Arsip untuk Kategori 'Latihan Koor'

17
Mar
11

Guru 2 TW6C (Guru Cadangan)

Rabu , 16 Maret 2011 (Latihan Koor TW6C di Rumah Kel. St. B. Manullang)

Handphone ketua TW6C berbunyi malam itu sekita pukul 19.30 WIB, rupanya Sms masuk dari guru koor TW6C Amang E. Silitonga isinya berbunyi “Sorry ya Lae, aku lembur, gak bisa datang latihan”. “Ah… baru sekarangnya di sms Lae ini, kalau dari tadi siang kan bisa ditunda dulu latihannya” ucap ketua TW6C dalam hatinya. Tapi karena sudah siap2, berangkat juga ketua TW6C dengan nyonyanya yang lg “endut” (denggan pamatangna) ke tempat latihan koor di rumah Kel. St. B. Manullang/ Br. Nainggolan Blok D Per. Puri Harapan Bekasi.

Sesampainya di sana sudah cukup banyak anggota koor yang hadir, sudah komplit lah perwakilan setiap suara (Suara Sopran sampai Bass). “Dang boi ro gurunta bah, lembur ninna Ibana” (“Gak bisa datang guru kita, lembur Dia katanya”) kata ketua selesai menyalami setiap anggota yang sudah duduk di tikar. Terbersit rasa kecewa di wajah2 anggota koor yang sudah hadir saat itu, “Wah…. lebih baik gak usah latihan tadi kalau begini” kata sekretaris TW6C amang HPT. Purba. Tapi walau begitu tepat pukul 20.30 WIB latihan dimulai diawali doa pembuka dan pembacaan firman Tuhan daru Renungan Harian HKBP. Dalam doa yang dipimpin oleh sekretaris TW6C beliau mendoakan supaya Tuhan memberi kekuatan kepada Lae Sitohang yang akan menggantikan guru koor melatih koor malam ini. Habis doa dan pembacaan firman Tuhan, ketua TW6C langsung nyeletuk  “Wah… hebat kali lae Purba ini bah, menunjuk pelatih koor lewat doa,… bagaimana lagi awak menolak ini”. Semua pada gerrrrr… tertawa. Akhirnya… dengan kemampuan seadanya bermodalkan korek api gas dan piring (buat mangantuk-atuk ketukan koor) ketua TW6C memimpin latihan malam itu.

Hampir komplit yang datang latihan malam itu ditambah lagi hadirnya Amang P. Sibagaring bergabung sebagai anggota baru TW6C (Puji Tuhan Halleluyah),  jumlah yang hadir 22 orang dihitung nyonya ketua TW6C. Selesai latihan sambil menikmati hidangan snack dari tuan rumah, ketua TW6C membuka wacana supaya segera dipilih dan ditunjuk lah “GURU 2 TW6C” (guru Cadangan). Semua pada setuju ide tersebut, sehingga diminculkan lah kandidat – kandidat GURU ke-2 (Guru Cadangan TW6C) dengan nama-nama dan pertimbangan sebagai berikut :

1. Amang L.J. Sihombing, dengan pertimbangan aktif membina naposo bulung pada masa doli2-nya dulu dan sudah pernah memimpin PS. Parsahutaon Puri Harapan dalam acara perayaan Natal Parsahutaon pada tahun 2009.

 

 

 

 

 

2. Amang H. P. T. Purba, dengan pertimbangan beliau adalah seorang guru (tapi guru MATEMATIKA) jadi tinggal memoles dan menambah dikit lagi bisalah jadi guru koor.

 

 

 

 

 

 

3. Amang J. Togatorop, dengan pertimbangan beliau adalah juara 1 lomba karaoke pada acara bona taon TW6C yang dilaksanakan awal Februari 2011 yang lalu.

 

 

 

 

 

4. Amang E. Sitohang, dengan pertimbangan karena dia ketua dan laenya pulaknya guru 1 TW6C.

 

 

 

 

 

 

Nanti biarlah guru 1 TW6C yang menentukan siapa kira2 yang layak menurut beliau jadi wakil nya (guru 2 / guru cadangan). Supaya kita gak pusing-pusing lagi kalau seandainya guru 1 TW6C berhalangan datang latihan.  (ETS)

03
Nov
09

Semangat itu mulai tumbuh lagi

Love-tree_betumbuhSenin 2 Nopember 2009, Latihan Koor di Rumah Kel. St. M.T. Napitupulu/ Br. Situmeang

Hati yang gembira adalah obat… demikian Kata Raja Salomo dalam Amsal…. Bagaimana supaya  hati gembira?? Jawaban sederhana mungkin yang dapat kita lakukan adalah buang jauh2 segala pikiran2 buruk terhadap orang lain terlebih terhadap teman baik atau teman seiman kita, ganti dengan memikirkan kebaikan, kelembutan dan segala yang indah yang telah anda alami dengan teman tersebut. Dengan hati yang bergembira tentu pula semangat kita semakin bertumbuh.

Dalam latihan koor rutin TW6C Senin malam tanggal 2 Nopember 2009 di rumah Kel. St. M.T. Napitupulu/Br. Situmeang, kegembiraan begitu terlihat terpancar dari wajah2 anggota TW6C… semangat  berlatih yang meredup dalam minggu2 latihan sebelumnya mulai tumbuh kembali. Puji Tuhan…. doa2 kita yang masih rindu melayani dijawab  oleh Tuhan. Memang masih banyak yang belum hadir, tapi gak apa2, alasan ketidakhadiran mereka adalah karena  kesehatan yang terganggu, sedang mempersiapkan acara pesta keluarga dan juga karena pekerjaan kantor yang tidak bisa ditunda penyelesainnya.

