Archive for the 'Latihan Koor' Category



23
Jan
09

Si Putri Malu mulai unjuk kebolehan…

foto428

Rabu 21 Januari 2009, Rumah Kel. M. Sinaga / Br.  Sihotang

Banjir sudah berlalu,  jalan2 di perumahan Puri Harapan pun sudah mulai kering, tapi di beberapa bagian yang agak rendah masih terdapat genangan2 air becek kecoklatan.  “Mudah2-an hujan tidak turun lagi”.  Harapan ini dipanjatkan dalam hati oleh anggota2 TW6C , terutama Inang Ny. M. Sinaga Br. Sihotang. Rabu malam tanggal 21 Januari 2009, giliran rumah mereka menjadi tempat TW6C latihan koor rutin.  Waktu hari selasa malam 20 Januar 2009 Ketua TW6C datang ke rumahnya mengkonfirmasikan bahwa jadwal tempat latihan hari rabu akan dilaksanakan di rumahnya, dengan sedikit kawatir  Inang Ny. M. Sinaga Br. Sihotang berkata : “Takutnya banjir lagi nanti, gimana dong?”,   “tenanglah gak akan banjir itu” (kata Ketua dengan sok yakinnya bak Mama Loren yang bisa meramal hari esok).

Puji Tuhan sepanjang hari Rabu, mulai pagi sampai malam, hujan tidak turun. Puri Harapan Bebas Banjir… latihan koor TW6C pun digelar kembali. Banyak anggota yang hadir, kangen kali sudah 2 minggu tidak ketemu dalam latihan, maklum aja, latihan minggu lalu tanggal 14 Januari 2009 kan batal dilaksanakan karena jalan2 di Villa Mutiara Gading masih tergenang air yang cukup dalam. Ada juga yang mau curhat2-an, karena merasa senasib rumahnya kebanjiran beberapa hari yang lalu.

Si Putri Malu (borunya TW6C)

Diawali dengan doa dan pembacaan Renungan Harian yang dibawakan oleh Skretaris TW6C Amang H.P. Purba, latihan koor rutin TW6C pun dimulai. Lagu “Nang Humuntal pe Robean” karya GORGA dilatih kembali malam itu. Guru meminta supaya langsung menyanyikan teksnya… baaa.. babbb.. langsung tergagap2 semua, ternyata penundaan latihan seminggu telah membuat TW6C lupa nada2 lagu itu. Padahal saat latihan di kediaman Kel.  Amang H. Silitonga / Br. Sihombong (yang mangallang “Kung” itu tahe) 2 minggu yang lalu, Notasi  lagu “Nang Humuntal Pe Robean” sudah tammat dilatih. Ada pula yang langsung patah semanagat, “Jangan dipaksakan lah lagu ini dinyanyikan hari minggu, masih belum bisa kok, lagu yang lain saja lah!!!” katannya. Tapi dengan keyakinannya, guru koor TW6C tetap memaksa dan melatih terus lagu ini, “Jangan terus patah semangat, .. kita latih per-suara dulu”   kata beliau.  Ternyata keyakinan guru koor benar juga, setelah dilatih per-suara, akhirnya bisa juga TW6C menyanyikan teks2 lagu “Nang Humuntal Pe Robean” itu.

“Esraaaa…, mana tadi si Esra itu?” panggil guru koor TW6C. (si Esra ini adalah putri semata wayang Amang St. M.T. Napitupulu / Br. Situmeang, masih kecil lho.. baru kelas  5  SD).  “Iringilah Esra…., coba dulu intronya!” kata guru koor. Mulanya masih malu2 dan agak terlambat temponya, tapi setelah diulang beberapa kali, akhirnya   jari2 lentik Esra Br. Napitupulu menari dengan lincahnya di atas tuts2 keyboar Yamaha FGZ 1500-nya mengiringi TW6C.

“Wah.. pintar kali lah si Esra ini, borunya siapalah ini..? Borunya Wijk 6 aja ya .. He.. He..” celetuk Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang menunjaukkan rasa salutnya atas kepiawaian Esra Br. Napitupulu bermain keyboar.  Akhirnya si Putri Malu mulai menunjukkan kebolehannya dan tidak malu2 lagi. Sebenarnya Esra Br. Napitupulu sudah lama mengiringi dalam acara sekolah minggu di gereja, tapi setiap diminta mengiringi TW6C, dia masih malu dan tidak percaya diri (PD).  “Gitu dong Eca… gak boleh malu2 lagi ya…”  kata anggota yang lain.

Usai berlatih lanjut dengan acara ramah tamah (mangallang napinatupa ni tuan rumah),  keluar lah mie gomak… “Hm… asyik nih… udah lama juga ya kita gak makan mie gomak..”. pukas Ketua TW6C, yang diiyakan oleh seluruh anggota TW6C sambil menyantap mie gomaknya.

