Arsip untuk Kategori 'Inspirasi'

17
Des
10

Merry Christmas Everyone….

Peristiwa kelahiran Yesus adalah awal sejarah keselamatan, karya keselamatan itu berpuncak pada sengsara, mati dan kebangkitanNya. Kedatangan Kristus ini sudah berulang kali diberitakan kepada umat manusia dan tertulis dalam Perjanjian Lama, dan pemenuhannya itu menjadi tanda kasih setia Allah kepada kita.

KelahiranNya itu merupakan peristiwa yang unik, karena Dia yang adalah Allah sendiri itu memilih cara yang begitu humble, meminjam rahim seorang perawan dan Dia lahir sebagaimana biasa seorang bayi lahir, hanya bedanya Ia lahir bukan dari benih fana antara benih perempuan dan laki-laki. Namun bayi yang ada dalam kandungan perempuan itu adalah dari Roh Kudus (Matius 1:20).

Didalam Yesus Kristus, kita mendapatkan anugerah persekutuan yang erat dengan Allah. Dia bukanlah Allah yang jauh, melainkan dekat dengan kita. Dalam diri Yesus Kristus, Allah mendatangi kita dan hadir di tengah-tengah umat manusia. Allah yang Maha-Agung dan Maha-Kuasa rela menjadi senasib dengan manusia dalam segala hal, termasuk kerelaannya menjadikan diriNya tebusan dalam peristiwa penyaliban dan berkorban demi misi penyelamatan umat manusia dari dosa.

PERINGATAN KELAHIRAN KRISTUS :

Peringatan kelahiran Kristus sering menjadi sorotan berbagai pihak, diluar Kristiani maupun kalangan Kristiani sendiri, bahkan ada diantara mereka yang ‘sangat membenci’ hari Natal. Mereka mengatakan bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember. Hal tersebut bisa dipahami, karena Alkitab memang tidak menulis tanggal kelahiran Yesus.

Mereka juga mengatakan 25 Desember adalah hari-raya kaum kafir . Terbukti dengan data tertulis yang memuat liturgi perayaan kelahiran Kristus itu dapat dilihat dalam papirus pada abad ke-IV. Pada tahun 274 M di Kerajaan Romawi, tanggal 25 Desember dimulai perayaan kelahiran matahari karena diakhir musim salju tanggal itu matahari mulai kembali penampakan sinarnya dengan kuat, karena itu bagi orang Romawi kuno, hari itu dirayakan sebagai hari Matahari.

Ketika Kekristenan ‘dijadikan agama negara’ di Kerajaan Romawi, kebiasaan perayaan itu ternyata sukar ditinggalkan masyarakat Roma yang sudah menjadi Kristen. Oleh karena itu para pemimpin gereja kemudian mengalihkan perhatian mereka, perayaan yang semula menjadi perayaan Matahari diganti menjadi perayaan peringatan kelahiran Yesus. Ketentuan ini oleh gereja pada masa itu diresmikan di Roma tahun 336, dan mereka menjadikan tanggal 25 Desember sebagai hari peringatan kelahiran Kristus.

Peringatan kelahiran Kristus dengan tanggal peringatan 25 Desember akhirnya juga diperkenalkan oleh Kaisar Konstantin, hal ini sebagai pengganti tanggal 5-6 Januari yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai hari peringatan kelahiran Kristus. Perayaan Natal kemudian di lakukan di Anthiokia pada tahun 375 dan pada tahun 380 dirayakan di Konstantinopel, dan tahun 430 di Alexandria dan kemudian di tempat-tempat lain dimana kekristenan berkembang.

Tampaknya dengan latar belakang itu, tuduhan-tuduhan mengenai 25 Desember adalah hari raya kafir memang berdasar, karena ada catatan sejarah yang secara jelas menulis hal tersebut. Sekarang bagaimanakah kita menyikapi hal itu? Haruskah kita tidak lagi merayakan natal pada tanggal 25 Desember?

Dari penjelasan sejarah diatas, dapat kita ketahui bahwa awal-mula perayaan kelahiran Kristus bukan tanggal 25 Desember melainkan tanggal 5-6 Januari. Tetapi karena kesepakatan para pemimpin gereja pada waktu itu mereka mengubah peringatan tanggal 5-6 Januari menjadi tanggal 25 Desember untuk mengalihkan perhatian umat Kristiani dari kepercayaan lama mereka menuju kelahiran Kristus. Sehingga pada saat yang sama orang-orang kafir yang belum bertobat dan masih tetap merayakan tanggal 25 Desember dialihkan perhatiannya kepada Kristus.

Tetapi di masa kini umat Kristen tidak ada yang mengkaitkan hari Natal dengan hari dewa Matahari, tidak ada penyembahan atau apapun yang berkaitan dengan paganisme matahari dalam perayaan natal orang-orang Kristen. Karena Kristus-lah yang menjadi center-nya. Jadi walaupun tidak ada tertulis dalam Alkitab Yesus lahir pada tanggal 25 Desember, umat Kristen secara umum merayakan hari Natal pada salah satu hari di bulan Desember sampai Januari demi keseragaman.

Dalam memperingati “hari kelahiran Kristus” umat Kristiani akan menyadari makna yang lebih dalam lagi adalah kehadiran Allah dalam bentuk kelahiran Yesus Kristus sebagai Juruselamat yang mendatangkan damai sejahtera di bumi. Kehidupan Yesus sebagai Tuhan yang menjadi manusia yang menyertai kita (Immanuel) tidak dapat dilepaskan dari saat kelahiran, pembaptisan, pelayanan, penyaliban, kebangkitan, sampai kenaikanNya ke surga. Sekalipun demikian, sebagai suatu peringatan, memang Natal kemudian berkembang sebagai suatu ‘perayaan’ dalam tradisi gereja dan masyarakat pada umumnya.

BOLEHKAH KITA MERAYAKAN CHRISTMAS/NATAL?

Perayaan hari kelahiran Yesus memang tidak tertulis, bahkan tidak ada anjuran dalam Alkitab untuk “merayakan” Natal, tidak ada anjuran untuk memasang pohon terang, dll.
Tetapi “Memperingati” kelahiran Yesus Kristus itu “mutlak”.

Anda tentu bisa membedakan arti ‘perayaan’ dan ‘peringatan’, perayaan adalah cenderung bersifat pesta, sedangkan ‘peringatan’ lebih bersifat khidmat :

* 2 Timotius 2:8
LAI TB, Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.
KJV, Remember that Jesus Christ of the seed of David was raised from the dead according to my gospel:

Ayat diatas adalah nasehat dari rasul Paulus kepada Timotius, tentang 3 hal yang penting akan Tuhan Yesus Kristus : KelahiranNya, kematianNya, dan kebangkitanNya.

Peringatan, asal katanya adalah ‘Ingat‘. Kata “ingatlah” dalam ayat diatas menggunakan kata  meletakkan sesuatu di dalam pikiran. Akar kata yang sama juga dijumpai dalam ayat ini:

* Lukas 22:19
LAI TB, Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.”
KJV, And he took bread, and gave thanks, and brake it, and gave unto them, saying, This is my body which is given for you: this do in remembrance of me

Apakah kita hanya “mengingat” kematian Kristus? Apakah kita tidak “mengingat” kebangkitan-Nya, dan apakah kita tidak “mengingat” kelahiran-Nya pula?
Justru kebangkitan dan kelahiran Yesus Kristus itulah yang menjadi “inti” pemberitaan Paulus seperti dalam 2 Timotius 2:8 di atas. Paskah tanpa Natal tidak akan lengkap maknanya, karena kita tidak mengerti makna dari Paskah itu bila kita tidak mengerti makna KelahiranNya (natal).