Sejak minggu ini, jadwal latihan rutin TW6C yang semula dilaksanakan setiap hari Rabu malam diubah menjadi Senin malam. Perubahan ini adalah untuk menyesuaikan dengan semangat TW6C yang ingin tetap eksis melayani dalam partangiangan Wijk hari Selasa malam minggu kedua setiap bulannya, melalui nyayian koor yang dibawakan dalam partangiangan. Karena berdasarkan pengalaman selama ini, Nyanyian koor yang dibawakan oleh TW6C dalam partangiangan kurang maksimal dan bahkan kadangkala tidak jadi bernyanyi karena tidak adanya persiapan dalam latihan Rabu malam. Ketidaksiapan ini biasanya terjadi karena dalam latihan rutin pada hari Rabu malam, pengurus TW6C dan seluruh anggota lupa bahwa minggu berikutnya akan diadakan partangiangan Wijk.

Buat semua anggota TW6C, mari kita jaga agar semangat yang mulai bertumbuh ini semakin bertumbuh dan berakar dalam hati kita semua. Supaya pelayanan kita tetap eksis. Karena semua yang baik yang kita lakukan di jalan Tuhan tidak akan sia-sia.  Latihanpun sudah kembali kita laksanakan di rumah2 anggota, kiranya jangan ada lagi alasan karena latihannya di Gereja yang jauh dari rumah. Senin depan tanggal 9 Nopember 2009 latihan akan dilaksanakan di Rumah Kel. H.P.T. purba / Br. Simamora (Sekretaris TW6C), dan juga perayaan Natal akan segera tiba, mari kita siapkan lagu2 pujian Natal kita.

Hari ini Selasa 3 Nopember 2009 TW6C akan tampil membawakan lagu pujian “Sai Naeng hugolom Tangan Mi” dalam pelayanan di Partangian Wijk 6 di rumah Kel. H. Munthe/ Br. Sibarani. Lagu dengan konsep Vocal Group yang direquest oleh Amang E. Sitohang karena waktu TW6C membawakan lagu ini dalam pelayanannya di Ibadah Minggu tanggal 1 Nopember 2009, beliu tidak ikut menyanyikannya berhubung pada hari itu Koor Ama HKBP Pejuang sedang melaksanakan kunjungan rohani ke Gereja HKBP Bakom Cileungsi.

25
Agu
09

Songgot – Songgot

songgot2Sabtu, 22 Agustus 2009 (Latihan Pemantapan di rumah Kel. L. Sagala / Br. Gultom)

Songgot-songgot yang dalam bahasa Indonesianya bisa diartikan sebagai kejutan2 atau spontanitas ternyata diperlukan untuk menghidupkan semangat yang mulai luntur. Dan songgot2 ini tanpa rencana (sepertinya ini rencana Tuhan) terlaksana dalam latihan pementapan di rumah Kel. L. Sagala / br. Gultom (personil Tenor dan Sopran TW6C) Cluster Aralia Blok HY 25 No. 5 Harapan Indah II hari Sabtu tanggal 22 Agustus 2009.

Berawal dari kegalauan hati pengurus dan anggota TW6C pada latihan hari Rabu tanggal 19 Agustus 2009 di gereja HKBP pejuang yang menunggu sampai pukul 21.30 WIB baru dapat tempat latihan (selama bulan Ramadhan dijadwal latihan di Gereja HKBP Pejuang oleh pengurus), padahal hari Minggu tanggal 23 Agustus 2009 dalam acara kebaktian ke-2 pukul 10.00 WIB, TW6C akan tampil dalam pelayanan sesuai dengan jadwal yang telah diatur oleh Parhalado HKBP Pejuang. Malam itu ada 3 kelompok paduan suara yang latihan, paduan suara Wijk-3 (yang memang sudah rutin melaksanakan latihan gereja), paduan suara N-HKBP Pejuang (yang berlatih untuk persiapan mereka melayani dalam acara partumpolon salah satu anggota mereka) dan TW6C. Kehadiran paduan suara N-HKBP yang tidak diduga akan latihan malam itu (yang biasanya latihan koor tiap  Sabtu malam) mengagetkan TW6C. Ditambah pula kedatangan anggota TW6C yang kebiasaan ngaret alias terlambat menyebabkan TW6C tidak dapat tempat latihan (ruang yang bisa dipakai latihan hanya 2 yaitu ruang gereja dan konsistori). “Gak benar lagi ini” kata ketua TW6C dalam hatinya, ditambah lagi pertanyaan anggota TW6C pada pengurus “dimanalah kita latihan pemantapan hari Sabtu?”. “Ku telepon dulu Lae Sagala, siapa tau bersedia menerima kita latihan pemantapan di rumahnya” kata ketua memberi solusi. Kel. Sagala kebetulan belum datang malam itu. Puji Tuhan, ternyata mereka setuju, dan memberitahukan mereka akan segera datang ke gereja latihan.

Akhirnya TW6C bisa latihan malam itu. Paduan suara Wijk-3 selesai latihan pukul 21.30 dan tempat mereka langsung dimasuki oleh TW6C. Waktu 30 menit dimanfaatkan guru koor (Lae E. Silitonga) dengan baik memoles lagu akan dibawakan pada hari minggu. Usai latihan dilanjutkan dengan pengumuman2 dari pengurus. Sebelum acara ditutup, datang songgot2 (kejutan) dari Kel. L. Sagala/ Br. Gultom. “Pa… gimana?” kata Inang Ny. Sagala br. Gultom. ”Ya udah… kamulah yang bilang!” kata Lae L. Sagala menimpali pertanyaan istrinya. ”Ada apa rupanya Ito” pukas ketua TW6C. Kemudian Inang Ny. Sagala br. Gultom menyampaikan niatnya ingin menjamu TW6C makan malam dalam latihan pemantapan di rumahnya. ”Tapi kalau boleh pukul 18.30 WIB lah kita mulai ya, supaya, sempat kita makan malam dulu” kata Inang itu. Undangan ini disambut semua anggota TW6C dengan senyum berbinar…. ”Wah… terima kasih bangat2 lah buat Lae dan Ito” kata ketua TW6C menjawab undangan itu.

