Arsip dari penulis : Wijk 6 Choir HKBP Pejuang

15
Mei
12

KETUA BARU KOOR WIJK 6 HKBP PEJUANG

Minggu, 13 Mei 2012 Peternakan Lele Kel. J. Togatorop/ Br. Sianturi

Akhirnya setelah eksis melayani selama lebih kurang  7 tahun (tahun 2005 sd. 2012) The Wijk 6 Choir (TW6C) melaksanakan acara pemilihan pengurus baru. Bertempat di kolam peternakan lele Kel. J. Togatorop/ Br. Sianturi acara pemilihan pengurus baru tersebut dilaksanakan.

Acara ini sudah cukup lama direncanakan, namun karena berbenturan dengan kegiatan2 bona taon keluarga anggota dan jadwal kegiatan2 Gereja HKBP Pejuang sehingga tertunda sampai akhirnya disepakati pada Hari Minggu tanggal 13 Mei 2012 acara tersebut bisa dilaksanakan.

Acara ini diagendakan berawal dari suasana latihan TW6C setiap Rabu yang dari minggu ke minggu dan bulan ke bulan semakin sepi, banyak anggota2 yang sudah lama tidak hadir latihan. Yang kedua karena Ketua TW6C yang lama (Amang E. Sitohang) mendapat beasiswa tugas belajar mengambil program magister dari Instansi tempatnya bekerja, sehingga kemungkinan akan banyak waktu dan pikirannya tersita dalam perkuliahannya nanti.

Dengan dipanitiai oleh guru koor TW6C sendiri (Amang E.S. Silitonga), dilaksanakan lah acara tersebut dengan judul yang tertera pada undangan yang disampaikan kepada anggota TW6C (yang aktif maupun yang sudah lamam non aktif) dan ruas wijk 6 HKBP Pejuang “Penyegaran Rohan dan Pemilihan Pengurus Baru Punguan Koor Wijk 6 HKBP Pejuang”.

Jadwal acara nya dimulai dari Pukul 06.00 WIB dengan kebaktian bersama  di Gereja HKBP Pejuang seraya menyanyikan lagu Pujian “Bapa Kami” Karya : Drs. Bonar Gultom (GORGA), sepulang dari acara kebaktian, TW6C berangkat ke Peternakan Lele Kel. J. Togatorop/Br. Sianturi. Sambil menunggu datangnya makanan yang disiapkan oleh Ny. Sinurat Br. Tumanggor (Ayam Pinadar dan Sayur Tauco Terong Medan), Amang H. Silitonga dan Kel HPT. Purba (RW-Kung Rica-Rica dan Nasi), beberapa anggota bersama2 dengan Kel. Amang J. Togatorop menyiapkan tempat pelaksanaan acara.

Satu demi satu anggota dan undangan TW6C berdatangan dan tepat pkl 10.00 WIB acara dimulai dibuka dalam doa oleh Amang St. B. Manullang. Dilanjutkan pembahasan2 program2 TW6C yang telah dilaksanakan dan yang akan dilaksanakan. Terjadi perdebatan2 kecil antara sesama anggota maupun anggota TW6C dengan Parhalado/Sintua Wijk 6, namun pada akhirnya dapat diputuskan kesepahaman bersama demi kemajuan dan eksistensi pelayanan TW6C ke depannya.

Tepat pukul 11.00 WIB acara pemilihan pengurus baru TW6C dimulai, dikomandoi oleh Dewan Formatur yang dipimpin Amang Yeffry Nelson Panjaitan dan jajarannya Amang L. Sagala dan Amang St. JH. Parhusip. Acara pemilihan berlangsung cukup meriah dan santai diiringi canda dan banyolan dari ketua dewan formatur. Kandidat yang terpilih setelah melalui “Penjaringan, Pertukangan, Pedongkelan dan Penjagalan” (He… He… salah satu banyolan ketua panitia formatur) oleh Dewan formatur adalah :

  1. Amang R. Simanjuntak / Br. Saragih
  2. Amang J. Togatorop / Br. Sianturi
  3. Amang L.J. Sihombing / Br. Silalahi
  4. Amang M. Situmorang / Br. Siagian
  5. Amang H. Silitonga / Br. Sihombing
  6. Amang H.P.T. Purba / Br. Simamora

Setelah dilakukan pencoblosan oleh setiap anggota dan undangan (berjumlah 30 orang), maka Kandidat yang mendapat jumlah suara terbanyak adalah Amang J. Togatorop/Br. Sianturi dengan jumlah orang yang memilih 22 orang, yang kedua adalah Amang M. Situmorang/Br Siagian dengan jumlah orang yang memilih 5 orang, yang ketiga Amang H.P.T. Purba/Br. Simamora dengan jumlah orang yang memilih 2 orang dan yang keempat Amang L.J. Sihombing/Br. Silalahi dengan jumlah orang yang memilih 1 orang.  Sementara Amang R. Simanjuntak/Br. Saragih dan Amang H. Silitonga/Br. Sihombing tidak mendapat suara.

Berdasarkan peraturan yang dibuat oleh Dewan Formatur, yang mendapat suara terbanyak menjadi Ketua TW6C dan posisi suara terbanyak kedua menjadi Sekretaris TW6C. Namun sebelum ditetapkan oleh Dewan Formatur , Amang M. Situmorang pemilik suara terbanyak kedua, memohon agar sekretaris yang seharusnya adalaah beliau diserahkan kepada Amang HPT. Purba. Karena Amang HPT. Purba tidak keberatan maka Dewan Formatur menetapkan Amang J. Togatorop/Br. Sianturi menjadi Ketu Baru TW6C (Pinguan Koor Wijk 6) dan Amang H.P.T. Purba/Br. Simamora sebagai Sekretaris TW6C, sementara Bendahara belum dilaksanakan pemilihan berhubung Bendahara yang lama Inang Ny. S.Simanjuntak Br. Napitu sedang Tour Wisata Rohani ke Bona Pasogit bersama Punguan Parompuan HKBP Pejuang.

Dalam kata sambutannya yang pertama sebagai Ketua TW6C, Amang J. Togatorop menyampaikan, beliau sebenarnya merasa agak berat menerima kepengurusan ini, dikarenakan kesibukan beliau. Namun beliau berharap agar setiap anggota dan pengurus yang lama mendukung dan membantu beliau melaksanakan tugas nya sebaga Ketua TW6C yang baru. Tak lupa beliau menyampaikan terima kasih kepada Ketua TW6C yang lama seraya berdoa agar berkat2 Tuhan semakin ditambahi bagi kehidupan kel. Ketua lama dan seluruh anggota. Selesai mengucapkan kata sambutan, seluruh anggota TW6C dan undangan bertepuk tangan dan menyalami Amang J. Togatorop dan Inang Ny. Togatorop br. Sianturi seraya mengucapkan selamat.