“Merayakan” jelas berbeda dengan “memperingati” atau “mengingat”. Merayakan cenderung berhura-hura, berpesta. Tetapi “mengingat” adalah lawan dari kata “melupakan”. Tentu kita tidak akan melakukan tindakan seperti lawan kata ini. Yesus yang lahir di kandang yang hina perlu dijadikan contoh kerendah-hatian umat Kristiani yang melayani dan tidak minta dilayani. Dan menjadikan contoh bahwa Allah yang Maha Mulia dan yang Empunya langit dan bumi itu ternyata lebih memilih cara sederhana dalam kedatanganNya di dunia.

Mengenai Natal/Christmas; Sebenarnya tidak hanya dirayakan secara “religius” oleh umat Kristiani. Pada masa kini orang-orang yang bukan Kristen dimana-mana, misalnya di Jepang, di China dan lain-lain mereka pun ‘merayakan’ Christmas sebagai hari raya untuk bersenang-senang. Bahkan Christmas di seluruh dunia banyak digunakan sebagai “marketing tools”. Di Malaysia, negara Muslim terakhir saya kesana pada saat menjelang natal; Mall, Dept Store, Restaurant dimana-mana didekor sedemikian rupa untuk menarik minat customer/turis. Hal tersebut mungkin karena mereka juga tahu bahwa perayaan Natal pada 25 Desember hanyalah tradisi, bukan perintah yang tertulis dalam Alkitab.

Saya melihat segi positifnya saja, dengan Christmas banyak orang mengemas acara, ie. gathering, dinner dan macam-macam acara lain, untuk bercengkerama dengan keluarga dan sahabat2 mereka walaupun mereka bukan Kristen. Dan perayaan Christmas bisa juga menjadi sesuatu moment bagi tiap orang untuk merayakannya dengan caranya masing-masing.

Karena Perayaan Christmas sudah menjadi ‘tradisi dunia’, maka kita sebagai umat Kristiani harus sungguh menghargai karya penebusan Kristus yang sudah dijalankanNya dengan sempurna. Karena keyakinan akan Yesus tidak dapat dilepaskan dari kelahiranNya sebagai pemenuhan nubuatan para Nabi, Allah yang menjadi manusia Yesus (Matius 1:18-2:12 dan Lukas 1-2).
Walaupun secara ‘tradisi’ kita memperingatinya pada tanggal 25 Desember. Tetapi, marilah kita ‘memperingati’ kelahiranNya, yang dengan lebih berfokus pada syukur dan khidmat kepada Allah kita yang telah rela merendahkan diriNya sebagai manusia. Dan janganlah kita kehilangan makna ‘natal’ yang sesungguhnya, jadikanlah Natal selalu menjadi kabar baik bagi semua orang di sekitar kita, bahwa Allah telah membuktkan kasihNya dalam diri Yesus Kristus Tuhan kita.

Semoga damai dan riang-ria di suasana Natal ini menjadi berkat bagi semua umat manusia, terlebih bagi kita umat Allah yang telah ditebus.

Amin.

Tulisan dari : BUDI PRAMONO

Disadur dari : www.sarapanpagi.com

13
Jan
10

Inspirasi sebuah kotbah rumamet.com… (jemaat yang sebenarnya)

Batu Hidup Rumah Rohani

Almanak Senin 11 Januari 2010:

Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. (1 Petrus 2:5)

Rasul Petrus melukiskan gereja sebagai suatu rumah rohani atau Bait Roh Kudus dan anggota-anggota gereja diundang sebagai batu-batu hidup pembangunan rumah itu. Alangkah indahnya.

Gambaran ini hendak menunjukkan kedudukan dan peran kita dalam gereja. Kita adalah anggota dan bukan pengamat  gereja. Kita adalah peserta dan bukan penonton ibadah. Kita diajak  melibatkan diri dan bukan sekadar melihat-lihat kesaksian, pelayanan dan persekutuan gereja. Tiap-tiap orang diundang berpartisipasi dalam pembangunan gereja sebagai persekutuan, kesaksian dan pelayanan demi kemuliaan Tuhan itu. Setiap orang anggota gereja sebab itu harus memiliki komitmen dan tanggungjawab bagi gereja bukan hanya selera dan mood saja.

Pertanyaan: apa dan bagaimana peran Saudara dalam gereja (baca: jemaat lokal dimana  saudara terdaftar)? Apakah kontribusi dan partisipasi Saudara?  Sejauhmanakah Saudara menjadikan semua itu sebagai komitmen (janji) dan tanggungjawab?

Doa:

Ya Allah, terima kasih atas undanganMu masuk ke dalam kehidupanMu yang kekal dan ke dalam gerejaMu. Berkatilah keanggotaan kami dalam gerejaMu. Jadikanlah kami batu-batu hidup bagi pembangunan Bait Roh Kudus, Rumah Allah, Tubuh Kristus.  Mulialah nama Tuhan melalui kontribusi dan partisipasi kami dalam kesaksian, pelayanan dan persekutuan gerejaMu. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Renungan harian yang dituliskan Pdt. Daniel Taruli A. Harahap dalam www.rumametmet.com ini sangat inspiratif dan memperluas cakrawala berfikir kita sebagai anggota jemaat. Ternyata kedudukan kita sebagai anggota jemaat bukan sebagai pengamat  gereja, bukan penonton ibadah dan bukan pula sekadar melihat-lihat kesaksian, pelayanan dan persekutuan gereja.

Kita diajak  melibatkan diri,  diundang berpartisipasi dalam pembangunan gereja sebagai persekutuan, kesaksian dan pelayanan demi kemuliaan Tuhan itu, oleh sebab itu setiap orang anggota gereja harus memiliki komitmen dan tanggungjawab bagi gereja bukan hanya berdasarkan saat ada  selera dan mood saja.

Sebagai anggota koor yang sudah melayani dan terlibat sekian lama dalam pelayanan di gereja, mari kita tetap melayani, dan jangan gampang “mandele” (ngambek) atau juga kendor semangat karena  melihat sebagian kawan sudah jarang datang latihan.

Sebagai anggota yang sudah mulai jarang datang latihan… apakah Anda mau jadi jemaat yang hanya sebagai penonton saja???… mari libatkan lagi dirimu dalam pelayanan…. Masa cuma karena cobaan sedikit saja sudah kendor semangatnya. Tuhan Yesus sampai mati di kayu salib demi kita lho…. apakah kita tidak malu??? Dan yakinlah.. cobaan itu tidak akan melebihi kekuatan kita… Tuhan sudah janji kok untuk kita dalam firmannya. Dekatkan lagi padanya, melalui persekutuan2 dengan saudara se-iman, supaya engkau mempunyai kekuatan menahan cobaan itu, supaya solusi terbaik terhadap masalahmu engkau temukan.

Sebagai Sintua/Parhalado/Majelis gembalakan lagi lah domba2 Tuhan (para jemaat gereja), … kami ruas/jemaat sangat rindu sapaan dari parhalado kami disaat kami mulai lemah, lelah dan kadang tidak ada mood pergi ke partangiangan, latihan koor ataupun kebaktian minggu. Kami siap sebagai ruas mendukung program2 gereja kita dan membantu tugas Amang2 Parhalado kami sekalian semampu kami.

Semoga Tuhan Yesus menyertai kita semua!!!!

23
Nov
09

Bagaimana Ke-12 Murid dan Rasul2 Kristus Meningal??

Tahukah anda bahwa kita disebut Kristen (pengikut Kristus) tak lepas dari peran ke-12 orang ini. Mereka adalah orang2 yang dipilih sendiri oleh Yesus Kristus menjadi murid2-Nya. Mereka disebut sebagai Rasul-Rasul nya Kristus. Mereka adalah manusia biasa sama seperti kita, punya kelemahan, punya iman yang kadang goyah, bahkan ada yang menyangkal Kristus sampai 3 kali sebelum ayam berkokok. Tapi Yesus Kristus pernah berkata : “Bukan kamu yang memilih Aku, tapi Akulah yang telah memilih kamu”. Ke-12 murid yang dipilih oleh Kristus itu benar2 adalah orang2 pilihan, terbukti telah menjadi pejuang2 Iman, pembawa kabar sukacita/injil, yang tidak kenal lelah bahkan mati dalam kesengsaraan demi memberitakan bagi seluruh dunia bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan.

