Arsip untuk November, 2009

23
Nov
09

Bagaimana Ke-12 Murid dan Rasul2 Kristus Meningal??

Tahukah anda bahwa kita disebut Kristen (pengikut Kristus) tak lepas dari peran ke-12 orang ini. Mereka adalah orang2 yang dipilih sendiri oleh Yesus Kristus menjadi murid2-Nya. Mereka disebut sebagai Rasul-Rasul nya Kristus. Mereka adalah manusia biasa sama seperti kita, punya kelemahan, punya iman yang kadang goyah, bahkan ada yang menyangkal Kristus sampai 3 kali sebelum ayam berkokok. Tapi Yesus Kristus pernah berkata : “Bukan kamu yang memilih Aku, tapi Akulah yang telah memilih kamu”. Ke-12 murid yang dipilih oleh Kristus itu benar2 adalah orang2 pilihan, terbukti telah menjadi pejuang2 Iman, pembawa kabar sukacita/injil, yang tidak kenal lelah bahkan mati dalam kesengsaraan demi memberitakan bagi seluruh dunia bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan.

Ada orang2 bijak mengatakan, jika ingin melihat nilai perjuangan, nilai hidup seseorang maka lihat lah pada akhir hidup orang tersebut. Ke- 12 Rasul / Murid Yesus Kristus yang adalah orang muda, yang pada awal2 nya adalah juga orang yang lemah iman dan kepercayaannnya, namun pada akhirnya terlihat bahwa Mereka adalah orang yang gigih memperjuangkan iman-Nya kepada Kristus, tidak lelah memberitakan Injil kabar suka cita, supaya semua orang percaya dan mengenal Yesus Kristus adalah Juru Selamat serta mau mengikut Dia, bahkan rela mati dalam penderitaan.

Seberat dan semenderita apakah ke-12 Rasul itu pada akhir2 hidupnya. mari kita baca dan renungkan bersama-sama :

Matthew.

Mati syahid di Etiopia, terbunuh oleh pedang.

 

 

 

 

Mark

Meninggal di Alexandria – Mesir, setelah diseret oleh kuda melalui jalan-jalan sampai dia mati.

 

 

 

 

 

Luke.

Digantung di Yunani sebagai akibat dari khotbah yang sangat besar untuk “orang-orang yang hilang”.

 

 

 

 

 

JOHN

Menghadapi kesyahidan ketika ia direbus dalam baskom besar minyak mendidih selama gelombang penganiayaan di   Roma. Namun, ia
disampaikan secara ajaib dari kematian. John kemudian dihukum tambang di pulau penjara Patmos. Dia menulis kenabiannya
Kitab Wahyu di Patmos. Rasul Yohanes kemudian dibebaskan dan kembali untuk melayani sebagai Uskup Edessa di Turki

 

 

PETER

Ia disalibkan terbalik di x-berbentuk salib. Menurut tradisi gereja itu karena dia mengatakan kepada penyiksanya bahwa ia merasa tidak layak untuk mati dengan cara yang sama ketika Yesus Kristus  mati di kayu Salib.

 

 

 

 

 

JAMES

Pemimpin gereja di Yerusalem, James dilemparkan lebih dari seratus kaki turun dari puncak tenggara Bait
ketika dia menolak untuk menyangkal imannya kepada Kristus. Ketika mereka menemukan bahwa ia selamat dari jatuh,  musuh-musuhnya James membunuhnya sehingga dia benar2 mati.
* Ini adalah puncak yang sama di mana Setan telah mengambil Yesus selama Temptation.

 

 

JAME The GREAT

Anak Zebedeus, adalah seorang nelayan dari perdagangan ketika Yesus memanggil dia untuk jadi pelayan-Nya seumur hidup. Dia adalah seorang pemimpin gereja yang kuat.  James akhirnya dipenggal di Yerusalem.

Pada masa akhir menjelang akhir hidupnya, keteguhan nya dalam membela imannya di pengadilan telah membuat takjub seorang Perwira Romawi yang bertugas mendampingi James sampai ke tempat eksekusi. Dan pada saat itu juga sang Perwira Romawi dengan diatasi keyakinannya menyatakan iman barunya kepada hakim serta berlutut di samping James untuk menerima pemenggalan sebagai seorang Kristen.

