Rabu , 16 Maret 2011 (Latihan Koor TW6C di Rumah Kel. St. B. Manullang)
Handphone ketua TW6C berbunyi malam itu sekita pukul 19.30 WIB, rupanya Sms masuk dari guru koor TW6C Amang E. Silitonga isinya berbunyi “Sorry ya Lae, aku lembur, gak bisa datang latihan”. “Ah… baru sekarangnya di sms Lae ini, kalau dari tadi siang kan bisa ditunda dulu latihannya” ucap ketua TW6C dalam hatinya. Tapi karena sudah siap2, berangkat juga ketua TW6C dengan nyonyanya yang lg “endut” (denggan pamatangna) ke tempat latihan koor di rumah Kel. St. B. Manullang/ Br. Nainggolan Blok D Per. Puri Harapan Bekasi.
Sesampainya di sana sudah cukup banyak anggota koor yang hadir, sudah komplit lah perwakilan setiap suara (Suara Sopran sampai Bass). “Dang boi ro gurunta bah, lembur ninna Ibana” (“Gak bisa datang guru kita, lembur Dia katanya”) kata ketua selesai menyalami setiap anggota yang sudah duduk di tikar. Terbersit rasa kecewa di wajah2 anggota koor yang sudah hadir saat itu, “Wah…. lebih baik gak usah latihan tadi kalau begini” kata sekretaris TW6C amang HPT. Purba. Tapi walau begitu tepat pukul 20.30 WIB latihan dimulai diawali doa pembuka dan pembacaan firman Tuhan daru Renungan Harian HKBP. Dalam doa yang dipimpin oleh sekretaris TW6C beliau mendoakan supaya Tuhan memberi kekuatan kepada Lae Sitohang yang akan menggantikan guru koor melatih koor malam ini. Habis doa dan pembacaan firman Tuhan, ketua TW6C langsung nyeletuk “Wah… hebat kali lae Purba ini bah, menunjuk pelatih koor lewat doa,… bagaimana lagi awak menolak ini”. Semua pada gerrrrr… tertawa. Akhirnya… dengan kemampuan seadanya bermodalkan korek api gas dan piring (buat mangantuk-atuk ketukan koor) ketua TW6C memimpin latihan malam itu.
Hampir komplit yang datang latihan malam itu ditambah lagi hadirnya Amang P. Sibagaring bergabung sebagai anggota baru TW6C (Puji Tuhan Halleluyah), jumlah yang hadir 22 orang dihitung nyonya ketua TW6C. Selesai latihan sambil menikmati hidangan snack dari tuan rumah, ketua TW6C membuka wacana supaya segera dipilih dan ditunjuk lah “GURU 2 TW6C” (guru Cadangan). Semua pada setuju ide tersebut, sehingga diminculkan lah kandidat – kandidat GURU ke-2 (Guru Cadangan TW6C) dengan nama-nama dan pertimbangan sebagai berikut :
1. Amang L.J. Sihombing, dengan pertimbangan aktif membina naposo bulung pada masa doli2-nya dulu dan sudah pernah memimpin PS. Parsahutaon Puri Harapan dalam acara perayaan Natal Parsahutaon pada tahun 2009.
2. Amang H. P. T. Purba, dengan pertimbangan beliau adalah seorang guru (tapi guru MATEMATIKA) jadi tinggal memoles dan menambah dikit lagi bisalah jadi guru koor.
3. Amang J. Togatorop, dengan pertimbangan beliau adalah juara 1 lomba karaoke pada acara bona taon TW6C yang dilaksanakan awal Februari 2011 yang lalu.
4. Amang E. Sitohang, dengan pertimbangan karena dia ketua dan laenya pulaknya guru 1 TW6C.
Nanti biarlah guru 1 TW6C yang menentukan siapa kira2 yang layak menurut beliau jadi wakil nya (guru 2 / guru cadangan). Supaya kita gak pusing-pusing lagi kalau seandainya guru 1 TW6C berhalangan datang latihan. (ETS)
Senin 2 Nopember 2009, Latihan Koor di Rumah Kel. St. M.T. Napitupulu/ Br. Situmeang
Sabtu, 22 Agustus 2009 (Latihan Pemantapan di rumah Kel. L. Sagala / Br. Gultom)
Kebaktian Minggu Gereja HKBP Pejuang, 7 Juni 2009
Latihan Koor Rutin TW6C Rabu, 3 Juni 2009 Gereja HKBP Pejuang
Gereja HKBP Pejuang, 29 April 2009
Latihan Pemantapan Sabtu 25 April 2009 dan Kebaktian Minggu 26 April 2009
Tinggal 2 bulan lagi pesta demokrasi Pemilihan Umum Tahun 2009 akan dilaksanakan. Kampanye sudah banyak dimulai, baik yang terselubung maupun yang terang2-an. Ada pula yang melanggar aturan tapi ada juga yang sesuai ketentuan. Akhir2 ini apa lagi, banyak ditemui poster2 para Caleg yang berebut untuk duduk menjadi anggota ”Dewan yang Terhormat” di DPR Pusat maupun di DPRD. Kadang membuat hati miris juga, taman yang tadinya indah menjadi acak kadut tak berarturan karena pagar2-nya digantungi poster2 para caleg ini, tembok2 yang tadinyanya berwarna ”narata-rata”(”polos”) menarik dan bersih kini sudah ditempali ”stiker2 norak” para caleg. (Katanya mau menjadi anggota Dewan Yang Terhormat.. tapi kok baru kampanye.. sudah menunjukkan sikap yang kurang terhormat begini ya??… Jangan salahkan deh… kalau kite2 pada kurang respek).
Dalam hatinya Ketua TW6C sebenarnya kurang setuju Latihan Koor Rutin TW6C dijadikan ajang kampanye partai politik dan para caleg. Tapi melihat antusiasme apara anggota menerima kalender terus membaca slogan2 yang ditulis dalam kalender itu, ketua TW6C akhirnya membiarkan saja. Beliau sempat menyampaikan tentang rasa kurang simpatiknya terhadap partai tertentu yang ”berkampanye” malam itu di latihan koor rutin TW6C, ” kurang berani saya lihat partai ini memperjuangkan aspirasi umat kristen, padahal jelas2 partai ini berlambangkan kristen, tidak pernah kedengaran pembelaannya dalam koran2 apabila ada penggusuran terhadap gereja2 dan sulitnya mendapat ijin membangun gereja” kata ketua TW6C, yang kemudian dijawab oleh tim sukses partai tertentu itu ”sebenarnya dibelanya… cuman karena suaranya di Dewan sedikit jadi kurang terekspos di media, makanya kalau kita sama2 memilih partai ini dan nanti wakil kita di dewan sudah banyak, pasti suara kita lebih didengar dan diekspos di media”. Walau demikian TW6C (khusunya pengurus) tidak pernah dan tidak akan mengarahkan para anggota TW6C untuk memberikan suaranya kepada partai / caleg tertentu. Pilihan anda adalah hak azasi anda, kita harus komitmen akan hal itu.
Rabu 4 Februari 2009, Rumah Keluarga P. Sibuea / Br. Pardosi

Komentar Terakhir