Ada orang2 bijak mengatakan, jika ingin melihat nilai perjuangan, nilai hidup seseorang maka lihat lah pada akhir hidup orang tersebut. Ke- 12 Rasul / Murid Yesus Kristus yang adalah orang muda, yang pada awal2 nya adalah juga orang yang lemah iman dan kepercayaannnya, namun pada akhirnya terlihat bahwa Mereka adalah orang yang gigih memperjuangkan iman-Nya kepada Kristus, tidak lelah memberitakan Injil kabar suka cita, supaya semua orang percaya dan mengenal Yesus Kristus adalah Juru Selamat serta mau mengikut Dia, bahkan rela mati dalam penderitaan.

Seberat dan semenderita apakah ke-12 Rasul itu pada akhir2 hidupnya. mari kita baca dan renungkan bersama-sama :

Matthew.

Mati syahid di Etiopia, terbunuh oleh pedang.

 

 

 

 

Mark

Meninggal di Alexandria – Mesir, setelah diseret oleh kuda melalui jalan-jalan sampai dia mati.

 

 

 

 

 

Luke.

Digantung di Yunani sebagai akibat dari khotbah yang sangat besar untuk “orang-orang yang hilang”.

 

 

 

 

 

JOHN

Menghadapi kesyahidan ketika ia direbus dalam baskom besar minyak mendidih selama gelombang penganiayaan di   Roma. Namun, ia
disampaikan secara ajaib dari kematian. John kemudian dihukum tambang di pulau penjara Patmos. Dia menulis kenabiannya
Kitab Wahyu di Patmos. Rasul Yohanes kemudian dibebaskan dan kembali untuk melayani sebagai Uskup Edessa di Turki

 

 

PETER

Ia disalibkan terbalik di x-berbentuk salib. Menurut tradisi gereja itu karena dia mengatakan kepada penyiksanya bahwa ia merasa tidak layak untuk mati dengan cara yang sama ketika Yesus Kristus  mati di kayu Salib.

 

 

 

 

 

JAMES

Pemimpin gereja di Yerusalem, James dilemparkan lebih dari seratus kaki turun dari puncak tenggara Bait
ketika dia menolak untuk menyangkal imannya kepada Kristus. Ketika mereka menemukan bahwa ia selamat dari jatuh,  musuh-musuhnya James membunuhnya sehingga dia benar2 mati.
* Ini adalah puncak yang sama di mana Setan telah mengambil Yesus selama Temptation.

 

 

JAME The GREAT

Anak Zebedeus, adalah seorang nelayan dari perdagangan ketika Yesus memanggil dia untuk jadi pelayan-Nya seumur hidup. Dia adalah seorang pemimpin gereja yang kuat.  James akhirnya dipenggal di Yerusalem.

Pada masa akhir menjelang akhir hidupnya, keteguhan nya dalam membela imannya di pengadilan telah membuat takjub seorang Perwira Romawi yang bertugas mendampingi James sampai ke tempat eksekusi. Dan pada saat itu juga sang Perwira Romawi dengan diatasi keyakinannya menyatakan iman barunya kepada hakim serta berlutut di samping James untuk menerima pemenggalan sebagai seorang Kristen.

 

 

BARTHOLOMEUW

Juga dikenal sebagai Nathaniel yang menjalankan misi misionaris ke Asia.  Bartholomew martir karena berkhotbah di Armenia di mana ia dikuliti sampai mati dengan sebuah cambuk

 

 

 

ANDREW

Disalibkan pada salib berbentuk X di Patras, Yunani.  Setelah dicambuk oleh tujuh tentara hingga terluka, kemudian mereka mereka mengikat tubuhnya dengan tali di kayu salib untuk memperpanjang penderitaannya. Para pengikutnya melaporkan bahwa, ketika ia menuju ke arah salib, Andrew memberi kepada para pengikutnya sambil berkata: “Aku telah lama mengharapkan datangnya hari bahagia ini, salib telah dikuduskan oleh tubuh Kristus yang tergantung di atasnya “.  Ia terus berkhotbah kepada para penyiksanya selama dua hari sampai ia hidupnya berakhir.

 

 

THOMAS

Dia ditusuk dengan tombak di India dalam salah satu perjalanan misinya untuk mendirikan gereja di sub-benua  ini.

 

 

 

 

 

 

JUDE

Dia dibunuh dengan panah ketika ia menolak untuk menyangkal imannya kepada Kristus.

 

 

 

 

 

 

MATTHIAS

Rasul yang dipilih untuk menggantikan Judas Iscariot pengkhianat. Dia dirajam dan kemudian dipenggal.

 

 

 

 

 

PAULUS

Disiksa dan kemudian dipenggal oleh Kaisar Nero yang jahat di Roma pada tahun 67. Paulus mengalami pemenjaraan yang panjang, yang memungkinkan dia untuk menulis banyak surat-surat kepada jemaat-jemaat yang telah dibentuk di seluruh Kekaisaran Romawi. Surat-surat ini, yang mengajarkan banyak doktrin dasar dari Kekristenan, membentuk sebagian besar dari Perjanjian Baru.

 

 

 

Mungkin ini adalah peringatan kepada kita bahwa penderitaan kita di sini memang kecil dibandingkan dengan intens penganiayaan dan kekejaman dingin yang dihadapi oleh para rasul murid pada waktu mereka berjuang demi Imandan dibenci semua orang untuk nama Yesus Kristus.

Upah Mereka (ke- 12 Murid dan Rasul) adalah Surga Kekal. Karena Yesus Kristus berfirman : Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, Ia akan menyelamatkannya. (Markus 8:35).

Sumber Insprirasi : artikel seorang kaskuser


13
Nov
09

Aku merasa ditinggalkan….

cinta-yang-retakOleh : Efrael Sitohang (moderator TW6C)

Dulu waktu TW6C sedang kompak-kompaknya, seorang anggota jemaat HKBP Pejuang dari wijk yang lain pernah bertanya kepada saya, “boha do dibahen par-wijk 6 on asa boi kompak jala rame hamu markoor?” (bagaimana caranya wijk 6 supaya bisa ramai dan bisa kompak dalam paduan suara?). Waktu itu saya jawab dengan sumingrah (berbinar) campur percaya diri : “karena anggota2 koor wijk 6 adalah orang2 yang sederhana”. Sederhana dalam berpikir, bertingkah laku dan berteman. Bisa diartikan juga sederhana dalam hal ini, tidak bersandiwara, tidak berjiwa “politik” dan tidak bercabang pikirannya.

Banggalah memang saat itu. Apalagi sebagai pengurus (yang memang pada saat koor wijk 6 dibentuk, ketua dipilih secara sepihak oleh Sintua Wijk 6, bukan atas saran anggota2 koor wijk 6) ikut jadinya dianggap orang lain mampu memimpin koor wijk 6. Kawan2 pun semua sepertinya mendukung. Saran2 diterima saat aku menyampaikan pesan2 baik ketika latihan koor maupun melalui sms2 yang dikirim ke hp anggota. Bercanda juga enak, ketawa-ketawanya lepas terasa, tidak ada kata2 yang bercabang dan mengandung makna lain dari yang diungkapkan. Enak memang saat kita merasa dibutuhkan oleh kawan2.