Acarapun ditutup, diselingil dengan pengumuman2 dari ketua dan dilanjutkan dengan kata sambutan dan pemberitahuan (soso2) dari ketua Pesta Huria HKBP Pejuang Amang St. S.M. Manik yang kebetulan berasal dari Wijk 6. “Asa tadukung ma panitia Pesta Huria taon on, ala sian wijk 6 do sude panitia inti-na dippilit” (mari kita dukung panitia Pesta Huria tahun ini, karena seluruh panitia inti yang terpilih berasal dari Wijk 6) kata Amang St. S.M. Manik. Menurut cerita beliau, mulai tahun ini (2009)  panitia Pesta Huria dipilih per-wijk, dan karena tahun lalu ketua panitia berasal dari wijk 7 maka tahun ini giliran wijk 6 yang menjadi panitia inti. Mudah2-an lah parhalado dan seluruh wijk memegang komitmen ini (semoga!!). Tepat pukul 23.00WIB acara latihan koor rutin TW6C bubar jalan, dengan pesan, latihan pemantapan hari Sabtu tanggal 24 Januari 2009 akan dilaksanakan di Rumah Kel. St. J.H. Parhusip / Br. Hasibuan.

08
Jan
09

Makan “Kung” (RW / B1) Rica2… Hmmm.. Sedaaap..

RW_Rica2 / Efrael

RW_Rica2 / Efrael

Rabu 7 Januari 2009, Rumah Kel. H. Silitonga / Br. Sihombing

Latihan Koor perdana TW6C Tahun 2009 dilaksanakan kemarin malam di rumah Kel. H. Silitonga / Br. Sihombing (personil Tenor dan Alto TW6C). Suasana tahun baru masih cukup terasa, saat bersalaman dengan tuan rumah dan sesama anggota yang hadir ucapan ”Selamat Tahun Baru” terucap dari setiap anggota.

Setelah cukup banyak anggota yang hadir, Amang H. Silitonga memberi kode kepada Ketua supaya acara marsipanganon (makan) bisa dimulai. Kayaknya Amang H. Silitonga sudah tidak sabar ingin segera menjamu TW6C makan malam di rumahnya. Seperti soso2 (pemberitahuan) yang disampaikannya kepada anggota TW6C yang hadir saat acara syukuran rumah baru guru koor TW6C Sabtu tanggal 3 Januari 2009 kemaren ”asa unang pola mangan di jabuna be, ala marsipanganon do dibahen inanta dijabu” dan malam itu jamuan makan malam sudah disiapkan keluarga Amang H. Silitonga/Br. Sihombing. Semua anggota langsung menyanggupi/menyetujui. Rupanya sudah pada lapar juga semua anggota. Soso2 Amang H. Silitonga ditambah sms Ketua ke semua anggota ”asa unang pola mangan sian jabu na be” berhasil dan ”ditolopi” (disanggupi) oleh anggota TW6C. Acara pun dibuka dengan doa dan pembacaan renungan harian oleh ketua, dilanjutkan kemudaian dengan doa makan oleh tuan rumah (Inang Ny. H. Silitonga / Br. Sihombing)

Saat tiba di dapur, di meja makan sudah terhidang makanan yang lezaat2 (Hmmm…. jadi ngileer nih), menunya cukup beragam Ayam Goreng Krenyes2, Udang Asam Manis, Sayur lalap dan yang paling spesial adalah menu Daging ”Kung” (RW/B1) Rica2 made in Amang H. Silitonga. Melihat menu spesial itu (Daging Kung) serempak Amang St. M.T. Napitupulu dan Amang H. Purba berujar : ”Sudah kuduga pasti ada jagal (daging) Kung Rica2, mantaff lah ini”. Sambil menyendok makan ke piringnya, tak henti2nya Amang St. M.T. Napitupulu dan Amang H. Purba mempromosikan kepada semua anggota tentang begitu sedapnya Daging Kung buatan Amang H. Silitonga, ”Pedes tapi bikin ketagihan” begitu kata mereka berpromosi. Tambah semangatlah pulak bapak2-nya TW6C pengen menyantap Daging Kung Rica2 itu.