 

 

BARTHOLOMEUW

Juga dikenal sebagai Nathaniel yang menjalankan misi misionaris ke Asia.  Bartholomew martir karena berkhotbah di Armenia di mana ia dikuliti sampai mati dengan sebuah cambuk

 

 

 

ANDREW

Disalibkan pada salib berbentuk X di Patras, Yunani.  Setelah dicambuk oleh tujuh tentara hingga terluka, kemudian mereka mereka mengikat tubuhnya dengan tali di kayu salib untuk memperpanjang penderitaannya. Para pengikutnya melaporkan bahwa, ketika ia menuju ke arah salib, Andrew memberi kepada para pengikutnya sambil berkata: “Aku telah lama mengharapkan datangnya hari bahagia ini, salib telah dikuduskan oleh tubuh Kristus yang tergantung di atasnya “.  Ia terus berkhotbah kepada para penyiksanya selama dua hari sampai ia hidupnya berakhir.

 

 

THOMAS

Dia ditusuk dengan tombak di India dalam salah satu perjalanan misinya untuk mendirikan gereja di sub-benua  ini.

 

 

 

 

 

 

JUDE

Dia dibunuh dengan panah ketika ia menolak untuk menyangkal imannya kepada Kristus.

 

 

 

 

 

 

MATTHIAS

Rasul yang dipilih untuk menggantikan Judas Iscariot pengkhianat. Dia dirajam dan kemudian dipenggal.

 

 

 

 

 

PAULUS

Disiksa dan kemudian dipenggal oleh Kaisar Nero yang jahat di Roma pada tahun 67. Paulus mengalami pemenjaraan yang panjang, yang memungkinkan dia untuk menulis banyak surat-surat kepada jemaat-jemaat yang telah dibentuk di seluruh Kekaisaran Romawi. Surat-surat ini, yang mengajarkan banyak doktrin dasar dari Kekristenan, membentuk sebagian besar dari Perjanjian Baru.

 

 

 

Mungkin ini adalah peringatan kepada kita bahwa penderitaan kita di sini memang kecil dibandingkan dengan intens penganiayaan dan kekejaman dingin yang dihadapi oleh para rasul murid pada waktu mereka berjuang demi Imandan dibenci semua orang untuk nama Yesus Kristus.

Upah Mereka (ke- 12 Murid dan Rasul) adalah Surga Kekal. Karena Yesus Kristus berfirman : Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, Ia akan menyelamatkannya. (Markus 8:35).

Sumber Insprirasi : artikel seorang kaskuser


13
Nov
09

Aku merasa ditinggalkan….

cinta-yang-retakOleh : Efrael Sitohang (moderator TW6C)

Dulu waktu TW6C sedang kompak-kompaknya, seorang anggota jemaat HKBP Pejuang dari wijk yang lain pernah bertanya kepada saya, “boha do dibahen par-wijk 6 on asa boi kompak jala rame hamu markoor?” (bagaimana caranya wijk 6 supaya bisa ramai dan bisa kompak dalam paduan suara?). Waktu itu saya jawab dengan sumingrah (berbinar) campur percaya diri : “karena anggota2 koor wijk 6 adalah orang2 yang sederhana”. Sederhana dalam berpikir, bertingkah laku dan berteman. Bisa diartikan juga sederhana dalam hal ini, tidak bersandiwara, tidak berjiwa “politik” dan tidak bercabang pikirannya.

Banggalah memang saat itu. Apalagi sebagai pengurus (yang memang pada saat koor wijk 6 dibentuk, ketua dipilih secara sepihak oleh Sintua Wijk 6, bukan atas saran anggota2 koor wijk 6) ikut jadinya dianggap orang lain mampu memimpin koor wijk 6. Kawan2 pun semua sepertinya mendukung. Saran2 diterima saat aku menyampaikan pesan2 baik ketika latihan koor maupun melalui sms2 yang dikirim ke hp anggota. Bercanda juga enak, ketawa-ketawanya lepas terasa, tidak ada kata2 yang bercabang dan mengandung makna lain dari yang diungkapkan. Enak memang saat kita merasa dibutuhkan oleh kawan2.