Namun belakangan ini, rasa itu mulai hilang. Berganti dengan sikap sepele dari kawan2 yang dulu begitu mendukung dan dekat dengan aku. Mungkin hal itu diawali dengan aku sebagai pengurus yang dianggap “holan hata” (ngomong doang). Sering memberi soso-soso (pesan2) tapi justru aku sendiri yang tidak melaksanakan. “Kalau latihan supaya tepat waktu datangnya” demikian yang sering aku pesankan pada kawan2, namun aku sendiri yang datang terlambat bersama istri dan ibuku. Mengharapkan kawan2 yang mulai jarang latihan supaya datang lagi, tapi justru keluarga sendiri tak bisa kuarahkan supaya rajin latihan.   Aku juga dianggap kurang “care” (perhatian) kepada anggota yang sedang mengalami kemalangan.  Kesalahan2 itu rasanya semua terarah kepadaku, rasanya kawan2ku menggugat kepengurusanku terhadap koor wijk 6 yang kucintai. Seolah-olah aku sudah kurang perhatian kepada kumpulan ini. Memang, ada kalanya aku juga lelah dan kurang semangat. Tapi saat jadwal latihan sdh mendekat aku selalu berusaha kembali supaya semngat itu tumbuh. Aku pun belakangan ini semakin sensitif. Apalagi saat menyampaikan pengumuman2 setelah acara latihan koor ada kawan2 yang mengomentari perkataanku, rasanya aku tersudutkan, dibantah dan tidak didengarkan. (Maaf buat kawan2 ku atas semua itu.)

Semoga rasa cinta ini terhadap koor wijk 6 tidak menjadi hancur karena semua itu. Namun tidak bisa kupungkiri sampai saat ini perasaan ditinggalkan oleh kawan2 ku yang dulu kuanggap sebagai kawan sejatiku masih bergejolak dalam sanubariku. Mungkin sudah ada kejenuhan dari kawan2 dengan kepengurusan yang ada saat ini. Solusi terbaik barang kali harus segera diadakan pergantian kepengurusan supaya koor wijk 6 ini tetap eksis dan tidak punah sedikit demi sedikit, supaya kebersamaan, keceriaaan dan terutama KESEDERHANAAN yang dulu ada dalam punguan koor wijk 6 hidup kembali. Semoga!!!!!

06
Nov
09

Sang Maestro “GORGA” Idola TW6C

GORGA_n_ModeratorSudah lama moderator Diary TW6C ingin mengetahui dan membuat artikel mengenai Bonar Gultom (GORGA) sang maestro pujaan TW6C. Terus terang dan tidak perlu ditutup-tutupi, lagu-lagu Karya GORGA sangat dikagumi oleh TW6C. Sebagian besar  (mungkin sekitar 80%) lagu yang pernah dibawakan oleh TW6C  dalam pelayanannya adalah Lagu2 koor karya/gubahan sang maestro GORGA. Bahkan diawal – awal dibentuknya TW6C, ketua TW6C Amang E. Sitohang pernah melemparkan ide kepada guru koor TW6C Amang E. Silitonga untuk membuat TW6C sebagai kelompok paduan suara dengan ciri khas lagu2 berirama tradisonal batak yang notabene sebagian besar lagu2 koor dengan irama tradisional batak itu adalah karya cipta GORGA. Dan memang ide itu walaupun tidak diproklamirkan secara resmi kepada seluruh anggota, sepertinya sedikit banyak sudah diterapkan oleh TW6C dalam pelayanan2 nya.

Secara tidak sengaja pada saat searching di mesin pencari “google” tentang Yamuger (Yayasan Musik Gereja),  Moderator TW6C menemukan tulisan tentang biodata Bonar Gultom “GORGA” di Blogs dengan judul “ENSIKLOPEDIA TOKOH BATAK”. Dan tulisan mengenai biodata dan pengalaman2 hidup GORGA dalam artikel ini 100% disadur dari artikel dalam Blogs tersebut.

bonar-gultomGORGA yang nama aslinya Drs. Bonar Gultom lahir di Siborongborong pada tanggal 30 Juni 1934. Beliau mengenyam pendidikan Dasar di Sekolah Rakyat (SR) Dolok Sanggul – Humbang Hasundutan (Wuiiihhh… ternyata dekat bangat dengan kampung halamannya moderator TW6C di Parlilitan), kemudian dilanjutkan dengan Pendidikan Menegah Atas (MULO) di Siborongborong-Tapanuli Utara. Ternyata beliau (GORGA) adalah seorang yang berprestasi di bidang pendidikan, terbukti selama kuliah hingga berhasil meraih gelar Sarjana dari Universitas Indonesia (UI) Jakarta pada tahun 1963 beliau dibiayai dengan beasiswa penuh oleh sebuah Perusahaan Belanda NV. Vereenigde Deli Maatschappijen

Ternyata prestasi beliau (GORGA) tidak hanya di bidang pendidikan saja, prestasi itu nyata juga saat terjun dalam bidang pekerjaan. Hal ini terlihat dengan Jabatan terakhir beliau sebelum pensiun tahun 1989 sebagai Direktur Komersial dan Umum pada PT Perkebunan Negara XIII, Bandung, Jawa Barat (Hmmm…. sama lagi nih dengan Moderator…. sama2 Abdi Negara/Pegawai Pemerintah).

Leila Ester Sitompul adalah wanita yang sangat berbahagia karena GORGA memilihnya sebagai Istri yang menjadi pasangan Hidupnya. Keluarga GORGA dikaruniai dengan 6 orang anak (3 orang putera dan 3 orang puteri) yang semuanya telah berumah tangga saat ini. Dari buah pernikahan putera-puterinya, GORGA saat ini telah mempunyai 10 orang cucu.

Seorang Anak Manusia pilihan yang dikaruniakan Tuhan dengan Talenta besar mencipta lagu, ya… sungguh2 merupakan Talenta besar dari Tuhan, ternyata kemampuan mencipta lagu dan bermusik GORGA diperoleh secara Otodidak. Memang sejak kecil (umur 8 tahun) Beliu senang menyanyi. Walau bakat Beliau diperoleh secara otodidak, namun prestasi yang pernah diperoleh dalam mengikuti perlobaan2 menyanyi sudah cukup banyak, antara lain Juara I menyanyi seriosa Pekan Kesenian Mahasiswa Seluruh Indonesia pada 1958 di Yogyakarta dan tahun 1960 di Denpasar- Bali; Juara-I menyanyi seriosa bintang Radio Republik Indonesia di Medan dan kemudian di Jakarta (Nasional) 1968.
Pengalaman beliau dalam bidang Paduan Suara (Koor) jangan ditanya lagi, aktif sebagai anggota Paduan Suara Gereja sejak SMA dan diteruskan selama Mahasiswa. Beliau adalah pemimpin dan pelatih Paduan Suara Gerejawi dan Nasional sejak Mahasiswa 1958 hingga sekarang. Brikut adalah Paduan Suara – Paduan Suara yang bernah dilatih dan dibina oleh GORGA :

  • Paduan Suara NHKBP Menteng Jalan Jambu, Jakarta.
  • Paduan Suara SERDAM ROHANI, Jakarta, mendampingi bapak E.L Pohan
  • Paduan Suara Ibukota, Jakarta mendampingi Binsar Sitompul
  • Paduan Suara Pria Immanuel GKPI Medan
  • Paduan Suara Gabungan GKPI Medan
  • Paduan Suara Exaudi GKPI Ciliwung-Bandung
  • PS Anugerah HKBP Jakarta
  • PS Gerja Bethel Indonesia, Tanjung Priok- Jakarta
  • PS Sola Gratia GKPI Menteng- Jakarta

Khusus sebagai pelatih  PS Anugerah HKAP Jakarta, Gorga—pernah mengantarkan 2 kali Paduan Suara ini tampil dalam konser internasional di Amerika Serikat tour – I ke Los Angeles Conductor. Beliau juga pernah memimpin gabungan Paduan Suara yang terdiri dari kontingen yang berasal dari 33 Provinsi di Indonesia, menyanyikan Mazmur 150 ciptaanya yang menjadi lagu wajib pada Pesperawi Nasional ke VI di Istora Senayan, Jakarta, dihadapan Presiden RI.

