi deh canda tawa dalam latihan koor TW6C. Wah repot juga ya kalau Lae. L. Sagala sakit…. jadi tidak ramai suasana latihan koor. Semoga tidak sakit perut lagi lah buat Lae L. Sagala… jaga kesehatan terus ya!!!!

Latihan koor malam itu selesai pada pukul 22.30 WIB. Latihan Rabu tanggal 4 Maret 2009 akan dilaksanakan di Gereja HKBP Pejuang karena  Ny. T. Tobing Br. Siregar yang harusnya kebagian jadwal latihan di rumahnya sedang ada acara pada tanggal tersebut. Doa Penutup dibawakan oleh Amang St. M.T. Napitupulu. (ETS)

12
Feb
09

Demam Kampanye di TW6C….

Rabu 11 Februari 2009, Rumah Kel. R. Panjaitan / Br. Siburian

Ibu_DemamkampanyeTinggal 2 bulan lagi pesta demokrasi Pemilihan Umum Tahun 2009 akan dilaksanakan. Kampanye sudah banyak dimulai, baik yang terselubung maupun yang terang2-an. Ada pula yang melanggar aturan tapi ada juga yang sesuai ketentuan. Akhir2 ini apa lagi, banyak ditemui poster2 para Caleg yang berebut untuk duduk menjadi anggota ”Dewan yang Terhormat” di DPR Pusat maupun di DPRD. Kadang membuat hati miris juga, taman yang tadinya indah menjadi acak kadut tak berarturan karena pagar2-nya digantungi poster2 para caleg ini, tembok2 yang tadinyanya berwarna ”narata-rata”(”polos”) menarik dan bersih kini sudah ditempali ”stiker2 norak” para caleg. (Katanya mau menjadi anggota Dewan Yang Terhormat.. tapi kok baru kampanye.. sudah menunjukkan sikap yang kurang terhormat begini ya??… Jangan salahkan deh… kalau kite2 pada kurang respek).

Para Anggota TW6C bercerita, entah sudah berapa banyak kalender dan stiker yang dititipkan/diserahkan oleh para tim sukses Caleg kepada mereka… ada yang dari kawan semarganya (dongan tubu-nya), dari keluarga Iparnya (Hula2-nya), dari kawan2 dekatnya, dari tetangganya dan bahkan ada pula yang tiba2 sudah nangkring di pagar rumahnya (kalau yang begini sih biasanya habis dilihat langsung dibuang ke bak sampah… bikin kotor aja…he.. he..). Tadi malam dalam latihan koor rutin TW6C di rumah Kel. R. Panjiatan / Br. Siburian, tambah satu lagi ”Inventaris Kalender Caleg”-nya para anggota TW6C. Latihan koor TW6C dilanda ”Demam Kampanye”. Kebetulan salah seorang anggota TW6C menjadi pengurus salah satu partai peserta pemilu untuk wilayah Medan Satria Kab. Bekasi dan menjadi tim sukses salah satu caleg DPR pusat dari partainya. Usai latihan koor lagu ”Doa Bapa Kami” Karya Gorga, yang entah kenapa cukup susah dilatih malam itu atau guru koor TW6C (Amang E. Silitonga) ingin agar saatnya nanti dibawakan di Gereja lagu ini dapat dibawakan dengan sempurna, ajang kampanye pun dimulai, sambil menikmati hidangan ”Mie Goreng” yang disajikan tuan rumah, tim sukses partai tertentu ini membagi-bagikan kalender dan stiker kepada para anggota TW6C. Selesai membagi-bagikan kalender tsb., beliau memotivasi anggota TW6C agar memilih partai tersebut katanya ”Mari kita pilih lah partai yang sudah jelas akan memperjuangakan aspirasi dan hati nurani kita, karena landasan iman kita sudah sama. Buat apa kita pilih partai yang lain yang tidak jelas memperjuangkan aspirasi kita”.