Namun belakangan ini, rasa itu mulai hilang. Berganti dengan sikap sepele dari kawan2 yang dulu begitu mendukung dan dekat dengan aku. Mungkin hal itu diawali dengan aku sebagai pengurus yang dianggap “holan hata” (ngomong doang). Sering memberi soso-soso (pesan2) tapi justru aku sendiri yang tidak melaksanakan. “Kalau latihan supaya tepat waktu datangnya” demikian yang sering aku pesankan pada kawan2, namun aku sendiri yang datang terlambat bersama istri dan ibuku. Mengharapkan kawan2 yang mulai jarang latihan supaya datang lagi, tapi justru keluarga sendiri tak bisa kuarahkan supaya rajin latihan.   Aku juga dianggap kurang “care” (perhatian) kepada anggota yang sedang mengalami kemalangan.  Kesalahan2 itu rasanya semua terarah kepadaku, rasanya kawan2ku menggugat kepengurusanku terhadap koor wijk 6 yang kucintai. Seolah-olah aku sudah kurang perhatian kepada kumpulan ini. Memang, ada kalanya aku juga lelah dan kurang semangat. Tapi saat jadwal latihan sdh mendekat aku selalu berusaha kembali supaya semngat itu tumbuh. Aku pun belakangan ini semakin sensitif. Apalagi saat menyampaikan pengumuman2 setelah acara latihan koor ada kawan2 yang mengomentari perkataanku, rasanya aku tersudutkan, dibantah dan tidak didengarkan. (Maaf buat kawan2 ku atas semua itu.)

Semoga rasa cinta ini terhadap koor wijk 6 tidak menjadi hancur karena semua itu. Namun tidak bisa kupungkiri sampai saat ini perasaan ditinggalkan oleh kawan2 ku yang dulu kuanggap sebagai kawan sejatiku masih bergejolak dalam sanubariku. Mungkin sudah ada kejenuhan dari kawan2 dengan kepengurusan yang ada saat ini. Solusi terbaik barang kali harus segera diadakan pergantian kepengurusan supaya koor wijk 6 ini tetap eksis dan tidak punah sedikit demi sedikit, supaya kebersamaan, keceriaaan dan terutama KESEDERHANAAN yang dulu ada dalam punguan koor wijk 6 hidup kembali. Semoga!!!!!

06
Nov
09

Sang Maestro “GORGA” Idola TW6C

GORGA_n_ModeratorSudah lama moderator Diary TW6C ingin mengetahui dan membuat artikel mengenai Bonar Gultom (GORGA) sang maestro pujaan TW6C. Terus terang dan tidak perlu ditutup-tutupi, lagu-lagu Karya GORGA sangat dikagumi oleh TW6C. Sebagian besar  (mungkin sekitar 80%) lagu yang pernah dibawakan oleh TW6C  dalam pelayanannya adalah Lagu2 koor karya/gubahan sang maestro GORGA. Bahkan diawal – awal dibentuknya TW6C, ketua TW6C Amang E. Sitohang pernah melemparkan ide kepada guru koor TW6C Amang E. Silitonga untuk membuat TW6C sebagai kelompok paduan suara dengan ciri khas lagu2 berirama tradisonal batak yang notabene sebagian besar lagu2 koor dengan irama tradisional batak itu adalah karya cipta GORGA. Dan memang ide itu walaupun tidak diproklamirkan secara resmi kepada seluruh anggota, sepertinya sedikit banyak sudah diterapkan oleh TW6C dalam pelayanan2 nya.

Secara tidak sengaja pada saat searching di mesin pencari “google” tentang Yamuger (Yayasan Musik Gereja),  Moderator TW6C menemukan tulisan tentang biodata Bonar Gultom “GORGA” di Blogs dengan judul “ENSIKLOPEDIA TOKOH BATAK”. Dan tulisan mengenai biodata dan pengalaman2 hidup GORGA dalam artikel ini 100% disadur dari artikel dalam Blogs tersebut.

bonar-gultomGORGA yang nama aslinya Drs. Bonar Gultom lahir di Siborongborong pada tanggal 30 Juni 1934. Beliau mengenyam pendidikan Dasar di Sekolah Rakyat (SR) Dolok Sanggul – Humbang Hasundutan (Wuiiihhh… ternyata dekat bangat dengan kampung halamannya moderator TW6C di Parlilitan), kemudian dilanjutkan dengan Pendidikan Menegah Atas (MULO) di Siborongborong-Tapanuli Utara. Ternyata beliau (GORGA) adalah seorang yang berprestasi di bidang pendidikan, terbukti selama kuliah hingga berhasil meraih gelar Sarjana dari Universitas Indonesia (UI) Jakarta pada tahun 1963 beliau dibiayai dengan beasiswa penuh oleh sebuah Perusahaan Belanda NV. Vereenigde Deli Maatschappijen