Memang benar lah pulak…. gak percuma rupanya Amang St. M.T. Napitupulu dan Amang H. Purba berpromosi. Nikmat dan sedap betul Daging Kung buatan Amang H. Silitonga itu. Pedas dan memancing keluar keringat saat makan, dan segar rasanya saat keringat mengucur di dahi dan badan. Hampir semua Bapak2-nya TW6C tambah makannya, ada yang 2 piring, bahkan ada pula yang nambah sampai 3 piring. Ibu2 nya juga gak mau kalah, Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang berujar tabo do tutu bah, asli hian dope angka bumbu2 nai, hera masakan na di huta-huta” (memang enak ya, asli bumbu2nya, seperti masakan di kampung). Tapi kasihan juga anggota2 TW6C yang tidak suka makan Daging Kung (Amang L. Sagala, Inang Ny. M. Sinaga Br. Sihotang dan Inang Ny. St. M.T. Napitupulu Br. Situmeang), mereka hanya mesem2 saja menyaksikan kawan2nya begitu menikmati hidangan daging kung itu. Untuk menghibur diri sendiri, Amang Sagala berujar mengapa Dia tidak mau makan daging kung ”Kasihan saya, anjing kan binatang paling setia, dan saya pecinta binatang” ( He.. He… bisa aja ngelesnya Amang L. Sagala ini).
Usai makana malam, istirahat sambil ngobrol2 sebentar. Ketua berseloroh kepada Amang H. Silitonga ”Yang pernahnya Amang tinggal di Manado? Pas bangat rasa masakan Amang ini dengan masakan di restoran2 Manado itu”. Amang H. Silitonga kemudian menceritakan bagaimana sejarahnya Ia sampai bisa memasak Daging Kung Rica2. Rupanya Beliau pernah tinggal lama di Batam dan di sana Beliau banyak bergaul dengan orang2 Ambon, Flores dan Manado yang memang suka memasak dan makan Daging Kung Rica2 ini. (O..o..o… gitu rupanya ceritanya..). ”Harusnya Amang segera bergabung dengan koor ama, karena koor ama suka sekali makan Daging Kung” kata Ketua TW6C. ”He… He…, boi ma i” kata Amang H. Silitonga.

Cukup lama juga waktu yang tersisa dalam acara makan malam bersama. Sampai pukul 22.00 WIB. Gak apa2 lah ya… kan suasana taun baru. Walau begitu latihan koor tetap dilaksanakan. Lagu ”Nang Humuntal Pe Robean” karya Drs. Bonar Gultom (Gorga) dipilih guru koor sebagai lagu yang dilatih malam itu. Awalnya susah, namun berhasil juga TW6C menyanyikannya sampai bait terakhir.

Acara latihan diakhiri tepat pukul 22.45 WIB, diselingi dengan pengumuman2 dari ketua tentang rencana ”Bona Taon” TW6C yang akan dilaksanakan akhir bulan Januari 2009 (tanggal 31 Januari 2009 kalau tidak ada perubahan) dan disepakati dilaksanakan di Kediaman Kel. Amanag L. Sagala/Br. Gultom Aralia Blok HY-25 No. 5 Harapan Indah. Untuk acara latihan Rabu depan tanggal 15 Januari 2009 disepakati dilaksanakan di rumah Kel. St. J.H. Parhusip / Br. Hasibuan sekalian melaksanakan acara mamoholi bagi keluarga mereka.

26
Des
08

Latihan Terakhir TW6C Tahun 2008…

Selasa 23 Desember 2008, Rumah Kel. J. Tambunan / Br. Manalu

Musim liburan Natal anak2 sekolah sudah dimulai. Suasana liburan begitu terasa dalam latihan koor rutin TW6C malam itu di rumah Kel. Amang J. Tambunan / Br. Manalu Puri Harapan blok D-18 No. 1. Banyak anggota TW6C yang pulang kampung. Ada yang hendak menghadiri pesta perkawinan kerabattnya, ada pula yang mau mar-Natal dan mar-Taon Baru. Alhasil cuma sedikit anggota TW6C yang hadir. Sopran 3 orang, Alto 2 orang, Tenor 5 orang dan Bas 2 orang + 1 orang guru koor. Sudah sedikit yang hadir, pada terlambat pulak datangnya. Cuaca memang kurang mendukung malam itu. Hujan turun mulai pukul 19.30 WIB dan mulai agak reda sekitar pukul 20.30 WIB.

Setelah satu demi satu anggota hadir, acarapun dimulai. Seperti biasa diawali dengan Doa Pembuka dan pembacaan Renungan Harian yang dibawakan oleh Ketua. Namun sebelumnya Ketua menyampaikan bahwa malam itu ada 2 acara yang akan dilaksanakan yaitu latihan koor dan mangapuli (menyampaikan kata2 penghiburan) kepada Kel. tuan rumah Amang J. Tambunan.