Benar2 songgot yang bermakna. Walau belum semua anggota TW6C hadir, namun acara pemantapan hari Sabtu malam tanggal 22 Agustus 2009 berlangsung meriah. Makan malamnya nikmat, enak semua menunya… ada Ayam kecap, Udang sambal merah dan Gurame goreng sambal kecap plus Sayur lalapan. ”Masakan Nyonya semua itu Lae”... kata Amang L. Sagala kepada teman2nya bapak2 TW6C saat menyantap makanan malam itu. Usai acara makan dilanjut dengan latihan pemantapan. Lagu ”Marparange Na Denggan Ma” kembali dilatih dan dipoles dengan serius oleh guru koor  TW6C. Pukul 21.30 WIB lagu yang dipersiapkan sudah mantap dilatih, musik piano yang dibawakan ”Si CantiK” Esra pun sudah klop dengan lagu dan dirasa oleh guru koor sudah siap untuk dibawakan dalam pelayanan besoknya di gereja.

Ternyata acara tidak cukup sampai disitu. “Nyanyi2 aja kita, kan ada keyboard”…kata Amang L. Sagala. Disambut antusias anggota TW6C terutama ibu2nya. Mereka asyik berjoged diringi alunan keyboard yang dibawakan oleh Amang R. Sinambela. Rasanya semua joged dibawakan oleh ibu2, tak ada yang terlewatkan mulai joged poco2, dangdut, chaca, sajojo,dan waltz semua bisa. Gak ada sungkan dan ragu. Para Bapak2-nya sekali-sekali nimbrung menyanyi lagu kesukaannnya. Sampai pukul 23.00 WIB baru pada puas jogednya.

Sebelum acara ditutup, amang L. Sagala berujar “Kayaknya sudah pada rindu semua ya, acara nyanyi2 dan joged… segera lah Lae acara perlombaan nyanyi nya diadakan”. Memang pada bulan2 sebelumnya TW6C sudah berencana mengadakan acara makan2 bersama dan lomba nyanyi antar anggota TW6C untuk menggugah kembali semangat semua anggota yang mulai kendor (songgot2 yang direncanakan). Akhirnya disepakati oleh semua anggota, acara tersebut akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 19 September 2009 di rumah Kel. L. Sagala / Br. Gultom lagi.

Terakhir…. trims buat Amang L. Sagala dan Keluarga untuk songgot2- nya yang bermakna. Semoga kita semua khusunya Amang Sagala dan keluarga tetap dipakai oleh Tuhan menjadi saluran berkat-Nya menggugah semangat orang2 yang mulai kendor. Amin (ETS)

09
Jun
09

Jadilah Latihannya di Rumah Kami…

Ny-Manurung_Br.dlksaribuKebaktian Minggu Gereja HKBP Pejuang, 7 Juni 2009

Ada perubahan tempat latihan koor TW6C hari Rabu malam tanggal 10 Juni 2009. Dalam latihan koor rutin Rabu malam tanggal 3 Juni 2009 kemarin sempat disepakati latihan koor hari Rabu besok akan kembali dilaksanakan di Gereja HKBP Pejuang karena anggota yang seharusnya rumahnya menjadi tempat latihan koor TW6C belum siap.

Namun selepas Kebaktian Minggu tanggal 7 Juni 2009 kemarin, Inang Ny. Manurung/Br. Doloksaribu datang menyalam ketua TW6C mengucapkan selamt hari minggu seraya berkata “Amang, kasi taulah sama kawan2, jadilah latihan di rumah kami hari Rabu malam ya, asa unang repot mamboan kopi dohot teh manis tu gareja (supaya tidak repot bawa2 kopi dan teh manis ke Gereja)”.  Senang rasanya, akhirnya Inag Ny. manurung/Br.Doloksaribu dan keluarga mau menerima kehadiran TW6C berlatih koor di rumahnya. Selama ini beliau selalu menolak dengan halus, maklum… rumahnya dijadikan sebagai tempat usaha berjualan sembako. Inang itu merasa gak enak, nanti malah acara latihannya jadi sedikit terganggu  dengan keberadaan warung di rumahnya. Saudara2-nya di  TW6C pun selama ini berusaha maklum dengan keadaan itu, takut juga nanti kalau latihan koor di rumah Inang itu, akan mengganggu orang yang ingin berbelanja.

Puji Tuhan atas kuasanya… Dia memang ahli mengatur segalanya. Kekawatiran Inang Ny. Manurung/Br.Doloksaribu diubahnya jadi keyakinan, dan TW6C pun percaya bahwa Tuhan pun akan bekerja agar orang2 yang ingin berbelanja ke warung Inang itu tidak menjadi terganggu dengan kehidiran TWC berlatih koor di sana… Amin (ETS)

04
Jun
09

Arti Seorang Teman (That’s what friends are for)

Arti-SahabatLatihan Koor Rutin TW6C Rabu, 3 Juni 2009 Gereja HKBP Pejuang

Setiap kita pastilah memiliki teman dan masing2 punya definisi sendiri tentang seorang teman. Ada yang mendefinisikan teman adalah orang yang mengerti kita, ada juga yang mengartikan sebagai orang yang mau mendengar kita, atau juga sebagai orang mau diajak melakukan sesuatu bersama-sama. Dari definisi itu, teman ini juga bisa dibagi lagi pengelompokannya menjadi bermacam-macam. Ada teman baik, teman dikala duka, teman dikala suka bahkan ada yang lebih ekstrim dan nyeleneh lagi  dan sebaiknya tak usah ada lah dalam kamus pertemenan kita yaitu teman parjahat (he.. he.., biar rame).

