
Kebaktian Minggu 22 Maret 2009, Gereja HKBP Pejuang
The Wijk 6 Choir (TW6C) kembali tampil melayani dalam kebaktian minggu di gereja HKBP Pejuang. Selalu berusaha komit dengan jadwal tampil melayani yang ditetapkan parhalado sejak awal (pertama kali) tampil melayani di gereja (Januari 2006 ) yaitu pada minggu ke-4 setiap bulannya. Lagu “Dos do Nangkokna, Dos do Nang Tuatna” karya komponis lagu2 pop Batak Iran Ambarita kembali dibawakan. Bagus dan semakin padu. Terlihat kegemberiaan dan semangat pada seluruh anggota TW6C pada saat menyanyikan lagu ini. Apalagi “Si Cantik Esara br. Napitupulu” Keybordist cilik nya TW6C, semakin percaya diri aja Dia, sampai2 dalam kotbahnya Pdt. Simanungkalit memberikan appresiasi yang tinggi kepada Si Cantik Esra. Keraguan sempat terbersit dalam hati saat latihan2 persiapan lagu ini, guru koor TW6C meminta supaya Esra mengiringi TW6C waktu membawakan lagu ini. “Apa bisa nanti si Esra, lagu ini kan lagu berirama cepat?” demikian pertanyaan yang timbul dalm hati moderator TW6C Diary. Namun keraguan itu segera hilang tak berbekas, saat Esra mengiringi dengan sempurna dalam 2 latihan terakhir. Berganti rasa kagum, “Memang berbakat dan bertalenta besar Si Esra ini!”
Disepelekan
Perasaan disepelekan menghinggapi hati setiap anggota TW6C pada kebaktian minggu kemarin. Tempat duduk yang selalu menjadi permasalahan. Dari dulu, mungkin sudah tiga kali dialami oleh TW6C saat tampil melayani. Bukan karena sempitnya ruang gereja, bukan karena jumlah tempat duduk yang kurang (kalau masalah ini rasanya sudah teratasi semenjak disatukannya 2 rumah menjadi satu gedung gereja), tapi karena kurangnya pengaturan dan komitmen jadwal melayani kelompok paduan suara.
Dalam setiap latihan pemantapannya, TW6C selalu nerencanakan di mana nanti posisi duduknya saat tampil melayani di gereja. Sama saat latihan pemantapan hari Sabtu 21 Maret 2009 di rumah kel. E. Sitohang/Br.Manurung, hal ini kembali di persiapkan. “Seperti biasa, kita duduk di bangku baris sebelah kanan gereja menghadap mimbar. Karena dalam ibadah2 minggu tempat itu biasanya menjadi tempat N-HKBP maka sebaiknnya kita berbagi saja, kita ambil satu sap, satu sap lagi tempatnya N-HKBP”. Kata Ketua TW6C. Namun disela oleh Inang Bendahara TW6C (Ny. S.Simanjuntak Br. Napitu) katanya : “Boru saya kan anggota koor N-HKBP, menurut informasi dari dia, setiap minggu ke-4 (sesuai jadwal TW6C melayani), N-HKBP melayani pada kebaktian pagi pukul 06.00 WIB, Berarti kita ambil 2 sap, supaya 2-3 baris kita tempati.”
Berdasarkan informasi itu, pada minggu pagi pukul 10.00 WIB, TW6C dengan percaya dirinya duduk di baris kanan bangku gereja HKBP Pejuang dengan menduduki 2 baris terdepan. Tidak dinyana, rupanya N-HKBP melayani jg pada kabaktian itu, sehingga mereka duduk di baris bangku tepat di belakang bangku TW6C. Namun, sekonyong-konyong, salah seorang Amang Sintua datang mengatur, “Wijk 6 pindah duduknya ke belakang, supaya N-HKBP yang di depan, atau dibagi 2, satu sap Wijk 6 dan satu sap N-HKBP” katanya. Merasa disepelekan.. apalagi merasa tidak salah, ibu2 pulak semua yang di depan), anggota TW6C tidak bergeming dari bangkunya, dan akhirnya, si Amang Sintua itu yang mengalah, dan N-HKBP pun tidak pernah merasa bahwa tempatnya diduduki oleh orang lain.
Masalah kecil itu akhirnya berlalu, dan tidak terlalu merusak suasana hati anggota TW6C. Tapi TW6C tetap menyampaikan usulan, supaya Jadwal tampil dan pengaturan tempat duduk kelompok paduan suara yang tampil melayani agak lebih tertib lagi disusun. Terima Kasih. (ETS)
Komentar Terakhir