Bpk2_demam KampanyeDalam hatinya Ketua TW6C sebenarnya kurang setuju Latihan Koor Rutin TW6C dijadikan ajang kampanye partai politik dan para caleg. Tapi melihat antusiasme apara anggota menerima kalender terus membaca slogan2 yang ditulis dalam kalender itu, ketua TW6C akhirnya membiarkan saja. Beliau sempat menyampaikan tentang rasa kurang simpatiknya terhadap partai tertentu yang ”berkampanye” malam itu di latihan koor rutin TW6C, ” kurang berani saya lihat partai ini memperjuangkan aspirasi umat kristen, padahal jelas2 partai ini berlambangkan kristen, tidak pernah kedengaran pembelaannya dalam koran2 apabila ada penggusuran terhadap gereja2 dan sulitnya mendapat ijin membangun gereja” kata ketua TW6C, yang kemudian dijawab oleh tim sukses partai tertentu itu ”sebenarnya dibelanya… cuman karena suaranya di Dewan sedikit jadi kurang terekspos di media, makanya kalau kita sama2 memilih partai ini dan nanti wakil kita di dewan sudah banyak, pasti suara kita lebih didengar dan diekspos di media”. Walau demikian TW6C (khusunya pengurus) tidak pernah dan tidak akan mengarahkan para anggota TW6C untuk memberikan suaranya kepada partai / caleg tertentu. Pilihan anda adalah hak azasi anda, kita harus komitmen akan hal itu.

Usai acara kampanye, acara dilanjutkan dengan pengumuman-pengumuman antara lain rencana pesta huria dan pesta ulang tahun Gereja HKBP Pejuang yang ke-20 tahun yang disampaikan oleh ketua panitia dan para jajarannya. Dan tambah sukacita TW6C satu lagi, Amang D.F. Panjaitan / Br. Simanjuntak bergabung dengan TW6C malam itu (beliau adalah adik kandung dari Amang Y.N. Panjaitan ? Br. Gultom personil suara Bass TW6C), setelah beberapa kali tertunda karena sibuk di kantornya.  Akhirnya acara latihan TW6C malam itu diakhiri pukul 22.30 WIB dengan pesan Latihan rutin sekaligus mamoholi akan dilaksanakan di rumah Kel. J. Tambunan / Br. Manalu Puri Harapan Blok D-8 No.1 pada hari Rabu tanggal 18 Februari 2009. (ETS)

05
Feb
09

Dampak Krisis Global…. jauh lah dari TW6C

krisis_globalRabu 4 Februari 2009, Rumah Keluarga P. Sibuea / Br. Pardosi

Kekawatiran akan berkurangnya semangat anggota TW6C mengikuti latihan koor setelah pelaksanaan acara Bona Taon 2009  tidak terbukti. Rasa kekuatiran ini diungkapkan Amang P. Sibuea saat menyampaikan ucapan selamat tahun baru mewakili Tenor saat acara Bona Taon TW6C sabtu kemarin. “Kiranya jangan ada lagi anggota koor wijk 6 yang mengundurkan diri setelah acara Bona Taon ini” kata Amang P. Sibuea waktu itu yang disambut suara tawa anggota TW6C. Kekuatiran itu diungkapkan Amang P.Sibuea mungkin karena mengingat salah seorang anggota TW6C yang tidak pernah datang lagi latihan semenjak perhelatan Bona Taon TW6C tahun 2008 yang lalu (di Puncak).