GORGA sudah menciptakan sekitar 150 lagu rohani dan non rohani—sekaligus mengarasemen untuk segala jenis musik dalam Paduan Suara. Dari sekian banyak lagu2 ciptaannya itu, berikut adalah lagu2 yang pernah dijadikan sebagai Lagu Wajib dalam ajang  Festival Pesparawi Nasional :

  • “Doa Bagi Negara” menjadi lagu wajib PS-SATB Golongan A pada Pesparawi ke III di Medan 2006
  • “Langit Menceritakan” menjadi lgu pilihan wajib PS-SATB golongan B pada Pesparawi ke VIII di Medan tahun 2006
  • “Yesusku juru Selamatku” menjadi lagu pilihan trio SSA pada Pesparawi ke VIII di Medan tahun 2006
  • “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung” menjadi lagu wajib solis remaja pada Pesparawi ke Vii di Makassar tahun 2003
  • “Kepada siapa Aku Harus Takut” menjadi lagu pilihan pertama PS-SATB pada pesparawi ke VII di Makassar tahun 2003
  • “Pujian Allah di tempat kudusNya” menjadi Lagu Wajib pada Pesparawi ke VII di Jakarta tahun 2000
  • “Persaudaraan Yang Rukun” menjadi lagu pilihan pada Pesparawi ke V di Surabaya tahun 1996

Selain mencipta lagu paduan suara, GORGA juga sudah banyak membuat terjemahan sekaligus mengaransemen lagu-lagu asing ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa Batak dan juga mengaransemen lagu-lagu cipataan komposer lagu2 rohani tanah air . Berikut adalah judul lagu2 tersebut :

  • O Holy night (Malam Suci / Borgin Na Badia) karya Adolphe Adams
  • No Body Knows (Holan Tuhan Yesus) Negro Spritual Deep River (didia) Negro Spritual
  • My Heavenly Father Watches Over me (Tuhan ku menjaga aku) karya Charles Gabriel
  • God And Alone (hanya Allah Hu ) karya Phil Mc Hugh
  • Majesty (Pujianlah Yesus) karya Jack Hayfort
  • He is Exalted (Tuhanlah Raja Semesta) karya Twila Paris
  • You Raise Me Up karya Rolf Lovland (dipopulerkan oleh Josh Groban dan davi Foster)
  • Bagai Tetesan Embun karya Putri dan Maruli Simorangkir ,SH
  • Terima Kasih Tuhan karya Putri dan Maruli Simorangkir, SH
  • Bunga Pansur karya Cadman dan roger Wagner
  • Dolok Betany karya NN (Transkripsi dari kaset berbahasa Jerman)
  • Yesus Gembala Yang Baik karya H. R Palmer
  • Were You There (Uju I di atas ni sada dolok) Negro Spritual
  • Natarsilang do Kristus karya W.A Mozart
  • Narer My God to Thee karya sarah Adams dan Lowell Mason
  • Holan Tuhan Jesus, Negro Spritual
  • Nyanyian Kidung Natal karya W.A Mozart
  • Nearer my God to Thee karya Sarah Adams dan
  • God be With You Sai Tuhanta mandongani Ho karya William G. Tomer
  • Laiseir d’Amour Tuiahn Berkatilah karya Giovani Martini
  • Sejauh Timur dari Barat karya Jonathan Prawira
  • Maha Mulia (Namarmulia) karya G.F Handel
  • Ada saatnya kita jumpa karya Taralamsyah Saragih
  • Ya Allah Bapa karya st A. K Saragih
  • Tumbuhan Poyon-Poyon karya St A.K Saragih
  • The Prayer karya Carol Sager dan David Foster
  • Ave Maria karya Franz Schubert

Sebaliknya, untuk lebih memperkenalkan lagu etnik Indonseia ke dunia internasional, Beliau juga mengarensemen lagu-lagu etnik Indonesiake dalam Bahasa Inggris, diantaranya Yamko Rambe Yamko (Papua) menjadi stand Tall, God Loves Us ALL, Jali-jali (Betawi) menjadi Up And Down dan Bukit Kemenangan Karya Djuahari menjadi My God is Near Me.

Adalah tidak berlebihan rasanya dan memang sudah sepantasnyalah kalau dalam Diary TW6C ini, moderator menyebut GORGA sebagai Sang Maestro, karena karya2 ciptanya yang sungguh fantastis.  Khususnya buat orang Batak, bersyukurlah orang Batak memiliki seorang Maestro berdarah Batak yang dengan Talentanya itu telah mampu mengangkat irama dan musik batak sehingga dikenal dalam skala Nasional maupun Internasional. Benar2 seorang yang Multi Talenta. Bukan hanya berkarya lewat lagu dan musik, seni drama suku batak yang lebih dikenal dengan sebutan Opera Batak juga tak luput dari perhatian beliau. GORGA juga telah menciptakan cerita2 untuk dibawakan dalam Opera Batak, diantaranya adalah cerita2 opera sebagai berikut :

  • Argado Bona Ni Pinasa (Opera Batak), 1969
  • Parsorion ni Parmitu (opera Batak), 1970
  • Kembali ke Betlehem (Opera Natal) 1972
  • Putih dan Hitam (opera Natal) 1972
  • Nostalgia Masa Hasiswa (Opera Komedi) 1979
  • Tumba Singamangara XII (Opera Sejarah) 1980
  • Kasih Paling Agung (Opera Paskah) 1982
  • Lilin-lilin Perdamaian (Opera Natal) 1983
  • Si Boru Tudosan (Opera Budaya Batak) 1989

Karya – Karya cipta GORGA berupa lagu2 paduan suara maupun scrip Opera saat ini sudah diterbitkan dalam bentuk buku oleh Yayasan Musik Gereja (Yamuger). Sudah banyak dan sudah berulang ulang dicetak karena banyaknya permintaan dari gereja-gereja maupun kelompok2 Paduan Suara. Berikut antara lain buku2 yang telah diterbitkan oleh Yamuger :

  • Kumpulan Lagu-lagu Rohani Untuk Paduan Suara jilid I 2002
  • Kumpulan Lagu-lagu rohani untuk Paduan suara jilid II, 2005
  • Opera Natal Putih dan Hitam 2005
  • Kumpulan lagu-lagu rohani untuk Paduan Suara Wanita untuk PS Wanita jilid 2006

Pengankuan akan indah dan berbobotnya karya cipta,  paduan suara dan Opera Batak binaan GORGA dapat dilihat dengan diundangnya beliau memimpin paduan suara untuk berkonser  dalam menyambut tamu2 negara dan pemerintah. Berikut adalah konser2 yang dipandu oleh GORGA dalam menyambut tamu2 pemerintah Sumatera Utara di Medan lewat Opening dan Closing Ceremony Medan Fair (Pekan Raya Medan) :

  • Konser dalam menyambut Pageran Bernard dari Kerajaan Belanda (1972)
  • Konser dalam menyambut Raja Boumdewijn dan Ratu Fabiola dari kerjaan Belgia (1974)
  • Konser dalam menyambut Menyambut perdana menteri Lee Kwan Yew dari Singapura (1975)
  • Konser dalam menyambut Toen Abdul Razak dari Malaysia (1976) dengan pementasan “Arga do Bona Ni Pinasa” di alam terbuka ditepi pantai Danau Toba, Parapat.