Acara mangapuli (penghiburan) diawali dengan “huhuasi” (menyampaikan riwayat singkat almarhum ibunda Amang J. Tambunan) yang disampaikan oleh amang J. Tambunan. Nampak rona kesedihan di wajah Amang J. Tambunan saat menyampaikannya. Tapi kesedihan itu juga dibalut ketegaran dan kepasrahan kepada Tuhan, bahwa semua adalah dalam rencana Tuhan, dan berpulang pada kehendak Tuhan Jua. Kemudian perwakilan setiap suara menyampaikan kata2 penghiburannya. Yang Intinya agar keluarga yang ditinggalkan oleh mendiang Ibunda J. Tambunan diberikan ketabahan. Ada yang unik pada saat Ketua menutup (manimpuli) pengucapan kata2 penghiburan kepada keluarga Amang J. Tambunan, Ketua menyanyikan satu bait refrein lagu berjudul “Uju di Ngolungki”. Sebelum menyanyikannya, ketua TW6C mengatakan bahwa usaha keras yang dilakukan oleh keluarga Amang J. Tambunan dalam merawat Ibunda Mereka saat sakit sangat lah membanggakan dan menginspirasi. “Dan tidak kata2 yang akan saya sampaikan, tapi dengan lagu ini, dengan merubah kata so marlapatan menjadi Nga marlapatan” kata ketua. Demikian refrein lagu itu :

Nga marlapatan marende, margondang, marembas hamu
Molo dung mate au
Nga marlapatan na uli na denggan patupahonmu
Molo dung mate au

Uju di ngolungki ma hape, tupa dibahen hamu angka nadenggan
Jala nunga tarida be, holong ni rohami, marnatua-tua i.

Mauliate…. Terima kasih… itu kata yang disampaikan oleh Amang J. Tambunan saat mangampu (menjawab dgn ucapan terima kasih) kata2 penghiburan yang disampaikan oleh TW6C.

Usai acara mangapuli, dilanjut dengan melatih koor lagu ”mari sukacitalah” yang akan dibawakan pada acara Natal Gabungan Ama-Ina HKBP Pejuang tanggal 27 Desember 2008 hari Sabtu malam..

Acara pun ditutup tepat pukul 23.00 WIB, dengan pengumuman, bahwa latihan pertama TW6C di tahun 2009 akan dilaksanakan pada tanggal 7 Januari 2009 dan yang menjadi tuan ruma adalah Kel. H. Silitonga / Br. Sihombing.

19
Des
08

Mamoholi dan Latihan Koor di Rumah Guru Koor TW6C

Rabu 17 Desember 2008, Rumah Keluarga E. Silitonga / Br. Sitohang

Hujan turun dengan derasnya diselingi angin yang berhembus kencang mulai sore sekitar pukul 15.00, alhasil jalan-jalan di Perumahan Puri Harapan banjir lagi. Padahal malam jam 20.00 WIB TW6C akan melaksanakan latihan koor rutinnya di rumah Guru Koor Amang E. Silitonga Perumahan Puri Harapan Blok C-18 No. 34. “Olo ma annon dang adong na ro alani udan on” (bisa2 nanti gak ada yang datang karena hujan ini) kata Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang (Ibu Mertua guru koor TW6C)

Syukurlah sekitar pukul 19.00 WIB hujan deras berangsur berhenti, banjir di jalan-jalan Perumahan Puri Harapan tidak semakin tinggi (Tuhan memang Maha Baik). Satu persatu anggota TW6C hadir di rumah guru koor. Sekretaris TW6C Amang H.P. Purba langsung dari kantornya meluncur ke ke tempat latihan koor. “Dang adong be na mangurus au” (gak ada lagi yang mengurus aku) kata beliau (catatan : Inang Ny. H.P.Purba / Br. Simamora sedang pulang ke Siantar melihat keadaan Ibundanya yang kurang sehat).

Pukul 20.45 WIB acara pun dimulai dibuka dengan Doa dan pembacaan renungan harian oleh sekretaris TW6C. Disepakati karena pada malam itu ada 2 acara yang akan diadakan yaitu Mamoholi dan latihan koor, acara latihan koor dilaksanakan terlebih dahulu agar tidak kemalaman latihannya (tetangga2 guru koor TW6C yang berbeda keyakinan sering komplain kalau latihan koor dilaksanakan terlalu malam), kemudian dilanjutkan dengan acara mamoholi TW6C kepada keluarga guru koor Amang E. Silitonga/Br. Sitohang.

Lagu “Bangunlah Jiwaku” kembali dilatih malam itu, “Biar lebih mantap” kata guru koor TW6C. Lagu ini rencananya akan dibawakan pada pelayanan TW6C di ibadah minggu ke-4 tanggal 28 Desember 2008 (jadwal pelayanan TW6C). Lebih kurang 45 menit latihan koor selesai. Lanjut acara mamoholi, “Saonari sahat ma Hita di acara mamoholi, asa tadok ma hata2 selamat tu keluarga ni gurunta, perwakilan suara ma tabaen, dimulai sian suara sopran” (sekarang tibalah kita di acara mamoholi, menyampaikan kata2 selamat kepada keluarga guru kita, diatur per kelompok suara saja, dimulai dari suara sopran) kata sekretaris TW6C dalam kata pembukaanya. Inang Ny. R. Simanjuntak Br. Saragih mewakili suara Sopran, Inang Ny. M. Sinaga /Br. Sihotang mewakili suara Alto, Amang P. Sibuea & Amang H. Silitonga mewakili suara Tenor, dan Amang H.P.Purba mewakili suara Bas & Pengurus TW6C. Inti ucapan-ucapan selamat yang disampaikan perwakilan setiap suara : agar Amang dan Inang kel. Guru koor TW6C bisa bekerja sama mengurus si Butet yang baru lahir, agar Inang guru bisa menjaga kesehatannya, agar keluarga guru diberi berkat danrezeki untuk membesarkan anak-anaknya dan ucapan selamat atas bertambahnya cucu bagi Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang. Kemudian kel. guru koor TW6C mengucapkan terima kasih atas ucapan2 selamat dari anggota TW6C disertai permohonan maaf kalau ada yang kurang dalam penjamuannya terhadap TW6C.