Banyak yang hadir latihan koor Rabu malam kemarin di rumah Kel. P.Sibuea / Br. Pardosi Blok E Puri Harapan. Walaupun kebiasaan lama yang suka terlambat hadirnya masih dibawa-bawa. Ketua dan Nyonya hadir lebih dahulu dan disusul tidak lama kemudian oleh Amang R. Simanjuntak dan Nyonya-nya (Br. Saragih). Saat ngobrol2 di teras rumah (Ketua, Amang R. Simanjuntak dan Amang P. Sibuea) hadir Amang R. panjaitan dan Nyonya-nya Br. Siburian bersama si Cika Putri mereka. Dengan sedikit ter-pincang2, Amang R. Panjitan masuk ke teras rumah. “Kenapa kakinya Bang”  tanya Amang P. Sibue. “Asam Uratku kambuh”  jawab Amang R. Panjaiatan. Obrolan pun sampai ke pembahasan penyebab asam urat (biasalah oarang Batak kalau udah ngumpul semua dibahas). “Mungkin karena kurang olah raga itu, latihan bulu tangkis lagi lah kita” kata Ketua. Namun dengan agak kurang semangat Amang R. Panjaitan menimpali “Kalian lah dulu, aku masih belum dapat kerjaan” Kata Beliau. “Gak usah dipikirain lah kalau biaya urunan/sum buat latihan itu. Lanjut  aja Lae, bisanya saling menutupi dari anggota yang lain.” kata Amang R. Simanjuntak menimpali. Obrolan pun beralih ke topik masalah krisis keuangan dunia (global) yang mengakibatkan banyak karyawan2 perusahaan swasta yang di-PHK. Imbasnya pun sudah mulai dirasakan di awal tahun 2009 ini. Amang R. Simanjuntak dan Amang P. Sibuea pun menceritakan di perusahaan tempat mereka bekerja juga sudah ada karyawan yang di PHK. Mereka sangat kawatir hal itu akan berimbas kepada mereka juga. Obrolan itu terputus karena Ibu2 TW6C meminta agar latihan koor dimulai saja.

Latihan koor pun dimulai tepat pukul 20.30 WIB, kali ini acara dibuka dengan Doa dan pembacaan Renungan Harian oleh Amang E. Silitonga (guru koor TW6C). “Pinasahat ma tu guru memimpin latihan koor.” Kata Amang E. Silitonga sedikit bercanda meniru gaya Ketua dan Sekretaris TW6C jika selesai memimpin doa pembuka dan pembacaan renungan harian, yang disambut Grrrrr…rrrr tawa anggota TW6C. Lagu “Doa Bapa Kami” karya Gorga dilatih kembali malam itu, dan cukup satu jam latihan lagu ini sudah dapat dinyanyikan kembali dengan fasih oleh TW6C (maklumlah… kan udah pernah dibawakan pada pelayanan sebelumnya di Gereja). “Cobalah dipelajari si esra di rumah untuk mengiringi lagu ini, suruh dimainkan dengan irama piano” kata guru koor TW6C kepada Amang St. M.T. Napitupulu. Dan langsung disampaikan Amang St. M.T. Napitupulu kepada Putrinya Esra yang hadir dalam latihan malam itu.

Latihan diakhiri pukul 22.30 WIB setelah sebelumnya TW6C dijamu tuan rumah dengan hidangan Mie-Hun Goreng Bakso. Latihan koor Rabu malam depan tanggal 11 Februari 2009 akan dilaksanakan di rumah Kel. R. Panjaitan / Br. Siburian Perumahan Puri Harapan Blok C.

Sepulang dari latihan koor, obrolan tentang imbas krisis keunagan global yang berakibat terjadinya gelombang PHK di perusahaan swasta indonesia kembali berputar di benak Ketua TW6C, dan mungkin juga dibenak Amang R. Simanjuntak dan Amang P.Sibuea. Kawatir pasti ada dalam hati saudara kita anggota TW6C yang berprofesi sebagai karyawan perusahaan swasta. Doa yang lebih kusyuk kepada Tuhan Kita Yesus Kristus adalah solusi. Semoga Tuhan menjauhkan dampak krisi Global itu dari kita semua dan saudara2 yang sedang mencari pekerjaan bisa diberikan pekerjaan lagi oleh Tuhan. Amin