Prestasi selau diikuti dengan Penghargaan, demikian pula dengan GORGA. Prestasi dalam karya musik banyak mengundang appreasi berupa penghargaan dari pihak2 yang merasa kagum dengan karya2 Beliau. Berikut adalah beberapa penghargaan yang pernah diterima oleh     GORGA :

  • Pada tahun 1975 menerima penghargaan dari pangeran Bernard dalam undangan khus ke Istana Kerjaan Belanda Soesdijk
  • Menerima penghargaan dari KNPI Sumatera Utara sebagai penghargaan atas peranyan dalam pengemabangan generasi muda Sumatera Utara 1980
  • Pada 1982 menerima penghargaan dari Pangkowilhan Sumatera Utara sebagai putra teladan.
  • Pada 1998 menrima penghargaan sari Gubernur Suamtera Utara atas lagu ciptaanya “Marsipature Hutanabe”
  • Pada tahun 2003 menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas prestasinya yang dicapainya saat menyutradarai pementasan Opera Arga Do Bona Ni Pinasa pada Pesta Rakyat Danau Toba di Kota Parapat sebagai opera yang melibatkan pemain terbanyak 232 orang dan merupakan pendudukan setempat.

Terakhir, bagi yang ingin berkunjung atau berkirim surat dengan GORGA, boleh dialamatkan ke Alamat rumah Beliau Jalan Ayahanda No 57, RT 02/04 Kelurahan Pondok Kelapa, Jakarta 13430 atau melalui e-mail beliau BonarGultom @ Yahoo.com. (ETS)

04
Jun
09

Arti Seorang Teman (That’s what friends are for)

Arti-SahabatLatihan Koor Rutin TW6C Rabu, 3 Juni 2009 Gereja HKBP Pejuang

Setiap kita pastilah memiliki teman dan masing2 punya definisi sendiri tentang seorang teman. Ada yang mendefinisikan teman adalah orang yang mengerti kita, ada juga yang mengartikan sebagai orang yang mau mendengar kita, atau juga sebagai orang mau diajak melakukan sesuatu bersama-sama. Dari definisi itu, teman ini juga bisa dibagi lagi pengelompokannya menjadi bermacam-macam. Ada teman baik, teman dikala duka, teman dikala suka bahkan ada yang lebih ekstrim dan nyeleneh lagi  dan sebaiknya tak usah ada lah dalam kamus pertemenan kita yaitu teman parjahat (he.. he.., biar rame).

Dalam acara latihan koor rutin TW6C (latihan Rabu malam) ada lagi kategori teman yang muncul dalam benak moderator TW6C yaitu “Teman Se-Iman” ya teman se-iman. Sesi “mangkata-hatai (ngobrol2)” sebelum masuk acara latihan koor sambil menunggu anggota yang belum hadir memunculkan ide ini tentang arti teman se-iman. Saling menguatkan, saling berbagi dan saling memberi (ide dan masukan2) kepada saudara nya yang membutuhkan begitu terasa dalam sesi ngobrol-ngobrol itu. Seorang anggota TW6C terkena imbas krisis ekonomi global, dia di PHK oleh perusahaan setelah mengabdi selama 15 tahun. Tanpa diminta, teman2-nya di TW6C memberikan masukan2 dan saran2 supaya tetap kuat dan tabah (yang kesannya adalah rasa “prihatin”) kepada anggota TW6C yang di-PHK itu. Ide dan tanggapan yang “nyeleneh” dan rasanya seperti melawan arus dari ide yang telah diungkapkan oleh temen2-nya di TW6C justru datang dari “teman se-iman” dari wijk-3 (sdh 2 minggu ini TW6C dan Paduan suara wijk-3 latihan bersama di gereja HKBP Pejuang) Lae Ninggor Pardede. Ide Lae Pardede ini sangat menarik karena justru beliau tidak menggaap kasus PHK-nya teman anggota TW6C itu sebagai sesuatu yang di-prihatinkan. “Ah…. Au pe baru di PHK do, sarupa ma hita” (ah.. aku juga baru di PHK, sama lah kita”) kata beliau membuka idenya. Selanjutnya beliau mengatakan “Adong do pesangonna kan? (“tapi dikasi pesangon ka?”), berati masih lebih beruntung Lae, masih banyak orang yang di-PHK tapi gak dikasi pesangon. Jadikan itu sebgai batu loncatan, tak ada bidang kerjaan di dunia ini yang mentok atau buntu atau tidak diperlukan lagi. Saran saya tetap berusaha cari pekerjaan dan jangan sekali-kali mencoba bidang pekerjaan baru yang belum dikuasai, karena hal itu bisa menyedot tenaga dan biaya yang besar. Olo do dang tahilala hape uang pesangon i nga habis ala sai mancobai usaha bidang baru on” (kadang kita gak sadar uang yang ada/pesangon itu sudah habis karena mencoba bidang baru itu). Ide yang cukup cemerlang ini datang dari teman se-iman TW6C… wah inilah untungnya punya temen se-iman, bisa dapat konsultasi gratis dengan ide2 yang menguatkan.

Pukul 20.45 WIB acara latihan pun dimulai, paduan suara wijk 3 masuk ke dalam ruang konsistori gereja sedangkan TW6C memakai ruang gereja. Kelompok Paduan Suara yang “Ber-jiwa Besar” itulah salah satu penilaian yang dapat diambil oleh moderator TW6C terhadap Paduan Suara Wijk-3 ini. Mereka selalu mengalah dengan menggunakan konsistori gereja sebagai tempat latihan jika TW6C batal/terhalang latihan di rumah anggota shg mengalihkan latihannya di Gereja HKBP Pejuang. Kembali wujud ‘Teman Se-Iman ini nyata dalam latihan malam itu.

Ada 2 lagu koor yang dilatih oleh TW6C malam itu. Yang pertama lagu “Carilah Yang Baik” karya cipta Pdt. J. Doloksaribu yang akan dinyanyikan dalam pelayanan TW6C di kebaktian minggu ke-4  dan lagu “Idama Ulinai” karya cipta Gorga, sebuah lagu tentang pemberkatan nikah yang disiapkan untuk dibawakan dalam pelayanannya di acara pernikahan salah satu anak dari anggota TW6C (kembali arti teman ingin ditunjukan oleh TW6C terhadap salah seorang anggotanya).

Arti seorang teman yang rindu untuk berbagi juga ditunjukan oleh Kel. St. J.H. Parhusip/Br. Hasibuan. Konsumsi Acara latihan koor di gereja yang biasanya cuma Aqua gelas, ditambahi beliau dengan Kopi dan Teh manis panas plus krupuk rempeyek (kriyuk..kriyuk).

Kesan tentang pertemanan dan arti seorang teman ini mengingatkan moderator TW6C Diary akan sebuah lagu tentang persahabatan karya Bacharack yang dipopulerkan oleh Dionne Warwick, Gladys Knight dan Stevi Wonder berjudul That’s Wahat friend are For”

That’s What Friends Are For

Performed with Dionne Warwick, Gladys Knight and Stevie Wonder
Written by Bacharach
Released as a UK single in 1985

And I never thought I’d feel this way
And as far as I’m concerned
I’m glad I got the chance to say
That I do believe I love you

And if I should ever go away
Well then close your eyes and try
To feel the way we do today
And then if you can remember

Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That’s what friends are for
For good times and bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

Well you came in loving me
And now there’s so much more I see
And so by the way I thank you

Oh and then for the times when we’re apart
Well then close your eyes and know
The words are coming from my heart
And then if you can remember

Terakhir… latihan koor Rabu depan tanggal 10 Juni 2009 kembali dilaksankan di gereja HKBP Pejuang, karena ada halangan di rumah anggota yang jadwal latihan TW6C seharusnya bertempat di rumahnya. (ETS)

29
Mei
09

Belajar Bagaimana Bersyukur

BaktiSumber : Forward E_mail Sahabat TW6C Baktiar Sitohang

AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN..!!!!!!

Kata-kata diatas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.

Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. Pertama: Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang.
Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi “KAYA” dalam arti yang sesungguhnya.
Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ”kaya”. Orang yang “kaya” bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.

Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan, ”Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.” Ini perwujudan rasa syukur.

Ada cerita menarik mengenai seorang anak yang mengeluh karena tak dapat sepatu baru dari orangtuanya, karena sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si anak berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.
Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.

Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, “Lulu, Lulu”. Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, “Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu.” Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, “Lulu, Lulu”. “Orang ini juga punya masalah dengan Lulu ?” tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, “Ya, dialah yang menikah dengan Lulu”.

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. ada cerita lain lagi mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, “Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup ditanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga”.

Dari beberapa contoh diatas, patutlah kita berkata… Bersyukurlah…… !
Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih. Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan. Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik. Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut. Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif. Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkat bagimu.

Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan. Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?
Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu. Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.
Bersyukurlah untuk masa-masa sulit. Di masa itulah kamu tumbuh.
Bersyukurlah untuk keterbatasanmu. Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.
Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru. Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.
Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat. Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga.

25
Mei
09

baju seragam TW6C untuk Amang Pendeta

SeragamKebaktian Minggu Gereja HKBP Pejuang, 25 Mei 2009

Dalam acara latihan pemantapan TW6C Sabtu malam 23 Mei 2009 di rumah Kel. Ny. S.Simanjuntak Br. Napitu (Bendahara TW6C), ketua TW6C menyarankan agar TW6C dalam pelayanannya di Kebaktian Minggu 25 Mei 2009 memakai seragam kebangganggannya. “Besok kita pakai seragam yang merah maroon itu aja, Amang Pendeta R. Sianturi yang berkotbah, biar diingatnya lagi kita pernah sama2 melayani dalam acara Natal Parsahutaon Puri Harapan” katanya yang disambut antusias oleh anggota TW6C, namun ketua TW6C teringat lagi, ada 2 orang anggota yang belum mempunyai seragam itu (karena pada saat festival belum turut bergabung dalam TW6C) sehingga sempat niat itu dibatalakan “tapi jangan lah tahe, bagaimana pulak nanti kawan2 kita yang belum punya seragam, jadi seperti pemain cadangan lah orang itu” kata ketua bercanda. Tapi syukurlah mereka berdua dengan hati besar menanggapi canda ketua TW6C itu seraya berkata “Gak apa2 Lae ketua, nanti kami sesuaikan pakaian kami dengan warna yang senada dengan seragam itu”. Akhirnya disepakati lah bahwa dalam pelayanan keesokan harinya dalam kebaktian minggu TW6C akan tampil dengan seragamnya, keinginan ini semakin diperkuat karena TW6C akan menyanyikan lagu barunya “Puji Tuhan Hai Jiwaku” karya Gorga.

LAG-NYANYITibalah saat yang dianantikan, TW6C menyanyikan lagu pujiannya dengan mantap. Lagu Puji Tuhan Hai Jiwaku mengalun dengan mantap. Irama tradisonal bataknya dapat. Dan semua anggota sangat menikmati menyanyikan lagu ini. Bahkan ketua TW6C sampai bergoyang-goyang bedannya menyanyikannya. Amang R.Sinambela pun dapat mengiringi musik lagu dengan santainya. Apresiasi sekaligus pembelajaran juga diberikan oleh Amang Pendeta R. Sianturi, STh. Ende (nyanyian) adalah sarana yang sangat baik untuk menyembuhkan penyakit (penyakit tondi/jiwa; penyakit hati/roha; penyakit pikiran dan penyakit pardagingon/badan). “Maka bernyanyilah jika hatimu, jiwamu, tondimu atau badanmu sakit. Jangan pikirkan/pedulikan kamu bisa menyanyi atau tidak, senandung sederhana (nana.. nana.. lala..  lala…) juga adalah merupakan nyanyian. Dan berbahagialah mereka2 yang senantiasa rindu bergabung dengan kelompok2 paduan suara karena kalian adalah pelayanan2 Tuhan, karena nyanyian2 koor dalam ibadah2 gereja adalah merupakan kotbah yang sangat efektif, bahwa sebenarnya kalau kita mau menghayati lebih dalam makna yang diungkapkan melalui syair2 indah lagu koor itu maka sebenarnya kotbah pendeta tidak perlu lagi panjang2. Janganlah antong kita hanya menikmati lagunya yang enak, serasa kita terbang ke awan mendengarnya tapi kita tidak mnghayati makana dari syair2 lagu yang dibawakan.  Jadikanlah penampilanmu dalam kebaktian untuk melayani sepenuh hati dan tidak menjadikan penampilan di gereja seperti ajang festival paduan suara” kata amang Pendeta R. Sianturi,STh. dalam kotbahnya.

Apresiasi yang diberikan oleh Amang Pendeta R. Sianturi, STh. wajar2 saja membuat kita bangga. Asal kita tetap memegang teguh komitmen, bahwa kita bernyanyi adalah untuk melayani, menjadi bagian dari pelayan Tuhan dalam ibadah2 gereja dan bukan menyanyi supaya dipuji-puji. Pesan2 yang disampaikan oleh Amang Pendeta R. Sianturi, STh. ini juga kiranya menguatkan saudara anggota TW6C yang sedang menghadapi permasalahan dalam pekerjaannya. Jangan kendor iman dan semangatmu menjadu pengikut dan pelayan Tuhan Yesus dan terusl;ah bernyanyi dan melayani . Anggap itu sebagai pencobaan yang akan membuat imanmu semakin kuat untuk mempunyai  pengharapan yang lebih besar kepada-Nya. Percayakan dan serahkan saja kepada Tuhan Yesus melalui doa2 pengharapanmu kepada-Nya. Sebab ada tertulis dalam Alkitab “Tuhan mengijinkan engkau jatuh tapi Dia tidak akan membiarkan engkau sampai terjerembab”.   (ETS)

06
Apr
09

“Uju di Ngolungkon”

Tulisan sahabat TW6C : Baktiar Sitohang


A note from an Inspiring Song “Uju di Ngolunghon”

Hamu anakhonhu…(kalian semua anak2ku)

Tampuk ni pusupusuki…(belahan hatiku)

Pasabar ma amang, Pasabar ma boru,(yang sabarlah anak2ku)

Lao patureture au…(utk merawat aku)

***Nunga ma tua au…(aku sudah tua)

Jala sitogutoguon i…(dan sudah perlu dituntun untuk berjalan)

Sulangan mangan au, Siparidion au,(saat ini musti dibantu/disuapi utk makan, dibantu mandi)

Ala ni parsahitonki…(karena sakit yang aku derita)

Reff:

So marlapatan marende, margondang, marembas hamu,(tak berguna kalian bernyanyi2, margondang, dan menari2 memestakan persemayamku)

molo dung mate au…(jika aku sudah mati)

So marlapatan na uli, na denggan patupaonmu,(tak berguna lagi yang indah, yang bagus yang kau lakukan untukku)

molo dung mate au…(jika aku sudah mati)

Uju di ngolungkon ma nian…(ketika hidupku inilah)

Tupa ma bahen angka na denggan,(kamu lakukan semua yang terbaik)

Asa tarida sasude…(supaya nyata semua)

Holong ni rohami, marnatua-tua i.(KASIH mu yang ber-orangtua)

Balik ke:***

baktiar2Lagu Pop Batak di atas (seingatku dinyanyikan oleh Joy Tobing) masih demikian populernya saat ini, baik itu dalam acara pesta bona taon, pesta pernikahan orang-orang Batak, pesta pembangunan gereja, di lapo, di rumah2 orang Batak, pun tak ketinggalan juga di café Batak lagu ini sering dinyanyikan.

Lagu “Uju di ngolunghon” musiknya enak didengar, tapi yg terpenting adalah pesan moral dari syair lagu tersebut yg sungguh-sungguh amat menggugah hati kita siapapun itu (yang masih punya nurani dan peduli pada orangtua) untuk merenungkan kata demi kata dalam syair lagu tsb. Kadang gw terpikir, bhw lagu tsb ibarat petuah yg teramat dalam & berharga buat kita manusia apalagi dalam posisi sbg anak, anak-anak dari orang tua kita.