Acara terkahir adalah makan bersama dan acara bebas/santai sambil bernyanyi diiringi keyboard. Satu persatu, anggota pulang dan berakhirlah acara tersebut pada pukul 16.30 WIB. Akhir kata segenap admin TW6C Diary mengucapkan Selamat atas terpulihnya Amang J. Togatorop/br. Sianturi sebagai Ketua TW6C dan Amang H.P.T. Purba/Br. Simamora yang dipilih kembali menjadi Sekretaris TW6C, dan buat Ketua lama TW6C Aman E. Sitohang/Br. Manurung selamat menempuh Pendidikan dan semoga berhasil meraih gelar Masternya sesuai dengan waktu yang ditetapkan. (ETS)

01
Agu
11

Gabriel Alvaro Tumpal Hasiholan Sitohang (The Gift from Heaven)

Oleh : Efrael Sitohang (Ama ni Gabriel)

Segala sesuatu adalah berasal dari Tuhan, dan Dia yang memberi segala sesuatu yang kita minta dalam Doa-Doa kepadanya menurut waktu yang telah ditentukan-Nya. Semua adalah oleh karena Anugerah-Nya, diberikan-Nya kepada kita. Bersyukur jika kita diberi kesempatan menerima Anugerah tersebut dan senantiasa bersabar dan berpengharapan kepada-Nya jika masih diberikan bagi kita waktu untuk menanti.

Terimah kasih Tuhan… akhirnya Anugerah_Mu yang besar itu telah Engkau titipkan di tengah2 keluarga kami. Telah lahir Anak Pertama kami pada hari Sabtu tanggal 25 Juni 2011 Pukul 07.45 melalui operasi Caesar di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Barat, seorang Anak laki-laki yang sehat dengan panjang 46 Cm dan berat 2,9 Kg.

Terima kasih Tuhan, karena Engkau senantiasa mengiringi langkah kami sebagai suami-istri selama 7 tahun masa pengharapan/penantian kami. Kami bisa memiliki keluarga, sahabat-sahabat yang Engkau pilihkan dan utus untuk  mendukung kami agar tetap setia dalam Rumah Tangga kami yang utuh sehingga kami tidak mengalami suatu kendala yang besar dalam masa penantian itu, kami bisa menikmati masa2 itu dengan terus berupaya, berdoa dan berpangharapan kepada-Mu.

Terima kasih Untuk Saudara-Saudara yang Engkau utus menunjukan tempat sebagai saluran berkatmu terjadi dalam keluarga kami sehingga kami bisa mendapatkan program pengobatan yang mendukung terjadinya Anugerah itu di dalam keluarga kami.

Terima kasih untuk Para Dokter2 dan Paramedis yang engkau tunjukan bagi kami untuk membantu dan memberikan ketenangan bagi kami dalam masa2 program pengobatan dan proses kehamilan hingga lahirnya Anugerah_Mu yang besar itu.

Terima kasih Tuhan… Terima Kasih… Engkau telah memberikan Hadiah, Anegarah dan berkat_Mu yang besar itu dari Sorga. Kiranya, ajar dan tuntun kami agar menjadi Orang tua yang benar, Orang Tua yang Baik, dan Orang tua yang mampu menjaga, membesarkan, mendidik anak itu, Anugerah_Mu itu dengan baik. Sehingga kelak Ia bisa bertumbuh sehat, menjadi besar, menjadi anak yang patuh pada orang tuanya, anak yang baik dan berguna di tengah2 masyarakat bangsa dan negara serta yang terutama menjadi anak yang Cinta kepada_Mu Tuhan nya.

Ijinkan kami memberikan nama buat Anugerhmu dari sorga itu, Nama yang kami berikan kepadanya adalah Gabriel Alvaro Tumpal Hasiholan Sitohang. Gabriel artinya malaikat sebagai anugerhmu yang besar bagi kami malaikat_Mu yang senantiasa mengandalkan Tuhan sebagai kekuatannya dalam hidupnya, Alvaro artinya Bijaksana dan penjaga yang baik agar kelak Ia menjadi orang yang bijaksana dalam kehidupannya di tengah keluarag dan masyarakat dan penjaga keutuhan keluarga, Tumpal Hasiholan diberi oppung borunya Tuhan artinya Anugerah_Mu itu adalah Mahkota Kerinduan kami selama ini yang telah Engkau anugerhkan di tengah keluarga kami. Kiranya engkau memberkati nama itu Tuhan menjadi nama yang sesuai  baginya dan berkenan di Hadapan_Mu.

Tak lupa kami memohon kepada Mu Tuhan yang Maha Baik, masih ada saudara2 kami yang masih menanti dan berpengharapan agar Anugerh-Mu itu Engkau titpkan juga kepada mereka. Saudara2 kami itu juga Tuhan senantiasa mendukung kami dalam doa, bersama-sama dengan kami berupaya mencari pengobatan sebagai sarana saluran Anugerah-Mu. Mereka adalah orang2 baik Tuhan, orang2 setia mengikut_Mu. Tunjukan ya Tuhan Kuasa-Mu, seperti Engkau telah tunjukan dalam Keluarga kami, Kami mohon berikanlah juga  kepada Saudara2 kami itu. Terima Kasih Tuhan….

25
Mei
11

Tragedi Minggu Pagi (Kel. St. B. Manullang dalam Pencobaan)

Minggu pagi 22 Maei 2011 Amang Sintua B. Manullang dan Istrinya berdiri di depan gereja HKBP Pejuang menunggu kedatangan 4 putri kesayangannya yang hendak ber-sekolah minggu pagi hari itu. Sudah lebih dari 20 menit sejak di sms putri pertamanya Grace br. Manullang bahwa mereka sudah berangkat menuju Gereja HKBP Pejuang. Menit-menit berlalu sudah mendekati setengah jam tapi ke-4 Putri kesayangnnya belum juga sampai di gereja. Amang St. B. Manullang dan Inang itu mulai panik, dicoba menelepon ke rumah kata anak laki-lakinya si Bobby, kakak dan adik2nya sudah berangkat dari tadi, dicoba lagi menghubungi Hp si Grace putrinya, tapi tidak diangkat.

Akhirnya penantian itu pun berujung, seorang dengan sepeda motor menghampiri Amang St. B. Manullang seraya bertanya : “Amang Manullang ya?” katanya,  “Iya” dijawab oleh Amang St. B. Manullang. “Gak usah terlalu kaget Amang ya, putri Amang tadi kecelakaan di perempatan jalan Taman Harapan Baru dekat kolam renag”. kata orang itu. Meledaklah tangis sendu Inang Ny. St. B. Manullang mendengar berita itu…. dibayangkannya yang tidak2 sudah terjadi kepada ke-4 putri kesayangnnya itu. Orang yang membawa berita tersebut kemudaian berusaha mengurangi kekawatiran Amang St. B. Manullang dan Inang itu seraya berkata : “Udah.. gak apa2 kok, Putri Bapak sudah di bawa ke RS. Citra Harapan”.

