
Selasa 3 Maret 2009
Sekuat2 nya Goliat dia tumbang juga oleh batu kerikil kecilnya Nabi Daut, se-gagah perkasanya Samson dia tunduk juga oleh bujuk rayu Delilah!!
Demikian juga kesehatan, se-sehat2nya kita pasti suatu saat akan jatuh dalam sakit juga. Guru koor kami (Amang E. Silitonga) jatuh dalam sakit. Beliau memang begitu aktif dan sibuk dalam kesehariannya, entah itu dalam mengurus pekerjaannya di kantor terutama dalam pelayanannnya dalam organisasi kemasyarakatan dan gereja. Kalau cuma sakit kepala, pusing2, flu atau Pilek.. bukan dianggap sebagai penyakit.. beliau tetap melaksanakan aktivitasnya dengan semangat. Kadang Istrinya di rumah suka protes… “Kalau lagi kurang fit.. janganlah pulak dipaksakan, minta digantikan orang lain dulu” begitu katan istrinya. Tapi beliau tetap akan melaksanakan tanggung jawab yang telah diembannya.
Senin tanggal 2 Maret 2009, sakit yang dirasakan oleh guru kami sudah mulai terasa, tapi beliau masih merasa bisa diatasi. Masih sempat menjemput Inang Ny. Sitohang br. Sihotang (mertuanya) ke Puri Harapan untuk menjaga si ATA putri keduanya yang masih bayi karena Istrinya juga kerja. Menjelang sore hari, guru kami merasa sakit nya semakin gak bisa diatasi, bahkan beliau merasa sangat sakit untuk sekedar berjalan. Ibu mertuanya (Ny. Sitohang br sihotang heran karena sampai siang hari guru koor kami tidak berangkat kerja lalu kemudian menanyakan hal itu kepada guru kami. “Kenapa gak berangkat ke kantor?” tanya mertunya. “Saya sakit Inang, susah berjalan”, kata guru kami.
Mendengar itu Inang Ny. Sitohang br. Sihotang merasa “pasti sudah parah ini sakit Hela saya, kalau sampai susah berjalan dan tidak berangkat ke kantor. Kemudian Inang ny. Sitohang br Sihotang memberitahukan hal itu kepada Istri guru kami dan Ketua TW6C (Lae guru kami). Sepulang dari kantor masing2, Ketua kami, Abang Ketua kami Istri Guru Kami dan Inang Ny. Sitohang br Sihotang berkumpul di rumah guru kami untuk membawa guru kami periksa ke rumah sakit. Pukul 19.45 WIB dengan diantar oleh Ketua kami, Abang Ketua Kami dan Istri Guru Koor kami, guru koor kami dibawa ke Rumah Sakit Seto Hasbadi Seroja Bekasi Utara. Masuk ke UGD pukul 20.10 WIB dan setelah melalui proses pemeriksaan oleh dokter dan cek darah di Laboratorium, Dokter mengindikasikan guru kami terkena gejala tifus dan kemungkinan gejala Usus buntu (karena beliau merasa sakit kalau berjalan). Namun pemeriksaan lanjutan untuk lebih memastikan sakit guru koor kami akan dilaksanakan hari Selasa pagi tanggal 3 Maret 2009.
Akhirnya malam itu guru koor kami diopname di Rumah Sakit Seto Hasbadi Seroja Bekasi Utara. Semoga lekas sembuh ya Amang guru. Semoga Tuhan segera mengangkat sakit penyakit dari tubuh guru koor kami agar tidak berlama-lama di rumah sakit.


Komentar Terakhir