23
Jan
09

Si Putri Malu mulai unjuk kebolehan…

foto428

Rabu 21 Januari 2009, Rumah Kel. M. Sinaga / Br.  Sihotang

Banjir sudah berlalu,  jalan2 di perumahan Puri Harapan pun sudah mulai kering, tapi di beberapa bagian yang agak rendah masih terdapat genangan2 air becek kecoklatan.  “Mudah2-an hujan tidak turun lagi”.  Harapan ini dipanjatkan dalam hati oleh anggota2 TW6C , terutama Inang Ny. M. Sinaga Br. Sihotang. Rabu malam tanggal 21 Januari 2009, giliran rumah mereka menjadi tempat TW6C latihan koor rutin.  Waktu hari selasa malam 20 Januar 2009 Ketua TW6C datang ke rumahnya mengkonfirmasikan bahwa jadwal tempat latihan hari rabu akan dilaksanakan di rumahnya, dengan sedikit kawatir  Inang Ny. M. Sinaga Br. Sihotang berkata : “Takutnya banjir lagi nanti, gimana dong?”,   “tenanglah gak akan banjir itu” (kata Ketua dengan sok yakinnya bak Mama Loren yang bisa meramal hari esok).

Puji Tuhan sepanjang hari Rabu, mulai pagi sampai malam, hujan tidak turun. Puri Harapan Bebas Banjir… latihan koor TW6C pun digelar kembali. Banyak anggota yang hadir, kangen kali sudah 2 minggu tidak ketemu dalam latihan, maklum aja, latihan minggu lalu tanggal 14 Januari 2009 kan batal dilaksanakan karena jalan2 di Villa Mutiara Gading masih tergenang air yang cukup dalam. Ada juga yang mau curhat2-an, karena merasa senasib rumahnya kebanjiran beberapa hari yang lalu.

Si Putri Malu (borunya TW6C)

Diawali dengan doa dan pembacaan Renungan Harian yang dibawakan oleh Skretaris TW6C Amang H.P. Purba, latihan koor rutin TW6C pun dimulai. Lagu “Nang Humuntal pe Robean” karya GORGA dilatih kembali malam itu. Guru meminta supaya langsung menyanyikan teksnya… baaa.. babbb.. langsung tergagap2 semua, ternyata penundaan latihan seminggu telah membuat TW6C lupa nada2 lagu itu. Padahal saat latihan di kediaman Kel.  Amang H. Silitonga / Br. Sihombong (yang mangallang “Kung” itu tahe) 2 minggu yang lalu, Notasi  lagu “Nang Humuntal Pe Robean” sudah tammat dilatih. Ada pula yang langsung patah semanagat, “Jangan dipaksakan lah lagu ini dinyanyikan hari minggu, masih belum bisa kok, lagu yang lain saja lah!!!” katannya. Tapi dengan keyakinannya, guru koor TW6C tetap memaksa dan melatih terus lagu ini, “Jangan terus patah semangat, .. kita latih per-suara dulu”   kata beliau.  Ternyata keyakinan guru koor benar juga, setelah dilatih per-suara, akhirnya bisa juga TW6C menyanyikan teks2 lagu “Nang Humuntal Pe Robean” itu.

“Esraaaa…, mana tadi si Esra itu?” panggil guru koor TW6C. (si Esra ini adalah putri semata wayang Amang St. M.T. Napitupulu / Br. Situmeang, masih kecil lho.. baru kelas  5  SD).  “Iringilah Esra…., coba dulu intronya!” kata guru koor. Mulanya masih malu2 dan agak terlambat temponya, tapi setelah diulang beberapa kali, akhirnya   jari2 lentik Esra Br. Napitupulu menari dengan lincahnya di atas tuts2 keyboar Yamaha FGZ 1500-nya mengiringi TW6C.

“Wah.. pintar kali lah si Esra ini, borunya siapalah ini..? Borunya Wijk 6 aja ya .. He.. He..” celetuk Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang menunjaukkan rasa salutnya atas kepiawaian Esra Br. Napitupulu bermain keyboar.  Akhirnya si Putri Malu mulai menunjukkan kebolehannya dan tidak malu2 lagi. Sebenarnya Esra Br. Napitupulu sudah lama mengiringi dalam acara sekolah minggu di gereja, tapi setiap diminta mengiringi TW6C, dia masih malu dan tidak percaya diri (PD).  “Gitu dong Eca… gak boleh malu2 lagi ya…”  kata anggota yang lain.