Dengan perasaan hati yang campur aduk oleh kesedihan dan kekuatiran, Amang St. B. Manullang dan Inang bergegas menuju RS. Citra Harpan. Sesampainya di sana didapatinya Putri pertamanya Grace dan Putri keduanya Icha sudah berbaring di tempat tidur UGD RS.Citra Harapan sambil menangis kesakitan, rupanya  kedua putrinya ini mengalami patah dan retak pada tulang kakinya. Setelah melihat keadaan putri pertama dan putri keduanya, Amang St. B. Manullang kemudian menanyakan keberadaan 2 putrinya lagi. Orang2 yang menolong yang masih berada di RS tersebut mengatakan sudah diamankan. Kembali pikiran yang tidak2 memenuhi otak dan hati Amang St. B. Manullang, “berarti putri ketiganya Tessa dan Putri keempatnya gladys lebih parah keadaannya” katanya dalam hati. “Diamankan bagaimananya maksudnya” tanya Amang St. B. Manullang memperjelas maksud omongan orang2 tersebut. Tak lama sambil menangis putri ketiganya Tessa menghambur  ke pelukan Amang St. B. Manullang dan Putri keempatnya Gladys di gendong orang yang menolong dibawa kepada Amang St. B. Manullang. Syukurlah kedua putrinya yang paling kecil itu tidak terlalu parah keadaannya, hanya terdapat luka lecet dan membiru di kaki putri keempatnya Gladys.

Setelah keadaan hati semakin tenang, Amang St. B. Manullang menanyakan bagaimana kronologis terjadinya kecelakaan tersebut, dan oleh orang2 yang melihat kejadiannya diceritakanlah. Rupanya kecelakaan tersebut terjadi ketika ke-4 putrinya melalui perempatan jalan SD Bezalel menuju kolam renang THB, sekonyong2 ada seorang Bapak bersama pemandunya sedang belajar menyetir mobil. Karena panik si Bapak tersebut yang bermaksud menginjak rem mobil, ternyata malah menginjak pedal gas,  sehingga mobil tersebut menabrak ke-4 putri Amang St.B. Manullang secara telak dari arah samping. Bahkan motor yang di kendarai oleh ke-4 putri Amang St. B. Manullang  terseret  sampai 1 meter. Yang paling menghawatirkan lagi, putrinya yang paling kecil Gladys berusia 2 tahun sempat terperosok ke kolong mobil tersebut. Untunglah tidak terjadi apa2 cuma bengkak membiru di kaki kirinya.

Dengan perasaan menyesal teramat dalam si Bapak yang menabrak ke-4 putri Amang St. B. Manullang (yang memang terus mendampingi ke-4 putri Amang St. B. Manullang sampai ke RS) meminta maaf dan mengatakan akan bertanggung jawab sepenuhnya membiayai pengobatan ke-4 putri Amang St. B. Manullang sampai sembuh dan mengganti kerusakan motor yang dikendarai ke-4 putrinya tersebut. Setelah membuat beberapa pertimbangan Pengobatan patah dan retak tulang kaki kedua putri Amang St. B. Manullang dilanjutkan di Klinik Patah Tulang Surbakti Pulo Gebang.

Pada hari Selasa 24 Mei 2011 saat pengurus TW6C membesuk Kel. St. B. Manullang ke klinik tersebut, keadaan kedua putri Amang St. B. Manullang sudah agak membaik. Kaki putri pertamanya Grace dan Putri keduanya Icha sudah digips dan dibalut perban, dan sakitnya sudah mulai hilang kata mereka. Berdasarkan informasi dari ahli patah tulang di klinik tersebut, pengobatan keduan putrinya akan memakan waktu lebih kurang 28 hari sampai sembuh. Melihat keadaan tersebut, Amang St. B. Manullang menyewa 1 kamar untuk kedua putrinya di klinik tersebut dan merekapun rencananya akan menemani kedua putrinya sampai sembuh di sana.

Pada saat “mangampu” (menjawab) kata2 penghiburan yang disampaiakan oleh pengurus TW6C, Amang St. B. Manullang menganggap kejadian tersebut adalah pencobaan bagi keluarganya, semuanya adalah rencana Tuhan yang akan mebawa kabaikan dan mempertebal keimanan keluarganya. Bahwa rencana Tuhan adalah rencana Damai sejahterah yang membawa kebaikan bagi umatnya bukan rencana kecelakaan, sambil beliau berlogika mengatakan : “Putri saya mau ‘Mar-minggu’ kok ke gereja bukan mau berbuat jahat, pasti semua ini sudah dalam rencana Tuhan buat keluarga saya”.

Amin… Punguan Koor Wijk 6 / TW6C juga mendoakan semoga Grace, Icha, Tessa dan Gladys cepat sembuh dan keluarga Amang St. B. Manullang diberikan kekuatan dan ketabahan menjalani pencobaan ini. (ETS)

17
Mar
11

Guru 2 TW6C (Guru Cadangan)

Rabu , 16 Maret 2011 (Latihan Koor TW6C di Rumah Kel. St. B. Manullang)

Handphone ketua TW6C berbunyi malam itu sekita pukul 19.30 WIB, rupanya Sms masuk dari guru koor TW6C Amang E. Silitonga isinya berbunyi “Sorry ya Lae, aku lembur, gak bisa datang latihan”. “Ah… baru sekarangnya di sms Lae ini, kalau dari tadi siang kan bisa ditunda dulu latihannya” ucap ketua TW6C dalam hatinya. Tapi karena sudah siap2, berangkat juga ketua TW6C dengan nyonyanya yang lg “endut” (denggan pamatangna) ke tempat latihan koor di rumah Kel. St. B. Manullang/ Br. Nainggolan Blok D Per. Puri Harapan Bekasi.

Sesampainya di sana sudah cukup banyak anggota koor yang hadir, sudah komplit lah perwakilan setiap suara (Suara Sopran sampai Bass). “Dang boi ro gurunta bah, lembur ninna Ibana” (“Gak bisa datang guru kita, lembur Dia katanya”) kata ketua selesai menyalami setiap anggota yang sudah duduk di tikar. Terbersit rasa kecewa di wajah2 anggota koor yang sudah hadir saat itu, “Wah…. lebih baik gak usah latihan tadi kalau begini” kata sekretaris TW6C amang HPT. Purba. Tapi walau begitu tepat pukul 20.30 WIB latihan dimulai diawali doa pembuka dan pembacaan firman Tuhan daru Renungan Harian HKBP. Dalam doa yang dipimpin oleh sekretaris TW6C beliau mendoakan supaya Tuhan memberi kekuatan kepada Lae Sitohang yang akan menggantikan guru koor melatih koor malam ini. Habis doa dan pembacaan firman Tuhan, ketua TW6C langsung nyeletuk  “Wah… hebat kali lae Purba ini bah, menunjuk pelatih koor lewat doa,… bagaimana lagi awak menolak ini”. Semua pada gerrrrr… tertawa. Akhirnya… dengan kemampuan seadanya bermodalkan korek api gas dan piring (buat mangantuk-atuk ketukan koor) ketua TW6C memimpin latihan malam itu.