Dalam acara latihan koor rutin TW6C (latihan Rabu malam) ada lagi kategori teman yang muncul dalam benak moderator TW6C yaitu “Teman Se-Iman” ya teman se-iman. Sesi “mangkata-hatai (ngobrol2)” sebelum masuk acara latihan koor sambil menunggu anggota yang belum hadir memunculkan ide ini tentang arti teman se-iman. Saling menguatkan, saling berbagi dan saling memberi (ide dan masukan2) kepada saudara nya yang membutuhkan begitu terasa dalam sesi ngobrol-ngobrol itu. Seorang anggota TW6C terkena imbas krisis ekonomi global, dia di PHK oleh perusahaan setelah mengabdi selama 15 tahun. Tanpa diminta, teman2-nya di TW6C memberikan masukan2 dan saran2 supaya tetap kuat dan tabah (yang kesannya adalah rasa “prihatin”) kepada anggota TW6C yang di-PHK itu. Ide dan tanggapan yang “nyeleneh” dan rasanya seperti melawan arus dari ide yang telah diungkapkan oleh temen2-nya di TW6C justru datang dari “teman se-iman” dari wijk-3 (sdh 2 minggu ini TW6C dan Paduan suara wijk-3 latihan bersama di gereja HKBP Pejuang) Lae Ninggor Pardede. Ide Lae Pardede ini sangat menarik karena justru beliau tidak menggaap kasus PHK-nya teman anggota TW6C itu sebagai sesuatu yang di-prihatinkan. “Ah…. Au pe baru di PHK do, sarupa ma hita” (ah.. aku juga baru di PHK, sama lah kita”) kata beliau membuka idenya. Selanjutnya beliau mengatakan “Adong do pesangonna kan? (“tapi dikasi pesangon ka?”), berati masih lebih beruntung Lae, masih banyak orang yang di-PHK tapi gak dikasi pesangon. Jadikan itu sebgai batu loncatan, tak ada bidang kerjaan di dunia ini yang mentok atau buntu atau tidak diperlukan lagi. Saran saya tetap berusaha cari pekerjaan dan jangan sekali-kali mencoba bidang pekerjaan baru yang belum dikuasai, karena hal itu bisa menyedot tenaga dan biaya yang besar. Olo do dang tahilala hape uang pesangon i nga habis ala sai mancobai usaha bidang baru on” (kadang kita gak sadar uang yang ada/pesangon itu sudah habis karena mencoba bidang baru itu). Ide yang cukup cemerlang ini datang dari teman se-iman TW6C… wah inilah untungnya punya temen se-iman, bisa dapat konsultasi gratis dengan ide2 yang menguatkan.

Pukul 20.45 WIB acara latihan pun dimulai, paduan suara wijk 3 masuk ke dalam ruang konsistori gereja sedangkan TW6C memakai ruang gereja. Kelompok Paduan Suara yang “Ber-jiwa Besar” itulah salah satu penilaian yang dapat diambil oleh moderator TW6C terhadap Paduan Suara Wijk-3 ini. Mereka selalu mengalah dengan menggunakan konsistori gereja sebagai tempat latihan jika TW6C batal/terhalang latihan di rumah anggota shg mengalihkan latihannya di Gereja HKBP Pejuang. Kembali wujud ‘Teman Se-Iman ini nyata dalam latihan malam itu.

Ada 2 lagu koor yang dilatih oleh TW6C malam itu. Yang pertama lagu “Carilah Yang Baik” karya cipta Pdt. J. Doloksaribu yang akan dinyanyikan dalam pelayanan TW6C di kebaktian minggu ke-4  dan lagu “Idama Ulinai” karya cipta Gorga, sebuah lagu tentang pemberkatan nikah yang disiapkan untuk dibawakan dalam pelayanannya di acara pernikahan salah satu anak dari anggota TW6C (kembali arti teman ingin ditunjukan oleh TW6C terhadap salah seorang anggotanya).

Arti seorang teman yang rindu untuk berbagi juga ditunjukan oleh Kel. St. J.H. Parhusip/Br. Hasibuan. Konsumsi Acara latihan koor di gereja yang biasanya cuma Aqua gelas, ditambahi beliau dengan Kopi dan Teh manis panas plus krupuk rempeyek (kriyuk..kriyuk).

Kesan tentang pertemanan dan arti seorang teman ini mengingatkan moderator TW6C Diary akan sebuah lagu tentang persahabatan karya Bacharack yang dipopulerkan oleh Dionne Warwick, Gladys Knight dan Stevi Wonder berjudul That’s Wahat friend are For”

That’s What Friends Are For

Performed with Dionne Warwick, Gladys Knight and Stevie Wonder
Written by Bacharach
Released as a UK single in 1985

And I never thought I’d feel this way
And as far as I’m concerned
I’m glad I got the chance to say
That I do believe I love you

And if I should ever go away
Well then close your eyes and try
To feel the way we do today
And then if you can remember

Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That’s what friends are for
For good times and bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

Well you came in loving me
And now there’s so much more I see
And so by the way I thank you

Oh and then for the times when we’re apart
Well then close your eyes and know
The words are coming from my heart
And then if you can remember

Terakhir… latihan koor Rabu depan tanggal 10 Juni 2009 kembali dilaksankan di gereja HKBP Pejuang, karena ada halangan di rumah anggota yang jadwal latihan TW6C seharusnya bertempat di rumahnya. (ETS)

30
Apr
09

Latihan di Gereja = Sepi Anggota

sepiGereja HKBP Pejuang, 29 April 2009

Latihan koor rutin TW6C Rabu malam kemarin dilaksanakan di gedung Gereja HKBP Pejuang. Alasannya : Kel. Amang St. B. Manullang / Br. Nainggolan yang seharusnya menjadi tuan rumah menginformasikan kepada Ketua TW6C bahwa  Amang itu  sedang melaksanakan tugas kantornya ke luar kota, jadi dengan berart hati mengatakan bahwa latihan di rumahnya ditunda dulu.

Seperti kesepakan bersama, jika tuan rumah latihan  koor sesuai jadwal yang telah disusun berhalangan karena alasan yang mendesak dan penting sehingga latihan di rumahnnya tidak dapat dilaksanakan, maka latihan koor akan dialihkan ke Gereja HKBP Pejuang. Jadilah kemarin malam TW6C latihan di Gereja.