Ternyata prestasi beliau (GORGA) tidak hanya di bidang pendidikan saja, prestasi itu nyata juga saat terjun dalam bidang pekerjaan. Hal ini terlihat dengan Jabatan terakhir beliau sebelum pensiun tahun 1989 sebagai Direktur Komersial dan Umum pada PT Perkebunan Negara XIII, Bandung, Jawa Barat (Hmmm…. sama lagi nih dengan Moderator…. sama2 Abdi Negara/Pegawai Pemerintah).

Leila Ester Sitompul adalah wanita yang sangat berbahagia karena GORGA memilihnya sebagai Istri yang menjadi pasangan Hidupnya. Keluarga GORGA dikaruniai dengan 6 orang anak (3 orang putera dan 3 orang puteri) yang semuanya telah berumah tangga saat ini. Dari buah pernikahan putera-puterinya, GORGA saat ini telah mempunyai 10 orang cucu.

Seorang Anak Manusia pilihan yang dikaruniakan Tuhan dengan Talenta besar mencipta lagu, ya… sungguh2 merupakan Talenta besar dari Tuhan, ternyata kemampuan mencipta lagu dan bermusik GORGA diperoleh secara Otodidak. Memang sejak kecil (umur 8 tahun) Beliu senang menyanyi. Walau bakat Beliau diperoleh secara otodidak, namun prestasi yang pernah diperoleh dalam mengikuti perlobaan2 menyanyi sudah cukup banyak, antara lain Juara I menyanyi seriosa Pekan Kesenian Mahasiswa Seluruh Indonesia pada 1958 di Yogyakarta dan tahun 1960 di Denpasar- Bali; Juara-I menyanyi seriosa bintang Radio Republik Indonesia di Medan dan kemudian di Jakarta (Nasional) 1968.
Pengalaman beliau dalam bidang Paduan Suara (Koor) jangan ditanya lagi, aktif sebagai anggota Paduan Suara Gereja sejak SMA dan diteruskan selama Mahasiswa. Beliau adalah pemimpin dan pelatih Paduan Suara Gerejawi dan Nasional sejak Mahasiswa 1958 hingga sekarang. Brikut adalah Paduan Suara – Paduan Suara yang bernah dilatih dan dibina oleh GORGA :

  • Paduan Suara NHKBP Menteng Jalan Jambu, Jakarta.
  • Paduan Suara SERDAM ROHANI, Jakarta, mendampingi bapak E.L Pohan
  • Paduan Suara Ibukota, Jakarta mendampingi Binsar Sitompul
  • Paduan Suara Pria Immanuel GKPI Medan
  • Paduan Suara Gabungan GKPI Medan
  • Paduan Suara Exaudi GKPI Ciliwung-Bandung
  • PS Anugerah HKBP Jakarta
  • PS Gerja Bethel Indonesia, Tanjung Priok- Jakarta
  • PS Sola Gratia GKPI Menteng- Jakarta

Khusus sebagai pelatih  PS Anugerah HKAP Jakarta, Gorga—pernah mengantarkan 2 kali Paduan Suara ini tampil dalam konser internasional di Amerika Serikat tour – I ke Los Angeles Conductor. Beliau juga pernah memimpin gabungan Paduan Suara yang terdiri dari kontingen yang berasal dari 33 Provinsi di Indonesia, menyanyikan Mazmur 150 ciptaanya yang menjadi lagu wajib pada Pesperawi Nasional ke VI di Istora Senayan, Jakarta, dihadapan Presiden RI.