Hampir komplit yang datang latihan malam itu ditambah lagi hadirnya Amang P. Sibagaring bergabung sebagai anggota baru TW6C (Puji Tuhan Halleluyah),  jumlah yang hadir 22 orang dihitung nyonya ketua TW6C. Selesai latihan sambil menikmati hidangan snack dari tuan rumah, ketua TW6C membuka wacana supaya segera dipilih dan ditunjuk lah “GURU 2 TW6C” (guru Cadangan). Semua pada setuju ide tersebut, sehingga diminculkan lah kandidat – kandidat GURU ke-2 (Guru Cadangan TW6C) dengan nama-nama dan pertimbangan sebagai berikut :

1. Amang L.J. Sihombing, dengan pertimbangan aktif membina naposo bulung pada masa doli2-nya dulu dan sudah pernah memimpin PS. Parsahutaon Puri Harapan dalam acara perayaan Natal Parsahutaon pada tahun 2009.

 

 

 

 

 

2. Amang H. P. T. Purba, dengan pertimbangan beliau adalah seorang guru (tapi guru MATEMATIKA) jadi tinggal memoles dan menambah dikit lagi bisalah jadi guru koor.

 

 

 

 

 

 

3. Amang J. Togatorop, dengan pertimbangan beliau adalah juara 1 lomba karaoke pada acara bona taon TW6C yang dilaksanakan awal Februari 2011 yang lalu.

 

 

 

 

 

4. Amang E. Sitohang, dengan pertimbangan karena dia ketua dan laenya pulaknya guru 1 TW6C.

 

 

 

 

 

 

Nanti biarlah guru 1 TW6C yang menentukan siapa kira2 yang layak menurut beliau jadi wakil nya (guru 2 / guru cadangan). Supaya kita gak pusing-pusing lagi kalau seandainya guru 1 TW6C berhalangan datang latihan.  (ETS)

14
Jan
11

Video TW6C in ACtion on Festival

17
Des
10

Merry Christmas Everyone….

Peristiwa kelahiran Yesus adalah awal sejarah keselamatan, karya keselamatan itu berpuncak pada sengsara, mati dan kebangkitanNya. Kedatangan Kristus ini sudah berulang kali diberitakan kepada umat manusia dan tertulis dalam Perjanjian Lama, dan pemenuhannya itu menjadi tanda kasih setia Allah kepada kita.

KelahiranNya itu merupakan peristiwa yang unik, karena Dia yang adalah Allah sendiri itu memilih cara yang begitu humble, meminjam rahim seorang perawan dan Dia lahir sebagaimana biasa seorang bayi lahir, hanya bedanya Ia lahir bukan dari benih fana antara benih perempuan dan laki-laki. Namun bayi yang ada dalam kandungan perempuan itu adalah dari Roh Kudus (Matius 1:20).

Didalam Yesus Kristus, kita mendapatkan anugerah persekutuan yang erat dengan Allah. Dia bukanlah Allah yang jauh, melainkan dekat dengan kita. Dalam diri Yesus Kristus, Allah mendatangi kita dan hadir di tengah-tengah umat manusia. Allah yang Maha-Agung dan Maha-Kuasa rela menjadi senasib dengan manusia dalam segala hal, termasuk kerelaannya menjadikan diriNya tebusan dalam peristiwa penyaliban dan berkorban demi misi penyelamatan umat manusia dari dosa.

PERINGATAN KELAHIRAN KRISTUS :

Peringatan kelahiran Kristus sering menjadi sorotan berbagai pihak, diluar Kristiani maupun kalangan Kristiani sendiri, bahkan ada diantara mereka yang ‘sangat membenci’ hari Natal. Mereka mengatakan bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember. Hal tersebut bisa dipahami, karena Alkitab memang tidak menulis tanggal kelahiran Yesus.

Mereka juga mengatakan 25 Desember adalah hari-raya kaum kafir . Terbukti dengan data tertulis yang memuat liturgi perayaan kelahiran Kristus itu dapat dilihat dalam papirus pada abad ke-IV. Pada tahun 274 M di Kerajaan Romawi, tanggal 25 Desember dimulai perayaan kelahiran matahari karena diakhir musim salju tanggal itu matahari mulai kembali penampakan sinarnya dengan kuat, karena itu bagi orang Romawi kuno, hari itu dirayakan sebagai hari Matahari.

Ketika Kekristenan ‘dijadikan agama negara’ di Kerajaan Romawi, kebiasaan perayaan itu ternyata sukar ditinggalkan masyarakat Roma yang sudah menjadi Kristen. Oleh karena itu para pemimpin gereja kemudian mengalihkan perhatian mereka, perayaan yang semula menjadi perayaan Matahari diganti menjadi perayaan peringatan kelahiran Yesus. Ketentuan ini oleh gereja pada masa itu diresmikan di Roma tahun 336, dan mereka menjadikan tanggal 25 Desember sebagai hari peringatan kelahiran Kristus.

Peringatan kelahiran Kristus dengan tanggal peringatan 25 Desember akhirnya juga diperkenalkan oleh Kaisar Konstantin, hal ini sebagai pengganti tanggal 5-6 Januari yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai hari peringatan kelahiran Kristus. Perayaan Natal kemudian di lakukan di Anthiokia pada tahun 375 dan pada tahun 380 dirayakan di Konstantinopel, dan tahun 430 di Alexandria dan kemudian di tempat-tempat lain dimana kekristenan berkembang.

Tampaknya dengan latar belakang itu, tuduhan-tuduhan mengenai 25 Desember adalah hari raya kafir memang berdasar, karena ada catatan sejarah yang secara jelas menulis hal tersebut. Sekarang bagaimanakah kita menyikapi hal itu? Haruskah kita tidak lagi merayakan natal pada tanggal 25 Desember?