Fenomena yang hampir selalu sama jika TW6C latihan di Gereja adalah “Sepi Anggota“. Ya.. selalu, nggak tau kenapa (kecuali saat menghadapi festival koor) . Jumlah anggota selalu menembus minimal angka digit kepala 2 (20-an orang) jika dilaksanakan di rumah2 anggota, namun kemarin yang hadir dalam latihan di Gereja cuma 13 orang (Sopran 4 orang, Alto 1 orang, Tenor 2 orang dan Bass 5 orang + 1  orang guru koor) untung setiap suara ada yang mewakili sehingga latihan tetap dapat dilaksanakan. Dan untung pula ada punguan koor Wijk 3 yang juga latihan malam itu, sehingga terlihat ramai di gereja (terima kasih buat punguan koor wijk 3  yang mempersilahkan TW6C memakai ruang gereja)

Apa dan kenapa yang menyebabkan demikian?… itu yang selalu menjadi bahan perenungan dalam pikiran moderator TW6C. Mungkinkah karena “Mie Gomak”? … Bisa jadi juga ya… mana lah mungkin ada mie gomak di gereja. Siapa yang masakin, yang merasa tuan rumah pun gak mungkin lah ada. Sementara untuk hadir ke Gereja pun sudah syukur. Atau mungkin karena jauh dari rumah jadi malas mau datang, belum lagi nanti kalau latihannya lama, terpaksalah mutar2 jalan pulangnya karena portal2 di perumahan Harapan Indah dan Taman Harapan sudah pada ditutup.

Semoga bukan karena “Mie Gomak ” yang tak ada lah ya. Masa gara2 Mie Gomak jadi malas latihan. Kan sudah komitmen kita, agar tidak memberatkan tuan rumah (kel. yang mendapat giliran ketempatan latihan rumahnya) bahwa latihan2 kor tidak perlu disajikan konsumsi2, cukuplah minum Aqua yang dibeli dari uang kas. Dan alasan jauh dan takut nanti repot pulangnya, mungkin bisa kita atasi dengan memulai latihan lebih awal sehingga dapat diakhiri lebih awal pula (di bawah jam 22.30.. jadwal portal2 di perumahan harapan indah dan THB ditutup) supaya tidak perlu mutar2 kalau pulang ke rumah.

Buat anggota TW6C yang tidak dapat hadir karena kurang sehat/sakit semoga cepat sembuh dari sakitnya, yang terpaksa tidak hadir karena pekerjaan semoga dapat bekerja dengan baik dan berkat Tuhan tercurah melalui pekerjaannya. Agar kalau sudah sembuh dan waktu sudah longgar bisa datang lagi latihan koor.

Selanjutnya… Ada 2 lagu yang dilatih dalam latihan TW6C  tadi malam, Lagu “Pujilah Tuhan Hai jiwaku” karya GORGA (yang dipersiapkan untuk pelayanan TW6C pada ibadah minggu ke-4) dan Lagu “Biar Mida Jahowa”  karya D. Simanungkalit (yang dipersiapkan untuk lagu pada partangiangan Wijk hari selasa depan tanggal 5 Mei 2009).

Latihan koor hari Rabu tanggal 6 Mei 2009 akan dilaksanakan di Rumah Kel. E. Sitohang / Br. Manurung (Ketua TW6C). Tuan rumah latihan koor dialihkan dari seharusnya di Rumah Kel. Ny. M. Sinaga Br. Sihotang karena tepat pada hari itu Ketua TW6C akan berulang tahun. (ETS)

27
Apr
09

Minggu Misericordias Domini

jesus the good shepherdLatihan Pemantapan  Sabtu 25 April 2009 dan Kebaktian Minggu 26 April 2009

Misericordias Domini yang berarti Bumi Penuh dengan Kasih Setia Tuhan (Mazmur 33 : 55b …. dikutip dari www.rumametmet.com). Untuk pertama kali TW6C menyesuaikan lagu yang akan dibawakan saat pelayanannya dengan tema kotbah kebaktian minggu.  Tema kebaktian minggu yang coba diartikan oleh pengurus TW6C dengan melihat Renungan Harian terbitan HKBP Rawamangun adalah “Pemulihan”… ya karena pada keterangan renungan firman pada Renungan Harian itu ada kata2 pemulihan dinyatakan. Serentak saat itu (latihan di rumah Kel. L. Sagala/Br.Gultom Rabu 15 April 09..red) para anggota TW6C menyebut judul lagu “Hanya Dia Pemberi Kepuasan” karya cipta Theodora Sinaga sebagai lagu yang cocok dengan tema tsb.

Jadilah lagu itu yang dibawakan. Pada pelayanan2 sebelumnya, lagu ini sudah pernah dibawakan, namun karena semakin bertambahnya anggota baru TW6C (belum ikut/bergabung saat lagu ini dinyanyikan pada pelayanan sebelumnya), lagu ini lumayan lama juga dipoles.. supaya semua lebih mantap dan faham.

Bumi Penuh dengan Kasih Setia Tuhan. Sangat indah jika dihayati. Dan Kasih Setia Tuhan itu sangat nyata dirasakan oleh TW6C saat. Banyak dan teramat banyak pun berkat2 itu yang melimpah buat TW6C. Seperti pada latihan pemantapan  Sabtu 25 April 2009 di rumah Kel. R.Simanjuntak/Br.Saragih, ada 2 acara yang dilaksanakan oleh TW6C : latihan koor dan Mamoholi. Satu lagi berkat buat anggota TW6C dengan lahirnya anak ke-3 kel. R.Simanjuntak/Br.Saragih. Selepas latihan fase 1 acara mamoholi diisi dengan ucapan2 selamat dari setiap perwakilan suara (tenor – bass), guru koor, pahalado dan ditutup pengurus.

Indahnya kebersamaan terasa lagi dalam acara itu. Kebahagiaan yang diterima oleh anggota yang mendapat berkat bertambahnnya keturunan tidak serta merta melupakan anggota TW6C yang sampai saat ini belum dikaruniakan Keturunan. Mereka tetap mendoakan dan memanjatkan harapan agar Tuhan yang Maha Baik juga segera mengaruniakan keturunan bagi anggota TW6C yang masih menanti hadirnya si buah hati. Dan doa permohonan itu sungguh sangat menggetarkan hati saat dibawakan oleh Amang St. M.T. Napitupulu ketika menutup acara malam itu.