12
Des
08

Dari “Nada La (6)”… sampai… “Kesepakatan Bersama”

nada_laRabu 10 Desember 2008, Rumah Kel. St. M.T. Napitupulu / Br. Situmeang

Latihan Koor TW6C telat lagi dimulai. Jam dinding di rumah Amang St. M.T. Napitupulu sudah menunjukkan pukul 20.30 WIB. Guru Koor (Amang E. Silitonga) belum datang. Ibu2 anggota TW6C ngobrol2 di dalam rumah sementara Bapak2-nya di teras rumah ngerokok sambil membahas issue2 yang lagi hangat saat ini. “Ta mulai ma booo…!” ( “ayo dong dimulai”) kata Inang Bendahara TW6C (Ny. S. Simanjuntak / Br. Napitu). ”Eta ma bah, nunga jam tonga 9 hape” (”ayolah, sudah stengah 9 rupanya”) kata Ketua. Latihan pun dimulai, seperti biasa diawali dengan doa pembuka dan dilanjutkan dengan pembacaan Renungan Harian tanggal 10 Desember 2008 yang dibawakan oleh Inang Bendahara.

Usai doa pembuka dan pembacaan firman, Bendahara menyampaikan acara selanjutnya kepada Ketua ”Pinasahat ma tu Ketua memimpin latihan” (”saya sampaikan kapada ketua memimpin latihan”) kata Bendahara. Ketua bingung gimana caranya ini. Memang repot juga kalau kelompok paduan suara hanya mengandalkan 1 orang pengajar dalam latihannya. Karena ketua bingung, akhirnya Inang Bendahara ”turun tangan” menarik nada dasar lagu yang akan dilatih malam itu. Ketemu, kemudian ketua memberi aba2 (satu… dua.. tiga… ya!) lagu ”Bangunlah Jiwaku” pun mulai dilantunkan. Bisa juga akhirnya walaupun dinamika lagu kurang pas karena tidak ada dirigent yang memimpin. Satu putaran lagu selesai, guru koor TW6C tiba juga. Ternyata beliau lembur di kantornya sehingga telat datang latihan. Amang R. Simanjuntak (personil suara Bass TW6C) mengusulkan agar lagu ”Bangunlah Jiwaku” lah yang dibawakan oleh TW6C dalam pelayanannya memenuhi undangan Panitia Perayaan Natal Parsahutaon Puri Harapan hari Sabtu tanggal 13 Desember 2008. Guro koor dan semua anggota setuju, latihanpun dilanjutkan lagi dengan pimpinan guru koor TW6C Amang E. Silitonga. Langsung mantap dan Agung terdengar lantunan lagu ”Bangunlah Jiwaku”, dinamika lagunya pun sudah pas terdengar. Setelah lima kali mengulang menyanyikan lagu, akhirnya latihan koor selesai.