Dari penjelasan sejarah diatas, dapat kita ketahui bahwa awal-mula perayaan kelahiran Kristus bukan tanggal 25 Desember melainkan tanggal 5-6 Januari. Tetapi karena kesepakatan para pemimpin gereja pada waktu itu mereka mengubah peringatan tanggal 5-6 Januari menjadi tanggal 25 Desember untuk mengalihkan perhatian umat Kristiani dari kepercayaan lama mereka menuju kelahiran Kristus. Sehingga pada saat yang sama orang-orang kafir yang belum bertobat dan masih tetap merayakan tanggal 25 Desember dialihkan perhatiannya kepada Kristus.

Tetapi di masa kini umat Kristen tidak ada yang mengkaitkan hari Natal dengan hari dewa Matahari, tidak ada penyembahan atau apapun yang berkaitan dengan paganisme matahari dalam perayaan natal orang-orang Kristen. Karena Kristus-lah yang menjadi center-nya. Jadi walaupun tidak ada tertulis dalam Alkitab Yesus lahir pada tanggal 25 Desember, umat Kristen secara umum merayakan hari Natal pada salah satu hari di bulan Desember sampai Januari demi keseragaman.

Dalam memperingati “hari kelahiran Kristus” umat Kristiani akan menyadari makna yang lebih dalam lagi adalah kehadiran Allah dalam bentuk kelahiran Yesus Kristus sebagai Juruselamat yang mendatangkan damai sejahtera di bumi. Kehidupan Yesus sebagai Tuhan yang menjadi manusia yang menyertai kita (Immanuel) tidak dapat dilepaskan dari saat kelahiran, pembaptisan, pelayanan, penyaliban, kebangkitan, sampai kenaikanNya ke surga. Sekalipun demikian, sebagai suatu peringatan, memang Natal kemudian berkembang sebagai suatu ‘perayaan’ dalam tradisi gereja dan masyarakat pada umumnya.

BOLEHKAH KITA MERAYAKAN CHRISTMAS/NATAL?

Perayaan hari kelahiran Yesus memang tidak tertulis, bahkan tidak ada anjuran dalam Alkitab untuk “merayakan” Natal, tidak ada anjuran untuk memasang pohon terang, dll.
Tetapi “Memperingati” kelahiran Yesus Kristus itu “mutlak”.

Anda tentu bisa membedakan arti ‘perayaan’ dan ‘peringatan’, perayaan adalah cenderung bersifat pesta, sedangkan ‘peringatan’ lebih bersifat khidmat :

* 2 Timotius 2:8
LAI TB, Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.
KJV, Remember that Jesus Christ of the seed of David was raised from the dead according to my gospel:

Ayat diatas adalah nasehat dari rasul Paulus kepada Timotius, tentang 3 hal yang penting akan Tuhan Yesus Kristus : KelahiranNya, kematianNya, dan kebangkitanNya.

Peringatan, asal katanya adalah ‘Ingat‘. Kata “ingatlah” dalam ayat diatas menggunakan kata  meletakkan sesuatu di dalam pikiran. Akar kata yang sama juga dijumpai dalam ayat ini:

* Lukas 22:19
LAI TB, Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.”
KJV, And he took bread, and gave thanks, and brake it, and gave unto them, saying, This is my body which is given for you: this do in remembrance of me

Apakah kita hanya “mengingat” kematian Kristus? Apakah kita tidak “mengingat” kebangkitan-Nya, dan apakah kita tidak “mengingat” kelahiran-Nya pula?
Justru kebangkitan dan kelahiran Yesus Kristus itulah yang menjadi “inti” pemberitaan Paulus seperti dalam 2 Timotius 2:8 di atas. Paskah tanpa Natal tidak akan lengkap maknanya, karena kita tidak mengerti makna dari Paskah itu bila kita tidak mengerti makna KelahiranNya (natal).

“Merayakan” jelas berbeda dengan “memperingati” atau “mengingat”. Merayakan cenderung berhura-hura, berpesta. Tetapi “mengingat” adalah lawan dari kata “melupakan”. Tentu kita tidak akan melakukan tindakan seperti lawan kata ini. Yesus yang lahir di kandang yang hina perlu dijadikan contoh kerendah-hatian umat Kristiani yang melayani dan tidak minta dilayani. Dan menjadikan contoh bahwa Allah yang Maha Mulia dan yang Empunya langit dan bumi itu ternyata lebih memilih cara sederhana dalam kedatanganNya di dunia.

Mengenai Natal/Christmas; Sebenarnya tidak hanya dirayakan secara “religius” oleh umat Kristiani. Pada masa kini orang-orang yang bukan Kristen dimana-mana, misalnya di Jepang, di China dan lain-lain mereka pun ‘merayakan’ Christmas sebagai hari raya untuk bersenang-senang. Bahkan Christmas di seluruh dunia banyak digunakan sebagai “marketing tools”. Di Malaysia, negara Muslim terakhir saya kesana pada saat menjelang natal; Mall, Dept Store, Restaurant dimana-mana didekor sedemikian rupa untuk menarik minat customer/turis. Hal tersebut mungkin karena mereka juga tahu bahwa perayaan Natal pada 25 Desember hanyalah tradisi, bukan perintah yang tertulis dalam Alkitab.

Saya melihat segi positifnya saja, dengan Christmas banyak orang mengemas acara, ie. gathering, dinner dan macam-macam acara lain, untuk bercengkerama dengan keluarga dan sahabat2 mereka walaupun mereka bukan Kristen. Dan perayaan Christmas bisa juga menjadi sesuatu moment bagi tiap orang untuk merayakannya dengan caranya masing-masing.

Karena Perayaan Christmas sudah menjadi ‘tradisi dunia’, maka kita sebagai umat Kristiani harus sungguh menghargai karya penebusan Kristus yang sudah dijalankanNya dengan sempurna. Karena keyakinan akan Yesus tidak dapat dilepaskan dari kelahiranNya sebagai pemenuhan nubuatan para Nabi, Allah yang menjadi manusia Yesus (Matius 1:18-2:12 dan Lukas 1-2).
Walaupun secara ‘tradisi’ kita memperingatinya pada tanggal 25 Desember. Tetapi, marilah kita ‘memperingati’ kelahiranNya, yang dengan lebih berfokus pada syukur dan khidmat kepada Allah kita yang telah rela merendahkan diriNya sebagai manusia. Dan janganlah kita kehilangan makna ‘natal’ yang sesungguhnya, jadikanlah Natal selalu menjadi kabar baik bagi semua orang di sekitar kita, bahwa Allah telah membuktkan kasihNya dalam diri Yesus Kristus Tuhan kita.

Semoga damai dan riang-ria di suasana Natal ini menjadi berkat bagi semua umat manusia, terlebih bagi kita umat Allah yang telah ditebus.

Amin.