GORGA sudah menciptakan sekitar 150 lagu rohani dan non rohani—sekaligus mengarasemen untuk segala jenis musik dalam Paduan Suara. Dari sekian banyak lagu2 ciptaannya itu, berikut adalah lagu2 yang pernah dijadikan sebagai Lagu Wajib dalam ajang  Festival Pesparawi Nasional :

  • “Doa Bagi Negara” menjadi lagu wajib PS-SATB Golongan A pada Pesparawi ke III di Medan 2006
  • “Langit Menceritakan” menjadi lgu pilihan wajib PS-SATB golongan B pada Pesparawi ke VIII di Medan tahun 2006
  • “Yesusku juru Selamatku” menjadi lagu pilihan trio SSA pada Pesparawi ke VIII di Medan tahun 2006
  • “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung” menjadi lagu wajib solis remaja pada Pesparawi ke Vii di Makassar tahun 2003
  • “Kepada siapa Aku Harus Takut” menjadi lagu pilihan pertama PS-SATB pada pesparawi ke VII di Makassar tahun 2003
  • “Pujian Allah di tempat kudusNya” menjadi Lagu Wajib pada Pesparawi ke VII di Jakarta tahun 2000
  • “Persaudaraan Yang Rukun” menjadi lagu pilihan pada Pesparawi ke V di Surabaya tahun 1996

Selain mencipta lagu paduan suara, GORGA juga sudah banyak membuat terjemahan sekaligus mengaransemen lagu-lagu asing ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa Batak dan juga mengaransemen lagu-lagu cipataan komposer lagu2 rohani tanah air . Berikut adalah judul lagu2 tersebut :

  • O Holy night (Malam Suci / Borgin Na Badia) karya Adolphe Adams
  • No Body Knows (Holan Tuhan Yesus) Negro Spritual Deep River (didia) Negro Spritual
  • My Heavenly Father Watches Over me (Tuhan ku menjaga aku) karya Charles Gabriel
  • God And Alone (hanya Allah Hu ) karya Phil Mc Hugh
  • Majesty (Pujianlah Yesus) karya Jack Hayfort
  • He is Exalted (Tuhanlah Raja Semesta) karya Twila Paris
  • You Raise Me Up karya Rolf Lovland (dipopulerkan oleh Josh Groban dan davi Foster)
  • Bagai Tetesan Embun karya Putri dan Maruli Simorangkir ,SH
  • Terima Kasih Tuhan karya Putri dan Maruli Simorangkir, SH
  • Bunga Pansur karya Cadman dan roger Wagner
  • Dolok Betany karya NN (Transkripsi dari kaset berbahasa Jerman)
  • Yesus Gembala Yang Baik karya H. R Palmer
  • Were You There (Uju I di atas ni sada dolok) Negro Spritual
  • Natarsilang do Kristus karya W.A Mozart
  • Narer My God to Thee karya sarah Adams dan Lowell Mason
  • Holan Tuhan Jesus, Negro Spritual
  • Nyanyian Kidung Natal karya W.A Mozart
  • Nearer my God to Thee karya Sarah Adams dan
  • God be With You Sai Tuhanta mandongani Ho karya William G. Tomer
  • Laiseir d’Amour Tuiahn Berkatilah karya Giovani Martini
  • Sejauh Timur dari Barat karya Jonathan Prawira
  • Maha Mulia (Namarmulia) karya G.F Handel
  • Ada saatnya kita jumpa karya Taralamsyah Saragih
  • Ya Allah Bapa karya st A. K Saragih
  • Tumbuhan Poyon-Poyon karya St A.K Saragih
  • The Prayer karya Carol Sager dan David Foster
  • Ave Maria karya Franz Schubert

Sebaliknya, untuk lebih memperkenalkan lagu etnik Indonseia ke dunia internasional, Beliau juga mengarensemen lagu-lagu etnik Indonesiake dalam Bahasa Inggris, diantaranya Yamko Rambe Yamko (Papua) menjadi stand Tall, God Loves Us ALL, Jali-jali (Betawi) menjadi Up And Down dan Bukit Kemenangan Karya Djuahari menjadi My God is Near Me.