Acara ramah tamah pun dimulai. Inang Ny. St. M.T. Napitupulu Br. Situmeang dibantu ibu2 anggota TW6C dari VMG yang rajin “marhobas”. Setelah piring2 snack yang dihidangkan oleh tuan rumah tiba di hadapan anggota TW6C, “Si Raja Ngocol se-TW6C” (Amang L.Sagala) nyeletuk “bah… patut ma hape nangkin dang adong nada mi (3) ate.. alai nada La (6) do nagodang di endentai” (“bah.. pantesan rupanya tadi tidak ada nada mi (3).. tapi nada La (6) yang banyak di lagu kita itu”). He… He… dasar Si Raja Ngocol. Malam itu tuan rumah Kel. St. M.T Napitupulu /Br. Situmeang menghidangkan Lappet, Salak, Kacang dan Minuman Bandrek Susu” untuk menjamu TW6C. Amang St. M.T. Napitupulu senyum2 saja mendengar celetukan Amang L.Sagala. Beberapa anggota menimpali celetukan Amang L.Sagala dengan perkataan ”Tumagon nama songonon dibahen snacka, molo sai mangallangi mie gabe mokmohan Hita annon” (”Lebih baik memang snack seperti ini dibuat, kalau makan mie melulu bisa jadi kegemukan nanti kita”). Sambil menikmati Snack yang disediakan tuan rumah, Sekretaris TW6C (Amang H.P. Purba) menyampaikan soso-soso/pemberitahuan sebelum kantong tek-tekan (partisipasi TW6C untuk mendukung Perayaan Natal Ama-Ina HKBP Pejuang) dijalankan. Beliau menekankan agar seluruh anggota boleh mendukung Perayaan Natal itu dengan sebaik-baiknya, dengan pertimbangan : partisipasi TW6C mendukung Natal Gabungan Ina se-Ressort HKBP Jakasampurna saja bisa terkumpul Rp. 750.000,-, ”masa untuk perayaan Natal yang dilaksankan Gereja Kita sendiri dan Panitianya dari anggota TW6C pula, gak bisa kita beri dukungan yang lebih baik”. Soso-soso Amang sekretaris ”manjur” juga, terkumpul tek-tekan yang cukup banyak malam itu. Dua ratus ribu lebih, ditambah dengan tek2-an dalam dua kali latihan sebelumnya bararti sudah terkumpul dana sementara empat ratus ribu lebih . Puji Tuhan!!!. Semoga dalam sisa 2 latihan lagi dana yang lebih dari Rp. 750.000 itu bisa terkumpul. Amin.

Selanjutnya ketua TW6C berdiri menyampaikan tambahan soso-soso. Sebelum berangkat latihan beliau telah mengcopy lembaran ”Kesepakan Bersama”. Kesepakatan Bersama?? Barang apa pulak ini?? Sambil mengedarkan foto copian tersebut, ketua memberi penjelasan bahwa ”Kesepakan Bersama” ini adalah semacam missi sosial TW6C terhadap anggota2-nya pada saat ada kejadian bahagia maupun duka yang dialami oleh anggota TW6C, dan hal ini sudah dijalankan semenjak TW6C terbentuk. ”Seperti model AD/ART dalam parsahutaon” kata ketua. Ada sedikit pertanyaan-pertanyaan mengenai point kespakatan bersama itu dari anggota yang baru bergabung, tapi akhirnya semua mengatakan bahwa poin2 itu sudah cukup baik untuk bisa dijalankan oleh seluruh anggota TW6C. Lembaran yang dibagikan malam itu adalah lembaran Kesepakatan Bersama hasil revisi terbaru yang dibuat pada saat acara Bona Taon TW6C di Puncak bulan Februari 2008 yang lalu, namun baru dibagikan karena kelupaan dari pengurus harian (pikirnya kali : ”kan anggota sudah pada tau nya”).

Sehubungan dengan point2 yang terdapat dalam Kespekakatan Bersama itu, ketua menyampaikan pada seluruh anggota bahwa ada 2 peristiwa yang dialami oleh anggota TW6C baru-baru ini. Yang pertama kabar bahagia dengan kelahiran anak ke-2 (putri) guru koor TW6C Amang E. Silitonga dan yang kedua kabar dukacita yang tengah dialami Kel. Amang J. Tambunan karena Ibundanya telah lebih dahulu dipanggil Tuhan. ”Hita aturma tingki laho mamoholi sambil latihan koor tu keluarga ni Gurunta, dungi molo dung mulak kel. Amang J. Tambunan sian Bonapasogit asa laho hita mangapuli tu bagas nasida” (”Kiata aturlah waktu kita untuk ’mamoholi’ sambil lat. Koor ke kel. Guru kita, kemudian kalau kel. Amang J. Tambunan sudah kembali dari kampung halaman, kita pergi memberi penghiburan ke rumah mereka”. Acara mamoholi kerumah guru koor TW6C akhirnya diputuskan akan dilaksanakan Hari Rabu tanggal 17 Desember 2008 dengan mengalihkan jadwal latihan koor yang seharusnya di rumah Kel. Ny. M. Sinaga Br. Sihotang ke rumah keluarga guru koor TW6C Amang E. Silitonga / Br.Sitohang.

Sebelum acara ditutup, keluarga L. Sagala / Br. Gultom meminta waktu untuk menyampaikan pemberitahuan kepada selururuh anggota TW6C bahwa kediaman Mereka telah pindah dari Perumahan Villa Mutiara Gading ke Aralia Blok HY-25 No. 5 Harapan Indah. ”Undangan untuk Acara syukuran masuk rumah baru akan disampaikan lagi kemuaian” kata Inang Ny. L.Sagala Br. Gultom dan disambut antusias oleh seluruh anggota TW6C dengan ucapan : ”Selamat buat Kel. L. Sagala / Br. Gultom, berarti mamotong lagi kita.” Acara latihan berakhir tepat pukul 22.30 WIB, ditutup dengan doa oleh ketua.