Tulisan dari : BUDI PRAMONO

Disadur dari : www.sarapanpagi.com

20
Jan
10

Blackforest Cinta di Ultah Lae Sihombing

Senin 18 Januari 2010, Latihan Koor di rumah Kel. L.J. Sihombing/ Br. Silalahi

Blackforest .. kue bolu bertabur irisan2 coklat memang sangat mengundang selera. Ingin rasanya mencomot irisan coklat2 yang bertaburan di atasnya apabila melihat kue yang satu ini. Apalagi bila ditambah hiasan buah cerry merah yang manis di atasnya.. Hmmm… Hmmm… sedap. Silap mata dikit… hilang deh buah cerrynya.

Pucuk dicinta… ulam pun tiba… Kue yang sedap itu ada dalam latihan koor TW6C yang dilaksanakan pada Hari Senin tanggal 18 Januari 2010 kemarin di rumah Kel. L.J.Sihombing. Latihan perdana yang kembali disepakati oleh seluruh anggota TW6C untuk dilakukan di rumah2 anggota, karena latihan di gereja kurang menarik animo anggota untuk datang latihan.

Latihan dalam rangka Ulang Tahun… mungkin itu judul yang paling pas untuk latihan koor TW6C kali ini. Tepat pada hari itu tanggal 18 Januari 2010, Lae L.J. Sihombing berulang tahun ke-40 tahun. Suatu Usia yang patut dirayakan. Seperti kata pepatah ”Men’s  life begins at 40”. Walaupun sederhana (hanya mengundang kawan2-nya TW6C) sambil latihan koor, Ultah ke-40 Lae L.J. Sihombing pun dirayakan dengan sukacita.

Usai latihan ”mangarata-ratai” (mengingatkan kembali) lagu ”Songon On Hata ni Jahowa” buah karya D. Manullang, acara potong Kue Blackforest pun dilaksanakan, mulanya Lae L.J. Sihombing agak sungkan, namun dengan bujuk rayu anggota TW6C yang hadir saat itu (”terutama ibu2-nya”….. udah pada lapar kali yee..) akhirnya Lae L.J. Sihombing mau juga melakukan Ritual Tiup Lilin Ulang Tahun.

Kue Blackforest Cinta… demikian moderator TW6C Diary menggambarkan tentang kue Blackforest yang dihidangkan dalam Latihan koor + Ultah Lae L.J. Sihombing malam itu. Kue Blackforest Cinta dari Ito Ny. L.J. Sihombing Br. Silalahi buat Lae L.J. Sihombing… Rasa Cinta buat suaminya itu jelas terpancar dari mata dan wajah Ito Ny. L.J. Sihombing Br. Silalahi saat membawa Kue Blackforesh itu dari kamar, saat menyiapkan tempat kue itu di atas tikar, saat membuka piring2 dan garpu kecil utuk tempat membagi kue itu. Senyum gembira Ito Ny. L.J. Sihombing Br. Silalahi tak pernah luntur saat melakukan semua itu. Meminjam Istilah Lae L. Sagala… ”Beruntung Kali lah Lae Sihombing meiliki Istri seperti Ito Br. Silalahi ini Bah…”

Pokoknya kenyang lah anggota TW6C malam itu… rupanya bukan hanya Balackforest itu menu malam itu, ada lagi rupanya ”Mie Goreng campur irisan daging B2”… mantap deh. Deelingi canda gurau gembira makan malam dengan menu ”Mie Goreng” itu berlangsung.

Selamat Ulang Tahun Ke -40 untuk Lae L.J. Sihombing, semoga panjang umur, sehat selalu, sukses dalam usaha/karir… dan berkat terindah yang masih kita nantikan.. kehadiran keturunan di tengah-tengah keluarga kiranya segera dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Baik. Sebagai ganti kado, di bawah ini TW6C Diary menuliskan Lyrik Lagu “Life Begins At Forty”  karya  Jack Yellin / Ted Shapiro, semoga bermakna di hati. Horas!!!!! (ETS)


LIFE BEGINS AT FORTY

(Jack Yellin / Ted Shapiro)
A Musical Monologue by Sophie Tucker

I’ve often heard it said and sung

That life is sweetest when you’re young

And kids, sixteen to twenty-one

Think they’re having all the fun

I disagree, I say it isn’t so

And I’m one gal who ought to know

I started young and I’m still going strong

But I’ve learned as I’ve gone along…….

That life begins at forty

That’s when love and living start to become a gentle art

A woman who’s been careful finds that’s when she’s in her prime

And a good man when he’s forty knows just how to take his time

Conservative or sporty, it’s not until you’re forty

That you learn the how and why and the what and when

In the twenties and the thirties you want your love in large amounts

But after you reach forty, it’s the quality that counts

Yes, life begins at forty

And I’ve just begun to live all over again

You see the sweetest things in life grow sweeter as the years roll on

Like the music from a violin that has been well played upon

And the sweetest smoke is from a mellow, broken and old pipe

And the sweetest tasting peach is one that’s mature, round and ripe

In the twenties and the thirties you’re just an amateur

But after you reach forty, that’s when you become a connoisseur

Then it isn’t grab and get it and a straight line for the door

You’re not hasty, you’re tasty, you enjoy things so much more

For instance, a novice gulps his brandy down, he doesn’t understand

Observe a connoisseur, the way he holds it in his hand

How he strokes the glass, fondles it, warms it as he should

Smaks his lips, aahhh, slowly sips, hah, boy, it tastes good

Life begins at forty

Then it isn’t hit and run and you find much more fun

You romance a girl of twenty and it costs you all your dough

But when a forty thanks you, she hates to see you go

And girls of twenty, all they want are big men

Big men with strong physiques

I don’t say that it’s bad

But you do get tired of those damn Greeks

Life begins at forty

And I’m just living all over again

13
Jan
10

Inspirasi sebuah kotbah rumamet.com… (jemaat yang sebenarnya)

Batu Hidup Rumah Rohani

Almanak Senin 11 Januari 2010:

Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. (1 Petrus 2:5)

Rasul Petrus melukiskan gereja sebagai suatu rumah rohani atau Bait Roh Kudus dan anggota-anggota gereja diundang sebagai batu-batu hidup pembangunan rumah itu. Alangkah indahnya.

Gambaran ini hendak menunjukkan kedudukan dan peran kita dalam gereja. Kita adalah anggota dan bukan pengamat  gereja. Kita adalah peserta dan bukan penonton ibadah. Kita diajak  melibatkan diri dan bukan sekadar melihat-lihat kesaksian, pelayanan dan persekutuan gereja. Tiap-tiap orang diundang berpartisipasi dalam pembangunan gereja sebagai persekutuan, kesaksian dan pelayanan demi kemuliaan Tuhan itu. Setiap orang anggota gereja sebab itu harus memiliki komitmen dan tanggungjawab bagi gereja bukan hanya selera dan mood saja.