Usai berlatih lanjut dengan acara ramah tamah (mangallang napinatupa ni tuan rumah),  keluar lah mie gomak… “Hm… asyik nih… udah lama juga ya kita gak makan mie gomak..”. pukas Ketua TW6C, yang diiyakan oleh seluruh anggota TW6C sambil menyantap mie gomaknya.

Acarapun ditutup, diselingil dengan pengumuman2 dari ketua dan dilanjutkan dengan kata sambutan dan pemberitahuan (soso2) dari ketua Pesta Huria HKBP Pejuang Amang St. S.M. Manik yang kebetulan berasal dari Wijk 6. “Asa tadukung ma panitia Pesta Huria taon on, ala sian wijk 6 do sude panitia inti-na dippilit” (mari kita dukung panitia Pesta Huria tahun ini, karena seluruh panitia inti yang terpilih berasal dari Wijk 6) kata Amang St. S.M. Manik. Menurut cerita beliau, mulai tahun ini (2009)  panitia Pesta Huria dipilih per-wijk, dan karena tahun lalu ketua panitia berasal dari wijk 7 maka tahun ini giliran wijk 6 yang menjadi panitia inti. Mudah2-an lah parhalado dan seluruh wijk memegang komitmen ini (semoga!!). Tepat pukul 23.00WIB acara latihan koor rutin TW6C bubar jalan, dengan pesan, latihan pemantapan hari Sabtu tanggal 24 Januari 2009 akan dilaksanakan di Rumah Kel. St. J.H. Parhusip / Br. Hasibuan.

08
Jan
09

Makan “Kung” (RW / B1) Rica2… Hmmm.. Sedaaap..

RW_Rica2 / Efrael

RW_Rica2 / Efrael

Rabu 7 Januari 2009, Rumah Kel. H. Silitonga / Br. Sihombing

Latihan Koor perdana TW6C Tahun 2009 dilaksanakan kemarin malam di rumah Kel. H. Silitonga / Br. Sihombing (personil Tenor dan Alto TW6C). Suasana tahun baru masih cukup terasa, saat bersalaman dengan tuan rumah dan sesama anggota yang hadir ucapan ”Selamat Tahun Baru” terucap dari setiap anggota.

Setelah cukup banyak anggota yang hadir, Amang H. Silitonga memberi kode kepada Ketua supaya acara marsipanganon (makan) bisa dimulai. Kayaknya Amang H. Silitonga sudah tidak sabar ingin segera menjamu TW6C makan malam di rumahnya. Seperti soso2 (pemberitahuan) yang disampaikannya kepada anggota TW6C yang hadir saat acara syukuran rumah baru guru koor TW6C Sabtu tanggal 3 Januari 2009 kemaren ”asa unang pola mangan di jabuna be, ala marsipanganon do dibahen inanta dijabu” dan malam itu jamuan makan malam sudah disiapkan keluarga Amang H. Silitonga/Br. Sihombing. Semua anggota langsung menyanggupi/menyetujui. Rupanya sudah pada lapar juga semua anggota. Soso2 Amang H. Silitonga ditambah sms Ketua ke semua anggota ”asa unang pola mangan sian jabu na be” berhasil dan ”ditolopi” (disanggupi) oleh anggota TW6C. Acara pun dibuka dengan doa dan pembacaan renungan harian oleh ketua, dilanjutkan kemudaian dengan doa makan oleh tuan rumah (Inang Ny. H. Silitonga / Br. Sihombing)

Saat tiba di dapur, di meja makan sudah terhidang makanan yang lezaat2 (Hmmm…. jadi ngileer nih), menunya cukup beragam Ayam Goreng Krenyes2, Udang Asam Manis, Sayur lalap dan yang paling spesial adalah menu Daging ”Kung” (RW/B1) Rica2 made in Amang H. Silitonga. Melihat menu spesial itu (Daging Kung) serempak Amang St. M.T. Napitupulu dan Amang H. Purba berujar : ”Sudah kuduga pasti ada jagal (daging) Kung Rica2, mantaff lah ini”. Sambil menyendok makan ke piringnya, tak henti2nya Amang St. M.T. Napitupulu dan Amang H. Purba mempromosikan kepada semua anggota tentang begitu sedapnya Daging Kung buatan Amang H. Silitonga, ”Pedes tapi bikin ketagihan” begitu kata mereka berpromosi. Tambah semangatlah pulak bapak2-nya TW6C pengen menyantap Daging Kung Rica2 itu.