04
Des
08

Ada Mie Goreng di Rumah Amang Sekretaris

Sekretaris_n'_NyosekRabu 3 Desember 2008, Rumah Kel. H.P.T. Purba / Br. Simamora

Entah kenapa pikiran dan bayangan tentang mie goreng begitu terasa dalam latihan rutin TW6C tadi malam di rumah sekretaris TW6C (Amang H.P.T.Purba/Br. Simamora). Apakah karena anggota terbawa postingan catatan harian latihan di Rumah Amang St.B.Manullang beberapa hari yang lalu (“Cerita Mie Goreng yang tak jadi…”). Setiap ketemu nada mi (3) pasti pada dikeras-kerasin suaranya, mancing perhatian tuan rumah atau apa gak ngerti juga. Apalagi Amang L.Sagala ( si Raja Ngocol se TW6C), biarpun nada mi (3) cuma satu (3), tapi biar tamba rame pikrnya ditambahinya dua titik (3 . .) biar panjang mi – nya katanya pula (dasar Lu..). “Wah… bagimana jadinya ini nanti, kalau snack ramah tamah yang disediakan tuan rumah bukan mie goreng?” pikir ketua dalam hatinya. Bisa-bisa makin “tarhirim” (ngidam/pengen) nanti para anggota TW6C.

Mie Goreng itu akhirnya ada juga, usai latihan Inang Ny. H.P.T.Purba Br. Simamora sudah langsung bergegas ke dapur untuk menyiapkan makanan ramah tamahnya dibantu ibu-ibu anggota TW6C yang berdomisili di Villa Mutiara Gading (nilai plus dari Ibu2 yang dari VMG, rajin2 kali marhobas bah..). Tak lama kemudian dihadapan masing-masing anggota sudah tersaji piring2 penuh dengan Mie Hun Goreng daging B2. Mantaff dan sedaaap… “Yang Lae bacanya cerita mie goreng yang tak jadi di blog’s kita itu?” tanya ketua sama Amang Purba (ketua teringat tanggapan yang disampaikan Amang Lubis Junior di blog’s TW6C). “Tidak Lae, sory sibuk terus jadi gak sempat aku buka internet” kata Amang H.P.Purba. Berarti “gayung bersambut” atau “cinta tidak bertepuk sebelah tangan”. Keinginan anggota TW6C menyantap mie goreng disambut keluarga tuan rumah Amang H.P.Purba / Br. Simamora malam itu.

Banyak lagi cerita-cerita bahagia dalam latihan tadi malam. Guru/Dirigent TW6C Amang E.Silitonga yang datang agak terlambat disambut dengan salaman ucapan : ”Selamat atas kelahiran Putri ke-2-nya” oleh seluruh anggota TW6C yang hadir pada malam itu. “Terima kasih, maaf saya telat, nyari warung padang dulu, soalnya nyonya rumah masih diwawat, tidak ada yang masak makanan di rumah .” Kata Amang E. Silitonga. Tek-tek an untuk partisipasi TW6C mendukung dana Natal Gabungan Ama-Ina HKBP Pejuang 2008 juga terkumpul cukup banyak. “Saya yakin, dengan pertolongan Tuhan Kita Yesus Kristus, dalam 4 kali latihan lagi, partisipasi punguan kita sebesar Rp. 500.000,- untuk Natal Gabungan Ama-Ina pasti terkumpul.” Kata ketua.

Dalam pengumuman-pengumuman malam itu juga disampaikan ketua bahwa TW6C mendapat undangan dari Panitia Natal Parsahutaon Dos Roha Puri Harapan untuk hadir sebagai tamu menyumbangkan lagu-lagu pujian pada Perayaan Natal Parsahutaon Dos Roha Puri Harapan pada hari sabtu 13 Desember 2008. Anggota menyambut dengan antusias. “Lagu Mari Sukacita ini saja nanti kita bawakan dalam acara itu.” Kata beberapa anggota (catatan : tadi malam TW6C berlatih Lagu Natal ”Mari Sukacita Lah” karya Drs. Bonar Gultom/Gorga).

Latihan pun selesai tepat pukul 22.30 WIB, dengan pesan kepada seluruh anggota bahwa latihan ruti hari Rabu malam akan dilaksankan di rumah keluarga Amang St.M.T.Napitupulu / Br. Situmeang di Perumahan Villa Mutiara Gading. Acara ditutup dengan doa yang dibawakan oleh Amang St. J.H. Parhusip.