Pertanyaan: apa dan bagaimana peran Saudara dalam gereja (baca: jemaat lokal dimana  saudara terdaftar)? Apakah kontribusi dan partisipasi Saudara?  Sejauhmanakah Saudara menjadikan semua itu sebagai komitmen (janji) dan tanggungjawab?

Doa:

Ya Allah, terima kasih atas undanganMu masuk ke dalam kehidupanMu yang kekal dan ke dalam gerejaMu. Berkatilah keanggotaan kami dalam gerejaMu. Jadikanlah kami batu-batu hidup bagi pembangunan Bait Roh Kudus, Rumah Allah, Tubuh Kristus.  Mulialah nama Tuhan melalui kontribusi dan partisipasi kami dalam kesaksian, pelayanan dan persekutuan gerejaMu. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Renungan harian yang dituliskan Pdt. Daniel Taruli A. Harahap dalam www.rumametmet.com ini sangat inspiratif dan memperluas cakrawala berfikir kita sebagai anggota jemaat. Ternyata kedudukan kita sebagai anggota jemaat bukan sebagai pengamat  gereja, bukan penonton ibadah dan bukan pula sekadar melihat-lihat kesaksian, pelayanan dan persekutuan gereja.

Kita diajak  melibatkan diri,  diundang berpartisipasi dalam pembangunan gereja sebagai persekutuan, kesaksian dan pelayanan demi kemuliaan Tuhan itu, oleh sebab itu setiap orang anggota gereja harus memiliki komitmen dan tanggungjawab bagi gereja bukan hanya berdasarkan saat ada  selera dan mood saja.

Sebagai anggota koor yang sudah melayani dan terlibat sekian lama dalam pelayanan di gereja, mari kita tetap melayani, dan jangan gampang “mandele” (ngambek) atau juga kendor semangat karena  melihat sebagian kawan sudah jarang datang latihan.

Sebagai anggota yang sudah mulai jarang datang latihan… apakah Anda mau jadi jemaat yang hanya sebagai penonton saja???… mari libatkan lagi dirimu dalam pelayanan…. Masa cuma karena cobaan sedikit saja sudah kendor semangatnya. Tuhan Yesus sampai mati di kayu salib demi kita lho…. apakah kita tidak malu??? Dan yakinlah.. cobaan itu tidak akan melebihi kekuatan kita… Tuhan sudah janji kok untuk kita dalam firmannya. Dekatkan lagi padanya, melalui persekutuan2 dengan saudara se-iman, supaya engkau mempunyai kekuatan menahan cobaan itu, supaya solusi terbaik terhadap masalahmu engkau temukan.

Sebagai Sintua/Parhalado/Majelis gembalakan lagi lah domba2 Tuhan (para jemaat gereja), … kami ruas/jemaat sangat rindu sapaan dari parhalado kami disaat kami mulai lemah, lelah dan kadang tidak ada mood pergi ke partangiangan, latihan koor ataupun kebaktian minggu. Kami siap sebagai ruas mendukung program2 gereja kita dan membantu tugas Amang2 Parhalado kami sekalian semampu kami.

Semoga Tuhan Yesus menyertai kita semua!!!!

31
Des
09

Gus Dur “Sang Humanis” Pembela Kaum Tertindas Telah Tiada

Langit Jakarta mendung dan beranjak gelap. Hari Rabu 30 Desember 2009 pukul 18.45 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, K.H. Abdurahman Wahid “Gus Dur” telah berpulang menghadap Tuhan, meninggalkan keluarga yang dicintainya, meninggalkan kaum minoritas yang selalu dibelanya, meninggalkan orang2 tertindas dan terpinggirkan yang selalu berharap kepadanya, meninggalkan bangsa indonesia yang memuja bahkan menentangnya.

Ya… Sang Humanis pembela kemanusiaan, Sang pelopor kemajemukan, Sang penyokong Kebinekaan Bangsa Indonesia telah tiada. Rakyat Indonesia Berkabung, tetesan air mata orang2 yang mencintainya beruraian tidak terbendung membanjiri bumi pertiwi. Telah hilang lagi satu Putra terbaik bangsa ini.

Sungguh banyak pelajaran dan pemikiran yang telah ditorehkan oleh Sang Humanis ini bagi bangsa Indonesia yang bahkan oleh sebagian masyarakat dianggap “Nyeleneh dan Kontroversial”. Beliau pernah hendak menggantikan ucapan “Assalamualaikum WmWb” yang dianggapnya bersifat sektarian dengan ucapan “Selamat Pagi, Selamat Siang atau Selamat Malam” yang dianggapnya lebih membumi dan lebih “Indonesia”. Bahkan di tengah-tengah umatnya Beliau pernah mengkritik tentang peraturan yang mempersulit pendirian rumah2 ibadah agama minoritas di Indonesia yang tengah marak saat itu. Walau beliau ditentang bahkan dihujat oleh karena pemikirannya itu tapi Beliau tidak gentar dan selalu siap “pasang badan” untuk tetap memperjuangkan apa yang dianggapnya benar dan akan berguna untuk mendidik banggsa ini.

Sang Penggemar karya2 Mozzard, Sebastian Bach, Bethoven dan Handle. Lagu Great Halleluya karya Handle adalah salah satu lagu kesukaannya. Hal ini pernah diucapkannya saat perayaan natal nasional dimana dia hadir saat menjabat sebagai Presiden RI ke-4.

Masih banyak hal2 besar yang sudah dan hendak disampaikannya kepada Bangsa Ini. Namun Tuhan lebih mencintainya. Walau Sang Humanis Gus Dur telah tiada, tapi ucapan, pemikiran dan hal2 besar itu akan tetap bertumbuh subur dan diteruskan oleh orang2 yang mencintainya.

Selamat Jalan Sang Humanis, Selamat Jalan Gus Dur, Kami yakin dan percaya Hari ini Engkau sudah berada di Firdaus Sorga Kekal bersama Bapa Surgawi. Kami sangat berduka dan Haru biru dengan kepergianmu.

10
Des
09

Teman Sejati Ku Hadir Kembali

Oleh : Efrael T. Sitohang

Batapa sukanya hatiku saat ini, teman-teman sejatiku itu sudah hadir kembali. Ya… sungguh menjadi kado advent yang sangat indah buatku. Di minggu-minggu penyambutan hari kelahiran Sang Juru Selamat Tuhan Yesus Kristus, wujud teman sejati itu hadir lagi dalam hati setiap anggota TW6C dalam latihan rutin koor TW6C  Senin malam 7  Desember 2009. Terima kasih Tuhan, Engkau sungguh ajaib. Petolongan-Mu selalu datang tepat waktu dan Indah pada waktunya.