Tiba saat tampil dalam pelayanan di Kebaktian Minggu tanggal 26 April 2009. Lagu “Hanya Dia Pemberi Kepuasan” dibawakan dengan baik oleh anggota TW6C. Pengalaman2 hidup dan kesan2 indah dan menggetarkan hati yang teringat dipadu dengan menghayati syair2 lagu pijian itu semakin menambah rasa percaya dan pengharapan kita kepada Tuhan Sang Pemberi “Kepuasan,  Pemulihan, Kekuatan dan Kesabaran”

Terakhir, terima kasih untuk penulis lagu “Hanya Dia Pemberi Kepuasan” Ibu Theodora Sinaga. Kami tidak mengenal Ibu, tapi karya Ibu sungguh sangat menggetarkan hati kami saat menyanyikannya. Kami percaya bahwa Ibu adalah seorang yang diberkati Tuhan dan mempunyai Iman percaya yang teguh kepada-Nya. …..Tak berlebihan rasanya jika  sebait syair lagu itu  ketik lagi di  diary ini :

“Disaat ku lemah dan jatuh Engkau menolongku,

Kau jamah dan pulihkan daku tuk menyembah-Mu.

Tiada Kebahagiaan selain dalam Kau.

Di hadirat-Mu ada Damai ku puas dan lega”

27
Feb
09

Lae Sagala Masuk Angin… Latihan TW6C jadi Sepi

lsagala

Rabu 25 Februari 2009, Rumah Kel. Ny. Sitohang Br. Sihotang

 

Moderator TW6C Diary dihinggapi kejenuhan memposting kegiatan latihan koor TW6C, sehingga 1 latihan hari rabu di rumah Kel. J. Tambunan/Br. Manalu dan 1 latihan pemantapan hari sabtu di Gereja tidak dipublish dalam blok ini. Gak tau kenapa, apakah karena tidak ada kejadian yang menarik dalam latihan tersebut atau apakah karena malas? 

Suasana latihan koor rutin TW6C hari Rabu malam kemarin di Rumah Kel. Ny. Sitohang Br. Sihotang (personil suara Alto TW6C) berlangsung cukup meriah dan kelihatan ramai. Mungkin karena rumah-rumah BTN Puri Harapan yang biasanya kurang luas jadi kelihatan ramai karena duduk berimpit-impitan. Malam itu lagu yang dilatih adalah lagu Irama RAP karya komposer terkenal lagu2 pop batak Iran Ambarita yang berjudul “Dos do Nangkokna, Dos do Tuatna” . Suasana ini tambah ramai apalagi kala canda dan guyonan Lae L. Sagala (Si raja ngocol se-TW6C) sedang keluar, Gerrrrr…rrrr… gemuruh suara tawa anggota TW6C yang mendengar guyonan Lae L. Sagala. Ada2 saja cerita, yang nada2 lagunya lah yang dikomentari, gayanya para ibu2 lah yang dianggap lucu, apalagi kalau suara Bass lagi salah menyanyikan lagu…. jangan harap luput dari guyonan Lae. L. Sagala.

Suasana ceria dan ramai itu masih terus berlangsung saat latihan selesai, yang dilanjut dengan makan Lontong Sayur. Masih tetap berguyon… Pas mau didoakan oleh Inang Ny. Sitohang Br. Sihotang, Lae. L.Sagala neletuk sambil berguyon : “Tunggu dulu Bunda, jangan didoakan dulu makanannya, kerupuk lontong sayurku belum ada, nanti saya jadi tidak konsen berdoanya karena pengen comot kerupuk dari piring anggota yang lain” katanya, padahal kerupuk lontong sayurnya sudah ludes disantapnya sebelum berdoa. Ibu2 TW6C pun langsung ribut : “Huuuuuu…uuu.., dasar Ito Sagala, maunya lebih banyak krupuknya sama Dia, kasi aja Bunda… biar tenang dia” kata mereka serempak. Lae L. Sagala senyum2 senang. Rupanya Lae L. Sagala cukup lapar malam itu, 1 piring Lontong Sayur sudah Ludes, sama seperti guru koor TW6C (Amang E. Silitonga). Ada 1 piring “partambuan” (cadangan untuk menambah makanan)… mula2 guru koor TW6C malu2 mau nambah… Lae Sagala nyeletuk lagi : ”Jangan malu2 guru… sini saya temani… bagi dua aja kita”. Mereka berdua langsung membagi piring partambuan itu dan segera menyantapnya lagi sampai habis.

Usai makan Lontong Sayur bersama, acara dilanjutkan dengan membicarakan tentang rencana Pesta Huria HKBP Pejuang tanggal 29 Maret 2009. Berkaitan dengan rencana acara itu, pengurus TW6C dan parhalado wijk 6 memeberi arahan (soso2) kepada anggota TW6C agar mulai malam itu sampai 2 minggu ke depan Silua (persembahan) masing2 keluarga sudah bisa disampaikan/dikumpulkan kepada pengurus TW6C atau Parhalado Wijk 6. Tanpa disadari oleh anggota TW6C, suasana ramai dan ceria itu tiba2 hilang, canda2 dan tawa tidak terdengar lagi. Apakah karena serius memperhatikan pengumuman tentang Pesta Huria itu? Ternyata bukan. “Ada gempa ya Lae…, kok goyang penglihatanku… keringat dingin lagi aku” tanya Lae L. Sagala kepada ketua TW6C. “Bercanda Lae ini” pikir ketua dalam hatinya. Iti Nyonya L.Sagala Br. Gultom menimpali : “Kayaknya asam lambung papi kumat lagi tuh, abis tadi perut dalam keadaan kosong, langsung makan Lontong bersantan sih” . Rupanya Lae L. Sagala drop kesehatannya, perutnya mendadak sakit, beliau rupanya masuk angin malam itu. Dan selesai menyantap Lontong Sayur, tubuh yang kurang fit ditambah menu lontong sayur yang bersantan membuat perutnya sakit. Pantesan tadi.. tiba2 suasana rame dan ceria tawa dalam latihan malam itu mendadak hilang. Rupnya Lae L. Sagala (si Raja Ngocol se-TW6C) masuk angi.. trus sakit perut… jadi hening dan sepi deh canda tawa dalam latihan koor TW6C. Wah repot juga ya kalau Lae. L. Sagala sakit…. jadi tidak ramai suasana latihan koor. Semoga tidak sakit perut lagi lah buat Lae L. Sagala… jaga kesehatan terus ya!!!!