Kita yang mendengar saat ini patut berterimakasih pada si pencipta lagu tsb. krn kita direfresh kembali akan makna cinta kasih yg sesungguhnya, cinta yang tulus, cinta yg tidak mengharapkan sebentuk imbalan apapun lagi dari orangtua kita tercinta.

Lagu ini dengan sederhana namun tegas menitip pesan pada kita bahwa ketika dimasa-masa hidupnyalah kita harus berusaha dengan segenap hati dan pikiran, dengan segenap kemampuan yg ada yang kita miliki, dengan materi (ga’ perduli sekecil atau sebesar apapun) yg kita miliki untuk membuat orang tua kita senang, tersenyum, tertawa, bahagia, merasa didengarkan, merasa dihormati dan diperlakukan dengan hormat tanpa melihat kondisi apapun dari siorangtua kita saat ini (eventhough jika kebetulan mereka sudah tua renta, tak berdaya lagi melakukan aktifitasnya sendiri, atau jika lagi sakit, bahkan jika masih sehat walafiat juga!!).

Reffrein lagu tsb berkata, “So marlapatan marende, margondang marembas hamu, molo dung mate au, So marlapatan na uli, na denggan patupaonmu, molo dung mate au. Uju di ngolungkon ma nian, Tupa ma bahen angka na denggan, Asa tarida sasude holong ni rohami marnatua-tua i”. Syair dari reffrein tsb sungguh dgn gamblang memberitahu ke kita apa sebenarnya isi hati dan keinginan terdalam namun sederhana dari orangtua kita, orang yg melahirkan kita, orang yg membesarkan kita, sosok yg mengajari kita dari yang tidak tau menjadi tau, orang yg melindungi kita ketika kecil dari segala marabahaya yg mungkin mengintip kita, orang yang bersusah payah mencari uang untuk biaya-biaya sekolah kita, orang yang mendoakan kita dalam setiap doa-doa yang dipanjatkannya pada Tuhan, orang yang selalu membela kita walau kita kadang dan sering salah dalam bertindak dan bertutur, yaitu MELAKUKAN YANG TERBAIK buat mereka selagi mereka masih HIDUP!!

Sebab tiada berguna membuat pesta 7 hari 7 malam sambil manortor margondang dan memesan makanan sebanyak2nya utk menjamu para tamu dan handai taulan yang datang, atau membangun tugu setinggi2nya ketika mereka sudah tiada krn mereka tidak akan menikmati semuanya itu lagi.

Dimasa hidupnyalah melakukan & memberikan yang terbaik yang harus dilakukan pada mereka, sekaya apapun orangtua kita , sebaik apapun orang tua kita, sehebat apapun orang tua kita, sekeras apapun orangtua kita mendidik kita, serewel apapun orang tua kita, sejutek apapn orang tua kita, se-sok tau apapun orang tua mereka, apalagi jika orang tua kita kebetulan adalah orang susah, kita harus memberikan yang terbaik untuk mereka selagi mereka masih hidup. “Uju di ngolungkon ma nian, Tupa ma bahen angka na denggan, Asa tarida sasude holong ni rohami marnatua-tua i”.

Salam Hormat dan Kasih untuk semua orang tua.

06
Jan
09

Harapan2 di Tahun Baru 2009

foto_natal_kecil

Oleh : Efrael T.H. Sitohang

Masuk sudah kita di Tahun Baru 2009. Gembira tentunya ya! Bagaimana tidak gembira. Kita kembali diberi Tuhan kesempatan melampaui 1 tahun kehidupan kita dan 1 tahun lagi yang akan kita jalani. Tapi ingat selalu jangan terlalu larut dalam kekegembiraan, karena msh banyak orang yang bersedih karena ada anggota keluarganya yang tidak diberi kesempatan masuk ke Tahun 2009. Untuk mereka mari kita doakan agar tidak terlarut dalam kesedihan

Banyak harapan2 yang hendak kita raih di Tahun 2009. Semuanya penuh dengan ketidakpastian apabila kita mengandalkan pada kekuatan kita sendiri. Dengan berserah dan tidak lelah berdoa kepada-Nya, semoga Tuhan mengabulkan harapan itu kepada Kita. Seperti tertulis dalam Roma 12 ayat 12 : Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! Atau dalam bahasa Bataknya : ”Marlas ni roha ma hamu mangkirim! Marbenget ni roha ma dihaporsuhon! Jugul hon hamu ma tanginag!

Mungkin tidak ada salahnya jika kita menuliskan harapan2 itu dalam Diary ini. Harapan adalah ”Doa”. Dengan menuliskan harapan2 itu, kita berharap semoga para pembaca yang melihat tulisan harapan2 itu akan turut membantu dalam doa kepada-Nya.

Sebagai pembuka saya akan mencoba menuliskan harapan saya yang paling besar di Tahun 2009. Menjelang acara kebaktian tahun baru (bona taon) keluarga kami pukul 00.00 WIB di rumah orang tuaku (Ny. Sitohang Br. Sitohang / Opung ni si Benjamin), perasaan dalam hatiku begitu kuatnya mendorong pikiranku agar membuat harapan dan doa kepada Tuhan supaya kerinduanku dalam rumah tanggaku yang sudah memasuki usia 5 tahun pernikahan diberikan ”KETURUNAN” ya Keturunan. Itulah harapan yang terbesar yang muncul dalam hati dan pikiranku saat itu. Hatiku ”merekah” menyampaikan harapanku dalam kebaktian tahun baru malam itu. Aku kembali berpikir dan berkata dalam hati : ”Tidak ada salahnya juga kali ya kalau saya meminta dukungan doa kepada saudara2 di awal tahun baru ini, agar harapan2 ku itu lebih kuat dan di dengar oleh Tuhan”. Pada kesempatan acara ”Mandok hata sada-sada” (mengucapkan kata satu-satu)” selamat tahun baru kepada masing2 anggota keluarga, permohonan dukungan doa ini saya sampaikan kepada seluruh anggota keluarga yang hadir pada kebaktian itu (Mama-ku, Abangku, Laengku, Itoku dan Istriku). Usai acara ibadah entah berapa puluh sms saya kirimkan kepada saudara2 (terutama Hula2-ku dan Tulangku) mengucapkan selamat tahun baru dan permohonan dukungan doa mereka agar harapanku mendapatkan ”KETURUNAN” di tahun 2009 ini dikabulkan oleh Tuhan. Sedih dan bercampur harapan besar ada dalam batinku saat menuliskan sms itu. Apalagi Tulangku (pamanku) par Bamban, Simatuaku doli (Bapak mertuaku) par-Surabaya dan Paribanku par-Cilegon membalas smsku dengan harapan mereka yang besar juga agar keluargaku diberi keturunan. Perikop Roma 12 : 12 yang aku tuliskan di atas dikirimkan Simatuaku Doli di sms-nya untuk menguatkan dan memberi keyakinan padaku.

Terima kasih saudara2-ku (terutama Tulangku, Simatuku Doli dan Paribanku) atasdukungan doa Kalian semua. Semoga Tuhan yang maha Baik mendengarnya dan mengabulkan Harapan itu.

SELAMAT TAHUN BARU 2009




Radio Online

Waktu Hari ini :

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

BeasiswA n’ Lowongan Kerja

Info Beasiswa D1 D3 S1 S2

Blog Stats

  • 12,749 hits

IP-Ku

My Popularity (by popuri.us)

 

Mei 2012
S S R K J S M
« Agu    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Info Geotoolbar

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

Nilai Blog’s TW6C

free counters

Peta Lokasi Pengunjung :


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.