Berawal dari Undangan untuk melayani dalam acara Natal Bersama yang datang dari Punguan Parsahutaon Puri Harapan kepada TW6C melalui aku (sebagai Ketua TW6C) pada hari Sabtu 5 Desember 2009. Undangan ini disampaikan oleh Ketua Parsahutaon Puri Harapan kepada ketua TW6C yang kebetulan duduk sebagai salah satu pengurus harian di Parsahutaon Puri Harapan. Terbersit keraguan di hatiku saat itu, apakah nanti kawan2 di TW6C mau menghadiri acara ini? Tapi dengan mengucap doa dalam hati “Tuhan pasti bekerja”, aku menerima undangan itu dan mengatakan akan menyampaikannya kepada TW6C.

Keraguan itu sempat muncul kembali selepas acara kebaktian minggu tanggal 6 Desember 2009 di HKBP Pejuang. Saat aku bertemu dengan Amang H. Silitonga. Sambil bersalaman dengan beliau, aku mengingatkan tentang latihan rutin hari Senin malam “Lae latihan kita hari senin ya, untuk persiapan lagu natal, ada undangan natal untuk koor kita” ucapku saat itu. Kemudian dijawab Amang itu dengan sedikit perasaan emosi yang tertahan : “Okelah, … tapi nanti aku perlu bicara dulu di punguan saat latihan… aku lihat sudah ada yang tidak beres dengan anggota punguan ini” kata beliau. “Wah.. bisa rame lagi ini”, pikirku saat itu.

Hari senin siang kembali aku sibuk memencet huruf2 di hpku untuk mengirim sms kepada seluruh anggota agar semua datang dalam latihan koor senin malam pukul 20.00 WIB. (Aktivitas “kirim sms” ini sempat kuhentikan beberapa waktu lalu karena kesal dan ingin melihat apakah tanpa diingatkan, teman2 anggota TW6C akan datang latihan? Dan jawabannya : ternyata hanya sebagian kecil yang ingat walau tidak diingatkan dgn sms.) “Latihan koor di gereja pukul 20.00 WIB untuk persiapan lagu natal, asa ro ma hita sude ate!” begitu kutuliskan dalam sms ku kepada teman2 anggota TW6C. Hari pun beranjak malam, waktu latihan koor TW6C pun semakin dekat. Pada saat makan malam, dalam doa makan bersama istriku kuucapkan doaku meminta kepada Tuhan agar suasana latihan koor TW6C nanti bisa berlangsung dalam suasana yang kondusif, tidak ada percekcokan dan suasana hati yang panas lagi.

Pukul 20.15 WIB aku dan istriku tiba di Gereja HKBP Pejuang. Masih sedikit yang  hadir (cuma 4 orang plus guru koor Lae E. Silitonga). Salam2 sedikit, gak lama menyusul anggota yang lain berdatangan satu demi satu. Setelah cukup komplit dan perwakilan setiap suara sudah hadir semua serta waktu pun sdh menunjukan pukul 20.30 WIB, akhirnya semua sepakat untuk memulai latihan. Aku memimpin doa pembukaan, dalam doaku kembali kuminta pada Tuhan agar Tuhan menjaga hati kami anggota TW6C supaya tetap dipenuhi kasih kepada sesama anggota dan tidak larut dalam pertentangan yang diciptakan si Iblis, dilanjutkan dengan pembacaan almanak yang kukutip dari www.rumametmet.com. Usai pembacaan almanak renungan harian, waktu kuserahkan kepada guru koor untuk memimpin latihan. Suasana sempat agak dingin dan sedikit kaku, namun semakin lama suasana dingin membeku itu mulai mencair dan semakin hangat. Apalagi kemudian, walau agak telat Kel. L. Sagala dan Nyonya hadir dalam latihan. Biasalah kalau Amang sagala sudah bikin guyonan, semua akan ter-wakakakwkwk.

Lagu “Nang Humuntal Pe Angka Robean” karya sang Maestro Gorga (Bonar GultoM) dipilih untuk dilatih malam itu, dengan pertimbangan lagu ini sudah pernah dibawakan dengan baik oleh TW6C  dan kebetulan lagu ini juga akan dijadikan sebagai lagu koor gabungan wijk dalam acara natal bersama Ama dan Parompuan HKBP Pejuang tanggal 26 Desember 2009. Kenangan saat menyanyikan lagu “Nang Humuntal pe Angka Robean” ini dengan baik waktu pelayanan dalam ibadah Minggu sebelumnya ternyata juga sedikit banyak membantu terciptanya kembali kehangatan dan keakraban sesama anggota TW6C dalam latihan koor malam itu.

Selesai latihan koor kembali aku menyampaikan pengumuman2 kepada semua anggota, pertama meminta kesediaan seluruh anggota TW6C supaya dapat menghadiri undangan Perayaan Natal Parsahutaon Puri Harapan pada hari Sabtu 12 Desember 2009 pukul 18.00 WIB yang sepertinya diiyakan oleh semua anggota dan kedua latihan pemantapan yang sepertinya perlu dilaksanakan agar dalam pelayanan nanti tidak terjadi kesalahan dalam bernyanyi dan pemantapan itu disepakati akan dilaksanakan Malam ini Kamis 10 Desember 2009 di rumah Kel. L.J Sihombing/ Br. Silalahi. Ada yang sedikit lucu dan menambah suasana akrab dalam memilih tempat latihan pemantapan koor. Amag L.J. Sihombing bersedia latihan di rumahnya dengan syarat Nyonya Ketua TW6C yang menyediakan konsumsi “Mie Gomak”nya. Terjadilah acara bujuk – membujuk dan rayu -merayu disini, yang pada akhirnya disepakati baik dari Kel. L.J. Sihombing sebagai penyedia tempat dan Kel E. Sitohang penyedia “Mie Gomak”. Setelah doa penutup, acara kongkow2 dilanjutkan di halaman gereja. Disinilah baru jelas semua. Amang H. Silitonga menjelaskan maksud ungkapannya saat kami ketemu seusai acara kebaktian minggu. “Senang hatiku melihat latihan kita malam ini Lae, terus terang aku agak sedih dan sedkit geram hari Minggu kemarin, kulihat wijk yang lain makin kompak, koq kenapa wijk 6 ini makin mellep. Hal2 seperti itu jangan kita diamkan, harus selalu ditanyakan Lae kepada anggota” kata beliau menjelaskan. Ada kelegaan yang besar saat itu, kuasa Tuhan bekerja, ternyata latihan TW6C berlangsung dengan kondisif dan suasana yang akrab.




Radio Online

Waktu Hari ini :

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

BeasiswA n’ Lowongan Kerja

Info Beasiswa D1 D3 S1 S2

Blog Stats

  • 12,749 hits

IP-Ku

My Popularity (by popuri.us)

 

Mei 2012
S S R K J S M
« Agu    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Info Geotoolbar

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

Nilai Blog’s TW6C

free counters

Peta Lokasi Pengunjung :


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.