Latihan koor malam itu selesai pada pukul 22.30 WIB. Latihan Rabu tanggal 4 Maret 2009 akan dilaksanakan di Gereja HKBP Pejuang karena  Ny. T. Tobing Br. Siregar yang harusnya kebagian jadwal latihan di rumahnya sedang ada acara pada tanggal tersebut. Doa Penutup dibawakan oleh Amang St. M.T. Napitupulu. (ETS)

12
Feb
09

Demam Kampanye di TW6C….

Rabu 11 Februari 2009, Rumah Kel. R. Panjaitan / Br. Siburian

Ibu_DemamkampanyeTinggal 2 bulan lagi pesta demokrasi Pemilihan Umum Tahun 2009 akan dilaksanakan. Kampanye sudah banyak dimulai, baik yang terselubung maupun yang terang2-an. Ada pula yang melanggar aturan tapi ada juga yang sesuai ketentuan. Akhir2 ini apa lagi, banyak ditemui poster2 para Caleg yang berebut untuk duduk menjadi anggota ”Dewan yang Terhormat” di DPR Pusat maupun di DPRD. Kadang membuat hati miris juga, taman yang tadinya indah menjadi acak kadut tak berarturan karena pagar2-nya digantungi poster2 para caleg ini, tembok2 yang tadinyanya berwarna ”narata-rata”(”polos”) menarik dan bersih kini sudah ditempali ”stiker2 norak” para caleg. (Katanya mau menjadi anggota Dewan Yang Terhormat.. tapi kok baru kampanye.. sudah menunjukkan sikap yang kurang terhormat begini ya??… Jangan salahkan deh… kalau kite2 pada kurang respek).

Para Anggota TW6C bercerita, entah sudah berapa banyak kalender dan stiker yang dititipkan/diserahkan oleh para tim sukses Caleg kepada mereka… ada yang dari kawan semarganya (dongan tubu-nya), dari keluarga Iparnya (Hula2-nya), dari kawan2 dekatnya, dari tetangganya dan bahkan ada pula yang tiba2 sudah nangkring di pagar rumahnya (kalau yang begini sih biasanya habis dilihat langsung dibuang ke bak sampah… bikin kotor aja…he.. he..). Tadi malam dalam latihan koor rutin TW6C di rumah Kel. R. Panjiatan / Br. Siburian, tambah satu lagi ”Inventaris Kalender Caleg”-nya para anggota TW6C. Latihan koor TW6C dilanda ”Demam Kampanye”. Kebetulan salah seorang anggota TW6C menjadi pengurus salah satu partai peserta pemilu untuk wilayah Medan Satria Kab. Bekasi dan menjadi tim sukses salah satu caleg DPR pusat dari partainya. Usai latihan koor lagu ”Doa Bapa Kami” Karya Gorga, yang entah kenapa cukup susah dilatih malam itu atau guru koor TW6C (Amang E. Silitonga) ingin agar saatnya nanti dibawakan di Gereja lagu ini dapat dibawakan dengan sempurna, ajang kampanye pun dimulai, sambil menikmati hidangan ”Mie Goreng” yang disajikan tuan rumah, tim sukses partai tertentu ini membagi-bagikan kalender dan stiker kepada para anggota TW6C. Selesai membagi-bagikan kalender tsb., beliau memotivasi anggota TW6C agar memilih partai tersebut katanya ”Mari kita pilih lah partai yang sudah jelas akan memperjuangakan aspirasi dan hati nurani kita, karena landasan iman kita sudah sama. Buat apa kita pilih partai yang lain yang tidak jelas memperjuangkan aspirasi kita”.

Bpk2_demam KampanyeDalam hatinya Ketua TW6C sebenarnya kurang setuju Latihan Koor Rutin TW6C dijadikan ajang kampanye partai politik dan para caleg. Tapi melihat antusiasme apara anggota menerima kalender terus membaca slogan2 yang ditulis dalam kalender itu, ketua TW6C akhirnya membiarkan saja. Beliau sempat menyampaikan tentang rasa kurang simpatiknya terhadap partai tertentu yang ”berkampanye” malam itu di latihan koor rutin TW6C, ” kurang berani saya lihat partai ini memperjuangkan aspirasi umat kristen, padahal jelas2 partai ini berlambangkan kristen, tidak pernah kedengaran pembelaannya dalam koran2 apabila ada penggusuran terhadap gereja2 dan sulitnya mendapat ijin membangun gereja” kata ketua TW6C, yang kemudian dijawab oleh tim sukses partai tertentu itu ”sebenarnya dibelanya… cuman karena suaranya di Dewan sedikit jadi kurang terekspos di media, makanya kalau kita sama2 memilih partai ini dan nanti wakil kita di dewan sudah banyak, pasti suara kita lebih didengar dan diekspos di media”. Walau demikian TW6C (khusunya pengurus) tidak pernah dan tidak akan mengarahkan para anggota TW6C untuk memberikan suaranya kepada partai / caleg tertentu. Pilihan anda adalah hak azasi anda, kita harus komitmen akan hal itu.