Memang benar lah pulak…. gak percuma rupanya Amang St. M.T. Napitupulu dan Amang H. Purba berpromosi. Nikmat dan sedap betul Daging Kung buatan Amang H. Silitonga itu. Pedas dan memancing keluar keringat saat makan, dan segar rasanya saat keringat mengucur di dahi dan badan. Hampir semua Bapak2-nya TW6C tambah makannya, ada yang 2 piring, bahkan ada pula yang nambah sampai 3 piring. Ibu2 nya juga gak mau kalah, Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang berujar tabo do tutu bah, asli hian dope angka bumbu2 nai, hera masakan na di huta-huta” (memang enak ya, asli bumbu2nya, seperti masakan di kampung). Tapi kasihan juga anggota2 TW6C yang tidak suka makan Daging Kung (Amang L. Sagala, Inang Ny. M. Sinaga Br. Sihotang dan Inang Ny. St. M.T. Napitupulu Br. Situmeang), mereka hanya mesem2 saja menyaksikan kawan2nya begitu menikmati hidangan daging kung itu. Untuk menghibur diri sendiri, Amang Sagala berujar mengapa Dia tidak mau makan daging kung ”Kasihan saya, anjing kan binatang paling setia, dan saya pecinta binatang” ( He.. He… bisa aja ngelesnya Amang L. Sagala ini).
Usai makana malam, istirahat sambil ngobrol2 sebentar. Ketua berseloroh kepada Amang H. Silitonga ”Yang pernahnya Amang tinggal di Manado? Pas bangat rasa masakan Amang ini dengan masakan di restoran2 Manado itu”. Amang H. Silitonga kemudian menceritakan bagaimana sejarahnya Ia sampai bisa memasak Daging Kung Rica2. Rupanya Beliau pernah tinggal lama di Batam dan di sana Beliau banyak bergaul dengan orang2 Ambon, Flores dan Manado yang memang suka memasak dan makan Daging Kung Rica2 ini. (O..o..o… gitu rupanya ceritanya..). ”Harusnya Amang segera bergabung dengan koor ama, karena koor ama suka sekali makan Daging Kung” kata Ketua TW6C. ”He… He…, boi ma i” kata Amang H. Silitonga.

Cukup lama juga waktu yang tersisa dalam acara makan malam bersama. Sampai pukul 22.00 WIB. Gak apa2 lah ya… kan suasana taun baru. Walau begitu latihan koor tetap dilaksanakan. Lagu ”Nang Humuntal Pe Robean” karya Drs. Bonar Gultom (Gorga) dipilih guru koor sebagai lagu yang dilatih malam itu. Awalnya susah, namun berhasil juga TW6C menyanyikannya sampai bait terakhir.

Acara latihan diakhiri tepat pukul 22.45 WIB, diselingi dengan pengumuman2 dari ketua tentang rencana ”Bona Taon” TW6C yang akan dilaksanakan akhir bulan Januari 2009 (tanggal 31 Januari 2009 kalau tidak ada perubahan) dan disepakati dilaksanakan di Kediaman Kel. Amanag L. Sagala/Br. Gultom Aralia Blok HY-25 No. 5 Harapan Indah. Untuk acara latihan Rabu depan tanggal 15 Januari 2009 disepakati dilaksanakan di rumah Kel. St. J.H. Parhusip / Br. Hasibuan sekalian melaksanakan acara mamoholi bagi keluarga mereka.