01
Des
08

Cerita Mie Goreng yang tak jadi…

Rabu 26 Nopember 2008, Rumah Kel. St. B.Manullang / Br. Nainggolan

Bermula dari konfirmasi via telepon yang disampaikan oleh ketua TW6C bahwa hari Rabu malam tanggal 26 Nopember 2008, latihan rutin TW6C akan dilaksanakan di rumahnya (karena ada urusan keluarga yang sangat penting, beliau tidak hadir pada lat. pemantapan di rumah Kel. St. J.H.Nainggolan), Amang St. B. Manullang dengan senang hati menyanggupi dan segera menyampaikan rencana itu kepada Inang Ny. St. B.Manullang Br. Nainggolan.

Pada hari rabu pagi, dengan niat yang tulus ingin menyambut tamu2-nya TW6C yang akan berlatih koor rutin di rumahnya, berangkatlah Inang Ny. St. B. Manullang Br. Nainggolan ke Pasar tradisional langganannya yang berada di sekitar terminal bus Bekasi. Mengendarai motor Supra X kesayangannya, beliau berangkat ke pasar. Dalam pikiran sudah terbayang ”nanti malam tamu2 saya dari TW6C pasti akan kenyang dan semakin semangat berlatih”.

Sayang seribu sayang, mendekati pasar yang dituju, terjadi kecelakaan kecil. Sepeda motor Inang Ny. St. B. Manullang bertabarakan dengan becak. Memang sih tidak ada yang terluka, tapi kejadian itu cukup membuat beliau membatalkan niatnya melanjutkan berbelanja ke pasar. Bagaimana tidak, begitu terasa sakit akibat benturan dengan becak tadi, mungkin kaki beliu terkilir karenanya. ”Wah… gak mungkin lagi nih bisa berjalan lama2 di pasar sambil nawar2 barang yang mau dibeli” pikir beliua dalam hati.

Akhirnya dengan perasaan sedikit kesal, Inang Ny. St.B.Manullang Br. Nainggolan pulang kembali ke rumah. Sudah barang tentu beliau ingin segera mengobati pegal yang masih terasa di kakinya. Rasa sakit mulai hilang tapi masih agak sakit kalau dibawa berjalan.

Malam pun datang menjelang, satu demi satu anggota TW6C datang ke rumah St. B. Manullang untuk melaksanakan latihan. Banyak juga yang hadir, tapi masih lebih sedikit jumlahnya dibanding waktu latihan pemantapan di rumah Kel. St. J.H.Parhusip. Pukul 20.30 Wib latihan pun dimulai. Dibuka dengan doa oleh ketua dan dilanjutkan dengan pembacaan Renungan Harian. Usai itu, latihan koor dimulai, diawali dengan melatih kembali lagu natal ”Mari Sukacita lah” karya sang maestro Bonar Gultom (GORGA) yang rencananya akan dibawakan pada perayaan Natal Gabungan Ama-Ina HKBP Pejuang tanggal 27 Desember 2008, dilanjut kemudian perkenalan lagu yang rencananya akan dibawakan pada minggu ke-4 tanggal 28 Desember 2008 (jadwal rutin TW6C) berjudul ”Bangunlah Jiwaku” (lagu lama juga… dah pernah dinyanyikan dalam pelayanan2 sebelumnya di gereja). Lebih kurang 1 jam, latihanpun selesai.

Lanjut kemudian ramah tamah (mangallang snack), sebelum menghidangkan, Inang Ny. St. B.Manullang Br. Nainggolan memohon maaf karena hanya bisa menyediakan snack yang sederhana (Kue Bolu, Salak dan Kacang rebus…. ini mah banyak Inang!!!!!), sambil menghidangkan snack “alakadarnya” tersebut Inang Ny. St. B. Manullang Br. Nainggolan menceritakan tentang niatnya memasak mie goreng untuk konsumsi latihan malam itu, tapi gagal karena kecelakaan kecil tersebut. ”Gak jadi aku bikin mie goreng,… abis kesal aku, sakit kakiku karena tabarakan dengan becak itu” katang Inang Ny. St.B..Manullang Br Nainggolan.

He… He…. Gak apa2 Inang, Pintu rumah yang terbuka lebar dan kerelaan Amang dan Inang sekeluarga menerima TW6C latihan malam itu sudah lebih dari segala makanan yang enak yang ada di Indonesia ini…. Semoga cepat sembuh buat Inang dan tetap semangat.

Latihan TW6C berakhir pukul 22.45, dengan pesan : latihan rutin Rabu malam tanggal 3 Desember 2008, akan dilaksanakan di rumah keluarga H. P. Purba /Br. Simamora di Villa Mutiara Gading.




Radio Online

Waktu Hari ini :

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

BeasiswA n’ Lowongan Kerja

Info Beasiswa D1 D3 S1 S2

Blog Stats

  • 20,516 hits

IP-Ku

My Popularity (by popuri.us)
Juli 2014
S S R K J S M
« Agu    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Info Geotoolbar

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

Nilai Blog’s TW6C

free counters

Peta Lokasi Pengunjung :


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.