Adalah tidak berlebihan rasanya dan memang sudah sepantasnyalah kalau dalam Diary TW6C ini, moderator menyebut GORGA sebagai Sang Maestro, karena karya2 ciptanya yang sungguh fantastis.  Khususnya buat orang Batak, bersyukurlah orang Batak memiliki seorang Maestro berdarah Batak yang dengan Talentanya itu telah mampu mengangkat irama dan musik batak sehingga dikenal dalam skala Nasional maupun Internasional. Benar2 seorang yang Multi Talenta. Bukan hanya berkarya lewat lagu dan musik, seni drama suku batak yang lebih dikenal dengan sebutan Opera Batak juga tak luput dari perhatian beliau. GORGA juga telah menciptakan cerita2 untuk dibawakan dalam Opera Batak, diantaranya adalah cerita2 opera sebagai berikut :

  • Argado Bona Ni Pinasa (Opera Batak), 1969
  • Parsorion ni Parmitu (opera Batak), 1970
  • Kembali ke Betlehem (Opera Natal) 1972
  • Putih dan Hitam (opera Natal) 1972
  • Nostalgia Masa Hasiswa (Opera Komedi) 1979
  • Tumba Singamangara XII (Opera Sejarah) 1980
  • Kasih Paling Agung (Opera Paskah) 1982
  • Lilin-lilin Perdamaian (Opera Natal) 1983
  • Si Boru Tudosan (Opera Budaya Batak) 1989

Karya – Karya cipta GORGA berupa lagu2 paduan suara maupun scrip Opera saat ini sudah diterbitkan dalam bentuk buku oleh Yayasan Musik Gereja (Yamuger). Sudah banyak dan sudah berulang ulang dicetak karena banyaknya permintaan dari gereja-gereja maupun kelompok2 Paduan Suara. Berikut antara lain buku2 yang telah diterbitkan oleh Yamuger :

  • Kumpulan Lagu-lagu Rohani Untuk Paduan Suara jilid I 2002
  • Kumpulan Lagu-lagu rohani untuk Paduan suara jilid II, 2005
  • Opera Natal Putih dan Hitam 2005
  • Kumpulan lagu-lagu rohani untuk Paduan Suara Wanita untuk PS Wanita jilid 2006

Pengankuan akan indah dan berbobotnya karya cipta,  paduan suara dan Opera Batak binaan GORGA dapat dilihat dengan diundangnya beliau memimpin paduan suara untuk berkonser  dalam menyambut tamu2 negara dan pemerintah. Berikut adalah konser2 yang dipandu oleh GORGA dalam menyambut tamu2 pemerintah Sumatera Utara di Medan lewat Opening dan Closing Ceremony Medan Fair (Pekan Raya Medan) :

  • Konser dalam menyambut Pageran Bernard dari Kerajaan Belanda (1972)
  • Konser dalam menyambut Raja Boumdewijn dan Ratu Fabiola dari kerjaan Belgia (1974)
  • Konser dalam menyambut Menyambut perdana menteri Lee Kwan Yew dari Singapura (1975)
  • Konser dalam menyambut Toen Abdul Razak dari Malaysia (1976) dengan pementasan “Arga do Bona Ni Pinasa” di alam terbuka ditepi pantai Danau Toba, Parapat.

Prestasi selau diikuti dengan Penghargaan, demikian pula dengan GORGA. Prestasi dalam karya musik banyak mengundang appreasi berupa penghargaan dari pihak2 yang merasa kagum dengan karya2 Beliau. Berikut adalah beberapa penghargaan yang pernah diterima oleh     GORGA :

  • Pada tahun 1975 menerima penghargaan dari pangeran Bernard dalam undangan khus ke Istana Kerjaan Belanda Soesdijk
  • Menerima penghargaan dari KNPI Sumatera Utara sebagai penghargaan atas peranyan dalam pengemabangan generasi muda Sumatera Utara 1980
  • Pada 1982 menerima penghargaan dari Pangkowilhan Sumatera Utara sebagai putra teladan.
  • Pada 1998 menrima penghargaan sari Gubernur Suamtera Utara atas lagu ciptaanya “Marsipature Hutanabe”
  • Pada tahun 2003 menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas prestasinya yang dicapainya saat menyutradarai pementasan Opera Arga Do Bona Ni Pinasa pada Pesta Rakyat Danau Toba di Kota Parapat sebagai opera yang melibatkan pemain terbanyak 232 orang dan merupakan pendudukan setempat.