26
Des
08

Latihan Terakhir TW6C Tahun 2008…

Selasa 23 Desember 2008, Rumah Kel. J. Tambunan / Br. Manalu

Musim liburan Natal anak2 sekolah sudah dimulai. Suasana liburan begitu terasa dalam latihan koor rutin TW6C malam itu di rumah Kel. Amang J. Tambunan / Br. Manalu Puri Harapan blok D-18 No. 1. Banyak anggota TW6C yang pulang kampung. Ada yang hendak menghadiri pesta perkawinan kerabattnya, ada pula yang mau mar-Natal dan mar-Taon Baru. Alhasil cuma sedikit anggota TW6C yang hadir. Sopran 3 orang, Alto 2 orang, Tenor 5 orang dan Bas 2 orang + 1 orang guru koor. Sudah sedikit yang hadir, pada terlambat pulak datangnya. Cuaca memang kurang mendukung malam itu. Hujan turun mulai pukul 19.30 WIB dan mulai agak reda sekitar pukul 20.30 WIB.

Setelah satu demi satu anggota hadir, acarapun dimulai. Seperti biasa diawali dengan Doa Pembuka dan pembacaan Renungan Harian yang dibawakan oleh Ketua. Namun sebelumnya Ketua menyampaikan bahwa malam itu ada 2 acara yang akan dilaksanakan yaitu latihan koor dan mangapuli (menyampaikan kata2 penghiburan) kepada Kel. tuan rumah Amang J. Tambunan.

Acara mangapuli (penghiburan) diawali dengan “huhuasi” (menyampaikan riwayat singkat almarhum ibunda Amang J. Tambunan) yang disampaikan oleh amang J. Tambunan. Nampak rona kesedihan di wajah Amang J. Tambunan saat menyampaikannya. Tapi kesedihan itu juga dibalut ketegaran dan kepasrahan kepada Tuhan, bahwa semua adalah dalam rencana Tuhan, dan berpulang pada kehendak Tuhan Jua. Kemudian perwakilan setiap suara menyampaikan kata2 penghiburannya. Yang Intinya agar keluarga yang ditinggalkan oleh mendiang Ibunda J. Tambunan diberikan ketabahan. Ada yang unik pada saat Ketua menutup (manimpuli) pengucapan kata2 penghiburan kepada keluarga Amang J. Tambunan, Ketua menyanyikan satu bait refrein lagu berjudul “Uju di Ngolungki”. Sebelum menyanyikannya, ketua TW6C mengatakan bahwa usaha keras yang dilakukan oleh keluarga Amang J. Tambunan dalam merawat Ibunda Mereka saat sakit sangat lah membanggakan dan menginspirasi. “Dan tidak kata2 yang akan saya sampaikan, tapi dengan lagu ini, dengan merubah kata so marlapatan menjadi Nga marlapatan” kata ketua. Demikian refrein lagu itu :

Nga marlapatan marende, margondang, marembas hamu
Molo dung mate au
Nga marlapatan na uli na denggan patupahonmu
Molo dung mate au

Uju di ngolungki ma hape, tupa dibahen hamu angka nadenggan
Jala nunga tarida be, holong ni rohami, marnatua-tua i.

Mauliate…. Terima kasih… itu kata yang disampaikan oleh Amang J. Tambunan saat mangampu (menjawab dgn ucapan terima kasih) kata2 penghiburan yang disampaikan oleh TW6C.

Usai acara mangapuli, dilanjut dengan melatih koor lagu ”mari sukacitalah” yang akan dibawakan pada acara Natal Gabungan Ama-Ina HKBP Pejuang tanggal 27 Desember 2008 hari Sabtu malam..

Acara pun ditutup tepat pukul 23.00 WIB, dengan pengumuman, bahwa latihan pertama TW6C di tahun 2009 akan dilaksanakan pada tanggal 7 Januari 2009 dan yang menjadi tuan ruma adalah Kel. H. Silitonga / Br. Sihombing.