Usai acara kampanye, acara dilanjutkan dengan pengumuman-pengumuman antara lain rencana pesta huria dan pesta ulang tahun Gereja HKBP Pejuang yang ke-20 tahun yang disampaikan oleh ketua panitia dan para jajarannya. Dan tambah sukacita TW6C satu lagi, Amang D.F. Panjaitan / Br. Simanjuntak bergabung dengan TW6C malam itu (beliau adalah adik kandung dari Amang Y.N. Panjaitan ? Br. Gultom personil suara Bass TW6C), setelah beberapa kali tertunda karena sibuk di kantornya.  Akhirnya acara latihan TW6C malam itu diakhiri pukul 22.30 WIB dengan pesan Latihan rutin sekaligus mamoholi akan dilaksanakan di rumah Kel. J. Tambunan / Br. Manalu Puri Harapan Blok D-8 No.1 pada hari Rabu tanggal 18 Februari 2009. (ETS)

05
Feb
09

Dampak Krisis Global…. jauh lah dari TW6C

krisis_globalRabu 4 Februari 2009, Rumah Keluarga P. Sibuea / Br. Pardosi

Kekawatiran akan berkurangnya semangat anggota TW6C mengikuti latihan koor setelah pelaksanaan acara Bona Taon 2009  tidak terbukti. Rasa kekuatiran ini diungkapkan Amang P. Sibuea saat menyampaikan ucapan selamat tahun baru mewakili Tenor saat acara Bona Taon TW6C sabtu kemarin. “Kiranya jangan ada lagi anggota koor wijk 6 yang mengundurkan diri setelah acara Bona Taon ini” kata Amang P. Sibuea waktu itu yang disambut suara tawa anggota TW6C. Kekuatiran itu diungkapkan Amang P.Sibuea mungkin karena mengingat salah seorang anggota TW6C yang tidak pernah datang lagi latihan semenjak perhelatan Bona Taon TW6C tahun 2008 yang lalu (di Puncak).

Banyak yang hadir latihan koor Rabu malam kemarin di rumah Kel. P.Sibuea / Br. Pardosi Blok E Puri Harapan. Walaupun kebiasaan lama yang suka terlambat hadirnya masih dibawa-bawa. Ketua dan Nyonya hadir lebih dahulu dan disusul tidak lama kemudian oleh Amang R. Simanjuntak dan Nyonya-nya (Br. Saragih). Saat ngobrol2 di teras rumah (Ketua, Amang R. Simanjuntak dan Amang P. Sibuea) hadir Amang R. panjaitan dan Nyonya-nya Br. Siburian bersama si Cika Putri mereka. Dengan sedikit ter-pincang2, Amang R. Panjitan masuk ke teras rumah. “Kenapa kakinya Bang”  tanya Amang P. Sibue. “Asam Uratku kambuh”  jawab Amang R. Panjaiatan. Obrolan pun sampai ke pembahasan penyebab asam urat (biasalah oarang Batak kalau udah ngumpul semua dibahas). “Mungkin karena kurang olah raga itu, latihan bulu tangkis lagi lah kita” kata Ketua. Namun dengan agak kurang semangat Amang R. Panjaitan menimpali “Kalian lah dulu, aku masih belum dapat kerjaan” Kata Beliau. “Gak usah dipikirain lah kalau biaya urunan/sum buat latihan itu. Lanjut  aja Lae, bisanya saling menutupi dari anggota yang lain.” kata Amang R. Simanjuntak menimpali. Obrolan pun beralih ke topik masalah krisis keuangan dunia (global) yang mengakibatkan banyak karyawan2 perusahaan swasta yang di-PHK. Imbasnya pun sudah mulai dirasakan di awal tahun 2009 ini. Amang R. Simanjuntak dan Amang P. Sibuea pun menceritakan di perusahaan tempat mereka bekerja juga sudah ada karyawan yang di PHK. Mereka sangat kawatir hal itu akan berimbas kepada mereka juga. Obrolan itu terputus karena Ibu2 TW6C meminta agar latihan koor dimulai saja.

Latihan koor pun dimulai tepat pukul 20.30 WIB, kali ini acara dibuka dengan Doa dan pembacaan Renungan Harian oleh Amang E. Silitonga (guru koor TW6C). “Pinasahat ma tu guru memimpin latihan koor.” Kata Amang E. Silitonga sedikit bercanda meniru gaya Ketua dan Sekretaris TW6C jika selesai memimpin doa pembuka dan pembacaan renungan harian, yang disambut Grrrrr…rrrr tawa anggota TW6C. Lagu “Doa Bapa Kami” karya Gorga dilatih kembali malam itu, dan cukup satu jam latihan lagu ini sudah dapat dinyanyikan kembali dengan fasih oleh TW6C (maklumlah… kan udah pernah dibawakan pada pelayanan sebelumnya di Gereja). “Cobalah dipelajari si esra di rumah untuk mengiringi lagu ini, suruh dimainkan dengan irama piano” kata guru koor TW6C kepada Amang St. M.T. Napitupulu. Dan langsung disampaikan Amang St. M.T. Napitupulu kepada Putrinya Esra yang hadir dalam latihan malam itu.

Latihan diakhiri pukul 22.30 WIB setelah sebelumnya TW6C dijamu tuan rumah dengan hidangan Mie-Hun Goreng Bakso. Latihan koor Rabu malam depan tanggal 11 Februari 2009 akan dilaksanakan di rumah Kel. R. Panjaitan / Br. Siburian Perumahan Puri Harapan Blok C.

Sepulang dari latihan koor, obrolan tentang imbas krisis keunagan global yang berakibat terjadinya gelombang PHK di perusahaan swasta indonesia kembali berputar di benak Ketua TW6C, dan mungkin juga dibenak Amang R. Simanjuntak dan Amang P.Sibuea. Kawatir pasti ada dalam hati saudara kita anggota TW6C yang berprofesi sebagai karyawan perusahaan swasta. Doa yang lebih kusyuk kepada Tuhan Kita Yesus Kristus adalah solusi. Semoga Tuhan menjauhkan dampak krisi Global itu dari kita semua dan saudara2 yang sedang mencari pekerjaan bisa diberikan pekerjaan lagi oleh Tuhan. Amin




Radio Online

Waktu Hari ini :

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

BeasiswA n’ Lowongan Kerja

Info Beasiswa D1 D3 S1 S2

Blog Stats

  • 12,749 hits

IP-Ku

My Popularity (by popuri.us)

 

Mei 2012
S S R K J S M
« Agu    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Info Geotoolbar

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

Nilai Blog’s TW6C

free counters

Peta Lokasi Pengunjung :


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.