Terakhir, bagi yang ingin berkunjung atau berkirim surat dengan GORGA, boleh dialamatkan ke Alamat rumah Beliau Jalan Ayahanda No 57, RT 02/04 Kelurahan Pondok Kelapa, Jakarta 13430 atau melalui e-mail beliau BonarGultom @ Yahoo.com. (ETS)

03
Nov
09

Semangat itu mulai tumbuh lagi

Love-tree_betumbuhSenin 2 Nopember 2009, Latihan Koor di Rumah Kel. St. M.T. Napitupulu/ Br. Situmeang

Hati yang gembira adalah obat… demikian Kata Raja Salomo dalam Amsal…. Bagaimana supaya  hati gembira?? Jawaban sederhana mungkin yang dapat kita lakukan adalah buang jauh2 segala pikiran2 buruk terhadap orang lain terlebih terhadap teman baik atau teman seiman kita, ganti dengan memikirkan kebaikan, kelembutan dan segala yang indah yang telah anda alami dengan teman tersebut. Dengan hati yang bergembira tentu pula semangat kita semakin bertumbuh.

Dalam latihan koor rutin TW6C Senin malam tanggal 2 Nopember 2009 di rumah Kel. St. M.T. Napitupulu/Br. Situmeang, kegembiraan begitu terlihat terpancar dari wajah2 anggota TW6C… semangat  berlatih yang meredup dalam minggu2 latihan sebelumnya mulai tumbuh kembali. Puji Tuhan…. doa2 kita yang masih rindu melayani dijawab  oleh Tuhan. Memang masih banyak yang belum hadir, tapi gak apa2, alasan ketidakhadiran mereka adalah karena  kesehatan yang terganggu, sedang mempersiapkan acara pesta keluarga dan juga karena pekerjaan kantor yang tidak bisa ditunda penyelesainnya.

Sejak minggu ini, jadwal latihan rutin TW6C yang semula dilaksanakan setiap hari Rabu malam diubah menjadi Senin malam. Perubahan ini adalah untuk menyesuaikan dengan semangat TW6C yang ingin tetap eksis melayani dalam partangiangan Wijk hari Selasa malam minggu kedua setiap bulannya, melalui nyayian koor yang dibawakan dalam partangiangan. Karena berdasarkan pengalaman selama ini, Nyanyian koor yang dibawakan oleh TW6C dalam partangiangan kurang maksimal dan bahkan kadangkala tidak jadi bernyanyi karena tidak adanya persiapan dalam latihan Rabu malam. Ketidaksiapan ini biasanya terjadi karena dalam latihan rutin pada hari Rabu malam, pengurus TW6C dan seluruh anggota lupa bahwa minggu berikutnya akan diadakan partangiangan Wijk.

Buat semua anggota TW6C, mari kita jaga agar semangat yang mulai bertumbuh ini semakin bertumbuh dan berakar dalam hati kita semua. Supaya pelayanan kita tetap eksis. Karena semua yang baik yang kita lakukan di jalan Tuhan tidak akan sia-sia.  Latihanpun sudah kembali kita laksanakan di rumah2 anggota, kiranya jangan ada lagi alasan karena latihannya di Gereja yang jauh dari rumah. Senin depan tanggal 9 Nopember 2009 latihan akan dilaksanakan di Rumah Kel. H.P.T. purba / Br. Simamora (Sekretaris TW6C), dan juga perayaan Natal akan segera tiba, mari kita siapkan lagu2 pujian Natal kita.

Hari ini Selasa 3 Nopember 2009 TW6C akan tampil membawakan lagu pujian “Sai Naeng hugolom Tangan Mi” dalam pelayanan di Partangian Wijk 6 di rumah Kel. H. Munthe/ Br. Sibarani. Lagu dengan konsep Vocal Group yang direquest oleh Amang E. Sitohang karena waktu TW6C membawakan lagu ini dalam pelayanannya di Ibadah Minggu tanggal 1 Nopember 2009, beliu tidak ikut menyanyikannya berhubung pada hari itu Koor Ama HKBP Pejuang sedang melaksanakan kunjungan rohani ke Gereja HKBP Bakom Cileungsi.




Radio Online

Waktu Hari ini :

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

BeasiswA n’ Lowongan Kerja

Info Beasiswa D1 D3 S1 S2

Blog Stats

  • 12,749 hits

IP-Ku

My Popularity (by popuri.us)

 

November 2009
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Info Geotoolbar

performing arts
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter performing arts
free counter

Nilai Blog’s TW6C

free counters

Peta Lokasi Pengunjung :


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.