19
Des
08

Mamoholi dan Latihan Koor di Rumah Guru Koor TW6C

Rabu 17 Desember 2008, Rumah Keluarga E. Silitonga / Br. Sitohang

Hujan turun dengan derasnya diselingi angin yang berhembus kencang mulai sore sekitar pukul 15.00, alhasil jalan-jalan di Perumahan Puri Harapan banjir lagi. Padahal malam jam 20.00 WIB TW6C akan melaksanakan latihan koor rutinnya di rumah Guru Koor Amang E. Silitonga Perumahan Puri Harapan Blok C-18 No. 34. “Olo ma annon dang adong na ro alani udan on” (bisa2 nanti gak ada yang datang karena hujan ini) kata Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang (Ibu Mertua guru koor TW6C)

Syukurlah sekitar pukul 19.00 WIB hujan deras berangsur berhenti, banjir di jalan-jalan Perumahan Puri Harapan tidak semakin tinggi (Tuhan memang Maha Baik). Satu persatu anggota TW6C hadir di rumah guru koor. Sekretaris TW6C Amang H.P. Purba langsung dari kantornya meluncur ke ke tempat latihan koor. “Dang adong be na mangurus au” (gak ada lagi yang mengurus aku) kata beliau (catatan : Inang Ny. H.P.Purba / Br. Simamora sedang pulang ke Siantar melihat keadaan Ibundanya yang kurang sehat).

Pukul 20.45 WIB acara pun dimulai dibuka dengan Doa dan pembacaan renungan harian oleh sekretaris TW6C. Disepakati karena pada malam itu ada 2 acara yang akan diadakan yaitu Mamoholi dan latihan koor, acara latihan koor dilaksanakan terlebih dahulu agar tidak kemalaman latihannya (tetangga2 guru koor TW6C yang berbeda keyakinan sering komplain kalau latihan koor dilaksanakan terlalu malam), kemudian dilanjutkan dengan acara mamoholi TW6C kepada keluarga guru koor Amang E. Silitonga/Br. Sitohang.

Lagu “Bangunlah Jiwaku” kembali dilatih malam itu, “Biar lebih mantap” kata guru koor TW6C. Lagu ini rencananya akan dibawakan pada pelayanan TW6C di ibadah minggu ke-4 tanggal 28 Desember 2008 (jadwal pelayanan TW6C). Lebih kurang 45 menit latihan koor selesai. Lanjut acara mamoholi, “Saonari sahat ma Hita di acara mamoholi, asa tadok ma hata2 selamat tu keluarga ni gurunta, perwakilan suara ma tabaen, dimulai sian suara sopran” (sekarang tibalah kita di acara mamoholi, menyampaikan kata2 selamat kepada keluarga guru kita, diatur per kelompok suara saja, dimulai dari suara sopran) kata sekretaris TW6C dalam kata pembukaanya. Inang Ny. R. Simanjuntak Br. Saragih mewakili suara Sopran, Inang Ny. M. Sinaga /Br. Sihotang mewakili suara Alto, Amang P. Sibuea & Amang H. Silitonga mewakili suara Tenor, dan Amang H.P.Purba mewakili suara Bas & Pengurus TW6C. Inti ucapan-ucapan selamat yang disampaikan perwakilan setiap suara : agar Amang dan Inang kel. Guru koor TW6C bisa bekerja sama mengurus si Butet yang baru lahir, agar Inang guru bisa menjaga kesehatannya, agar keluarga guru diberi berkat danrezeki untuk membesarkan anak-anaknya dan ucapan selamat atas bertambahnya cucu bagi Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang. Kemudian kel. guru koor TW6C mengucapkan terima kasih atas ucapan2 selamat dari anggota TW6C disertai permohonan maaf kalau ada yang kurang dalam penjamuannya terhadap TW6C.




Radio Online

Waktu Hari ini :

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

BeasiswA n’ Lowongan Kerja

Info Beasiswa D1 D3 S1 S2

Blog Stats

  • 23,843 hits

IP-Ku

My Popularity (by popuri.us)
Desember 2014
S S R K J S M
« Agu    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Info Geotoolbar

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

Nilai Blog’s TW6C

free counters

Peta Lokasi Pengunjung :


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.